<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408</id><updated>2011-04-22T04:47:07.848+07:00</updated><category term='Gallery'/><category term='Kiat dan Kiat'/><category term='Lirik Lagu Arab'/><category term='Islam'/><category term='Asal Mula'/><category term='Indonesia Banget'/><category term='Do&apos;a'/><category term='Sejarah'/><category term='Teori Evolusi'/><category term='Renungan'/><category term='Music'/><category term='Akhir Zaman'/><category term='Pena Hatiku'/><category term='Alawiyyin'/><category term='Kaya Mutiara'/><category term='Riset Islam'/><category term='Bagi-bagi Trik'/><category term='Tokoh-Tokoh'/><category term='Tanya-Tanya'/><category term='Kata Kata Indah'/><category term='Dunia Yahoo'/><category term='Tokoh Islam'/><category term='Bahasa'/><category term='Tarekat'/><category term='Tauhid'/><category term='Pejuang Akidah'/><category term='Organisasi Islam'/><category term='Fiqih'/><category term='Keseharianku'/><category term='Kisah Teladan'/><category term='Akidah Islam'/><category term='Lirik Lagu Daerah'/><category term='Teladan'/><category term='Blog'/><category term='F O K U S'/><category term='Riau'/><category term='Dajjal'/><title type='text'>Dari Titik Nol Koma Nol Kilometer</title><subtitle type='html'>Aku menulis apa yang ingin aku tulis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7021330189216796630</id><published>2008-02-21T03:38:00.000+07:00</published><updated>2008-02-21T03:41:16.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarekat'/><title type='text'>Hakikat Muhammad</title><content type='html'>Syekh Abd-ul-Qādir Al-Jilānī (r.h.) dalam kitabnya Sirr-ul-Asrār berkata,&lt;div class="fullpost"&gt; “Ketahuilah, semoga Allah memberikan engkau taufik kepada semua yang dicintai dan direlaiNya. Makhluk yang pertama yang diciptakan Allah adalah Rūh Muhammad (s.a.w.). Beliau diciptakan dari cahaya “keindahan” Allah. Sebagaimana firman Allah (s.w.t.) di dalam Hadis Qudsi, “Aku ciptakan rūh Muhammad dari cahaya DzātKu.” Nabi (s.a.w) bersabda, “Yang pertama di ciptakan Allah ialah rūhku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah cahayaku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah qalam (pena). Dan yang pertama diciptakan ِAllah ialah akal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Muhammad itu disebut “cahaya”, karena bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagaimana firman Allah, (قَد جَاءَ كُم مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ) “Telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.” (5:15) Hakikat Muhammad disebut juga akal karena ia yang menanggapi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Muhammad disebut qalam (pena), karena ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu. Rūh Muhammad adalah rūh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk, sesuai dengan sabda Rasul (s.a.w.), (أَنَا مِنَ اللَّهِ وَالمُؤمِنُونَ مِنِّي) “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari rūh Muhammad itulah, Allah menciptakan semua rūh di alam”Lāhūt” (Ketuhanan) dalam bentuk yang terbaik yang hakiki. Itulah nama seluruh manusia di alam “Lāhūt”. Alam “Lāhūt” adalah negeri asal bagi seluruh manusia. Setelah empat ribu tahun. Allah menciptakan Arasy dari cahaya dzāt Muhammad (s.a.w). Begitu pula makhluk lain berasal dari dzāt Muhammad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman ini, berikan selawat dan salam dengan penuh rasa cinta dan hormat ke atas Mushthafā, sumber segala kejadian makhluk, sebuah salam yang sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7021330189216796630?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7021330189216796630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7021330189216796630&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7021330189216796630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7021330189216796630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2008/02/hakikat-muhammad.html' title='Hakikat Muhammad'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-6940111901720977201</id><published>2008-02-17T14:46:00.002+07:00</published><updated>2008-02-17T14:49:42.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Tergesa-gesa Mengafirkan Seorang Muslim, Bahaya !!</title><content type='html'>Pada hakikatnya mengafirkan seseorang adalah hak Allah SWT semata, sehingga tidak diperbolehkan mendahului ketentuan-Nya, kecuali dengan izin Allah SWT dan berdasarkan pengetahuan, atau berdasarkan nash-nash Alquran dan Sunnah Nabi saw serta hujjah (dalil) yang pasti dan tidak diragukan. Hal demikian karena, iman dan kafir terdapat dalam hati, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang, kecuali Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lahiriyah yang terdapat pada seseorang tidak secara meyakinkan dan pasti menunjukkan apa yang terdapat dalam hati, tetapi hanya bersifat dugaan. Sementara, Islam melarang mengikuti dugaan (prasangka) sebagaimana terdapat pada banyak nash Alquran dan Sunnah, dan dilarang pula hanya mencari -cari alasan atau pertanda atas suatu tuduhan, terutama dalam persoalan-persoalan akidah. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain...." (Al-Hujurat: 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah saw memperingatkan Usamah bin Zaid yang membunuh seseorang yang telah mengucapkan 'Laa Ilaha Illallahu' (Tiada Tuhan selain Allah), sebagaimana pula Allah memperingatkan para sahabat yang hendak pergi berperang agar tidak membunuh seseorang yang memberi salam kepada mereka berdasarkan prasangka mereka bahwa ia mengucapkan salam tersebut hanya kemunafikan dan ketakutannya, maka Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan 'salam' kepadamu, 'kamu bukan seorang mukmin' (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu terdahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (An-Nisaa': 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, adalah suatu keharusan mengetahui ketentuan hukum tentang seorang muslim yang keluar dari Islam dan masuk dalam kekafiran. Seorang muslim tidak dapat mengafirkan seseorang, kecuali berdasarkan petunjuk yang jelas seperti matahari di siang hari. Adapun bahaya dari sikap mengafirkan seorang muslim tanpa petunjuk yang jelas dapat menimbulkan beberapa akibat buruk yang menimpanya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perlindungan terhadap darah dan hartanya menjadi hilang, sehingga tidak ada hukum qishash bagi pelakunya, tetapi hanya diasingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memisahkan dirinya dengan pasangan (istrinya) dan memutuskan sebab warisan antara dirinya dan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kekuasaannya pada anak-anaknya menjadi hilang, karena tidak ada kepercayaan mereka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kepemimpinannya atas kaum muslimin putus dan harus dimusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terjadi pembunuhan atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak dimandikan dan tidak pula dikafani, serta tidak dapat dikuburkan di komplek pemakaman kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akibat-akibat lain yang berbahaya yang muncul akibat klaim pengafiran yang tergesa-gesa tanpa berdasarkan bukti yang jelas. Jika bukti-buktinya banyak dan jelas, maka hilanglah bahaya pengafiran tersebut. Sebagaimana dituntutnya bukti-bukti pengafiran dan tidak adanya halangan untuk memutuskannya, maka diwajibkan pula penelitian dan pembahasan yang mendalam sebelum dikeluarkannya hukum pengafiran tersebut, terutama terhadap orang-orang yang telah menyatakan keislaman mereka dengan mengucapkan syahadat 'Laa Ilaha Illallahu Muhammadur Rasuulullahi' (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam as-Syaukani ra mengatakan, "Memutuskan kekafiran seseorang haruslah dengan keterbukaan dan dengan ketenangan hati serta kedamaian jiwa, sehingga tidak ada keputusan yang diterima dari dugaan kemusyrikan, terutama jika tidak mengetahui adanya penyimpangan dari jalan Islam. Juga tidak ada anggapan seseorang melakukan perbuatan kafir selama ia tidak keluar dari Islam dan menjadi kafir, dan tidak juga dapat ditentukan seseorang itu kafir hanya berdasarkan ucapannya yang menunjukkan ucapan seorang kafir, sedang ia tidak meyakini maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak setiap perbuatan atau perkataan yang menunjukkan kekafiran dapat menyebabkan pelakunya menjadi kafir, jika ia seorang muslim dan tidak mengetahui maksudnya. Akan tetapi, jika maksudnya sudah jelas dan hujjah (dalil) telah ditegakkan baginya dengan penjelasan bahwa perbuatan demikian dapat menjadikannya kafir, tetapi ia tetap melakukannya, maka ia adalah kafir. Jika kenyataan itu belum jelas, maka tidak diperbolehkan tergesa-gesa menuduhnya kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas telah ditegaskan banyak nash yang melarang keras mengafirkan seorang muslim tanpa bukti yang jelas. Di antaranya sabda Rasulullh saw, "Orang yang mengatakan kepada saudaranya, 'Hai kafir', maka hal itu akan menyebabkan salah seorang di antara keduanya terbunuh." ( HR al-Bukhari). Sabda beliau yang lain, "Orang yang memanggil seseorang kafir, atau berkata, 'musuh Allah', sedangkan orang tersebut tidak demikian, maka ia telah sesat." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar berkata, "Hadis tersebut dimaksudkan untuk mencegah seorang muslim mengatakan demikian kepada saudaranya sesama muslim...." Disebutkan bahwa hadis ini menjelaskan seseorang yang mengafirkan saudaranya, kekurangan, dan dosanya dikembalikan kepadanya. Pengertian demikian ini dapat diterima. Disebutkan pula bahwa tindakan tersebut dikhawatirkan akan terus berlanjut pada kekafiran, seperti dikatakan bahwa perbuatan dosa adalah jalannya kekafiran, sehingga dikhawatirkan orang yang melakukannya akan mengalami suu'ul khatimah (meninggal dalam keadaan yang jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua pendapat tersebut, saya menegaskan bahwa orang yang menyebut kafir saudaranya yang tidak diketahuinya kecuali keislamannya dan tidak ada keraguan dalam tuduhannya, maka ia adalah kafir. Ia menjadi kafir karena mengafirkan saudaranya. Jadi, pengertian hadis ini adalah bahwa pengafiran tersebut kembali kepada orang yang mengafirkan saudaranya, dan pendapat yang kuat adalah pengafiran dan bukannya kekafiran, seakan-akan ia mengafirkan dirinya, karena ia mengafirkan seseorang yang seperti dirinya, dan siapa yang tidak mengafirkannya selain orang kafir yang tidak mempercayai kebenaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis-hadis seperti ini juga terdapat peringatan keras untuk tidak tergesa-gesa mengafirkan sesama muslim, karena tindakan demikian mengandung ancaman terhadap kehormatan seorang muslim yang telah tegas keislamannya berdasarkan keyakinan. Oleh karena itu, tidak dibolehkan menuduh seseorang kafir, kecuali setelah mendapatkan bukti yang pasti akan kekafirannya secara meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, hadis-hadis demikian merupakan tameng bagi manusia untuk tidak melakukan tuduhan tanpa alasan kepada sesamanya. Tuduhan kafir kepada sesama muslim akan menyebabkannya terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang merupakan bagian dari kekafiran atau kemusyrikan ketika hukum diberlakukan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi : Al-Jahlu bi Masaailil i'tiqad wa Hukmuhu, Abdur Razzaaq bin Thahir bin Ahmad Ma'asy&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-6940111901720977201?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/6940111901720977201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=6940111901720977201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6940111901720977201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6940111901720977201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2008/02/tergesa-gesa-mengafirkan-seorang-muslim.html' title='Tergesa-gesa Mengafirkan Seorang Muslim, Bahaya !!'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3607554091765937542</id><published>2007-12-20T04:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:58:44.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah Syahid Dari Iraq Yang Jasadnya Dimutilasi</title><content type='html'>Sebenarnya kisah ini berupa berita yang dipublikasikan di salah satu situs Islam berbahasa Arab terkemuka, namun karena sifat berita yang paling tidak, harus terus diup-date setiap hari sementara kisah ini penting untuk dijadikan pelajaran dan renungan kita, maka kami memuatnya dalam versi kisah islami sehingga dapat ditampilkan untuk beberapa lama. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah tewasnya seorang anggota kelompok perlawanan Islam, di Iraq (al-Muqaawamah al-Islaamiyyah) yang menunjukkan masih adanya kelompok perlawanan yang benar-benar murni berjuang dan berjihad untuk meninggikan Kalimatullah dan membuka mata kita lebar-lebar betapa dengki dan dendamnya musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah seorang syahid yang berasal dari Arab Saudi, namanya Sa’id, kelahiran tahun 1975. Ia dijuluki rekan-rekan seperjuangannya dari warga asli Iraq dengan Abu Samrah. Dan sejak itu, ia bangga dan lebih senang dipanggil dengan julukan itu ketimbang nama aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Abu Samrah ini seorang yang hidup berkecukupan di negerinya. Maklum, sebagai warga negara Arab Saudi tentulah kehidupan sosialnya jauh lebih baik daripada saudara-saudaranya di Iraq yang hidup memprihatinkan karena dilanda peperangan dan sekarang ini masih terjajah. Ia ingin memberikan pesan kepada saudara-saudaranya, rakyat Iraq bahwa dien Muhammad adalah amanah yang bukan hanya diembankan ke atas pundak orang-orang Iraq saja tetapi juga ke atas kaum Muslimin selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpanggil untuk berjihad membela agama Allah sekali pun sebelumnya tidak pernah mengikuti latihan militer apa pun yang seyogyanya dimiliki oleh orang yang ingin memasuki medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Syaikh ‘Awad, salah seorang pemimpin kelompok perlawanan, Sa’id menolak untuk bergabung dengan kelompok mana pun di Iraq yang di mata publik Iraq masih mengundang pro dan kontra. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai seorang yang suka bercanda, banyak menghibur rekan-rekan seperjuangannya, memiliki ghirah yang tinggi dan tak rela kehormatan kaum Muslimin diinjak-injak. Setiap kali ia melihat bangunan dan rumah-rumah yang tinggi di kawasan Ramadi, ia selalu berhasrat untuk naik ke loteng-loteng rumah tersebut lalu dari situ, ia akan menjadi snipper dengan membidik 40 orang Amerika setiap harinya andaikata bukan karena khawatir tentara pendudukan Amerika akan menggeledah rumah-rumah penduduk di situ, melecehkan kehormatan kaum wanitanya dan menerobos masuk ke dalam rumah-rumah mereka. Karena kekhawatirannya itu, ia malah menolak untuk menyerang tentara pendudukan bila mereka masih berada di lorong-lorong dan di jalan-jalan padahal sangat memungkinkan sekali baginya untuk menimbulkan korban yang lebih banyak di pihak tentara pendudukan tersebut. Ia pernah berkata, “Bagi saya, kehormatan wanita-wanita Saudi tidak lebih mahal dari kehormatan wanita-wanita Iraq, sebab mereka semua adalah Muslimat dan semuanya adalah saudara-saudara kita di dalam dienullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘’Awad menuturkan bahwa pada malam sebelum Abu Samrah gugur sebagai syahid, ia betul-betul telah memperlihatkan perjuangan yang tulus dan begitu gagah di medan pertempuran. Karena itu, beliau dan rekan-rekan seperjuangannya begitu yakin bahwa ia akan meninggalkan mereka malam itu untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam syahidnya itu, ia bergerak maju padahal tentara pendudukan sudah menarik mundur pasukannya. Ini ia lakukan untuk membuka celah sehingga para mujahidin dapat mematahkan kekuatan musuh secara total di dekat rumah sakit Ramadi, yang letaknya agak jauh dari kota di bagian utara. Ternyata, hari itu adalah hari terakhir ia bertemu dengan para rekan seperjuangannya. Sebuah tembakan mengenai dadanya dan ia pun jatuh tersungkur dengan posisi masih memegang senjata seraya mengucapkan, “Semoga jual beli ini mendapat keuntungan, semoga perjalanan ini mendapat keuntungan. Alhamdulillah, Ya Allah, pertemukanlah aku dengan saudara-saudaraku, Ya Allah, aku titipkan pada-Mu orang-orang yang aku tinggalkan di rumah-rumahku sebab aku hanya keluar demi-Mu, bukan demi siapa-siapa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Awad menambahkan, “Sekali pun tembakan yang dialaminya cukup parah, tetapi suaranya ketika mengucapkan itu sangat jelas terdengar. Kami menyaksikan dan mendengarkannya hingga saat-saat terakhir ajal menjemputnya, hanya saja tidak dapat mendekat lebih dekat lagi karena tentara pendudukan berhasil naik ke lokasi-lokasi yang tinggi dan mulai menembaki dari sebagai sniper. Untung saja, kami berhasil membawa lari empat orang rekan kami lainnya yang juga gugur sebagai syuhada. Sementara tentara pendudukan itu menyongsong jasadnya yang sudah terlentang dan melakun mutilasi terhadap jasanya lalu melemparnya ke badan jalan. Abu Asmar sang pahlawan turun dari kudanya dengan berjalan kaki setelah datang dari negeri tempat turunnya wahyu. Orang-orang Amerika dan sekutu mereka kemudian memperlakukan jasadnya dengan cara yang belum pernah dilakukan terhadap siapa pun sebelum itu. Ini menjelaskan kepada kita betapa kedengkian orang-orang Amerika terhadapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tentara pendudukan itu telah melakukan mutilasi terhadap jasadnya. Berdasarkan penjelasan dan kesaksian salah seorang dokter di rumah sakit umum Ramadi sebelum jasad Abu Samrah dikuburkan, bahwa menemukan jasad seorang warga negara Arab Saudi yang gugur dalam kontak senjata dengan tentara pendudukan seminggu lalu (hari selasa lalu, 08-03-2005), ia mendapati dadanya sudah tersobek menganga, ususnya terburai keluar, beberapa tusukan dalam mengenai lambungnya. Tusukan ini jelas berasal dari mata tombak. Demikian pula, mutilasi juga dilakukan terhadap bagian bawah pusarnya di mana anggota kemaluannya dilobangi dengan cara yang mengenaskan sekali, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kepalanya juga dipukul dengan tombak dan alat-alat yang terbuat dari besi. Di kepalanya terdapat beberapa bekas bakar akibat letupan moncong senjata api yang ditembakkan ke tubuhnya. Selain itu, terdapat pula tulisan di atas dadanya yang digores dengan menggunakan mata tombak yang tajam. Tulisan tersebut berbahasa inggeris yang artinya kurang lebih ‘Tidak akan ada lagi orang yang berani setelah anda.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter tersebut mengatakan bahwa ia sudah menjahit perut dan dada jasad Abu Samrah tersebut atas permintaan rekan-rekan seperjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Awad mengakhiri kisah sang pejuang, “Beliau rahimahullah dikuburkan setelah sebelumnya beberapa potongan anggota badannya yang robek oleh tombak musuh kami kumpulkan terlebih dahulu. Seakan kami menguburkan umat secara keseluruhan. Sa’id masuk dalam rombongan para syuhada. Semoga, mata para pengecut tidak akan pernah terlelap lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: sebuah situs islam berbahasa Arab, tahun 2005) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-3607554091765937542?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3607554091765937542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3607554091765937542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3607554091765937542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3607554091765937542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/kisah-syahid-dari-iraq-yang-jasadnya.html' title='Kisah Syahid Dari Iraq Yang Jasadnya Dimutilasi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7239504303238450576</id><published>2007-12-20T04:48:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:52:38.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riset Islam'/><title type='text'>Berobat dengan Alkohol (Khamar)?</title><content type='html'>Apakah alkohol (khomr) merupakan obat ataukah penyakit?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dr. Obery Louise&lt;/strong&gt;, kepala bagian penyakit jiwa di Univ. London, juga sebagai nara sumber utama dan terkenal di bidang medis di Inggris mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Alkohol adalah satu-satunya penyakit yang banyak dikonsumsi secara luas di dunia saat ini. Ia ada di tangan setiap orang yang menginginkannya atau meninggalkannya. Oleh karena itu, orang banyak mengkonsumsinya sekehendak keinginannya yang akhirnya menyebabkan munculnya penyakit kegoncangan jiwa atau sering disebut dengan "psycho-pathic anomaly". Satu tegukan alkohol saja terkadang bisa menyebabkan mabuk dan menyebabkan kehilangan kendali syaraf dan akhirnya merusak segala yang ada disekitarnya; juga bisa menyebabkan "fly". Adapun orang yang terus-menerus minum khomr maka ia akan menjadi seorang alkoholik (kecanduan alkohol), ia akan banyak melanggar norma-norma akhlaq dan disertai sifat kegilaan&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para dokter menduga di zaman dahulu dan zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan zaman setelah beliau sampai abad-abad terakhir bahwa khomr memiliki manfaat bagi kesehatan, kemudian sejumlah penelitian medis pun menemukan data yang membatalkan anggapan-anggapan itu. Anggapan itu hanyalah dugaan dan perkataan &lt;strong&gt;Al-Shadiq Al-Mashduq&lt;/strong&gt; (Sang jujur dan diakui kejujurannya, Nabi Muhammad -pent) itulah yang benar yang tidak ada keraguan ataupun salah-faham pada kebenaran ucapannya. &lt;div class="fullpost"&gt;Rasulullah pernah berbicara kepada &lt;em&gt;Thariq Al-Ju'afiy&lt;/em&gt; ketika meminta disediakan khomr, maka Rasulullah melarangnya. Maka Thariq berkata, bahwa ia meminumnya sekedar untuk obat, maka Rasulullah menjawab, "&lt;em&gt;Khomr bukan obat, akan tetapi penyakit&lt;/em&gt;!!" HR. Muslim dan Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, "&lt;em&gt;Rasulullah melarang berobat dengan sesuatu yang jelek&lt;/em&gt;." HR. Abu Daud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam Sunnan Abu Daud, Rasulullah bersabda, "&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya danmenjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Thariq ibn Suwaid Al-Hadhrami&lt;/span&gt;, aku berkata kepada Rasulullah bahwa didaerah kami ada anggur-anggur, kami memeras dan meminumnya, dan kami menggunakannya untuk mengobati orang yang sedang sakit. Maka rasulullah bersabda, "Itu &lt;em&gt;(anggur perasan) bukanlah obat akan tetapi penyakit&lt;/em&gt;." HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mutaqadimin mengira bahwa khomr memiliki kandungan yang bermanfaat bagi manusia. Dalilnya adalah firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang Khomr dan perjudian, katakanlah, "&lt;em&gt;Di dalam keduanya terdapat dosa besar dan manfaat bagi manusia, akan tetapi dosa-dosanya lebih besar daripada manfaatnya"&lt;/em&gt;. (Q.S. Al-Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, banyak para ulama yang membantah anggapan-anggapan demikian. Diantaranya adalah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Al-Shan'aniy&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Beliau mengatakan dalam kitab &lt;em&gt;Subul A-Salam, Kitab Al-Najmi Al-Wahha&lt;/em&gt;h, "Segala yang dikatakan para dokter bahwa khomr memiliki kandungan yang bermanfaat bagi manusia bila meminumnya adalah pengakuan Al-Qur'an akan kepercayaan manusia sebelumnya. Adapun setelah turunnya ayat dalam surat Al-Ma'idah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khomr, judi, qurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah (lotere -pent) adalah perbuatan nista, salah satu perilaku syaithan, maka tinggalkanlah agar kalian beruntung (Q.S. Al-Maidah: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah ta'alaa, Sang Pencipta segala sesuatu, yang dampak negatifnya menjadi manfaat dalam satu hal tidaklah mungkin menjadikan sesuatu itu bermanfaat. Denganhal ini,gugurlah alasan orang yang ingin menjadikan obat dengan khomr dan yang menukil ucapan ini dari Al-Rabi' dan Al-Dhahak. Dan dalam hal ini ada hadits dengan sanad yang sampai ke Al-Tsa'labiy dan yang lainnya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah ketika mengharamkan Khomr, menjadikan dampak negatifnya sebagai manfaat bagi manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan "manfaat" ini tidak pasti, mungkin berupa manfaat materi bagi orang-orang yang menjualnya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Akan tetapi, hal itu adalah kamuflase besar karena merugikan masyarakat dan kerugian material yang sangat banyak. Mungkin juga berupa manfaat kedokteran dan industrinya, dan mayoritasnya juga hanya anggapan. Semacam anggapan bahwa khomr bisa membangkitkan nafsu. Khomr dari dahulu dijadikan sebagai alat pembangkit nafsu atau selera yang digunakan oleh orang-orang Yunani, Romawi, Persia, Arab, bahkan mereka mendalami ilmu tentang hal ini. Dan orang-orang eropa saat ini, khususnya Perancis menggunakannya juga untuk membangkitkan nafsu. Mereka menyebutnya dengan Apenibf, yaitu sang pembangkit selera. Dan kebiasaan mereka adalah mereka tidak mengkonsumsi makanan berat kecuali diawali dengan khomr terlebih dahulu. Demikian juga orang-orang Italia. Khomr adalah pembuka atau pembangkit nafsu atau selera untuk pertama kalinya, akan tetapi jika terus berlanjut maka kandungan HCl (Hydro Chloride)-nya bisa membahayakan tubuh, yaitu dis-fungsi organ-organ pencernaan dan daerah sekitarnya. Maka, setelah "manfaat" yang mereka peroleh dengan meneguk khomr, muncul bahaya, petaka yang tidak ringan lagi tidak sedikit; awalnya adalah disfungsi organ-organ dalam, kemudian hilangnya gairah, dan terakhirnya dalah kanker ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah datang utusan dari Yaman dan utusan dari Madhramaut menemui Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan meminta agar dibolehkan meminum khomr sebab negeri mereka sedang dingin. Akan tetapi Rasulullah enggan mengizinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sunan Abu Daud, disebutkan Dailam Al-Humairi meminta Nabi, "Wahai Rasulullah, kami dari negeri yang dingin, kami mengobati di sama sesuatu yang sangat berat dan kami menggunakan adonan gandum ini untuk menguatkan kegiatan kami dan menolong negeri kami. Maka Rasulullah bersabda, "Apakah adonan itu membuat kalian mabuk?" Dailam menjawab, "Ya." Rasulullah bersabda, "Maka, tinggalkanlah hal itu." Dailam mengatakan, "Akan tetapi manusia enggan meninggalkan adonan itu." Rasulullah menjawab, "Jika mereka enggan meninggalkannya, maka bunuhlah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dr. Muhammad 'Ali Al-Bar -Kerajaan Saudi Arabia&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7239504303238450576?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7239504303238450576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7239504303238450576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7239504303238450576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7239504303238450576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/berobat-dengan-alkohol-khamar.html' title='Berobat dengan Alkohol (Khamar)?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2174437727837660135</id><published>2007-12-20T04:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:42:49.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Evolusi'/><title type='text'>Catatan Fosil Yang Menampar Hayalan Evolusi</title><content type='html'>Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat-laun berubah menjadi spesies lain dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu jutaan tahun. Dengan demikian, seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesiesperalihan selama periode perubahan yang panjang ini. sedikit demi sedikit dalam waktu jutaan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, seharusnya terdapat beberapa jenis makhluk setengah ikan-setengah reptil di masa lampau, dengan beberapa ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki. Atau, seharusnya terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan beberapa ciri burung di samping ciri reptil yang telah mereka miliki. Evolusionis menyebut makhluk-makhluk imajiner yang mereka yakini hidup di masa lalu ini sebagai "bentuk transisi".&lt;div class="fullpost"&gt; Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada, seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan atau milyaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh ini seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan sisa-sisa mereka seharusnya ditemukan di seluruh dunia. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan, "&lt;em&gt;Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama... Sudah tentu bukti keberadaan mereka di masa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan fosil&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Darwin sendiri sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk peralihan tersebut. Ia berharap bentuk-bentuk peralihan itu akan ditemukan di masa mendatang. Namun, di balik harapan besarnya ini, ia sadar bahwa rintangan utama teorinya adalah ketiadaan bentuk-bentuk peralihan. Karena itulah, dalam buku The Origin of Species, pada bab&lt;em&gt; Difficulties of the Theory&lt;/em&gt; ia menulis, &lt;em&gt;"... Jika suatu spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak melihat sejumlah besar bentuk transisi di mana pun? Mengapa alam tidak berada dalam keadaan kacau-balau, tetapi justru seperti kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya...?"&lt;/em&gt; Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di kerak bumi dalam jumlah tidak terhitung...? Dan, pada daerah peralihan yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat? Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya penjelasan Darwin atas hal ini adalah bahwa catatan fosil yang telah ditemukan hingga kini belum memadai. Ia menegaskan, jika catatan fosil dipelajari secara terperinci, mata rantai yang hilang akan ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionos telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager, mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis: "&lt;em&gt;Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci, baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli paleontologi evolusionis lainnya, Mark Czarnecki, berkomentar, "Kendala utama dalam membuktikan teori evolusi selama ini adalah catatan fosil: jejak spesies-spesies yang terawetkan dalam lapisan bumi." Catatan fosil belum pernah mengungkapkan jejak-jejak jenis peralihan hipotetis Darwin. Sebaliknya, spesies muncul dan musnah secara tiba-tiba. Anomali ini menguatkan argumentasi kreasionis bahwa setiap spesies diciptakan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga harus mengakui kesia-sian menunggu kemunculan bentuk-bentuk transisi yang "hilang" di masa mendatang, seperti yang dijelaskan seorang profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George, "&lt;em&gt;Tidak ada gunanya lagi menjadikan keterbatasan catatan fosil sebagai alasan. Entah bagaimana, catatan fosil menjadi berlimpah dan hampir tidak dapat dikelola, dan penemuan bermunculan lebih cepat dari pengintegrasian.... Bagaimanapun, akan selalu ada kekosongan pada catatan fosil&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kehidupan Muncul di Muka Bumi dengan Tiba-Tiba dan dalam Bentuk Kompleks&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lapisan bumi dan catatan fosil dipelajari, terlihat bahwa semua makhluk hidup muncul bersamaan. Lapisan bumi tertua tempat fosil-fosil makhluk hidup ditemukan adalah kambrium yang diperkirakan berusia 500--550 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode kambrium muncul dengan tiba-tiba -tidak ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai "Ledakan Kambrium" (&lt;em&gt;Cambrium Explosion&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar bentuk kehidupan yang ditemukan dalam lapisan ini memiliki sistem kompleks, seperti mata, insang, sistem peredaran darah, dan struktur fisiologis maju yang tidak berbeda dengan kerabat modern mereka. Misalnya, struktur mata majemuk berlensa ganda dari trilobita adalah suatu keajaiban desain. David Raup, seorang profesor geologi di universitas Harvard, universitas Rochester, dan universitas Chicago mengatakan, "&lt;em&gt;Trilobita memiliki desain optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-binatang invertebrata kompleks ini muncul secara tiba-tiba dan sempurna tanpa memilki kaitan atau bentuk transisi apa pun dengan organisme bersel satu yang merupakan satu-satunya bentuk kehidupan di bumi sebelum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard Monastersky, editor Earth Sciences, salah satu terbitan populer dalam literatur evolusionis, memberikan pernyataan di bawah ini mengenai "Ledakan Kambrium" yang muncul sebagai kejutan besar bagi evolusionis: "&lt;em&gt;Setengah milyar tahun lalu, binatang-binatang dengan bentuk-bentuk sangat kompleks seperti yang kita lihat pada masa kini muncul secara tiba-tiba. Momen ini, tepat di awal Periode kambrium Bumi sekitar 550 juta tahun lalu menandai ledakan evolusioner yang mengisi lautan dengan makhluk-makhluk hidup kompleks pertama di dunia. Filum binatang besar masa kini ternyata telah ada di awal masa Kambrium. Binatang-binatang pertama itu pun berbeda satu sama lain sebagaimana binatang-binatang saat ini&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bumi ini dipenuhi berbagai jenis binatang secara tiba-tiba dan bagaimana spesies yang berbeda-beda ini muncul tanpa nenek moyang yang sama adalah pertanyaan yang masih belum terjawab oleh evolusionis. Richard Dawkins, ahli zoologi Oxford, salah satu pembela evolusionis terkemuka di dunia, berkomentar mengenai realitas ini, "&lt;em&gt;Sebagai contoh, lapisan batuan Kambrium yang berumur sekitar 600 juta tahun adalah lapisan tertua di mana kita menemukan sebagian besar kelompok utama invertebrata. Dan kita dapati sebagian besarnya telah berada pada tahap lanjutan evolusi, saat pertama kali muncul. Mereka seolah-olah ditempatkan begitu saja di sana, tanpa proses evolusi. Tentu saja kesimpulan tentang kemunculan tiba-tiba ini menggembirakan kreasionis&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawkins terpaksa mengakui, "ledakan Kambrium" adalah bukti kuat adanya penciptaan, karena penciptaan adalah satu-satunya penjelasan mengenai kemunculan bentuk-bentuk kehidupan yang sempurna secara tiba-tiba di bumi ini. Douglas Futuyma, ahli biologi evolusionis terkemuka mengakui fakta ini dan mengatakan, "&lt;em&gt;Organisme muncul di muka bumi dengan dua kemungkinan: dalam bentuk yang telah sempurna atau tidak sempurna. Jika muncul dalam bentuk tidak sempurna, mereka pasti telah berkembang dari spesies yang telah ada sebelumnya melalui proses modifikasi. Jika mereka memang muncul dalam keadaan sudah berkembang sempurna, mereka pasti telah diciptakan oleh suatu kecerdasan dengan kekuasaan tidak terbatas." Darwin sendiri menyadari kemungkinan ini ketika menulis, "Jika banyak spesies benar-benar muncul dalam kehidupan secara serempak dari genera atau famili-famili yang sama, fakta ini akan berakibat fatal bagi teori penurunan dengan modifikasi perlahan-lahan melalui seleksi alam." Agaknya, periode Kambrium merupakan "pukulan mematikan" bagi Darwin. Inilah yang membuat seorang ahli paleoantropologi evolusionis dari Swiss, Stefan Bengston, mengakui ketiadaan mata rantai transisi saat ia menjelaskan tentang periode Kambrium. Ia mengatakan, "Peristiwa yang mengecewakan (dan memalukan) bagi Darwin ini masih membingungkan kami."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita pahami, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan sempurna. Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;The Evolution Deceit&lt;/em&gt;, Harun Yahya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2174437727837660135?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2174437727837660135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2174437727837660135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2174437727837660135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2174437727837660135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/catatan-fosil-yang-menampar-hayalan.html' title='Catatan Fosil Yang Menampar Hayalan Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-1703851009071969735</id><published>2007-12-20T04:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:39:08.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Evolusi'/><title type='text'>Mekanisme Khayalan Teori Evolusi</title><content type='html'>Model neodarwinis, yang dapat kita anggap sebagai teori evolusi yang "paling diakui" saat ini, menyatakan bahwa kehidupan telah mengalami perubahan atau berevolusi melalui dua mekanisme alamiah: "seleksi alam" dan "mutasi". Dasar teori sebagai berikut. Seleksi alam dan mutasi adalah dua mekanisme yang saling melengkapi. Modifikasi evolusioner berasal dari mutasi secara acak yang terjadi pada struktur genetis makhluk hidup. Sifat-sifat yang ditimbulkan oleh mutasi kemudian diseleksi melalui mekanisme seleksi alam dan dengan demikian makhluk hidup berevolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika teori ini kita telitei lebih jauh, ternyata mekanisme evolusi semacam ini tidak ada sama sekali, sebab tidak ada kontribisi dari seleksi alam maupun mutasi kepada pernyataaan bahwa beragam spesies telah berevolusi dan berubah dari satu spesies menjadi spesies yang lain. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seleksi Alam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu proses alamiah, seleksi alam telah dikenal ahli biologi sebelum Darwin, yang mendefinisikannya sebagai "mekanisme yang menjaga agar spesies tidak berubah tanpa menjadi rusak". Darwin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa proses ini mengalami kekuatan evolusi. Ia kemudian membangun seluruh teorinya berlandaskan pernyataan tersebut. Seleksi alam sebagai dasar teori Darwin ditujukkan oleh judul yang ia berikan pada bukunya: The Origin of Species, by Means of Natural Selection....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sejak masa Darwin tidak pernah dikemukakan sebuah bukti pun yang menunjukkan bahwa seleksi alam telah menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Collin Patterson, seorang ahli palentologi senior pada museum of Natural History di Inggris, yang juga seorang evolusionis terkemuka, menegaskan bahwa seleksi alam tidak pernah ditemukan memiliki kekuatan yang menyebabkan sesuatu berevolusi, "Tidak seorang pun pernah menghasilkan suatu spesies melalui mekanisme seleksi alam, bahkan sekadar untuk mendekatinya. Kebanyakan perdebatan dalam neodarwinisme sekarang ini adalah seputar pertanyaan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan melihat bahwa contoh-contoh seleksi alam yang dikemukakan evolusionis tidak lain hanyalah usaha untuk mengelabui!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Penggelapan Warna karena Pengaruh Industri"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986, Douglas Futuyma menerbitkan sebuah buku, The Biology of Evolution, yang diterima sebagai salah satu sumber paling eksplisit menjelaskan teori evolusi melalui selseksi alam. Contohnya yang paling terkenal adalah mengenai warna populasi ngengat, yang tampak menjadi lebih gelap selama revolusi industri di Inggirs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kisahnya, pada awal revolusi industri di Inggris warna kulit batang pohon di sekitar Manchester benar-benar terang. Karena itu, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat oleh burung-burung pemangsa, sehingga mereka memiliki kemungkinan hidup yang rendah. Lima puluh tahun kemudian, akibat polusi, warna kulit kayu menjadi gelap, dan saat itu ngengat berwarna cerah menjadi yang paling mudah diburu. Akibatnya, jumlah ngengat berwarna cerah berkurang, sementara populasi ngengat berwarna gelap meningkat karena mereka tidak mudah terlihat. Evolusionis menggunakan ini sebagai bukti kuat teori mereka. Mereka malah berlindung dan menghibur diri di balik etalase dengan menunjukkan bahwa ngengat berwarna cerah "telah berevolusi" menjadi ngengat berwarna gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya sudah sangat jelas bahwa keadaan ini sama sekali tidak dapat digunakan sebagai bukti teori evolusi, karena seleksi alam tidak memunculkan bentuk baru yang sebelumnya tidak ada. Ngengat berwarna gelap sudah ada dalam polusi ngengat sebelum revolusi industri. Yang berubah hanya proporsi relatif dari varietas ngengat yang ada. Ngengat tersebut tidak mendapatkan sifat atau organ yang baru, yang memunculkan "species baru". Sedangkan agar seekor ngengat berubah menjadi spesies lain, menjadi burung misalnya, penambahan-penambahan baru harus terjadi pada gen-gennya. Dengan kata lain, program genetis yang sama sekali berbeda harus dimasukkan untuk memuat informasi mengenai sifat-sifat fisik burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, seleksi alam tidak mampu menambahkan organ baru pada makhluk hidup, menghilangkan organ, atau mengubah makhluk itu menjadi species lain. Hal ini sungguh bertentangan dengan khayalan evolusionis. Bukti "terbesar" tadi dikemukakan karena Darwin hanya mampu mencontohkan "melanisme industri" pada ngengat-ngengat di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dapatkah Seleksi Alam Menjelaskan Kompleksitas?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam sama sekali tidak memberikan kontribisi kepada teori evolusi, sebab mekanisme ini tidak pernah mampu menambah atau memperbaiki informasi genetis suatu spesies. Seleksi alam juga tidak dapat mengubah satu spesies menjadi spesies lain: bintang laut menjadi ikan, ikan menjadi katak, katak menjadi buaya, atau buaya menjadi burung. Seorang pendukung fanatik&lt;em&gt; teori Punctuated Equilibrium&lt;/em&gt;, Gould, menyinggung kebuntuan seleksi alam ini sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Intisari darwinisme terdapat dalam sebuah kalimat: seleksi alam merupakan kekuatan yang menciptakan perubahan evolusi. Tak ada yang menyangkal bahwa seleksi alam akan berperan negatif dengan menghilangkan individu-individu yang lemah. Menurut teori Darwin, itu berarti pula seleksi alam memunculkan individu-individu kuat&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusionis juga menggunakan metode menyesatkan lainnya dalam masalah seleksi alam. Mereka berusaha menampilkan mekanisme ini sebagai "perancang yang memiliki kesadaran". Akan tetapi, seleksi alam tidak memiliki kesadaran. Seleksi alam tidak memiliki kehendak yang dapat menentukan apa yang baik dan yang buruk bagi makhluk hidup. Karenanya, seleksi alam tidak dapat menjelaskan sistem-sistem biologis dan organ-organ yang memiliki "kompleksitas tak tersederhanakan" (&lt;em&gt;irreducible complexity&lt;/em&gt;). Sistem-sistem dan organ ini tersusun atas kerja sama sejumlah besar bagian, dan tidak berfungsi jika ada satu saja bagian yang hilang atau rusak. (Contohnya, mata manusia tidak berfungsi, kecuali jika semua detailnya ada). Jadi, kehendak yang perlu dicapai pada tahapan terakhir. Karena seleksi alam tidak memiliki kesadaran atau kehendak, seleksi alam fondasi teori evolusi telah membuat Darwin khawatir: "&lt;em&gt;Jika dapat ditunjukkan suatu organ kompleks, yang tidak mungkin terbentuk melalui banyak modifikasi kecil bertahap, maka tori saya akan sepenuhnya runtuh&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah, atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, infomasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan, "Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi." Karena itulah neodarwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai "penyebab perubahan-perubahan menguntungkan". Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat menjadi "penyebab perubahan-perubahan merugikan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mutasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi didefinisikan sebagi pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah "kecelakaan" dan merusak nukleotida-nukleotida yang membangun DNA atau mengubah posisinya. Hampir selalu bahwa mutasi menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi, yang sering dijadikan tempat berlindung evolusionis, bukan tongkat sihir yang dapat mengubah makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Akibat langsung mutasi sungguh berbahaya. Perubahan-perubahan akibat mutasi hanya akan berupa kematian, cacat, dan abnormalitas, seperti yang dialami oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki, dan Chernobyl. Alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur teramat kompleks, dan pengaruh-pengaruh yang acak hanya akan menyebabkan kerusakan pada struktur tersebut. B.G. Ranganathan menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Mutasi bersifat kecil, acak, dan berbahaya. Mutasi pun jarang terjadi dan kalau pun terjadi, kemungkinan besar mutasi itu tidak berguna. Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner. Suatu perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi bersifat tidak berguna atau membahayakan. Perubahan acak pada sebuh jam tidak dapat memperbaiki, malah kemungkinan besar akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. Gempa bimi tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya.&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan, sejauh ini tidak ditemukan satu mutasi pun yang berguna. Semua mutasi telah terbukti membahayakan. Seorang ilmuwan evolusionis, Warren Weaver, mengomentari laporan the Committee on Genetic Effects of Atomic Radiation, sebuah komite yang meneliti mutasi yang mungkin disebabkan oleh senjata-senjata nuklir selama Perang Dunia II sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan bahwa hampir semua gen mutan yang diketahui ternyata membahayakan. Jika mutasi adalah bagian penting dalam proses evolusi, bagaimana mungkin sebuah efek yang baik--evolusi ke bentuk kehidupan lebih tinggi--dihasilkan dari mutasi yang hampir semuanya berbahaya&lt;/em&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap upaya untuk "menghasilkan mutasi yang menguntungkan" berakhir dengan kegagalan. Selama puluhan tahun, evolusionis melakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan mutasi pada lalat buah, karena serangga ini bereproduksi sangat cepat, sehingga mutasi akan muncul dengan cepat pula. Dari generasi ke generasi, lalat ini telah dimutasikan, tetapi mutasi yang menguntungkan tidak pernah dihasilkan. Seorang ahli genetika evolusionis, Gordon Taylor, menulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Pada ribuan percobaan pengembangbiakan lalat yang dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun, tidak ada spesies baru yang muncul... bahkan satu enzim baru pun tidak&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;Seorang penelitei lain, Michael Pitman, berkomentar tentang kegagalan percobaan-percobaan yang dilakukan terhadap lalat buah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Morgan, Goldschmidt, Muller, dan ahli-ahli genetika lain telah menempatkan beberapa generasi lalat buah pada kondisi ekstrem seperti panas, dingin, terang, gelap, dan perlakuan dengan zat kimia dan radiasi. Segala macam jenis mutasi, baik yang hampir tak berarti maupun yang positif merugikan, telah dihasilkan. Inikah evolusi buatan manusia? tidak juga. Hanya, sebagian kecil monster buatan ahli-ahli genetika tersebut yang mungkin mampu bertahan hidup di luar botol tempat mereka dikembangbiakkan. Pada kenyataannya, mutan-mutan tersebut mati, mandul, atau cenderung kembali ke bentuk asal."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku bagi manusia. Semua mutasi yang teramati pada manusia mengakibatkan kerusakan berupa cacat atau kalemahan fisik, misalnya mongolisme, sindroma down, albinisme, dwarfisme atau kanker. Namun, para evolusionis berusaha mengaburkan permasalahan, bahkan dalam buku-buku pelajaran evolusionis contoh-contoh mutasi yang merusak ini disebut sebagai "bukti evolusi". Tidak perlu dikatakan lagi, sebuah proses yang menyebabkan manusia cacat atau sakit tidak mungkin menjadi "mekanisme evolusi". Evolusi seharusnya menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih baik dan lebih mampu bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rangkuman, ada tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yang mendukung pernyataan evolusionis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Efek langsung dari mutasi membahayakan&lt;/strong&gt;. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun "mutasi yang bermanfaat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme&lt;/strong&gt;. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan, seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut&lt;/strong&gt;. Perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah akibat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Singkatnya&lt;/strong&gt;, makhluk hidup tidak mungkin berevolusi, karena di alam tidak ada mekanisme yang menyebabkannya. Kenyataan ini sesuai dengan bukti-bukti catatan fosil yang menunjukan bahwa skenario evolusi sangat menyimpang dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;em&gt; The Evolution Deceit&lt;/em&gt;, Harun Yahya &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-1703851009071969735?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/1703851009071969735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=1703851009071969735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1703851009071969735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1703851009071969735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/mekanisme-khayalan-teori-evolusi.html' title='Mekanisme Khayalan Teori Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4833959151127336410</id><published>2007-12-20T04:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:30:50.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Evolusi'/><title type='text'>Keruntuhan Teori Evolusi</title><content type='html'>Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun pada kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru, sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi fondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagaian besar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filasat tersebut adalah "materialisme" yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah essensi segala sesuatu, baik yang hidup maupun tidak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia. &lt;div class="fullpost"&gt;Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan, atau moral yang baik sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap idiologi-idiologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara idiologi-idiologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena, komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi idiologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak sturktur kesatuan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi menjadi semacam sandaran ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan idiologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan idiologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan the Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan "inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialisme, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini--utamanya pandangan Karl Marx--benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksistensi apa pun, kecuali materi. Dan, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta ilmiah yang membentah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan-tujuan sesungguhnya dari apa yang disebut "ilmu pengetahuan" ini, yang ternyata tidak lebih dari sebuah penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bentahan terhadap tulisan yang sedang Anda baca ini. Mereka bahkan tidak akan berusaha membentah karena sadar bahwa tindakan seperti ini hanya akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah sebuah kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Terbebas dari Prasangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menerima apa pun yang mereka peroleh dari ilmuwan sebagai kebenaran sejati. Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa ilmuwan pun mungkin memiliki berbagai prasangka filosofis atau idiologis. Pada kenyataannya, ilmuwan evolusionis telah memaksakan prasangka dan pandangan filosofis mereka kepada masyarakat luas dengan kedok ilmu pengetahuan. Misalnya, meskipun sadar dengan kejadian acak hanya akan menghasilkan ketidakteraturan dan kekacauan, mereka tetap menyatakan bahwa keteraturan, perencanaan, dan desain yang sangat mengagumkan pada jagat raya dan makhluk hidup terjadi secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ahli biologi semacam ini akan dengan mudahnya menemukan keselarasan yang menakjubkan pada molekul protein, bahan penyusun kehidupan, dan molekul ini sama sekali tidak mungkin muncul secara kebetulan. Meski demikia, ia malah menyatakan bahwa protein ini muncul pada kondisi bumi yang primitif secara kebetulan milyaran tahun yang lalu. Tidak cukup sampai di sini, ia juga menyatakan tanpa keraguan bahwa tidak hanya satu, tetapi jutaan protein terbentuk secara kebetulan, dan selanjutnya secara luar biasa bergabung membentuk sel hidup pertama. Lebih jauh lagi, ia berkeras mempertahankan pandangannya secara fanatik. Orang ini adalah ilmuwan "evolosionis".&lt;br /&gt;Jika ilmuwan yang sama melewati sebuah jalan datar dan menemukan tiga buah batu bata bertumpuk rapi, tentunya ia tidak akan pernah menganggap bahwa ketiga batu bata tersebut secara kebetulan dan selanjutnya menyusun diri menjadi tumpukan, juga secara kebetulan. Sudah pasti, siapa pun yang membuat pernyataan seperti itu akan dianggap tidak waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mungkin mereka yang mampu menilai peristiwa-peristiwa biasa secara rasional dapat bersikpa begitu tidak masuk akal ketika memikirkan keberadaan mereka sendiri? Sikap seperti ini tidak mungkin diambil atas nama ilmu pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, jika terdapat dua alternatif dengan kemungkinan yang sama mengenai suatu masalah, kita diharuskan mempertimbangkan keduanya. Dan, jika kemungkinan salah satu alternatif tersebut lebih kecil, misalnya 1% maka tindakan yang rasional dan ilmiah adalah mengambil alternatif lainnya, yang memiliki kemungkinan 99% sebagai pilihan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita teruskan dengan berpegang pada pedoman ilmiah ini. Terdapat dua pandangan yang dapat dikemukakan tentang bagaiamana makhluk hidup muncul di muka bumi. Pandangan pertama menyatakan bahwa semua makhluk hidup diciptakan Allah dalam tatanan yang rumit seperti sekarang ini, sedangkan pandangan kedua menyatakan bahwa kehidupan terbentuk oleh kebetulan-kebetulan acak dan diluar kesengajaan. Pandangan terakhir ini adalah pernyataan teori evolusi. Jika kita mengacu kepada data-data ilmiah, misalnya dibidang biologi molekuler, jangankan satu sel hidup, salah satu dari jutaan protein di dalam sel tersebut sangat tidak mungkin muncul secara kebetulan. Sebagaimana pula akan diilustrasikan dalam bab-bab berikutnya, perhitungan probabilitas telah berkali-kali menegaskan hal ini. Jadi, pandangan evolosionis tentang kemunculan makhluk hidup memiliki probabilitas nol untuk diterima sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, pandangan pertama memiliki kemungkinan "100%" sebagai suatu kebenaran. Jadi, kehidupan telah dimunculkan dengan sengaja, atau dengan kata lain, kehidupan itu "diciptakan". Semua makhluk hidup telah muncul atas kehendak Sang Pencipta yang memiliki kekuatan, kebijaksanaan, dan ilmu yang tak tertandingi. Kenyataan ini bukan sekadar masalah keyakinan; ini adalah kesimpulan yang sudah semestinya dicapai melalui kearifan, logika, dan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, sudah seharusnya ilmuwan "evolusionis" tadi menarik pernyataan mereka dan menerima fakta yang jelas dan telah terbukti. Dengan bersikap sebaliknya, ia telah mengorbankan ilmu pengetahuan demi filsafat, ideologi dan dogma yang diikutinya dan tidak menjadi seorang ilmuwan sejati. Kemarahan, sikap keras kepala dan prasangka "ilmuwan" ini semakin bertambah setiap kali ia berhadapan dengan kenyataan. Sikapnya dapat dijelaskan dengan satu kata: "keyakinan". Tetapi keyakinan tersebut adalah keyakinan takhayul yang buta, karena hanya itulah penjelasan bagi ketidakpeduliannya terhadap fakta-fakta atau kesetiaan seumur hidup kepada skenario tak masuk akal yang ia susun dalam khayalannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme Buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan yang kita bicarakan ini adalah filsafat materialistis, yang berpendapat bahwa materi bersifat kekal, dan tidak ada yang lain kecuali materi. Teori evolusi menjadi semacam "fondasi ilmiah" filsafat materialistis ini, sehingga dibela secara membuta demi mempertahankan filsafat tersebut. Ketika ilmu pengetahuan menggugurkan pernyataan-pernyataan tentang evolusi pada penghujung abad ke-20, mereka berupaya mendistorsi dan menempatkan ilmu pengetahuan untuk mendukung teori evolusi, sehingga idiologi materialisme tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari salah seorang ahli biologi evolosionis ternama dari Turki berikut ini merupakan contoh nyata untuk melihat tujuan dari penilaian menyimpang akibat keyakinan buta ini. Ilmuwan ini membahas probabilitas pembentukan secara kebetualan sitokrom-C, salah satu enzim terpenting bagi kehidupan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Probabilitas pembentukan rangkaian sitokrom-C mendekati nol. Jadi, jika kehidupan memerlukan sebuah rangkaian tertentu, maka dapat dikatakan ia memiliki probabilitas untuk terwujud hanya satu kali di seluruh alam semesta. Jika tidak, kekuatan-kekuatan metafisis di luar definisi kita mestilah telah berperan dalam pembentukan tersebut. Menerima pernyataan terakhir ini tidak sesuai dengan tujuan-tujuan ilmu pengetahuan, karenanya kita harus mengkaji hipotesis pertama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ilmuwan ini menerima sebuah kemungkinan yang "mendekati nol" lebih ilmiah daripada menerima fakta penciptaan. Padahal, menurut pedoman ilmiah, jika terdapat dua alternatif penjelasan tentang suatu kejadian dan salah satunya memiliki kemungkinan yang "mendekati nol", maka yang benar adalah alternatif lainnya. Namun, pendekatan materialistis dogmatis ini melarang pengakuan terhadap Pencipta Yang Maha Agung. Pelarangan ini mengarahkan ilmuwan lain mempercayai dogma materialis ini untuk menerima pernyataan-pernyataan yang bertentangan sama sekali dengan akal. Orang yang mempercayai ilmuwan tersebut pun menjadi terpikat dan dibutakan oleh mantra materialistis yang sama, dan mengalamai kondisi psikologis serupa ketika membaca buku-buku dan artikel-artikel mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang materialistis dogmatis menjadi penyebab banyaknya ilmuwan ternama yana ateis. Sedangkan mereka yang telah membebaskan diri dari jeratan mantera ini dan mau membuka pikiran tidak akan ragu menerima keberadaan Pencipta. Ahli biokimia Amerika, Dr. Michael J. Behe, salah seorang ilmuwan terkemuka pendukung teori "intelligent design" yang akhir-akhir ini telah diterima luas, menggambarkan para ilmuwan yang tidak mempercayai "desain" atau "penciptaan" makhluk hidup sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama empat dekade terakhir, biokimia modern telah berhasil menyingkap rahasia sel. Hal ini menuntut puluhan ribu orang mendedikasikan bagian terbaik dari hidup mereka untuk pekerjaan laboratorium yang membosankan?. Usaha komulatif meneliti sel, yang berarti meneliti kehidupan di tingkat molekuler, menghasilkan sebuah teriakan tajam, jelas, dan nyaring: "desain!" Hasilnya sangat jelas dan begitu signifikan, sehingga harus dikatagorikan sebagai sebuah penciptaan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.... Anehnya, kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut dengan kebisuan yang mengherankan. Mengapa komunitas ilmuwan tidak antusias menyambut penemuan yang mengejutkan ini? Mengapa observasi desain ini diselimuti dengan tabir intelektual? Yang menjadi dilema adalah bahwa ketika satu sisi seekor gajah diberi label 'intelligent design', sisi yang lain harus diberi label 'Tuhan'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesulitan bagi ilmuwan evolusionis ateis yang Anda saksikan di majalah-majalah dan televisi dan menulis buku-buku yang mungkin Anda baca. Semua peneliteian ilmiah yang mereka lakukan menunjukkan keberadaan pencipta. Akan tetapi, karena telah begitu mati rasa dan buta oleh pendidikan materialistik dogmatis, mereka masih saja bersikeras menolak. Mereka yang terus-menerus mengabaikan tanda-tanda dan bukti-bukti nyata keberadaan Pencipta akan kehilangan seluruh kepekaan. Mereka terperangkap dalam kepercayaan diri yang menyesatkan akibat memudarnya kepekaan, dan akhirnya menjadi pendukung kemustahilan. Contohnya, Richard Dawkins, seorang evolosionis terkemuka yang menyeru umat Kristen untuk tidak meyakini mukjizat, bahkan jika mereka melihat patung bunda Maria melambaikan tangannya. Menurut Dawkin, "Mungkin saja semua atom penyusun lengan patung itu kebetulan bergerak ke arah yang sama pada saat bersamaan--suatu kejadian dengan probabilitas teramat kecil, tetapi mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah psikis orang-orang yang tidak beriman telah ada sepanjang sejarah. Dalam Alquran dinyatakan, "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am: 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan ayat tersebut, pemikiran dogmatis para evolosionis bukan sesuatu yang baru, bahkan bukan karakteristik mereka saja. Nyatanya, apa yang dipertahankan ilmuwan evolusionis bukanlah pemikiran ilmiah modern, melainkan kebodohan yang telah mendarah daging sejak zaman masyarakat penyembah berhala yang tidak beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek kejiwaan yang sama disebutkan dalam ayat lain, "Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus masuk ke atasnya, tentulah mereka berkata: 'Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir'." (Al-Hijr: 14--15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indoktrinasi Teori Evolusi Secara Massal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ditunjukkan dalam ayat-ayat di atas, salah satu penyebab manusia tidak mampu melihat realitas keberadaan mereka adalah semacam "mantra" yang mengaburkan penalaran mereka. "Mantra" ini pula yang mendasari seluruh dunia menerima teori evolusi. Mantra yang dimaksud di sini adalah suatu pengondisian melalui indoktrinasi. Orang-orang telah diindoktrinasi sedemikian gencar mengenai keberadaan teori evolusi hingga mereka tidak menyadari penyimpangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indoktrinasi ini berdampak negatif bagi otak dan melumpuhkan kemampuan menilai sesuatu. Pada akhirnya, otak yang dibombardir oleh indoktrinasi secara terus menerus ini mulai menerima realitas tidak sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana yang diindoktrinasikan. Fenomena ini dapat dijumpai pada sejumlah contoh lain. Misalnya, jika seseorang dihipnotis dan diindoktrinasi bahwa tempat tidur tempatnya berbaring adalah sebuah mobil, ia akan tetap merasa tempat tidur itu sebagai sebuah mobil meski masa hipnotis telah selesai. Ia menganggap hal ini sangat logis dan rasional karena ia benar-benar melihatnya demikian dan ia tidak ragu sedikit pun. Contoh yang menunjukkan keampuhan dan kekuatan mekanisme indoktrinasi ini merupakan realitas ilmiah yang telah dibuktikan melalui banyak percobaan, telah dilaporkan dalam literatur ilmiah, serta merupakan santapan sehari-hari buku-buku pelajaran psikologi dan psikiatri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi dan materialisme yang berpijak padanya dijejalkan kepada masyarakat luas melalui metode indoktrinasi seperti ini. Mereka yang tiada henti menemui indotrinasi evolusi ini di berbagai media massa, sumber akademis, dan wahana "ilmiah" tidak menyadari bahwa menerima teori ini bertentangan dengan prinsip nalar yang paling mendasar. Indoktrinasi serupa pun menjerat para ilmuwan. Ilmuwan muda yang sedang meniti karier menerima cara pandang materialistis ini dengan dosis yang bertambah seiring perjalanan waktu. Akibat mantra ini, banyak ilmuwan evolusionis terus mencari pembenaran ilmiah bagi pernyataan evolusionis abad ke-19 yang tidak masuk akal, usang, dan telah lama digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula mekanisme tambahan yang memaksa ilmuwan menjadi evolusionis dan materialis. Di negara-negara Barat, seorang ilmuwan harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mendapatkan promosi, menerima pengakuan akademis, atau agar artikelnya diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Pengakuan terang-terangan terhadap teori evolusi adalah kriteria nomor satu. Sistem ini membuat para ilmuwan menghabiskan seluruh hidup dan karier ilmiahnya demi sebuah keyakinan dogmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas sesungguhnya di balik pernyataan "evolusi masih tetap diterima oleh dunia ilmu pengetahuan". Evolusi dipertahankan hidup bukan karena memiliki kelayakan ilmiah, tetapi karena merupakan sebuah kewajiban ideologis. Sangat sedikit ilmuwan yang menyadari kenyataan ini, dan berani menunjukkan "sang raja tidak mengenakan selembar baju pun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian selanjutnya dari tulisan ini akan mengetengahkan penemuan-pememuan ilmiah modern yang telah meruntuhkan kepercayaan evolusionis dan yang menunjukkan bukti-bukti nyata keberadaan Allah. Pembaca akan menyaksikan bahwa teori evolusi ternyata merupakan kebohongan--sebuah kebohongan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan pada tiap tahapannya, akan tetapi tetap saja dipertahankan untuk menutupi fakta penciptaan. Diharapkan pembaca akan membebaskan diri dari mantra yang menumpulkan pikiran dan melumpuhkan kemampuan menilai tersebut, dan selanjutnya merenungkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia melepaskan diri dari jerat mantra ini dan mampu berpikir jernih, bebas, dan tanpa prasangka, ia akan segera menemukan kebenaran sebening kristal. Kebenaran tak terbentahkan ini, yang telah ditunjukkan pula oleh ilmu pengetahuan modern dalam semua aspek adalah bahwa makhluk hidup muncul bukan secara kebetulan melainkan sebagai hasil penciptaan. Manusia akan dengan mudah melihat fakta penciptaan ketika ia tercipta dari setetes air, atau kesempurnaan pada setiap makhluk hidup lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;The Evolution Deceit,&lt;/em&gt; Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-4833959151127336410?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4833959151127336410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4833959151127336410&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4833959151127336410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4833959151127336410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/keruntuhan-teori-evolusi.html' title='Keruntuhan Teori Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-321153378851273015</id><published>2007-12-20T03:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:11:05.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqih'/><title type='text'>Syariat dan Hikmah Kurban</title><content type='html'>Kurban berasal dari bahasa Arab, &lt;em&gt;al-udhhiyyah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;adh-dhahiyyah&lt;/em&gt; yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari &lt;em&gt;tasyriq&lt;/em&gt; sebagai taqarrub kepada Allah.&lt;div class="fullpost"&gt; Syariat Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, "&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus&lt;/em&gt;." (Al-Kautsar: 1 -- 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya." (Al-Hajj: 36).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, "Tidak &lt;em&gt;ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu&lt;/em&gt;." (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Ummu Salamah ra&lt;/strong&gt;, Nabi saw bersabda, "&lt;em&gt;Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya&lt;/em&gt;." HR Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sabda Nabi saw, " ingin berkorban" adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, "Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang Diperbolehkan untuk Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang boleh untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, "?&lt;em&gt; supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka&lt;/em&gt;." (Al-Hajj: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dianggap memadai berkurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza' (powel/berumur satu tahun)."&lt;/em&gt; (HR Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Uqbah bin Amir&lt;/strong&gt; ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza', Rasulullah saw menjawab, "&lt;em&gt;Berkurbanlah dengannya&lt;/em&gt;." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza'&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkorban dengan Kambing yang Dikebiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi', bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat). Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yang penyakitnya terlihat dengan jelas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang picak dan jelas terlihat kepicakannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang pincang sekali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang picak dengan kepicakannya yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekal&lt;/em&gt;i." (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hatma' (ompong gigi depannya, seluruhnya). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ashma' (yang kulit tanduknya pecah). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umya' (buta). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taula' (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarba' (yang banyak penyakit kudisnya). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Juga tidak mengapa berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi'i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi'i berkata, "&lt;em&gt;Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali.&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Penyembelihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari 'Iduladha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;al-Barra' ra&lt;/strong&gt; Nabi saw bersabda, "&lt;em&gt;Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Burdah berkata, "&lt;em&gt;Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: 'Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat'&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam."&lt;/em&gt; (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dalam Berkurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkurban dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi (kerbau). Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra berkata, "&lt;em&gt;Kami menyembelih kurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau)."&lt;/em&gt; (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Daging Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang Berkurban Menyembelihnya Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca, "Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza 'an?" (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ?[sebutkan namanya]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, "&lt;em&gt;Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza 'anni wa'an man lam yudhahhi min ummati" (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban)."&lt;/em&gt; (HR Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, "&lt;em&gt;Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: 'Sesungguhnya salatku, ibadahku--korbanku--hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah,' Seorang sahabat lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah saw, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?' Rasulullah saw menjawab, 'Bahkan untuk kaum muslimin umumnya'&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd&lt;br /&gt;3. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi'i, Abu Ishaaq as-Syiraazi &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-321153378851273015?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/321153378851273015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=321153378851273015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/321153378851273015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/321153378851273015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/syariat-dan-hikmah-kurban.html' title='Syariat dan Hikmah Kurban'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2308330509988987520</id><published>2007-12-18T15:16:00.001+07:00</published><updated>2007-12-18T15:46:32.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sang Bintang Pujaan?</title><content type='html'>Bila kita memperhatikan fenomena dan gejala yang memasyarakat khususnya teman-teman sebaya kita saat ini di dalam mencari panutan atau lebih trend lagi dengan sebutan “sang idola”, maka kita akan menemukan hal yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada abad-abad terdahulu, khususnya pada tiga abad utama (&lt;em&gt;al-Qurûn al-Mufadldlalah&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu, orang begitu mengidolakan manusia-manusia pilihan dan berakhlaq mulia di kalangan mereka seperti para ulama dan orang-orang yang shalih. Maka, kondisi itu sekarang sudah berubah total. Orang-orang sekarang cenderung menjadikan manusia-manusia yang tidak karuan dari segala aspeknya sebagai idola. Mereka mengidolakan para pemain sepakbola, kaum selebritis, para pembalap, paranormal sampai kepada sosok-sosok yang 'ditokohkan' dalam gaya hidup yang berbau maksiat dan mudharat. Anehnya, hal ini didukung oleh keluarga bahkan diberi spirit sedemikian rupa agar anaknya kelak bisa menjadi si fulanah yang artis, atau si fulan yang pemain sepakbola dan seterusnya. Lebih aneh lagi bahwa mereka berbangga-bangga dengan hal itu.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini sangat ironis karena sebagai umat Islam yang mayoritas seharusnya mereka harus memahami ajaran agama secara benar sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang dilarang di dalamnya. Ketidaktahuan akan ajaran agama ini akan berimplikasi kepada masa depan mereka kelak karena ini menyangkut keselamatan dan ketentraman mereka di dalam meniti kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada sebagian masyarakat kita, telah muncul gejala yang lebih serius dan mengkhawatirkan lagi, yaitu pengkultusan terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh tanpa menyelidiki terlebih dahulu sisi ‘aqidah dan akhlaqnya. Selanjutnya tokoh yang dijadikannya sebagai idola ini bagai menjadi suri tauladan yang utama. Mereka mulai meniru-niru dari segi gaya pakaiannya, gaya berbicaranya, model penampilannya dan perbuatannya tanpa ditimbang-timbang lagi, apakah yang dikatakan atau dilakukan itu benar atau salah menurut agama bahkan sebaliknya, perkataan dan perbuatannya justru menjadi acuan benar tidaknya menurut agama…&lt;em&gt;naûdzu billâhi min dzâlik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memilukan lagi, sang idola yang tidak ketahuan juntrungannya tersebut memposisikan dirinya sebagaimana yang dianggap oleh para pengidolanya. Mereka berlagak sebagai manusia-manusia suci pada momen-momen yang memang suci seperti pada bulan Ramadhan, hari Raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Mereka diangkat sedemikian rupa oleh mass media dan media visual maupun audio visual seperti surat kabar, majalah, internet, radio dan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada momen-momen tersebut, mereka seakan mengisi semua hari-hari para pengidola bahkan non pengidolapun tak luput dari itu. Mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling mengetahui apa yang harus dilakukan secara agama pada momen-momen tersebut. Maka dipersembahkanlah berbagai tayangan program dan acara untuk menyemarakkan syi’ar bulan Ramadhan tersebut – menurut anggapan mereka- . Tampak, pada momen-momen tersebut mereka seakan menjadi manusia paling suci dan panutan semua… Yah! Untuk sesaat saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan coba tanya sendiri kepada beberapa orang dari umat islam sendiri.  Sesungguhnya, apa yang mereka lakukan itu tak lain hanyalah racun yang dipaksakan kepada ummat untuk diteguk, mulai dari racun dengan reaksi lambat, sedang bahkan cepat tergantung kepada daya tahan dan tingkat kekebalan peneguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, akankah kita membiarkan anggota keluarga kita meneguk racun-racun tersebut, baru kemudian menyesali apa yang telah terjadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mengetahui siapa yang seharusnya dijadikan sebagai idola oleh seorang Muslim dan bagaimana implikasi-implikasinya?. Kajian hadits kali ini sengaja mengangkat tema tersebut, mengingat hampir semua rumah kaum Muslimin telah dimasuki oleh salah satu atau kebanyakan mass media dan media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan keluarga kita sehingga racun-racun tersebut dapat dilenyapkan dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NASKAH HADITS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Abu Wâ-il dari ‘Abdullah&lt;/strong&gt; (bin Mas’ud), dia berkata: “&lt;em&gt;seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai&lt;/em&gt;”. (H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKHRIJ HADITS SECARA GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Bukhâry, at-Turmuzy, an-Nasaiy, Abu Daud, Ahmad dan ad-Darimy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang lain, disebutkan dengan lafazh “&lt;em&gt;Engkau bersama orang yang engkau cintai&lt;/em&gt;”. Demikian pula dengan hadits yang maknanya: “&lt;em&gt;Ikatan Islam yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anas bin Malik&lt;/strong&gt; mengomentarinya: “&lt;em&gt;Setelah keislaman kami, tidak ada lagi hal yang membuat kami lebih gembira daripada ucapan Rasulullah: ‘engkau bersama orang yang engkau cintai’ ”. Lalu Anas melanjutkan: “Kalau begitu, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar serta ‘Umar. Aku berharap kelak dikumpulkan oleh Allah bersama mereka meskipun aku belum berbuat seperti yang telah mereka perbuat&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam an-Nawawy&lt;/strong&gt;, setelah menyebutkan beberapa hadits terkait dengan hadits diatas, menyatakan: “&lt;em&gt;Hadits ini mengandung keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang shalih, orang-orang yang suka berbuat kebajikan baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dan diantara keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan keduanya serta berakhlaq dengan akhlaq islami. Di dalam mencintai orang-orang yang shalih tidak mesti mengerjakan apa saja yang dikerjakannya sebab bila demikian halnya maka berarti dia adalah termasuk kalangan mereka atau seperti mereka. Pengertian ini dapat diambil dari hadits setelah ini, yakni (ucapan seseorang yang bertanya tentang pendapat beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam mengenai) seseorang yang mencintai suatu kaum sementara dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka (seperti yang tersebut di dalam hadits diatas-red)…&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam, &lt;strong&gt;Ibnu Taimiyyah&lt;/strong&gt; mengaitkan makna cinta tersebut selama seseorang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya sebab orang yang mencintai Allah, maka dia pasti mencintai para Nabi-Nya karena Dia Ta’ala mencintai mereka dan mencintai setiap orang yang meninggal di atas iman dan taqwa. Maka mereka itulah &lt;em&gt;Awliyâ&lt;/em&gt; Allah (para wali Allah) yang Allah cintai seperti mereka yang dipersaksikan oleh Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam masuk surga, demikian pula dengan &lt;strong&gt;Ahli Badar&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Bai’ah ar-Ridlwan&lt;/strong&gt;. Jadi, siapa saja yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah masuk surga, maka kita bersaksi untuknya dengan hal ini sedangkan orang yang tidak beliau persaksikan demikian, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama; sebagian ulama mengatakan: ‘tidak boleh dipersaksikan bahwa dia masuk surga dan kita juga tidak bersaksi bahwa Allah mencintainya’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan: ‘justeru orang yang memang dikenal keimanan dan ketakwaannya di kalangan manusia serta kaum Muslimin telah bersepakat memuji mereka seperti ‘&lt;strong&gt;Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, al-Hasan al-Bashry, Sufyan ats-Tsaury, Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’iy, Ahmad, Fudlail bin ‘Iyadl, Abu Sulaiman ad-Darany (al-Kurkhy), ‘Abdullah bin Mubarak&lt;/strong&gt; dan selain mereka, kita mesti bersaksi bahwa mereka masuk surga’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok kedua ini adalah hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam pernah melewati suatu jenazah lalu mereka memujinya dengan kebaikan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Kemudian lewat lagi suatu jenazah lalu mereka bersaksi untuknya dengan kejelekan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Mereka lantas bertanya: “&lt;em&gt;wahai Rasulullah! Apa maksud ucapanmu : ‘pasti, pasti tersebut&lt;/em&gt; ?’. beliau menjawab: “&lt;em&gt;jenazah ini kalian puji dengan kebaikan, maka aku katakan: ‘pasti ia masuk surga’&lt;/em&gt;. Dan jenazah satunya, kalian bersaksi dengan kejelekan untuknya, maka aku katakan: ‘pasti dia masuk neraka’. Lalu ada yang bertanya kepada beliau: “&lt;em&gt;bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah&lt;/em&gt;?”. Beliau menjawab: “&lt;em&gt;dengan pujian baik atau jelek&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Mahabbah (Kecintaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabbah ada beberapa jenis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;al-Mahabbah Lillâh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (kecintaan karena Allah) ; jenis ini tidak menafikan tauhid kepada-Nya bahkan sebagai penyempurna sebab ikatan keimanan yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi dari kecintaan karena Allah adalah bahwa kita mencintai sesuatu karena Allah Ta’ala mencintainya baik ia berupa orang atau pekerjaan, dan inilah yang merupakan penyempurna keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara contoh yang menjelaskan perbedaan antara kecintaan kepada Allah dan selain Allah adalah antara apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Abu Thalib; Abu Bakar mencintai Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam karena semata-mata mengharap ridla Allah sedangkan Abu Thalib, paman Nabi mencintai diri beliau dan membelanya karena mengikuti hawa nafsunya bukan karena Allah sehingga Allah menerima amal Abu Bakar dan tidak menerima amal Abu Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, &lt;em&gt;al-Mahabbah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ath-Thabî’îyyah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (kecintaan yang alami) dimana seseorang tidak mendahulukannya dari kecintaannya kepada Allah ; jenis ini juga tidak menafikan kecintaan kepada Allah. Contohnya adalah seperti kecintaan terhadap isteri, anak dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tatkala Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam ditanyai tentang siapa manusia yang paling engkau cintai?. Beliau menjawab: ‘Aisyah. Lalu beliau ditanyai lagi: dari kalangan laki-laki siapa?. Beliau menjawab: ayahnya (yakni Abu Bakar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kecintaan seseorang kepada makanan, pakaian dan selain keduanya yang bersifat alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, &lt;em&gt;al-Mahabbah ma’a Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) yang menafikan tauhid kepada-Nya; yaitu menjadikan kecintaan kepada selain Allah seperti kecintaan kepada-Nya atau melebihinya dimana bila kedua kecintaan itu saling bertolak belakang, seseorang lebih mengutamakan kecintaan kepada selain-Nya ketimbang kepada-Nya. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menjadikan kecintaan tersebut sebagai sekutu bagi Allah yang lebih diutamakannya atas kecintaan kepada-Nya atau –paling tidak- menyamainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara contoh kecintaan kepada selain Allah adalah seperti kecintaan kaum Nashrani terhadap ‘Isa al-Masih 'alaihissalâm, kecintaan kaum Yahudi terhadap Musa 'alaihissalâm, kecintaan kaum &lt;strong&gt;Syi’ah Rafidlah&lt;/strong&gt; terhadap ‘Aly radliallâhu 'anhu, kecintaan kaum Ghulât (orang-orang yang melampaui batas dan berlebih-lebihan) terhadap para syaikh dan imam mereka seperti orang yang menunjukkan loyalitas terhadap seorang Syaikh atau Imam dan menghasut orang lain agar menjauhi orang yang dianggap rival atau saingannya padahal masing-masing mereka hampir sama atau sama di dalam kedudukan dan kualitas kelimuan. Ini sama dengan kondisi Ahlul Kitab yang beriman kepada sebagian Rasul dan kufur kepada sebagian yang lain; kondisi kaum Syi’ah Rafidlah yang menunjukkan loyalitas terhadap sebagian shahabat dan memusuhi sebagian besar yang lainnya, demikian pula kondisi orang-orang yang fanatik dari kalangan Ahli Fiqih dan Zuhud yang menunjukkan sikap loyalitas terhadap para syaikh dan imam mereka dengan menganggap remeh orang-orang selain mereka yang sebenarnya hampir sama atau selevel dengan para syaikh dan imam mereka tersebut. Seorang Mukmin sejati adalah orang yang menunjukkan loyalitas terhadap semua orang yang beriman sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Klasifikasi Pertama Dan Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara klasifikasi pertama, yakni al-Mahabbah lillâh (kecintaan karena Allah) dan klasifikasi ketiga, yakni al-Mahabbah ma’a Allah (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) tampak jelas sekali, yaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bahwa Ahli syirik menjadikan sekutu-sekutu yang mereka cintai sama seperti kecintaan mereka kepada Allah bahkan lebih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- sedangkan orang-orang yang beriman dan ahli iman sangat mencintai Allah, ini dikarenakan asal kecintaan mereka adalah mencintai Allah dan barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan mencintai orang yang dicintai oleh Allah; dan barangsiapa yang dicintai oleh-Nya, maka dia akan mencintai-Nya. Jadi, orang yang dicintai oleh orang yang dicintai oleh Allah adalah dicintai oleh Allah karena dia mencintai Allah; barangsiapa yang mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya sehingga kemudian dia mencintai orang yang dicintai oleh-Nya.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Urgensi Mencintai Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah Ta’ala karena merupakan jenis ibadah yang paling agung sebagaimana firman-Nya : “&lt;em&gt;Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah&lt;/em&gt;”. (Q,.s.al-Baqarah/01: 165). Hal ini dikarenakan Dia Ta’ala adalah Rabb yang telah berkenan memberikan kepada semua hamba-Nya nikmat-nikmat yang banyak baik secara lahir maupun bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban berikutnya adalah mencintai Rasul-Nya, Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam sebab beliaulah yang mengajak kepada Allah, memperkenalkan-Nya, menyampaikan syari’at-Nya serta menjelaskan kepada manusia hukum-hukum-Nya. Jadi, semua kebaikan yang didapat oleh seorang mukmin di dunia dan akhirat semata adalah berkat perjuangan Rasulullah. Seseorang tidak akan masuk surga kecuali bila ta’at dan mengikuti beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits yang lain disebutkan: “&lt;em&gt;Tiga hal yang bila ada pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya iman; (pertama)bahwa dia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya; (kedua) dia mencintai seseorang hanya karena Allah; (ketiga) dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana dia benci dirinya dicampakkan ke dalam api neraka&lt;/em&gt;”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, mencintai Rasulullah yang menempati peringkat kedua merupakan sub-ordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah Ta’ala. Khusus dengan kewajiban mencintai Rasulullah dan mendahulukannya atas kecintaan terhadap siapapun dari Makhluk Allah, terdapat hadits beliau yang berbunyi (artinya) : “&lt;em&gt;Tidaklah beriman seseorang diantara kalian hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya daripada anaknya, ayahnya serta seluruh manusia&lt;/em&gt;”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, hendaknya kecintaannya terhadap Rasulullah melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri sebagaimana disebutkan di dalam hadits bahwa ‘Umar bin al-Khaththab radliallâhu 'anhu pernah berkata: “&lt;em&gt;Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu selain daripada diriku&lt;/em&gt;”.&lt;em&gt; Lalu beliau bersabda: “demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga engkau jadikan aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri”. Lantas ‘Umar berkata kepada beliau: “Kalau begitu, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri”. Beliau berkata kepadanya: “Sekaranglah, wahai ‘Umar&lt;/em&gt;!”. (H.R.Bukhary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam Ibn al-Qayyim&lt;/strong&gt; berkata: “&lt;em&gt;Setiap mahabbah (kecintaan) dan pengagungan terhadap manusia hanya boleh menjadi sub-ordinasi dari kecintaan kepada Allah dan pengagungan terhadap-Nya, yaitu seperti kecintaan kepada Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam dan pengagungan terhadapnya karena hal ini merupakan sarana penyempurna kecintaan terhadap utusan-Nya dan pengagungan terhadap-Nya. Sesungguhnya, umat mencintai Rasul mereka karena kecintaan Allah, pengagungan-Nya serta pemuliaan-Nya terhadap dirinya. Inilah bentuk kecintaan yang merupakan konsekuensi dari kecintaan kepada Allah&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi Dari Kecintaan Kepada Selain Allah Dan Rasul-Nya Yang Berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuka telah dijelaskan bahwa kita sangat menginginkan agar dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai, yaitu orang-orang yang shalih dan dikenal ketaqwaannya. Sementara itu menurut satu pendapat, juga kita dibolehkan bersaksi untuk orang yang memang dikenal oleh kalangan luas ketaqwaan dan keshalihannya serta umat telah bersepakat memujinya seperti imam-imam madzhab yang empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, telah disebutkan bahwa ada dua pendapat terkait dengan persaksian masuk surga terhadap orang yang belum dipersaksikan demikian oleh Rasulullah dimana salah satu pendapat berdalil dengan salah satu sabda beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam yang memberikan kriteria, yaitu adanya pujian baik dan jelek dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah bahwa sebenarnya banyak di kalangan para syaikh yang terkenal di masa beliau yang bisa jadi bukan orang berilmu, bahkan melakukan amalan sesat, kemaksiatan dan dosa-dosa yang menghalangi diri mereka dari persaksian orang terhadap mereka dengan kebaikan. Bahkan bisa jadi, diantara mereka ada orang Munafiq dan Fasiq, juga tidak menutup kemungkinan ada orang yang termasuk wali-wali Allah yang benar-benar bertaqwa dan beramal shalih serta termasuk hizb-Nya yang mendapatkan kemenangan. Disamping itu, ada pula kelompok manusia selain para syaikh tersebut yang dikategorikan sebagai para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa -dimana mereka itu masuk surga - seperti para pedagang, petani dan selain mereka dari kelas sosial lainnya yang ada di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut Syaikhul Islam, barangsiapa yang meminta agar kelak dikumpulkan dengan seorang Syaikh yang dia tidak tahu bagaimana akhir hidupnya maka dia telah sesat, bahkan seharusnya dia meminta agar dikumpulkan oleh Allah dengan orang yang dia ketahui akhir hidupnya yaitu para Nabi dan hamba-hamba-Nya yang shalih sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”. (Q,.s. 66/at-Tahrim: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam firman-Nya yang lain: “&lt;em&gt;Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 55). Demikian pula di dalam firman-Nya: “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang&lt;/em&gt;”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, kembali menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, siapa saja yang mencintai seorang Syaikh/tuan guru yang menyelisihi syari’at, maka dia kelak akan bersamanya; bila si Syaikh dimasukkan ke dalam neraka, maka dia akan bersamanya disana. Sebab secara lumrah sudah diketahui bahwa para Syaikh yang menyimpang dan menyelisihi Kitabullah dan as-Sunnah adalah orang-orang yang sesat dan jahil, karenanya; barangsiapa yang bersama mereka, maka jalan akhir dari kehidupannya adalah sama seperti jalan akhir dari kehidupan orang-orang tersebut (ahli kesesatan dan kejahilan). Sedangkan mencintai orang yang termasuk para wali Allah yang bertaqwa seperti Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aly dan selain mereka adalah merupakan ikatan keimanan yang paling kokoh dan sebesar-besar kebaikan yang akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa. Andaikata seseorang mencintai seseorang yang lain lantaran melihat kebaikan yang tampak pada dirinya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengganjarnya pahala atas kecintaannya terhadap apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya meskipun dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya tersimpan di dalam bathinnya (orang tersebut) karena hukum asalnya adalah mencintai Allah dan mencintai apa yang dicintai oleh-Nya; barangsiapa yang mencintai Allah dan apa yang dicintai oleh-Nya, maka dia termasuk wali Allah akan tetapi kebanyakan manusia sekarang hanya mengaku-aku saja bahwa dirinya mencintai tetapi tanpa teliti dan realisasi yang benar. Allah berfirman: “&lt;em&gt;Katakanlah (wahai Muhammad)! Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini turun terhadap suatu kaum di masa Rasulullah yang mengaku-aku bahwa mereka mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah dan Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa memiliki konsekuensi melakukan hal-hal yang dicintai-Nya dan menjauhi hal-hal yang tidak disukai-Nya sementara manusia di dalam hal ini memiliki perbedaan yang signifikan; barangsiapa yang di dalam hal tersebut berhasil meraup jatah yang banyak, maka dia akan meraih derajat yang paling besar pula di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang mencintai seseorang karena mengikuti hawa nafsunya seperti dia mencintainya karena ada urusan yang bersifat duniawy yang ingin diraihnya, karena suatu hajat tertentu, karena harta yang dia menumpang makan kepada si empunya-nya, atau karena fanatisme terhadapnya, dan semisal itu; maka ini semua itu bukan termasuk kecintaan karena Allah tetapi (kecintaan) karena hawa nafsu belaka. Kecintaan seperti inilah yang menjerumuskan para pelakunya ke dalam kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI HADITS TERSEBUT&lt;br /&gt;• Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah, setelah itu diikuti dengan kewajiban berikutnya, yaitu mencintai Rasul-Nya yang merupakan subordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang diidolakan dan dicintainya; maka hendaknya yang menjadi idola kita adalah Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Persaksian terhadap seseorang masuk surga atau tidak boleh dilakukan bila memang termasuk orang yang sudah dipersaksikan oleh Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam, sedangkan terhadap orang yang banyak dipuji dan dipersaksikan oleh orang banyak; maka terdapat perbedaan pendapat tentang kebolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hendaknya semua makhluk mengikuti Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam; tidak menyembah selain Allah dan beribadah kepada-Nya dengan syari’at Rasulullah, bukan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak boleh kita mengidolakan dan mencintai orang-orang yang dikenal sebagai pelaku maksiat dan pengumbar hawa nafsu karena implikasinya amat berbahaya, khususnya terhadap ‘aqidah. Karenanya, bagi mereka yang terlanjur telah mengidolakan orang-orang seperti itu yang tidak karuan ‘aqidah dan akhlaqnya, hendaknya mulai dari sekarang mencabut pengidolaan tersebut dari hati mereka dan mengalihkannya kepada idola yang lebih utama, yaitu Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa. Sebab bila tidak, maka akhir hidupnya akan seperti akhir hidup orang-orang yang diidolakannya yang tidak karuan juntrungannya tersebut, na’ûdzu billâhi min dzâlik. Wallahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2308330509988987520?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2308330509988987520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2308330509988987520&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2308330509988987520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2308330509988987520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/sang-bintang-pujaan.html' title='Sang Bintang Pujaan?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-8107757666494124425</id><published>2007-12-18T13:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T14:07:53.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><title type='text'>Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Wanita (Akhwat)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt; Ababah - ÇÈÇÈå - Kerinduan - &lt;br /&gt;Abadiah - ÇÈÏíÉ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Abidah - ÇÈÏå - ÅYang bermukim - yang tinggal menetap&lt;br /&gt;Abyan - ÇÈíÇä - Yang nyatadan jelas - &lt;br /&gt;Adabiah - ÇÏÈíå - kesopanan dan kesusasteraan - &lt;br /&gt;Adibah - ÇÏíÈå - Yang berpengetahuan tinggi - &lt;br /&gt;Afiqah - ÇÝíÞå - Yang sangat pemurah - &lt;br /&gt;Ahlam - ÇÍáÇã - Impian - kehalusan&lt;br /&gt;Aiman - ÇíãÇä - Keberkatan - kekuatan&lt;br /&gt;Aimuni - Çíãäì - Keberkatanku - &lt;br /&gt;Akalili - ÇßÇáíáí - mahkotaku - &lt;br /&gt;Akidah - ÇßíÏå - yang kuat - teguh&lt;br /&gt;Alaa - ÇáÇÁ - nikmat-nikmat - &lt;br /&gt;Allifat - ÇáíÝÉ - teman - penglipur&lt;br /&gt;Almas - ÇáãÇÓ - berlian - &lt;br /&gt;Alwani - ÇáæÇäí - warna-warni - &lt;br /&gt;Amal - ÇãÇá - harapan - cita-cita&lt;br /&gt;Amalina - ÇãÇáíäÇ - panjang usia dan kenikmatan hidup kami - &lt;br /&gt;Amanah - ÇãÇäå - amanah dan kepercayaan - &lt;br /&gt;Amani - ÇãÇäí - cita-citaku - ketenanganku dan perlindungku&lt;br /&gt;Badaah - ÈÏÇÁÉ - Lintasan fikiran - &lt;br /&gt;Badi'ah - ÈÏíÚÉ - Yang indah - &lt;br /&gt;Badihah - ÈÏíåå - Kefahaman yang cepat - &lt;br /&gt;Badilah - ÈÏíáå - Gantian yang mulia - &lt;br /&gt;Badriah - ÈÏÑíå - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Bahiah - Èåíå - Yang gemilang - yang berseri&lt;br /&gt;Bahijah - ÈåíÌå - Yang gembira - &lt;br /&gt;Bahirah - ÈÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik&lt;br /&gt;Bahjah - ÈåÌÉ - Keriangan - keindahan&lt;br /&gt;Bahriah - ÈåÑíå - Gemerlapan - &lt;br /&gt;Balasan - ÈáÓÇä - Sejenis bunga yang wangi - &lt;br /&gt;Balighah - ÈáíÛÉ - Yang petah - Yang fasih&lt;br /&gt;Balilah - Èáíáå - Angin yang dingin beserta embun - &lt;br /&gt;Balqis - ÈáÞíÓ - Nama Ratu Kerajaan Saba' - &lt;br /&gt;Bara'ah - ÈÑÇÁå - Kebersihan - kebebasan dari tuduhan&lt;br /&gt;Barieah - ÈÑíÆå - Yang bersih - yang tidak bersalah&lt;br /&gt;Bari'ah - ÈÇÑÚÉ - Yang pandai - yang mahir&lt;br /&gt;Basatah - ÈÓÇØå - Kemudahan - &lt;br /&gt;Bastah - ÈÓØå - Keluasan - kesenangan&lt;br /&gt;Basirah - ÈÕíÑå - Yang bijak - &lt;br /&gt;Basitah - ÈÇÓØå - Yang menyenangkan - &lt;br /&gt;Basyirah - ÈÔíÑÉ - Penyampai berita gembira - &lt;br /&gt;Basimah - ÈÇÓãå - Yang tersenyum - &lt;br /&gt;Bassamah - ÈÓÇãå - Yang tersenyum - &lt;br /&gt;Bazilah - ÈÇÒáå - Yang pintar - &lt;br /&gt;Bazlaa' - ÈÒáÇÁ - Yang bijak - &lt;br /&gt;Baiyinah - ÈíäÉ - Bukti - hujjah&lt;br /&gt;Billah - Èáå - Rezeki - kebajikan&lt;br /&gt;Bisyarah - ÈÔÇÑÉ - Berita gembira - &lt;br /&gt;Bunanah - ÈäÇäå - Taman indah - &lt;br /&gt;Burhanah - ÈÑåÇäå - Hujjah - alasan&lt;br /&gt;Busrah - ÈÓÑÉ - Kesegaran - kemekaran&lt;br /&gt;Busyra - ÈÔÑì - Khabar gembira - &lt;br /&gt;Dahiyah - ÏÇåíå - Yang pintar - &lt;br /&gt;Dahliah - ÏåáíÉ - Sejenis bunga - &lt;br /&gt;Dalilah - ÏáíáÉ - Petunjuk - bukti&lt;br /&gt;Damia' - ÏÇãíÇÁ - Kebajikan - keberkatan&lt;br /&gt;Dawama - ÏæÇãÇ - Kekekalan - &lt;br /&gt;Dariah - ÏÇÑíÉ - Yang mengetahui - &lt;br /&gt;Dinah - Ïíäå - Ketaatan - adat&lt;br /&gt;Diyanah - ÏíÇäå - Agama - &lt;br /&gt;Durrah - ÏÑå - Mutiara - &lt;br /&gt;Durar - ÏÑÑ - Mutiara-mutiara - &lt;br /&gt;Durriyah - ÏÑíå - Mutiara - &lt;br /&gt;Dhabitah - ÖÇÈØÉ - Yang cekap - kuat ingatan dan hafalan&lt;br /&gt;Dhamanah - ÖãÇãå - Jaminan - &lt;br /&gt;Dhamirah - ÖãíÑÉ - Jiwa - hati kecil&lt;br /&gt;Dhaniyah - ÖÇäíÉ - Yang bertambah - &lt;br /&gt;Fadhilah - ÝÇÖáÉ - Yang mulia - yang utama&lt;br /&gt;Fadhilah - ÝÖíáÉ - Kemuliaan - kelebihan&lt;br /&gt;Fahimah - ÝåíãÉ - Yang faham - &lt;br /&gt;Faidah - ÝÇÆÏå - Yang berfaedah - yang lebih&lt;br /&gt;Faiqah - ÝÇÆÞå - yang mengatasi yang lain - &lt;br /&gt;Fairuz - ÝíÑæÒ - sejenis batu permata berwana kebiru-biruan - &lt;br /&gt;Fayyadah - ÝíÇÖå - Yang sangat pemurah - &lt;br /&gt;Farah - ÝÑÍ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farhah - ÝÑÍå - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farhanah - ÝÑÍÇäÉ - Yang riang gembira - &lt;br /&gt;Faridah - ÝÑíÏå - Yang tunggal - yang istimewa&lt;br /&gt;Fasihah - ÝÕíÍå - Yang fasih bercakap - &lt;br /&gt;Fatanah - ÝØÇäÉ - Kebijaksanaan - &lt;br /&gt;Fathiah - ÝÊÍíÉ - Pembukaan - pertolongan&lt;br /&gt;Fakhriah - ÝÎÑíÉ - Kebanggaan - &lt;br /&gt;Fatimah - ÝÇØãÉ - Yang tidak menyusu lagi - &lt;br /&gt;Fatin - ÝÇÊä - Yang cantik menawan - &lt;br /&gt;Fatinah - ÝÇØäÉ - yang bijaksana - &lt;br /&gt;Filzah - ÝáÐÉ - Belahan jiwa - &lt;br /&gt;Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga - &lt;br /&gt;Ghurrah - ÛÑÉ - Keserian - putih bersih&lt;br /&gt;Ghaliah - ÛÇáíÉ - Yang berharga - &lt;br /&gt;Ghaniah - ÛÇäíÉ - Yang cantik semulajadi - &lt;br /&gt;Ghanimah - ÛÇäãå - Yang beroleh sesuatu - &lt;br /&gt;Ghadah - ÛÇÏÉ - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Habibah - ÍÈíÈÉ - Kekasih - &lt;br /&gt;Habrah - ÍÈÑÉ - Kegembiraan nikmat - &lt;br /&gt;Habwah - ÍÈæÉ - Pemberian - &lt;br /&gt;Hadhinah - ÍÇÖíäÉ - Pengasuh - pendidik&lt;br /&gt;Hafawati - ÍÝÇæÊí - Sambutanku yang meriah - &lt;br /&gt;Hafiyah - ÍÝíÉ - Yang menyambut dengan meriah - &lt;br /&gt;Hafizah - ÍÝíÙÉ - Yang memelihara - &lt;br /&gt;Haifaa' - åíÝÇÁ - Yang ramping - yang genit&lt;br /&gt;Haimamah - åíãäÉ - Pengawalan - penjagaan&lt;br /&gt;Hajar - åÇÌÑ - Nama Ibu Nabi Ismail - &lt;br /&gt;Hakimah - ÍßíãÉ - Yang bijaksana - &lt;br /&gt;Halah - åÇáå - Lingkaran sinaran dikeliling - &lt;br /&gt;Halawah - ÍáÇæå - Kemanisan - &lt;br /&gt;halawati - ÍáÇæÊí - Kemanisanku - &lt;br /&gt;Halimah - ÍáíãÉ - Yang lemah lembut - penyabar&lt;br /&gt;Halwa - Íáæì - Yang manis - &lt;br /&gt;Haliah - ÍÇáíÉ - Yang memakai perhiasan - &lt;br /&gt;Hamamah - ÍãÇãÉ - Kesayangan - burung merpati&lt;br /&gt;Hamidah - ÍãíÏÉ - Yang terpuji - &lt;br /&gt;Hamimah - Íãíãå - Teman karib - &lt;br /&gt;Hamizah - ÍãíÒÉ - Yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;Hamraa' - ÍãÑÃ - Yang kemerah-merahan - &lt;br /&gt;Hanan - ÍäÇä - Kesayangan - belas kasihan&lt;br /&gt;Hanani - ÍäÇäí - Kesayanganku - kerinduanku&lt;br /&gt;Zulwaqa - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan/kesopanan. - &lt;br /&gt;Hannanah - ÍäÇäå - Yang belas kasihan - penyayang&lt;br /&gt;Hanisah - ÍäíÓÉ - Yang bertaqwa - &lt;br /&gt;Hanun - Íäæä - Penyayang - &lt;br /&gt;Hariyah - ÍÑíÉ - Yang munasabah - &lt;br /&gt;Harizah - ÍÑíÒÉ - Kawalan - benteng]&lt;br /&gt;Hasanah - ÍÓäÉ - Yang baik - yang indah&lt;br /&gt;Hasinah - ÌÕíäÉ - Yang bermaruah - terpelihara kehormatannya&lt;br /&gt;Hasibah - ÍÓíÈÉ - Yang berketurunan baik - &lt;br /&gt;Hasnaa' - ÍÓäÃ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Hazimah - ÍÇÒãÉ - Yang tegas - bijak&lt;br /&gt;Haziqah - ÍÇÐÞÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Hazirah - ÍÒíÑÉ - Pilihan yang terbaik - &lt;br /&gt;Hasunah - ÍÓæäÉ - Yang indah - &lt;br /&gt;Hasyimah - åÇÔãå - Yang bersopan santun - &lt;br /&gt;Hazamah - ÍÒÇãÉ - Ketegasan - cermat&lt;br /&gt;Haziyah - ÍÙíÉ - yamh disayangi - yang dihormati&lt;br /&gt;Hazwani - ÍÒæÇäí - Pemberianku - &lt;br /&gt;Hawa - ÍæÃ - Yang hidup - Nama isteri Nabi Adam&lt;br /&gt;Hayaa' - ÍíÃ - Perasaan malu - &lt;br /&gt;Hibriyah - ÍÈÑíÉ - Keindahan - kecantikan&lt;br /&gt;Hannah - ÍäÉ - Kesayangan - &lt;br /&gt;Hijanah - åÌÇäÉ - Keturunan yang mulia - &lt;br /&gt;Himmah - åãÉ - Keinginan - cita-cita&lt;br /&gt;Hindun - åäÏ - Kerinduan - asmara&lt;br /&gt;Huda - åÏì - Petunjuk - &lt;br /&gt;Husna - ÍÓäì - Yang baik - yang indah&lt;br /&gt;Husniyah - ÍÓäíÉ - Kebaikan - keindahan&lt;br /&gt;Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman - &lt;br /&gt;Ilham - ÇáåÇã - Ilham - &lt;br /&gt;Ijlali - ÇÌáÇáí - Penghormatanku - &lt;br /&gt;Iklil - Çßáíá - Kalung - mahkota&lt;br /&gt;Iman - ÇíãÇä - Kepercayaan - &lt;br /&gt;Inbisat - ÇäÈÓÇØ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Insaf - ÇäÕÇÝ - Kesedaran - &lt;br /&gt;Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kebaikan hati - kegirangan&lt;br /&gt;Istiqomah - ÇÓÊÞÇãÉ - Kelurusan - &lt;br /&gt;Itmi'nan - ÇÙãÆäÇä - Ketenangan - &lt;br /&gt;Itqan - ÇÊÞÇä - Kecekapan - &lt;br /&gt;Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Kemajuan - gemerlapan&lt;br /&gt;Izyan - ÇÒíÇä - Penghiasan - &lt;br /&gt;'ibrah - ÚÈÑÉ - Teladan - yang pakar&lt;br /&gt;'Iffah - ÚÝÉ - Maruah - kesucian diri&lt;br /&gt;'Inani - ÚäÇäí - Hadapanku - &lt;br /&gt;'Ismah - ÚÕãÉ - Pemeliharaan - &lt;br /&gt;'Izzah - ÚÒÉ - Kemuliaan - kekuatan&lt;br /&gt;'Izzati - ÚÒÊí - Kemuliaanku - kekuatanku&lt;br /&gt;Jah - ÌÇå - Kemegahan - Ketinggian martabat&lt;br /&gt;Jaharah - ÌåÇÑÉ - Kecantikan bentuk dan rupa - &lt;br /&gt;Jahirah - ÌåíÑÉ - Yang rupawan dan genit - &lt;br /&gt;Jahizah - ÌåíÒÉ - Yang dilengkapi - yang disediakan&lt;br /&gt;Jaidaa' - ÌíÏÃ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Jaidanah - ÌíÏÇäÉ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Jalalah - ÌáÇáÉ - Kebesaran - kemuliaan&lt;br /&gt;Jaliah - ÌáíÉ - Yang terang - yang jelas&lt;br /&gt;Jalilah - ÌáíáÉ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Jalwaa' - ÌáæÃ - Yang rupawan - &lt;br /&gt;Jamaiah - ÌãÇÚíÉ - Perpaduan - &lt;br /&gt;Jamaliah - ÌãÇáíÉ - Kecantikan - &lt;br /&gt;Jami'ah - ÌÇãÚÉ - Yang menyatupadukan - &lt;br /&gt;Jamilah - ÌãíáÉ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jamlaa' - ÌãáÇÁ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jaunaa' - ÌæäÃ - Matahari - &lt;br /&gt;Jawahir - ÌæÇåÑ - Permata-permata - &lt;br /&gt;Jumanah - ÌãÇäÉ - Mutiara - &lt;br /&gt;Juni - Ìæäí - Kemerah-merahan - &lt;br /&gt;Jaudah - ÌæÏå - Kebaikan - keelokan&lt;br /&gt;Kafaf - ßÝÇÝ - Rezeki yang mencukupi - &lt;br /&gt;Kafiyah - ßÝíÉ - Yang memadai - &lt;br /&gt;Kaiyisah - ßíÓÉ - Yang bijak - yang faham&lt;br /&gt;Kamaliah - ßãÇáíÉ - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Kamilah - ßÇãáÉ - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Karamah - ßÑÇãÉ - Kemuliaan - maruah&lt;br /&gt;Karimah - ßÑíãÉ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Kasbah - ßÓÈÉ - Usaha - &lt;br /&gt;Kasibah - ßÇÓÈÉ - Yang berusaha - &lt;br /&gt;Kafaah - ßÝÇÁÉ - Kepadanan - persamaan&lt;br /&gt;Kafi'ah - ßÝíÉ - Yang padan - yang setanding&lt;br /&gt;Kazimah - ßÇÙãå - Penyabar - &lt;br /&gt;Kiasah - ßíÇÓÉ - Kebijaksanaan - kefahaman yang baik&lt;br /&gt;Khadraa' - ÎÖÑÃ - Kesuburan - kehijauan&lt;br /&gt;Khadijah - ÎÏíÌå - Nama isteri Nabi Muhammad saw - &lt;br /&gt;Khairah - ÎíÑÉ - Yang mulia - yang banyak kebaikannya&lt;br /&gt;Khairiyah - ÎíÑíÉ - Kebaikan - kelebihan&lt;br /&gt;Khairunnisa - ÎíÑ ÇáäÓÃ - Sebaik-baik wanita - &lt;br /&gt;Khalidah - ÎÇáÏÉ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khalilah - ÎáíáÉ - Teman setia - &lt;br /&gt;Khalisah - ÎÇáÕÉ - Yang bersih - yang tulen&lt;br /&gt;Khaliesah - ÎáíÕÉ - Yang jujur - &lt;br /&gt;Khuldiah - ÎáÏíÉ - Kekekalan - &lt;br /&gt;Labibah - áÈíÈÉ - Yang cerdik - yang bijak&lt;br /&gt;Laila - áíáì - Kegembiraan - keghairahan&lt;br /&gt;Laiyinah - áíäÉ - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Latifah - áØíÝÉ - yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Lina - áíäÇ - Kehalusan - kelembutan&lt;br /&gt;Liyana - áíÇäÇ - Kelembutan - kehalusan&lt;br /&gt;Luklu'ah - áÄáÄå - Mutiara - &lt;br /&gt;Lubabah - áÈÇÈå - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Lutfiah - áØÝíÉ - Kehalusan - kelembutan&lt;br /&gt;Madhiah - ãÏÍíÉ - Kepujian - &lt;br /&gt;Madihah - ãÏíÍÉ - Yang terpuji - &lt;br /&gt;Mahfuzah - ãÍÝæÙÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mahirah - ãÇåÑÉ - Yang cekap - yang mahir&lt;br /&gt;Maimanah - ãíãäÉ - Keberkatan - &lt;br /&gt;Maimunah - ãíãæäÉ - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Maisarah - ãíÓÑÉ - Kesenangan - kekayaan&lt;br /&gt;Maisurah - ãíÓæÑÉ - Yang senang - &lt;br /&gt;Majdiah - ãÌÏíÉ - Yang mulia] - &lt;br /&gt;Makhtumah - ãÎÊæãÉ - Yang disempurnakan - &lt;br /&gt;Makinah - ãßíäÉ - Yang tabah - yang tetap&lt;br /&gt;Maknunah - ãßäæäÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Makramah - ãßÑãÉ - Kemuliaan - &lt;br /&gt;Malihah - ãáíÍÉ - Yang cantik manis - &lt;br /&gt;Malyanah - ãáíäÉ - Kelembutan - &lt;br /&gt;Marahaini - ãÑÍíäí - Dua kegembiraanku - &lt;br /&gt;Mardhati - ãÑÖÊí - Keredhaanku - &lt;br /&gt;Mardhiah - ãÑÖíÉ - yang diredhai - yang disayangi&lt;br /&gt;Mariah - ãÇÑíÉ - Yang cantik berhias - &lt;br /&gt;Marinah - ãÑäÉ - Yang lembut - &lt;br /&gt;Mar'iyah - ãÑÚíÉ - Yang terpelihara - yang terkawal&lt;br /&gt;Marjan - ãÑÌÇä - Mutiara - &lt;br /&gt;Martabah - ãÑÊÈÉ - Kedudukan - &lt;br /&gt;Maryam - ãÑíã - Yang tinggi - nama ibu Nabi Isa&lt;br /&gt;Ma'rufah - ãÚÑæÝÉ - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Marfu'ah - ãÑÝæÚÉ - Yang disanjung - &lt;br /&gt;Ma'sumah - ãÚÕæãÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Masturah - ãÓÊæÑÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mauhibah - ãæåÈå - Bakat - pemberian&lt;br /&gt;Mayamin - ãíÇãä - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Maziah - ãÒíÉ - Keistimewaan - &lt;br /&gt;Maznah - ãÒäÉ - Kepujian - seri muka&lt;br /&gt;Miskiah - ãÓßíå - Harum kasturi - &lt;br /&gt;Mu'afah - ãÚÇÝÉ - Yang di'afiatkan - kesejahteraan&lt;br /&gt;Mubarakah - ãÈÇÑßå - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Mufidah - ãÝíÏå - Yang memberi faedah - &lt;br /&gt;Muhaiminah - ãåíãäå - Yang berkuasa dan memelihara - &lt;br /&gt;Muhassanah - ãÍÕäå - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mukarramah - ãßÑãå - Yang dimuliakan - &lt;br /&gt;Mukhtarah - ãÎÊÇÑÉ - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Multazimah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan - &lt;br /&gt;Mumtazamah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan - &lt;br /&gt;Muna - ãäì - cita-cita - &lt;br /&gt;Munawwarah - ãäæÑÉ - Yang berseri - &lt;br /&gt;Munifah - ãäíÝÉ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Musfirah - ãÓÝÑÉ - Yang cantik dan berseri - &lt;br /&gt;Muslihah - ãÕáÍÉ - Pemulih - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Mutahharah - ãØåÑÉ - Yang suci - &lt;br /&gt;Muyassarah - ãíÓÑÉ - Yang diberi kesenangan - &lt;br /&gt;Muzainah - ãÒíäÉ - Kepujian - titisan hujan&lt;br /&gt;Muzdalifah - ãÒÏáíÝÉ - Yang hampir - nama tempat&lt;br /&gt;Mumtazah - ããÊÇÒÉ - Yang istimewa - yang cemerlang&lt;br /&gt;Nabahah - äÈÇåå - Kecerdasan - kemahsyuran&lt;br /&gt;Nabighah - äÇÈÛÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Nabihah - äÈíåå - Yang cerdik - yang cerdas&lt;br /&gt;Nabilah - äÈíáÉ - Yang cerdik - yang mulia&lt;br /&gt;Nada - äÏì - Embun - kemurahan hati&lt;br /&gt;Nadiah - äÇÏíÉ - Yang pemurah - &lt;br /&gt;Nadhirah - äÖíÑÉ - Yang berseri - yang segar&lt;br /&gt;Nadhrah - äÖÑÉ - Keindahan - seri&lt;br /&gt;Nadzirah - äÙíÑÉ - Ketua yang dihormati - &lt;br /&gt;Nafahat - äÝÍÇÊ - Pemberian-pemberian - &lt;br /&gt;Nafhah - äÝÍå - Pemberian - &lt;br /&gt;Nafi'ah - äÇÝÚÉ - Yang bermanafaat - &lt;br /&gt;Nafisah - äÝíÓÉ - Yang bernilai - &lt;br /&gt;Nai'mah - äÚíãÉ - Yang halus - yang mewah&lt;br /&gt;Najat - äÌÇÉ - Keselamatan - kelepasan&lt;br /&gt;Najah - äÌÇÍ - Kejayaan - &lt;br /&gt;Najiah - äÇÌíÉ - Yang terlepas dari bahaya - &lt;br /&gt;Najibah - äÌíÈå - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Najihah - äÇÌÍå - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Najlaa' - äÌáÇÁ - Mempunyai mata yang cantik - &lt;br /&gt;Najwa - äÌæì - Bisikan rahsia - &lt;br /&gt;Naqibah - äÞíÈå - Ketajaman fikiran - &lt;br /&gt;Narjis - äÑÌÓ - Sejenis bunga - &lt;br /&gt;Nasibah - äÓíÈå - Yang berketurunan mulia - &lt;br /&gt;Nasimah - äÓíãÉ - Angin sepoi-sepoi bahasa - &lt;br /&gt;Nasyitah - äÔíØå - Yang cergas - yang giat&lt;br /&gt;Nasriah - äÕÑíÉ - Pertolongan - &lt;br /&gt;Naurah - äæÑÉ - Bunga - &lt;br /&gt;Nawwarah - äæÇÑÉ - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Nasihah - äÕíÍÉ - Nasihat - &lt;br /&gt;Nasuha - äÕæÍÇ - Yang luhur - yang ikhlas dan bersih&lt;br /&gt;Nazurah - äÙæÑå - Pemimpin yang disanjung - &lt;br /&gt;Nu'mah - äÚãÉ - Kegembiraan - &lt;br /&gt;Nuraini - äæÑ Úíäí - Cahaya mataku - &lt;br /&gt;Nurhayati - äæÑ ÍíÇÊí - Cahaya hidupkiu - &lt;br /&gt;Nurulain - äæÑÇáÚíä - Cahaya mata - &lt;br /&gt;Nurulhuda - äæÑ ÇáåÏì - Cahaya petunjuk - hidayat&lt;br /&gt;Nuriyah - äæÑíå - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Nuruljannah - äæÑ ÇáÌäÉ - Cahaya syurga - &lt;br /&gt;Qabsah - ÞÈÓå - Tuntut ilmu - pembelajaran&lt;br /&gt;Qadirah - ÞÇÏÑÉ - Yang berkuasa - &lt;br /&gt;Qahirah - ÞÇåÑÉ - yang gagah - berkuasa&lt;br /&gt;Qaidah - ÞÇÁÏÉ - Pemimpin - &lt;br /&gt;Qani'ah - ÞÇäÚÉ - Yang berasa puas hati - &lt;br /&gt;Qamariah - ÞãÑíÉ - Bulan - &lt;br /&gt;Qarihah - ÞÑíÍÉ - Bakat - &lt;br /&gt;Qatrunnada - ÞÙÑ ÇáäÏì - Titisan embun - &lt;br /&gt;Qayyimah - ÞíãÉ - Yang lurus - yang bernilai&lt;br /&gt;Qurratu'aini - ÞÑÉ Úíäí - Penyejuk mataku - penghibur hatiku&lt;br /&gt;Qawiemah - ÞæíãÉ - Yang lurus - &lt;br /&gt;Nusrah - äÕÑå - Pertolongan - &lt;br /&gt;Rabi'ah - ÑÈíÚå - yang subur - taman&lt;br /&gt;Rabi'atul 'adawiyah - ÑÇÈÚÉ ÇáÚÏæíÉ - Nama seorang wanita yang arif dan wara' - &lt;br /&gt;Radhiah - ÑÇÖíÉ - Yang redha - &lt;br /&gt;Radhwa - ÑÖæì - Nama gunung yang terletak antara Madinah &amp; Yanbuu' - &lt;br /&gt;Rafhanah - ÑÝåÇäÉ - Yang hidup mewah dan bahagia - &lt;br /&gt;Rafi'ah - ÑÝíÚÉ - yang mulia - yang tinggi&lt;br /&gt;Rafidah - ÑÇÝÏå - Pemberi pembantu - &lt;br /&gt;Raghadah - ÑÇÛÇÏå - Kesenangan - kemewahan&lt;br /&gt;Rahah - ÑÇÍÉ - Kerehatan - tapak tangan&lt;br /&gt;Rahimah - ÑÍíãÉ - Pengasih - penyayang&lt;br /&gt;Rahmah - ÑÍãÉ - Rahmat - belas kasihan&lt;br /&gt;Rahbah - ÑÍÈÉ - Yang luas - yang lapang&lt;br /&gt;Raidah - ÑÇÆÏÉ - Pemimpin - &lt;br /&gt;Raihan - ÑíÍÇä - Tumbuhan yang berbau wangi - &lt;br /&gt;Raihanah - ÑíÍÇäÉ - Tumbuhan yang berbau wangi - &lt;br /&gt;Raihah - ÑíÍÉ - Bauan - yang merasa gembira&lt;br /&gt;Raimi - Ñíãí - Keutamaan - &lt;br /&gt;Rajaa' - ÑÌÇÁ - Harapan - &lt;br /&gt;Rajiah - ÑÇÌíÉ - Yang berharap - &lt;br /&gt;Rakinah - ÑßíäÉ - Yang berfikiran wajar - &lt;br /&gt;Ramlah - Ñãáå - Penghalusan - pasir&lt;br /&gt;Ramizah - ÑãíÒå - Yang berakal - yang asli&lt;br /&gt;Ramziah - ÑãÒíå - Lambang - &lt;br /&gt;Rasanah - ÑÕÇäå - Ketenangan - ketegasan&lt;br /&gt;Rasafah - ÑÕÇÝÉ - Kekukuhan - &lt;br /&gt;Rasinah - ÑÕíäÉ - Yang tenang - tegas&lt;br /&gt;Rasyidah - ÑÔíÏÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Rasyiqah - ÑÔíÞÉ - Yang genit - yang tangkas&lt;br /&gt;Rau'ah - ÑæÚÉ - Ketaajuban - keindahan&lt;br /&gt;Raudhah - ÑæÖÉ - Taman - &lt;br /&gt;Rauhah - ÑæÍå - Yang baik - &lt;br /&gt;Raunaq - ÑæäÞ - Keindahan - &lt;br /&gt;Rauqah - ÑæÞÉ - Kecantikan yang menawan hati - &lt;br /&gt;Rawahah - ÑæÇÍå - Perasaan gembira kerana keyakinan - &lt;br /&gt;Razan - ÑÒÇä - Yang tenang - &lt;br /&gt;Rawiah - ÑÇæíå - Yang sihat fizikal dan mental - &lt;br /&gt;Razanah - ÑÒÇäÉ - Kesopanan - &lt;br /&gt;Riba'ah - ÑÈÇÚÉ - Keadaan yang baik - &lt;br /&gt;Ridhwah - ÑÖæå - Keredhaan - &lt;br /&gt;Rif'ah - ÑÝÚå - Ketinggian - kemuliaan&lt;br /&gt;Ruhana - ÑæÍäÇ - Jiwa kami - &lt;br /&gt;Ruhayah - ÑæÍ ÍÈÇå - Jiwa kehidupan - &lt;br /&gt;Ruhiyah - ÑæÍíå - Kejiwaan - &lt;br /&gt;Rukniah - ÑßäíÉ - Ketahanan - kekuatan&lt;br /&gt;Rukhama - ÑÎÇãì - Angin sepoi bahas - &lt;br /&gt;Rummanah - ÑãÇäå - Buah delima - &lt;br /&gt;Ruqaiyah - ÑÞíå - Ketinggian - nama anak Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;Ruqyah - ÑÞíå - Penawar - &lt;br /&gt;Rusydiah - ÑÔÏíå - Petunjuk - &lt;br /&gt;Rutbah - ÑÊÈå - Kedudukan - martabat&lt;br /&gt;Sa'adah - ÓÚÇÏå - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sabirah - ÕÇÈÑå - Penyabar - &lt;br /&gt;Sa'diah - ÓÚÏíå - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sadiqah - ÕÇÏÞÉ - Yang benar - &lt;br /&gt;Sa'idah - ÓÚíÏÉ - Yang berbahagia - &lt;br /&gt;Sabah - ÕÈÇÍ - Sinaran pagi - &lt;br /&gt;Sabariah - ÕÈÑíÉ - Kesabaran - &lt;br /&gt;Sabihah - ÕÈíÍÉ - Yang berseri - yang cantik&lt;br /&gt;Sadarah - ÕÏÇÑÉ - kemajuan - kepimpinan&lt;br /&gt;Saffa' - ÕÝÃ - kebersihan - kemurnian&lt;br /&gt;Safiah - ÕÝíÉ - Yang bersih - yang ikhlas&lt;br /&gt;Safirah - ÓÝíÑÉ - kalung leher - &lt;br /&gt;Safraa' - ÕÝÑÃ - Kekuningan emas - &lt;br /&gt;Safuhah - ÕÝæÍå - Pemaaf - &lt;br /&gt;Safwah - ÕÝæå - Yang bersih - yang terbaik&lt;br /&gt;Safwanah - ÕÝæÇäå - Yang bersih murni - &lt;br /&gt;Saibah - ÕÇÆÈå - Yang betul - &lt;br /&gt;Saidah - ÓÇÆÏå - Pemimpin - &lt;br /&gt;Saihah - ÓÇÆÍå - Pelancong - &lt;br /&gt;Saimah - ÕÇÆãå - Yang berpuasa - &lt;br /&gt;Saiyidah - ÓíÏå - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sakinah - Óßíäå - Ketenangan - &lt;br /&gt;Salahiah - ÕáÇÍíå - Kelayakan - &lt;br /&gt;Salamah - ÓáÇãå - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;Saliah - Óáíå - Penghibur - &lt;br /&gt;Salihah - ÕÇáÍå - Yang baik - yang layak&lt;br /&gt;Salimah - Óáíãå - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salma - Óáãì - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salwa - Óáæì - Penghibur - madu lebah&lt;br /&gt;Salwah - Óáæå - Kemewahan - hiburan&lt;br /&gt;Samiah - ÓÇãíå - Yang tinggi - yang mulia&lt;br /&gt;Samihah - ÓãíÍå - Pemaaf - pemurah&lt;br /&gt;Samirah - ÓãíÑå - Teman berbual mesra - &lt;br /&gt;Saminah - Ëãíäå - Yang berharga - &lt;br /&gt;Samraa' - ÓãÑÃ - Yang hitam manis - &lt;br /&gt;Sanaa' - ÓäÃ - Sinaran - ketinggian&lt;br /&gt;Saniah - Óäíå - Yang bersinar - yang mulia&lt;br /&gt;Sa'udah - ÓÚæÏå - yang berbahagia - &lt;br /&gt;Saudah - ÓæÏå - keriangan - &lt;br /&gt;Sarah - ÓÇÑå - Nama isteri Nabi Ibrahim - &lt;br /&gt;Sarahah - ÕÑÇÍå - Keterangan - terus terang&lt;br /&gt;Saramah - ÕÑÇãå - Ketegasan - &lt;br /&gt;Sarihah - ÕÑíÍå - Terus terang - keterangan&lt;br /&gt;Sarimah - ÕÑíãÉ - yang tegas - keazaman&lt;br /&gt;Sariyah - ÓÑíå - Yang bermaruah - pemurah&lt;br /&gt;Siddiqah - ÕÏíÞå - yang bercakap benar - &lt;br /&gt;Simaa' - ÓíãÃ - Lambang kehidupan - &lt;br /&gt;Simiyaa' - ÓíãíÃ - Pertanda - keindahan&lt;br /&gt;Su'ad - ÓÚÇÏ - Yang berbahagia - &lt;br /&gt;Su'aidah - ÓÚíÏÉ - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Suhailah - Óåíáå - Yang senang - yang mudah&lt;br /&gt;Syafa'ah - ÔÝÇÚå - Pertolongan - pembelaan.&lt;br /&gt;Syafi'ah - ÔÝíÚå - Pembela - penolong.&lt;br /&gt;Syafiah - ÔÇÝíå - Penawar - ubat&lt;br /&gt;Syafiqah - ÔÝíÞå - Yang belas kasihan. - &lt;br /&gt;Syahdah - ÔåÏå - Madu lebah. - &lt;br /&gt;Syahirah - ÔåíÑå - Yang masyur. - &lt;br /&gt;Syahrain - ÔåÑíä - Dua bulan. - &lt;br /&gt;Syahriah - ÔåÑíå - Bulan. - &lt;br /&gt;Syaimaa' - ÔíãÇÁ - Yang ada tahi lalat - nama kakak susuan Nabi .&lt;br /&gt;Syalabiah - ÔáÈíå - Yang cantik - genit.&lt;br /&gt;Syahmah - Ôåãå - Hati yang murni. - &lt;br /&gt;Syamimi - Ôãíãí - Keharumanku. - &lt;br /&gt;Syamsiah - ÔãÓíå - Matahari. - &lt;br /&gt;Syahidah - ÔåíÏå - Saksi. - &lt;br /&gt;Syarah - ÔÇÑå - Keindahan - kecantikan.&lt;br /&gt;Syarifah - ÔÑíÝå - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Syaza - ÔÐÇ - Keharuman. - &lt;br /&gt;Syazwan - ÔÐæÇä - Keharuman - &lt;br /&gt;Syazwani - ÔÐæÇäí - Keharumanku - &lt;br /&gt;Syazana - ÔÒäÇ - Kecergasan. - &lt;br /&gt;Syibrah - ÔÈÑå - Pemberian. - &lt;br /&gt;Syifa - ÔÝÇÁ - Ubat penawar - sembuh.&lt;br /&gt;Syimah - Ôíãå - Peribadi - tabiat.&lt;br /&gt;Syukriah - ÔßÑíå - Kesyukuran. - &lt;br /&gt;Syuhrah - ÔåÑå - Kemahsyuran - &lt;br /&gt;Syuhaidah - ÔåíÏå - Madu lebah. - &lt;br /&gt;Ta'ah - ØÇÚÉ - Kepatuhan. - &lt;br /&gt;Tafawah - ØÝÇæå - Lingkaran sinaran di keliling bulan atau matahari. - &lt;br /&gt;Taiyibah - ØíÈå - Yang baik. - &lt;br /&gt;Taji - ÊÇÌì - Mahkotaku. - &lt;br /&gt;Talalah - ØáÇáå - Gaya dan keadaan yang baik - kegembiraan.&lt;br /&gt;Tamimah - Êãíãå - Yang kuat - yang sempurna kejadiannya.&lt;br /&gt;Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan. - &lt;br /&gt;Taqiah - ÊÞíå - Pemeliharaan - perlindungan&lt;br /&gt;Taufiqah - ÊæÝíÞå - Pertolongan - &lt;br /&gt;Tijan - ÊíÌÇä - Mahkota - &lt;br /&gt;Tuba - ØæÈì - Yang sangat baik - kebahagiaan.&lt;br /&gt;Tuhfah - ÊÍÝå - Pengurniaan yang berharga - hadiah&lt;br /&gt;Tuma'nianinah - ØãÇÁäíäå - Ketenangan. - &lt;br /&gt;Tharwa' - ËÑæÇÁ - Yang kaya. - &lt;br /&gt;Tharwah - ËÑæå - Kekayaan. - &lt;br /&gt;Tharwati - ËÑæÊí - Kekayaanku. - &lt;br /&gt;Thariyah - ËÑíå - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Thaqifah - ËÞíÝÉ - Yang cerdik - yang cepat faham.&lt;br /&gt;Thuraiya - ËÑíÇ - Bintang ketika (bintang tujuh). - &lt;br /&gt;Ubaidah - ÚÈíÏå - Hamba - ibadat.&lt;br /&gt;Ulfah - ÇáÝÉ - Kemesraan. - &lt;br /&gt;Urmah - ÇÑãå - Panji. - &lt;br /&gt;Uyainah - Úííäå - Mata - deria penglihatan.&lt;br /&gt;Ummu kulthum - Çã ßáËæã - Nama anak Nabi yang tembam pada pipi dan muka. - &lt;br /&gt;Wada'ah - æÏÇÚå - ketenangan. - &lt;br /&gt;Wadhihah - æÇÖÍå - Yang terang - yang jelas.&lt;br /&gt;Wadi'ah - æÏíÚå - Yang diamanahkan. - &lt;br /&gt;Wafaa - æÝÇÁ - Kesetiaan - perihal menepati janji.&lt;br /&gt;Wafiah - æÝíå - Yang setia - yang menepati janji.&lt;br /&gt;Wahbah - æåÈå - Pemberian. - &lt;br /&gt;Wahibah - æÇåÈå - Yang membËri. - &lt;br /&gt;Wahidah - æÍíÏå - Yang tunggal. - &lt;br /&gt;Wa'iyah - æÇÚíå - Yang sedar - yang memelihara&lt;br /&gt;Wajahah - æÌÇÍå - Ketinggian martabat - kemuliaan.&lt;br /&gt;Wajihah - æÌíåå - Yang terkemuka - yang mulia.&lt;br /&gt;Wardah - æÑÏå - Bunga ros. - &lt;br /&gt;Wardiah - æÑÏíå - bunga ros. - &lt;br /&gt;Wasilah - æÇÓíáå - Cara - perantaraan.&lt;br /&gt;Wasilah - æÇÕáå - Yang ihsan - yang membuat kebajikan.&lt;br /&gt;Wasimah - æÓíãå - Yang cantik - yang rupawan.&lt;br /&gt;Wasitah - æÇÓØå - Perantaraan - orang tengah.&lt;br /&gt;Wathiqah - æËíÞå - Yang kukuh - yang teguh.&lt;br /&gt;Wasyijah - æÇÔÌå - Persaudaraan yang rapat. - &lt;br /&gt;Waznah - æÒäå - Yang bijak dan kukuh pendapatnya. - &lt;br /&gt;Widad - æÏÇÏ - Kasih sayang. - &lt;br /&gt;Yamamah - íãÇãå - Tujuan - merpati.&lt;br /&gt;Yaminah - íÇãäå - Yang berkat. - &lt;br /&gt;Yamnaa' - íãäÇÁ - Sebelah kanan. - &lt;br /&gt;Yasarah - íÓÇÑå - Kemudahan - kesenangan.&lt;br /&gt;Yasirah - íÓíÑå - Yang mudah - yang senang.&lt;br /&gt;Yasmin - íÇÓãíä - Bunga melur. - &lt;br /&gt;Yatimah - íÊíãå - Yang berharga. - &lt;br /&gt;Yumni - íãäí - Keberkatanku. - &lt;br /&gt;Yusra - íÓÑì - Kesenangan - kemudahan.&lt;br /&gt;Zafirah - ÙÝíÑå - yang berjaya - yang mendapat apa yang dituntutnya.&lt;br /&gt;Zahiah - ÒÇåíÉ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahidah - ÒÇåÏå - Yang zuhud - yang salih.&lt;br /&gt;Zahirah - ÒÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahraa' - ÒåÑÇÁ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahrah - ÒåÑå - Bunga. - &lt;br /&gt;Zaidah - ÒíÏå - Yang lebih - tambahan.&lt;br /&gt;Zaimah - ÒÚíãå - Pemimpin. - &lt;br /&gt;Zainab - ÒíäÈ - Sejenis bunga yang cantik dan harum. - &lt;br /&gt;Zainah - Òíäå - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zainun - Òíäæä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zaitun - ÒíÊæä - Sejenis pokok - buah zaitun.&lt;br /&gt;Zaitunah - ÒíÊæäå - Sebuah pokok zaitun. - &lt;br /&gt;Zakiah - ÐßíÉ - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zakiah - ÒßíÉ - Yang berseri - yang bersih murni.&lt;br /&gt;Zalifah - ÒáíÝÉ - Yang dekat dan mara ke depan. - &lt;br /&gt;Zalikha - ÒáíÎÇÁ - Nama isteri Al-Aziz (Raja Mesir) - &lt;br /&gt;Zalilah - Ùáíáå - kebun yang banyak pokok - yang redup.&lt;br /&gt;Zarifah - ÙÑíÝÉ - Yang bijak dan segak. - &lt;br /&gt;Zawanah - ÒæÇäå - Kecerdikan. - &lt;br /&gt;Zayanah - ÒíÇäå - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zawiah - ÒÇæíå - Pengawal dari kejahatan - sudut.&lt;br /&gt;Zi'amah - ÒÚÇãå - Kepimpinan. - &lt;br /&gt;Zuhrah - ÒåÑå - Keindahan. - &lt;br /&gt;Zuhairah - ÒåíÑå - Bunga. - &lt;br /&gt;Zulfah - ÒÇÝÉ - Darjat - kedudukan&lt;br /&gt;Zunah - ÒæäÉ - Yang berakal - cerdik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-8107757666494124425?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/8107757666494124425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=8107757666494124425&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/8107757666494124425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/8107757666494124425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/nama-nama-indah-islam-untuk-wanita.html' title='Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Wanita (Akhwat)'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2338611821413542349</id><published>2007-12-18T13:45:00.002+07:00</published><updated>2007-12-18T14:02:01.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><title type='text'>Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Lelaki (Ikhwan)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Abhar - ÇÈåÑ - yang bergemerlapan - &lt;br /&gt;Ahlam - ÇÍáÇã - impian - kemaafan&lt;br /&gt;Ahnaf - ÇÍäÝ - yang lurus - &lt;br /&gt;Aiman - Çíãä - yang bertuah - yang kanan&lt;br /&gt;Aiman - ÇíãÇä - yang bertuah - keberkatan&lt;br /&gt;Aisar - ÇíÓÑ - enang - yang mudah&lt;br /&gt;Ajmal - ÇÌãá - yang lebih cantik - &lt;br /&gt;Ajwad - ÇÌæÏ - yang lebih pemurah - &lt;br /&gt;Akalil - ÇßÇáíá - mahkota - &lt;br /&gt;Akid - ÇßíÏ - yang kuat - teguh&lt;br /&gt;Akmal - Çßãá - yang lebih sempurna - lelaki&lt;br /&gt;Akram - ÇßÑã - yang mulia - pemurah&lt;br /&gt;Aqhari - ÇÞåÑí - yang lebih berkuasa - &lt;br /&gt;Aqrabin - ÃÞÑÈíä - Saudara mara yang rapat. - &lt;br /&gt;Aqwa - ÇÞæì - yang perkasa - yang kuat&lt;br /&gt;Alaa' - ÇáÇÁ - Ni'mat-ni'mat - &lt;br /&gt;Alif - ÃáíÝ - Yang mesra - &lt;br /&gt;Alma' - ÇáãÚ - yang bersinar - &lt;br /&gt;Alwan - Çáæä - warna-warni - &lt;br /&gt;Amad - ÇãÏ - masa - matlamat&lt;br /&gt;Amadi - ÇãÏí - masaku - matlamatku&lt;br /&gt;Amal - ÇãÇá - cita-cita - harapan&lt;br /&gt;Amaluddin - ÇãÇá ÇáÏíä - cita-cita agama - &lt;br /&gt;Amali - ÇãÇáí - cita-citaku - harapanku&lt;br /&gt;Aman - ÇãÇä - sentosa - keamanan&lt;br /&gt;Amar - ÇãÑ - perintah - suruhan&lt;br /&gt;Amin - Çãíä - yang amanah - &lt;br /&gt;Aminuddin - Çãíä ÇáÏíä - pengamanah agama - &lt;br /&gt;Amir - ÇãíÑ - putra - ketua&lt;br /&gt;Amjad - ÇãÌÇÏ - kemulian - keagongan&lt;br /&gt;Amnan - ÇãäÇä - ketenangan - &lt;br /&gt;Amni - Çãäì - keamanan - &lt;br /&gt;Amsyar - ÇãÔÑ - yang cergas - &lt;br /&gt;Amzar - ÇãÒÑ - yang utama - yang mulia&lt;br /&gt;Anas - ÇäÓ - kemesraan - &lt;br /&gt;Anat - ÇäÇÊ - lemah lembut - &lt;br /&gt;Anaqi - ÇäÇÞì - keindahanku yang menawan hati - &lt;br /&gt;Andhar - ÇäÖÑ - yang berseri - &lt;br /&gt;Ani - Çäì - yang sabar - yang bersopan&lt;br /&gt;Aniq - ÇäíÞ - yang kacak lagi menawan hati - &lt;br /&gt;Anis - ÇäíÓ - yang mesra - teman setia&lt;br /&gt;Ansar - ÇäÕÇÑ - penolong - penyokong&lt;br /&gt;Ansari - ÇäÕÇÑì - nisbah kepada ansar - &lt;br /&gt;Anwar - ÇäæÑ - yang bercahaya - &lt;br /&gt;Anwari - ÇäæÇÑì - cahayaku - &lt;br /&gt;Arami - ÇÑÇãì - tandaku - &lt;br /&gt;Arham - ÇÑÍã - yang mesra - yang belas kasihan&lt;br /&gt;Arib - ÇÑíÈ - yang mahir - &lt;br /&gt;Arina - ÇÑíäÇ - kecergasan - &lt;br /&gt;Arqam - ÇÑÞã - nama sahabat nabi - &lt;br /&gt;Arum - ÇÑæã - asal keturunan - &lt;br /&gt;Arumi - ÇÑæãì - asal keturunanku - &lt;br /&gt;Arsyad - ÇÑÔÏ - yang sangat cerdik - &lt;br /&gt;As'ad - ÇÓÚÏ - yang amat bahagia - &lt;br /&gt;Asil - ÇÕíá - yang mulia - baik&lt;br /&gt;Aslah - ÇÕáÍ - yang lebih baik - yang lebih sesuai&lt;br /&gt;Aslam - ÇÓáã - yang paling selamat - &lt;br /&gt;Asma'I - ÇÕãÚí - hati yang suci - &lt;br /&gt;Asma'an - ÇÕãÚÇä - hati yang suci dan pendapat yang teguh - &lt;br /&gt;Asmar - ÇÓãÑ - yang hitam manis - &lt;br /&gt;Asna - ÇÓäì - yang tinggi - yang bersinar&lt;br /&gt;Asnawi - ÇÓäæí - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Asy'ari - ÇÔÚÑì - yang elok - yang berambut lebat dan panjang&lt;br /&gt;Asyraf - ÇÔÑÝ - yang mulia - &lt;br /&gt;Athari - ÇØåÑí - yang bersih - &lt;br /&gt;Athir - ÇËíÑ - yang mulia - yang utama&lt;br /&gt;Awad - ÇæÏ - yang paling disayangi - &lt;br /&gt;Aufa - ÇæÝì - yang setia - &lt;br /&gt;Awwab - ÇæÇÈ - yang banyak bertaubat - &lt;br /&gt;Auji - ÇæÌì - ketinggianku - kemuliaanku&lt;br /&gt;Aghlab - ÇÛáÇÈ - yang menang - &lt;br /&gt;Afdhal - ÇÝÖá - yang lebih utama - &lt;br /&gt;Afnan - ÇÝäÇä - kesenian - &lt;br /&gt;Ahlami - ÇÍáÇãí - impianku - kesabaranku&lt;br /&gt;Afandi - ÇÝäÏí - gelaran bagi orang berpangkat - &lt;br /&gt;Abadi - ÇÈÏì - yang kekal - &lt;br /&gt;A'alam - ÇÚáÇã - Panji-panj - &lt;br /&gt;Ahmad - ÇÍãÏ - yang terpuji - &lt;br /&gt;Abu Samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf - yang bertoleransi&lt;br /&gt;Afham - ÇÝåã - yang lebih faham - &lt;br /&gt;Adham - ÇÏåã - yang hitam - cantik&lt;br /&gt;Abu bakar - ÇÈæ ÈßÑ - sahabat nabi - &lt;br /&gt;Auni - Çæäì - kelembutanku - ketenanganku&lt;br /&gt;Ayadi - ÇíÇÏì - nikmat-nikmat - &lt;br /&gt;Aus - ÇæÓ - pemberian - serigala&lt;br /&gt;Aya - ÇíÇ - cahaya matahari - &lt;br /&gt;Ayyub - ÇíæÈ - nama nabi - &lt;br /&gt;Azfar - åÙÝÑ - yang berjaya - yang menang&lt;br /&gt;Azhar - ÇÒåÑ - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Azhari - ÇÒåÑì - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Aziz - ÚÒíÒ - yang mulia - yang kuat&lt;br /&gt;Azizan - ÚÒíÒÇä - yang mulia - yang kuat&lt;br /&gt;Azizi - ÚÒíÒí - kesayangku - kekasihku&lt;br /&gt;Azri - ÇÒÑì - kekuatanku - penyokongku&lt;br /&gt;Abid - ÇÈÏ - yang bermukim - yang menetap&lt;br /&gt;Abu Bakar - ÇÈæ ÈßÑ - gelaran sahabat nabi yang bersegera - &lt;br /&gt;Adabi - ÇÏÈì - kesopananku - kesesteraan&lt;br /&gt;Abqari - ÚÈÞÑì - yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;Abud - ÚÈæÏ - yang kuat beribadat - &lt;br /&gt;Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari&lt;br /&gt;Adil - ÚÇÏá - yang adil - &lt;br /&gt;Adli - ÚÏáì - keadilanku - kelurusanku&lt;br /&gt;Adnan - ÚÏäÇä - nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim&lt;br /&gt;Affan - ÚÝÇä - pendaki - &lt;br /&gt;Afi - ÚÇÝì - pemaaf - &lt;br /&gt;Afif - ÚÝíÝ - yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya&lt;br /&gt;Akif - ÚÇßÝ - yang menumpukan jiwa raganya padasesuatu - &lt;br /&gt;Alaa' - ÚáÇ - ketinggian - kemuliaan&lt;br /&gt;Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - ketinggian agama - &lt;br /&gt;Ali - Úáì - yang mulia - yang tinggi kedududkannya&lt;br /&gt;Aliaudin - ÚáìÇáÏíä - ketinggian agama - &lt;br /&gt;Amir - ÚÇãÑ - yang memakmurkan - yang mendiami&lt;br /&gt;Ammar - ÚãÇÑ - yang memakmurkan - yang kuat iman&lt;br /&gt;Amran - ÚãÑÇä - yang memakmurkan - &lt;br /&gt;Amrun - ÚãÑæ - kemakmuran - &lt;br /&gt;Arafat - ÚÑÝÇÊ - yang terkenal - kenalan&lt;br /&gt;Arif - ÚÇÑÝ - yang bijak - yang mengetahui&lt;br /&gt;Ariffin - ÚÇÑÝíä - yang bijak - yang mengetahui&lt;br /&gt;Asim - ÚÇÕã - yang memelihara/mengawal - &lt;br /&gt;Asjad - ÚÓÌÏ - emas - permata&lt;br /&gt;Asri - ÚÕÑì - masaku - kemajuankuyang mengikutperedaran masa&lt;br /&gt;Asyur - ÚÇÔíæÑ - hari yang kesepuluh dari bulan Muharram - &lt;br /&gt;Ataa' - ÚØÇÁ - pemberian - &lt;br /&gt;Ataullah - ÚØÇÇááå - kurnian Allah - &lt;br /&gt;Atik - ÚÇÊß - yang pemurah - yang beraniyang bersih&lt;br /&gt;Atiyah - ÚØíå - pemberian - &lt;br /&gt;Atiq - ÚÊíÞ - yang indah - yang mulia&lt;br /&gt;Atif - ÚÇØÝ - penyayang - &lt;br /&gt;Atuf - ÚØæÝ - yang sangat penyayang - &lt;br /&gt;Auf - ÚæÝ - yang berusaha - yang kuatusaha&lt;br /&gt;'Abbas - ÚÈÇÓ - nama sahabat nabi - &lt;br /&gt;'Abid - ÚÇÈÏ - yang beribadat - &lt;br /&gt;Afiq - ÇÝíÞ - yang amat pemurah - &lt;br /&gt;'Abidin - ÚÇÈÏíä - yang beribadat - &lt;br /&gt;'Abqari - ÚÈÞÑí - yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;'Abud - ÚÇÈæÏ - yang kuat beribadat - &lt;br /&gt;'Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari&lt;br /&gt;'Adil - ÚÇÏá - yang adil - &lt;br /&gt;'Abbas - ÚÈÇÓ - Nama sahabat Nabi - berani&lt;br /&gt;'Abid - ÚÇÈÏ - Yang beribadat. - &lt;br /&gt;'Abidin - ÚÇÈÏíä - Yang beribadat. - &lt;br /&gt;'Abqari - ÚÈÞÑì - Yng bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;'Abud - ÚÈæÏ - Yang kuat beribadat. - &lt;br /&gt;'Adi - ÚÏì - Askar perwira - yang kuat berlari.&lt;br /&gt;'Adil - ÚÇÏá - Yang adil. - &lt;br /&gt;'Adli - ÚÏáì - Keadilanku - kelurusanku.&lt;br /&gt;'Adnan - ÚÏäÇä - Nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim.&lt;br /&gt;'Affan - ÚÝÇä - pendaki - &lt;br /&gt;'Afi - ÚÇÝì - Pemaaf. - &lt;br /&gt;'Afif - ÚÝíÝ - Yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;'Akif - ÚÇßÝ - Yang menumpukan jiwa raganya pada sesuatu. - &lt;br /&gt;'Alaa' - ÚáÇÁ - Ketinggian - kemuliaan.&lt;br /&gt;'Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - Ketingian agama. - &lt;br /&gt;'Ali - Úáì - Yang mulia - yang tinggi kedudukan.&lt;br /&gt;'Aliuddin - ÚáìÇáÏíä - Ketinggian agama. - &lt;br /&gt;'Amir - ÚÇãÑ - Yang memakmurkan - yang mendiami.&lt;br /&gt;'Ammar - ÚãÇÑ - Yang memkmurkan - yang kuat iman.&lt;br /&gt;'Amran - ÚãÑÇä - Yang memakmurkan. - &lt;br /&gt;'Amrun - ÚãÑæ - Kemakmuran. - &lt;br /&gt;'Arafat - ÚÑÝÇÊ - Yang terkenal - kenalan&lt;br /&gt;'Arif - ÚÇÑÝ - Yang bijak - yang mengetahui.&lt;br /&gt;'Arifin - ÚÇÑÝíä - Yang bijak - yang mengetahui.&lt;br /&gt;'Asim - ÚÇÕã - Yng memelihara/mengawal emas permata. - &lt;br /&gt;'Asjad - ÚÓÌÏ - Emas permata. - &lt;br /&gt;'Asri - ÚÕÑì - Masaku - kemajuanku&lt;br /&gt;'Asyur - ÚÇÔæÑ - Hari kesepuluh dari bulan Mujarram. - &lt;br /&gt;'Ataa' - ÚØÇÁ - Pemberian. - &lt;br /&gt;'Ataullah - ÚØÇÁÇááå - Kurniaan Allah. - &lt;br /&gt;'Atik - ÚÇÊß - Yang pemurah - yang berani&lt;br /&gt;'Atiyah - ÚØíå - Pemberian. - &lt;br /&gt;'Atiq - ÚÊíÞ - Yang mulia - yang mulia.&lt;br /&gt;'Atif - ÚÇØÝ - Penyayang. - &lt;br /&gt;'Atuf - ÚØæÝ - Yang sangat penyayang. - &lt;br /&gt;'Auf - ÚæÝ - Yang berusaha - yang kuat&lt;br /&gt;'Awad - ÚæÖ - Gantian; pemberian. - &lt;br /&gt;'Azyan - ÃÒíÇä - Perhiasan - &lt;br /&gt;Abidah - ÚÇÈÏå - Ahli ibadat - &lt;br /&gt;'Abir - ÚÈíÑ - Keharuman - &lt;br /&gt;'Adilah - ÚÇÏáå - Yang adil - yang saksama&lt;br /&gt;'Adidah - ÚÏíÏå - Yang padan - yang setanding&lt;br /&gt;'Afaf - ÚÝÇÝ - Maruah - kesucian diri&lt;br /&gt;'Afiah - ÚÇÝíå - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;'Afifah - ÚÝíÝå - Yang bermaruah - terpelihara kehormatan dirinya&lt;br /&gt;'Ainaa' - ÚíäÇÁ - yang cantik matanya - &lt;br /&gt;'Aisyah - ÚÇÆÔå - yang hidup bahagia - &lt;br /&gt;'Alyaa' - ÚáíÇÁ - Ketinggian - &lt;br /&gt;'Aliah - ÚÇáíå - yang tinggi - &lt;br /&gt;'Amirah - ÚÇãÑÉ - ketua - Yang aman bahagia&lt;br /&gt;'Ammarah - ÚãÇÑÉ - Yang memakmurkan - yang kuat iman&lt;br /&gt;'Aqilah - ÚÞíáÉ - Yang bijak - yang mulia&lt;br /&gt;'Aqidah - ÚÞíÏÉ - Kepercayaan - keimanan&lt;br /&gt;'Arifah - ÚÇÑÝÉ - yang mengetahui - &lt;br /&gt;'Asimah - ÚÇÕãÉ - yang memelihara - &lt;br /&gt;'Atikah - ÚÇÊßÉ - yang pemurah - yang berani&lt;br /&gt;'Atiqah - ÚÊíÞÉ - yang mulia - pilihan&lt;br /&gt;'Atifah - ÚÇØÝÉ - yang bersempati - penyayang&lt;br /&gt;Ahmas - ÇÍãÓ - yang bersemangat - yang berani&lt;br /&gt;'Atiyah - ÚØíÉ - pemberian - &lt;br /&gt;'Atuf - ÚØæÝ - penyayang - &lt;br /&gt;'Arbanah - ÚÑÈÇäå - Yang fasih - &lt;br /&gt;'Awatif - ÚæÇØÝ - perasaan - kesayangan&lt;br /&gt;'Aziemah - ÚÙíãå - Yang mulia - pembesar&lt;br /&gt;'Aziemah - ÚÒíãÉ - Azam - kewajipan&lt;br /&gt;'Azimah - ÚÇÒãå - Yang berazam - &lt;br /&gt;'Azizah - ÚÒíÒÉ - Yang mulia - yang dikasihi&lt;br /&gt;'Azmah - ÚÒãå - kebenaran - hak kewajipan&lt;br /&gt;Badil - ÈÏíá - Pengganti - &lt;br /&gt;Badiu'zzaman - ÈÏíÚ ÇáÒãÇä - Keindahan masa - &lt;br /&gt;Badran - ÈÏÑÇä - bulan purnama - &lt;br /&gt;Badrun - ÈÏÑæä - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Badri - ÈÏÑí - Purnamaku - &lt;br /&gt;Badruddin - ÈÏÑ ÇáÏíä - Bulan purnama agama - &lt;br /&gt;Badruzzaman - ÈÏÑ ÇáÒãÇä - Bulan purnama semasa - &lt;br /&gt;Bahar - ÈåÇÑ - Keindahan - sejenis tumbuhan yg wangi&lt;br /&gt;Bahauddin - ÈåÇÁ ÇáÏíä - Sinaran Agama - &lt;br /&gt;Bahij - ÈåíÌ - Yang indah menawan - &lt;br /&gt;Bahir - ÈåíÑ - Yang berseri-seri - &lt;br /&gt;Bahiuddin - ÈåÆ ÇáÏíä - kegemilangan agama - &lt;br /&gt;Bahjan - ÈåÌÇä - Yang cemerlang - yang riang gembira&lt;br /&gt;Bahjat - ÈåÌÉ - Kegemilangan - keindahan&lt;br /&gt;Bahrani - ÈåÑÇäí - Kegemilanganku - &lt;br /&gt;Bahri - ÈåÑí - Kegemilanganku - kelebihanku&lt;br /&gt;Bahruddin - ÈåÑÇáÏíä - Kegemilangan agama. - &lt;br /&gt;Bahzi - ÈåÒí - Pertahananku - pembelaku.&lt;br /&gt;Baghawi - ÈÛæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Baidhawi - ÈíÖÇæí - Nisbah - putih&lt;br /&gt;Baihaqi - ÈíåÞí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bakri - ÈßÑí - Kesegeraanku - kemudaanku.&lt;br /&gt;Bakhit - ÈÎíÊ - Yang bertuah. - &lt;br /&gt;Baligh - ÈáíÛ - Yang fasih - yang petah.&lt;br /&gt;Ballan - ÈáÇä - Rezeki - kebajikan.&lt;br /&gt;Banim - Èäíä - Yang gigih dan bijak. - &lt;br /&gt;Bariq - ÈÑíÞ - Sinaran - yang bergemerlapan.&lt;br /&gt;Barra' - ÈÑÇÁ - Yang bersih - yang baik&lt;br /&gt;Barzah - ÈÑÒå - Penjelmaan - nama sahabat.&lt;br /&gt;Barzun - ÈÑÒæä - Yang utama - yang berani.&lt;br /&gt;Basil - ÈÇÓíá - Yang berani - &lt;br /&gt;Basir - ÈÕíÑ - Yang melihat - yang bijak.&lt;br /&gt;Bari' - ÈÇÑíÚ - Yang tinggi dari segi ilmu dan kecantikan. - &lt;br /&gt;Barudi - ÈÇÑæÏí - Nisbah - serbuk peluru.&lt;br /&gt;Basri - ÈÕÑí - Penglihatanku - &lt;br /&gt;Basti - ÈÓØí - Kelapanganku - kemurahan hatiku&lt;br /&gt;Bassami - ÈÓÇãí - Yang senyum - nisbah.&lt;br /&gt;Basysyar - ÈÔÇÑ - Pembawa berita gembira. - &lt;br /&gt;Basyir - ÈÔíÑ - Penyampai berita gembira. - &lt;br /&gt;Baunan - ÈæäÇä - Keistimewaan. - &lt;br /&gt;Bauni - Èæäí - Keistimewaanku - kelebihanku.&lt;br /&gt;Bazil - ÈÇÒíá - Yang bijak - yang pakar.&lt;br /&gt;Bazli - ÈÒáí - Kebijaksanaanku - kepakaranku.&lt;br /&gt;Bazilin - ÈÇÐáíä - Yang memberi sumbangan - yang membelanja.&lt;br /&gt;Bilal - ÈáÇá - Air - kelembapan&lt;br /&gt;Bisyrun - ÈÔÑæä - Berita gembira. - &lt;br /&gt;Bisyarah - ÈÔÇÑå - Berita gembira. - &lt;br /&gt;Benyamin - ÈäíÇãíä - Nama saudara Nabi Yusuf. - &lt;br /&gt;Bukhari - ÈÎÇÑí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bulqini - ÈáÞíäí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Buraidah - ÈÑíÏå - Nama sahabat - kesejukan&lt;br /&gt;Burhan - ÈÑåä - Hujjah - bukti.&lt;br /&gt;Burhani - ÈÑåÇäí - Hujjahku - buktiku.&lt;br /&gt;Burhanuddin. - ÈÑåÇä ÇáÏíä - Hujjah agama. - &lt;br /&gt;Busairi - ÈæÕíÑí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Abu samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf - &lt;br /&gt;Busrain - ÈÓÑíä - Kemekaran dan kesegaran. - &lt;br /&gt;Bustani - ÈÓÊÇäí - Tamanku - nisbah.&lt;br /&gt;Bajil - ÈÌá - Yang riang gembira. - &lt;br /&gt;Bajil - ÈÌíá - Yang dihormati dan disanjungi. - &lt;br /&gt;Badawi - ÈÏæí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Baghawi - ÈÛæí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bistami - ÈÓÊÇãí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Dahlan - ÏÍáÇä - Nisbah. - &lt;br /&gt;Dailami - Ïíáãí - Nisbah - askarku.&lt;br /&gt;Damanhuri - - Nisbah - &lt;br /&gt;Danial - ÏÇäíÇá - Nama nabi - &lt;br /&gt;Dasuki - ÏÓæÞí - Nisbah - keindahanku&lt;br /&gt;Daud - ÏÇæÏ - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Daiyan - ÏíÇä - Hakim - pengira&lt;br /&gt;Durrani - ÏÑÇäí - Mutiaraku. - &lt;br /&gt;Durri - ÏÑí - Permata - mutiaraku.&lt;br /&gt;Dalil - Ïáíá - Pemandu - penunjuk&lt;br /&gt;Di'amah - ÏÚÇãå - Tiang - penyokong.&lt;br /&gt;Dinie - Ïíäí - Agamaku - &lt;br /&gt;Diniy - Ïíäí - Berkenaan agama - &lt;br /&gt;Du'mi - ÏÚãí - sokonganku - yang kukuh&lt;br /&gt;Dhiya' - ÖíÇÁ - Sinaran - &lt;br /&gt;Dhiyauddin - ÖÈÇÁ ÇáÏíä - Sinaran agama - &lt;br /&gt;Dhiyaulhaq - ÖíÇÁ ÇáÍÞ - Sinaran kebenaran - &lt;br /&gt;Dhiyaurrahman - ÖíÇÁ ÇáÑÍãä - Sinaran (Allah) yang Pengasih - &lt;br /&gt;Dhiyaul Islam - ÖíÇÁ ÇáÇÓáÇã - Sinaran Islam - &lt;br /&gt;Dhabit - ÖÇÈØ - Yang kuat ingatan - &lt;br /&gt;Dhamiri - ÖãíÑí - Hati kecilku - &lt;br /&gt;Dhabti - ÖÈØí - Ingatanku - hafalanku&lt;br /&gt;Fadhil - ÝÇÖá - Yang mulia - &lt;br /&gt;Fadhli - ÝÖáí - Kelebihanku - ihsanku&lt;br /&gt;Fadhuli - ÝÖæáí - Yang banyak berbuat ihsan - &lt;br /&gt;Fadhlullah - ÝÖá Çááå - Kelebihan Allah - &lt;br /&gt;Fahad - ÝåÏ - Harimau Bintang - &lt;br /&gt;Fahim - Ýåíã - Yang faham - &lt;br /&gt;Fahmi - Ýåãí - Kefahamanku - &lt;br /&gt;Faid - ÝÇÆÏ - Yang tetap - yang berhasil&lt;br /&gt;Faidhi - ÝíÖí - Kurniaanku - &lt;br /&gt;Fayyadh - ÝíÇÖ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Fayyah - ÝíÇÍ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Faiq - ÝÇÆÞ - Yang tertinggi - yang utama&lt;br /&gt;Faiz - ÝÇÆÒ - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Faisal - ÝíÕá - Penyelesaian - pemutus kata&lt;br /&gt;Fakhri - ÝÎÑí - Kemegahanku - &lt;br /&gt;Fakhruddin - ÝÎÑ ÇáÏíä - Kebanggaan agama - &lt;br /&gt;Fakhrullah - ÝÎÑ Çááå - Kemegahan Allah - &lt;br /&gt;Fakhrul Islam - ÝÎÑ ÇáÇÓáÇã - Kemegahan Islam - &lt;br /&gt;Faqih - ÝÞíå - Yang alim - yang amat faham&lt;br /&gt;Farahi - ÝÑÍí - Kegiranganku - &lt;br /&gt;Farhan - ÝÑÍÇä - Yang girang gembira - &lt;br /&gt;Farhat - ÝÑÍÇÊ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farid - ÞÑíÏ - Yang tunggal - permata istimewa&lt;br /&gt;Fariduddin - ÝÑíÏ ÇáÏíä - Permata - keistimewaan agama&lt;br /&gt;Faris - ÝÇÑÓ - Yang alim - ahli firasat&lt;br /&gt;Faruq - ÝÇÑæÞ - Pemisah - pembeza antara benar dan salah&lt;br /&gt;Fathi - ÝÊÍí - Pembukaanku - &lt;br /&gt;Fathuddin - ÝÊÍ ÇáÏíä - Pembukaan - kejayaan agama&lt;br /&gt;Fathul Islam - ÝÊÍ ÇáÇÓáÇã - Pembukaan - kejayaan Islam&lt;br /&gt;Fathullah - ÝÊÍ Çááå - Pembukaan - kemenangan Allah&lt;br /&gt;Fathurrahman - ÝÊÍ ÇáÑÍãä - Pembukaan - kemenangan Allah yang maha pengasih&lt;br /&gt;Fawwaz - ÝæÇÒ - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Fauzi - ÝæÒí - Kejayaanku - &lt;br /&gt;Fida'iy - ÝÏÇÆì - Yang bekorban kerana perjuangan - &lt;br /&gt;Fikri - ÝßÑí - Fikiranku - &lt;br /&gt;Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga - &lt;br /&gt;Fitri - ÝØÑí - Semulajadiku - &lt;br /&gt;Fuad - ÝÄÇÏ - Hati/ jiwa - &lt;br /&gt;Fudhail - ÝÖíá - Kelebihan - kemuliaan&lt;br /&gt;Ghali - ÛÇáí - Yang mahal - &lt;br /&gt;Ghalib - ÛÇáÈ - Yang menang - &lt;br /&gt;Ghallab - ÛÇáÇÈ - Yang selalu menang - &lt;br /&gt;Ghanim - ÛÇäã - Yang becakap perkara baik - yang mencapai kejayaan&lt;br /&gt;Ghanimi - ÛÇäãí - kejayaanku - &lt;br /&gt;Ghassan - ÛÓÇä - Kecantikan dan kelembutan remaja - &lt;br /&gt;Ghassani - ÛÓÇäí - Yang cantik dan muda - &lt;br /&gt;Ghaus - ÛæË - Pertolongan - &lt;br /&gt;Ghausi - ÛæËí - Pertolonganku - pembelaanku&lt;br /&gt;Ghazali - ÛÒÇáí - Nisbah - pelandukku&lt;br /&gt;Ghazlan - ÛÒáÇä - Tenunan - &lt;br /&gt;Ghazi - ÛÇÒí - Pejuang - &lt;br /&gt;Ghailan - ÛíáÇä - Nama sahabat - air yang mengalir dimuka bumi&lt;br /&gt;Ghulwani - ÛáæÇäí - Keremajaaan dan kecergasan - &lt;br /&gt;Ghurran - ÛÑÇä - Yang mulia - yang berseri&lt;br /&gt;Ghurar - ÛÑÇÑ - Kegemilangan - keserian&lt;br /&gt;Habib - ÍÈíÈ - Kekasih - &lt;br /&gt;Habri - ÍÈÑí - Kegembiraanku - nikmatku&lt;br /&gt;Hadi - åÇÏí - Yang memimpin - yang tenang&lt;br /&gt;Hadhri - ÍÖÑí - Yang maju - yang bertamadun&lt;br /&gt;Hafiy - ÍÝí - Yang memuliakan - &lt;br /&gt;Hafiz - ÍÇÝÙ - Penjaga - pemelihara&lt;br /&gt;Hafizuddin - ÍÝíÙ ÇáÏíä - Pemelihara agama - &lt;br /&gt;Hakam - Íßã - Pengadil - yang menghukum&lt;br /&gt;Hakim - Íßíã - Yang bijaksana - &lt;br /&gt;Hajjaj - ÍÌÇÌ - Pelawat - penziarah&lt;br /&gt;Hamadah - ÍãÇÏå - Kepujian] - &lt;br /&gt;Hamdan - ÍãÏÇä - Kepujiaan - &lt;br /&gt;Hamdani - ÍãÏÇäí - Kepujianku - &lt;br /&gt;Hamdi - ÍãÏí - Pujianku - &lt;br /&gt;Hammad - ÍãÇÏ - Yang banyak memuji - &lt;br /&gt;Hamid - ÍÇãÏ - Yang memuji - &lt;br /&gt;Hamud - ÍãæÏ - Yang banyak memuji - &lt;br /&gt;Hami - ÍÇãí - Yang melindungi - yang mempertahankan&lt;br /&gt;Hamiduddin - ÍãíÏ ÇáÏíä - Pemuji agama - &lt;br /&gt;Hamim - Íãíã - Teman karib - &lt;br /&gt;Hamimi - Íãíãí - Teman karibku - &lt;br /&gt;Hamiz - ÌãíÒ - Yang cerdik - kuat tampan&lt;br /&gt;Hamizan - ÍãíÒÇä - Yang cerdik - kuat tampan&lt;br /&gt;Hamzah - ÍãÒÉ - Kebijaksanaan - &lt;br /&gt;Hamzi - ÍãÒí - Ketegasanku - &lt;br /&gt;Hanafi - ÍäÝí - Kelurusanku - mazhab hanafi&lt;br /&gt;Hanani - ÍäÇäí - Kasih sayangku - &lt;br /&gt;Hani - åÇäí - Yang seronok - tenang mudah&lt;br /&gt;Hannan - ÍäÇä - Yang penyayang - yang lembut hati&lt;br /&gt;Hanif - ÍäíÝ - Yang lurus yang berpegang kepada ajaran Islam - &lt;br /&gt;Hanin - Íäíä - Kerinduan - &lt;br /&gt;Hanini - Íäíäí - Kerinduanku - &lt;br /&gt;Hanis - ÍäíÓ - Yang warak - yang bertaqwa&lt;br /&gt;Hanun - Íäæä - Yang penyayang - yang lembut hati&lt;br /&gt;Haidhar - ÍíÖÑ - Yang berani - singa.&lt;br /&gt;Haikal - åíßá - Kesuburan - pokok yang besar dan subur.&lt;br /&gt;Haiwah - Ííæå - Kehidupan. - &lt;br /&gt;Hariri - ÍÑíÑì - Sutraku - nisbah.&lt;br /&gt;Haris - ÍÇÑÓ - Pengawal - pemelihara.&lt;br /&gt;Harith - ÍÇÑË - Yang kuat - yang berusaha.&lt;br /&gt;Harithah - ÍÇÑËå - Yang faham - pengkaji.&lt;br /&gt;Hariz - ÍÇÑÒ - Pemelihara - penyimpan&lt;br /&gt;Harun - åÇÑæä - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Hasan - ÍÓä - Yang indah - yang baik&lt;br /&gt;Hasanain - ÍÓäíä - Dua kebaikan. - &lt;br /&gt;Hasbi - ÍÓÈì - Yang mencukupi - memadai bagiku.&lt;br /&gt;Hasbullah - ÍÓÈ Çááå - Jaminan Allah - Pencukupan dari Allah.&lt;br /&gt;Hasib - ÍÓíÈ - Yang berketurunan mulia. - &lt;br /&gt;Hasif - ÍÕíÝ - Yang bijak / pintar - yang baik budibicara.&lt;br /&gt;Adam - ÇÏã - ikutan - &lt;br /&gt;Hasnun - ÍÓäæä - Yang baik. - &lt;br /&gt;Hassan - ÍÓÇä - Yang cantik - yang baik.&lt;br /&gt;Hasuna - ÍÓæäå - Yang cantik - yang baik.&lt;br /&gt;Hasyiem - ÍÔíã - Yang bermaruah - pemalu.&lt;br /&gt;Hasyim - åÇÔã - Pemurah - yang suka menjamu orang.&lt;br /&gt;Hatadi - ÍÊÏì - Keaslianku - keturunanku.&lt;br /&gt;Hatim - ÍÇÊã - Pemutus - penentu.&lt;br /&gt;Hayyan - ÍíÇä - Yang hidup. - &lt;br /&gt;Haziq - ÍÇÐÞ - Yang cerdik / pandai. - &lt;br /&gt;Hazlami - ÍÐáãì - Ketangkasanku - kecepatanku.&lt;br /&gt;Hazim - ÍÇÒã - Yang tegas - yang cermat&lt;br /&gt;Hazman - ÍÒãÇä - Yang tegas - yang cermat&lt;br /&gt;Hazmi - ÍÒãí - Ketegasanku - cermatku&lt;br /&gt;Hazwan - ÍÐæÇä - Pemberian - kepatuhan&lt;br /&gt;Hibatullah - åÈÉ Çááå - Pemberian Allah - &lt;br /&gt;Hibban - ÍÈÇä - Yang dikasihi - Pengasih&lt;br /&gt;Hibri - ÍÈÑí - Keindahanku - kecantikanku&lt;br /&gt;Hidayatullah - åÏÇíÉ Çááå - Pertunjuk Allah - &lt;br /&gt;Hilal - åáÇá - Bulan sabit - &lt;br /&gt;Hidayat - åÏÇíÊ - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Hilali - åáÇáí - Bulan sabitku - &lt;br /&gt;Hijan - åÌÇä - Yang mulia - yang berketurunan mulia&lt;br /&gt;Hijazi - ÍÌÇÒí - Nisbah - tali pengikat&lt;br /&gt;Hikmat - ÍßãÊ - Hikmat - &lt;br /&gt;Hilman - ÍáãÇä - Kesopanan - kesabaran&lt;br /&gt;Hilmi - Íáãí - Kesopanan - kesabaranku&lt;br /&gt;Hisyam - åÔÇã - Kemurahan hati - &lt;br /&gt;Hisyamuddin - åÔÇã ÇáÏíä - Kemurahan agama - &lt;br /&gt;Hud - åæÏ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Hulwan - ÍáæÇä - Kebajikan - balasan upah&lt;br /&gt;Humaidi - ÍãíÏí - Kepujianku - &lt;br /&gt;Husain - ÍÓíä - Yang cantik - yang elok&lt;br /&gt;Husain - ÍÕíä - Benteng pertahanan - &lt;br /&gt;Husaini - ÍÓíäí - Kebaikanku - kecantikanku&lt;br /&gt;Huzaifah - ÍÐíÝÉ - Nama sahabat - pukulan lemparan&lt;br /&gt;Humam - åãÇã - Yang mulia - pahlawan berani&lt;br /&gt;Ibrahim - ÇÈÑÇåíã - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman - &lt;br /&gt;Idraki - ÇÏÑÇßí - Kefahamanku - &lt;br /&gt;Idris - ÇÏÑíÓ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ihsan - ÇÍÓÇä - Kebaikan - &lt;br /&gt;Ijlal - ÇÌáÇá - Penghormatan - kekuatan&lt;br /&gt;Ikhwan - ÇÎæÇä - saudara - &lt;br /&gt;Ikhtiaruddin - ÇÎÊíÇÑ ÇáÏíä - Pilihan agama - &lt;br /&gt;Ilmam - ÇáãÇã - Pengetahuan - &lt;br /&gt;Ilyas - ÇáíÇÓ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ilyasa' - ÇáíÓÚ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ikhtiari - ÇÎÊíÇÑí - Pilihanku - &lt;br /&gt;Iqbal - ÇÞÈÇá - Kunjungan - Tampilan&lt;br /&gt;Irsyad - ÇÑÔÇÏ - Petunjuk - &lt;br /&gt;Irsyaduddin - ÇÑÔÇÏ ÇáÏíä - Petunjuk agama - &lt;br /&gt;Ishak - ÇÓÍÇÞ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Iskandar - ÇÓßäÏÑ - Nama seorang raja - &lt;br /&gt;Islam - ÇÓáÇã - Penyerahan - &lt;br /&gt;Ismail - ÇÓãÇÚíá - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Iyad - ÇíÇÏ - Sokongan - kekuatan&lt;br /&gt;Iyas - ÇíÇÓ - Yang mengecewakan lawan - pemberian&lt;br /&gt;Iylia' - ÇíáíÇÁ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kelegaan - kelapangan&lt;br /&gt;Izdiyad - ÇÒÏíÇÏ - Pertambahan - &lt;br /&gt;Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Perkembangan - kemajuan&lt;br /&gt;Iffat - ÚÝÊ - Maruah - Kehormatan diri&lt;br /&gt;Isam - ÚÕÇã - Pemeliharaan - perjanjian&lt;br /&gt;Iz'aan - ÇÐÚÇä - Kepatuhan - &lt;br /&gt;Iffat - ÚÝÊ - Maruah - kehormatan diri&lt;br /&gt;Ifwat - ÚÝæÊ - Yang terbaik - &lt;br /&gt;Ikrimah - ÚßÑãå - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Adabi - ÇÏÈí - kesopananku - &lt;br /&gt;Isamuddin - ÚÕÇã ÇáÏíä - Pemeliharaan - Pegangan agama&lt;br /&gt;'Imadi - ÚãÇÏí - Sokonganku - &lt;br /&gt;'Imaduddin - ÚãÇÏ ÇáÏíä - Tiang agama - &lt;br /&gt;'Imran - ÚãÑÇä - Kemajuan - pembangunan&lt;br /&gt;'Irfan - ÚÑÝÇä - Perkenalan - pengakuan&lt;br /&gt;Ismat - ÚÕãÊ - Pemeliharaan - berdaya menjauhkan diri dari maksiat&lt;br /&gt;'Iyadh - ÚíÇÖ - Gantian - Pengganti&lt;br /&gt;'Iwadh - ÚæÖ - Gantian - Pengganti&lt;br /&gt;'Izzat - ÚÒÊ - Kemuliaan dan kekuatan agama - &lt;br /&gt;'Izzuddin - ÚÒ ÇáÏíä - Kemuliaan dan kekuatan agama - &lt;br /&gt;'Izzul Islam - ÚÒ ÇáÇÓáÇã - Kemuliaan dan kekuatan Islam - &lt;br /&gt;Ja'afar - ÌÚÝÑ - Anak sungai - &lt;br /&gt;Jabir - ÌÇÈÑ - Yang berkeadaan baik - yang melegakan hati&lt;br /&gt;Jabran - ÌÈÑÇä - Pengganti - pembetul&lt;br /&gt;Jabrullah - ÌÈÑ Çááå - Pertolongan Allah - &lt;br /&gt;Jabri - ÌÈÑí - Pertolonganku - keredhaanku&lt;br /&gt;Jafni - ÌÝäí - Kawalanku dari kejahatan - &lt;br /&gt;Jailam - Ìíáã - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Jailani - ÌíáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Jalal - ÌáÇá - Kermuliaan - keagungan&lt;br /&gt;Jalaluddin - ÌáÇá ÇáÏíä - Kebesaran dan kemuliaan agama - &lt;br /&gt;Jalaa' - ÌáÇÁ - Keterangan kelegaan - &lt;br /&gt;Jali - Ìáí - Yang terang yang nyata - &lt;br /&gt;Jamal - ÌãÇá - Kecantikan - &lt;br /&gt;Jamali - ÌãÇáí - Kecantikanku - &lt;br /&gt;Jamaluddin - ÌãÇá ÇáÏíä - Keindahan agama - &lt;br /&gt;Jamalullail - ÌãÇá Çááíá - Keindahan malam - &lt;br /&gt;Jamil - Ìãíá - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jamri - ÌãÑí - Perhimpunanku - &lt;br /&gt;Jarir - ÌÑíÑ - Yang menarik - yang memandu&lt;br /&gt;Jaudat - ÌæÏÊ - Kebaikan - keelokkan&lt;br /&gt;Jauhar - ÌæåÑ - Permata - &lt;br /&gt;Jauhari - ÌæåÑí - Permataku - &lt;br /&gt;Jauzi - ÌæÒí - Nisbah - &lt;br /&gt;Jawad - ÌæÇÏ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Jilani - ÌíáÇäí - Persiaranku - &lt;br /&gt;Jiwari - ÌæÇÑí - Jaminanku - keamananku&lt;br /&gt;Jauni - Ìæäí - Putih - siang&lt;br /&gt;Jazil - ÌÒíá - Yang besar - yang banyak&lt;br /&gt;Jazli - ÌÒáí - Yang fasih - &lt;br /&gt;Jubair - ÌÈíÑ - Pertolongan - keredhaan&lt;br /&gt;Juwaini - Ìæíäí - Siang - putih&lt;br /&gt;Jufri - ÌÝÑí - Keluasan - yang ditengah&lt;br /&gt;Juma'at - ÌãÚÉ - Hari Jumaat - &lt;br /&gt;Juman - ÌãÇä - Mutiara - &lt;br /&gt;Jumani - ÌãÇäí - Mutiaraku - &lt;br /&gt;Junaid - ÌäíÏ - Askar - negeri&lt;br /&gt;Junaidi - ÌäíÏí - Perajuritku - negeriku&lt;br /&gt;Jurjani - ÌÑÌÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Juwaidi - ÌæíÏí - Keelokanku - &lt;br /&gt;Jad - ÌÇÏ - Yang bersungguh-sungguh - &lt;br /&gt;Jadulhaq - ÌÇÏ ÇáÍÞ - Jalan kebenaran - &lt;br /&gt;Jazlan - ÌÐáÇä - Yang riang gembira - &lt;br /&gt;Jazali - ÌÐáí - Kerianganku - &lt;br /&gt;Jazuli - ÌÒæáí - Pembesar - nisbah&lt;br /&gt;Jahid - ÌÇåÏ - Yang berusaha - yang bersungguh-sungguh&lt;br /&gt;Jahir - ÌåíÑ - Yang cantik - yang bersuara lantang&lt;br /&gt;Jihad - ÌåÇÏ - Perjuangan kerana mempertahankan agama - &lt;br /&gt;Kalmani - ßáãÇäí - Yang fasih - yang baik percakapannya&lt;br /&gt;Kailani - ßíáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Kaisan - ßíÓÇä - Yang bijak - &lt;br /&gt;Kamal - ßãÇá - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Kamaluddin - ßãÇá ÇáÏíä - Kesempurnaan agama - &lt;br /&gt;Kamil - ßÇãá - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Kauthar - ßæËÑ - Nikmat yang banyak - &lt;br /&gt;Kazim - ßÇÙã - Yang menahan marah - &lt;br /&gt;Kafil - ßÝíá - Penjamin - &lt;br /&gt;Adhwa' - ÇÖæÇ - cahaya - &lt;br /&gt;Karami - ßÑÇãí - Kemuliaanku - &lt;br /&gt;Karim - ßÑíã - Yang mulia - &lt;br /&gt;Kuram - ßÑÇã - yang mulia - &lt;br /&gt;Khabir - ÎÈíÑ - Yang pakar yang berpengalaman - &lt;br /&gt;Khair - ÎíÑ - Kebajikan - yang baik&lt;br /&gt;Khairi - ÎíÑí - Kebaikanku - &lt;br /&gt;Khairani - ÎíÑÇäí - kebaikanku - kebajikanku&lt;br /&gt;Khairuddin - ÎíÑ ÇáÏíä - Sebaik-baik agama - &lt;br /&gt;Khairulanam - ÎíÑ ÇáÇäÇã - sebaik-baik manusia - &lt;br /&gt;Khairulanwar - ÎíÑ ÇáÇäæÇÑ - Sebaik-baik cahaya - &lt;br /&gt;Khairuzzaman - ÎíÑ ÇáÒãÇä - Sebaik-baik masa - &lt;br /&gt;Khalaf - ÎáÝ - Anak yang soleh - &lt;br /&gt;Khaladi - ÎáÏí - akalku - &lt;br /&gt;Khaldun - ÎáÏæä - Kekekalan - &lt;br /&gt;Khalid - ÎÇáÏ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khalifah - ÎáíÝÉ - Wakil. Pengganti - &lt;br /&gt;Khalil - Îáíá - Sahabat yang khusus - yang istimewa&lt;br /&gt;Khalis - ÎÇáÕ - Yang bersih - suci&lt;br /&gt;Khamis - ÎãíÓ - Hari Khamis - &lt;br /&gt;Khattab - ÎØÇÈ - Yang banyak berpidato - &lt;br /&gt;Khatib - ÎØíÈ - Pemidato - pensyarah&lt;br /&gt;Khuldi - ÎáÏí - Kekekalanku - &lt;br /&gt;Khumaini - Îãíäí - Nisbah - ramalan&lt;br /&gt;Khuwailid - ÎæíáÏ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khuwarizmi - ÎæÇÑÒãí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qabus - ÞÇÈæÓ - Yang kacak - &lt;br /&gt;Qamari - ÞãÑí - Bulanku - &lt;br /&gt;Qamaruddin - ÞãÑ ÇáÏíä - Bulan agama - &lt;br /&gt;Qamarul Arifin - ÞãÑ ÇáÚÇÑÝíä - Bulan orang 'arif - &lt;br /&gt;Qamaruzzaman - ÞãÑ ÇáÒãÇä - Bulan masa - &lt;br /&gt;Qamarul Islam - ÞãÑ ÇáÇÓáÇã - Bulan Islam - &lt;br /&gt;Qandil - ÝäÏíá - Pelita - &lt;br /&gt;Qairawani - ÞíÑæÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qasim - ÞÇÓã - Pembahagi - peneliti&lt;br /&gt;Qasiem - ÞÓíã - Yang cantik - &lt;br /&gt;Qastalani - ÞÓØáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qarar - ÞÑÇÑ - Ketetapan - asas&lt;br /&gt;Qatadah - ÞÊÇÏå - Nama sahabat - &lt;br /&gt;Qawiem - Þæíã - Yang lurus - &lt;br /&gt;Qiwamuddin - ÞæÇã ÇáÏíä - Asas agama - &lt;br /&gt;Qurtubi - ÞÑØÈí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qusyairi - ÞÔíÑí - Nisbah - hujan&lt;br /&gt;Qutaibah - ÝÊíÈå - Nama Tabi'e - &lt;br /&gt;Qutub - ÞØÈ - Ketua - asas&lt;br /&gt;Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama - &lt;br /&gt;Qutbul Islam - ÝØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam - &lt;br /&gt;Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku&lt;br /&gt;Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal&lt;br /&gt;Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan - &lt;br /&gt;Lam'aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku - &lt;br /&gt;Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan&lt;br /&gt;Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih - &lt;br /&gt;Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan&lt;br /&gt;Lutfi - áØÝí - lemah lembutku - kesopananku&lt;br /&gt;Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏÈä - Panji agama - &lt;br /&gt;Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan - &lt;br /&gt;Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Lut - áæØ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ma'mun - ãÇÁãæä - Yang aman - &lt;br /&gt;Ma'an - ãÚä - Yang mudah - &lt;br /&gt;Ma'sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan - &lt;br /&gt;Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama. - &lt;br /&gt;Qutbul Islam - ÞØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam. - &lt;br /&gt;Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku.&lt;br /&gt;Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal&lt;br /&gt;Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan santun. - &lt;br /&gt;Lam'aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku - gemerlapanku.&lt;br /&gt;Adib - ÇÏíÈ - yang berpengetahuan - &lt;br /&gt;Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan.&lt;br /&gt;Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih. - &lt;br /&gt;Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan.&lt;br /&gt;Lutfi - áØÝí - Lemah lembutku - kesopananku.&lt;br /&gt;Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏíä - Panji agama. - &lt;br /&gt;Liwaul Islam - áæÇÁ ÇáÇÓáÇã - Panji Islam. - &lt;br /&gt;Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan. - &lt;br /&gt;Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Lut - áæØ - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Ma'mun - ãÇÁãæä - Yang aman. - &lt;br /&gt;Ma'an - ãÚä - Yang mudah. - &lt;br /&gt;Ma'sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara. - &lt;br /&gt;Mahir - ãÇåÑ - Mahir - bijak&lt;br /&gt;Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan. - &lt;br /&gt;Maddah - ãÏÇÍ - Yang banyak memuji. - &lt;br /&gt;Madhi - ãÏÍí - Pujianku. - &lt;br /&gt;Mahdhar - ãÍÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. - &lt;br /&gt;Mahadhir - ãÍÇÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. - &lt;br /&gt;Mahdi - ãåÏí - Yang dipimpin - yang beroleh hidayat.&lt;br /&gt;Mahlam - ãÍáã - Kesopanan - &lt;br /&gt;Mahmud - ãÍãæÏ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Mahfuz - ãÍÝæÙ - Yang terpelihara. - &lt;br /&gt;Maisarah - ãíÓÑå - Kesenangan - kekayaan.&lt;br /&gt;Maisur - ãíÓæÑ - Yang senang. - &lt;br /&gt;Maimun - ãíãæä - Yang diberkati. - &lt;br /&gt;Majdi - ãÌÏí - Kemuliaanku - kebesaranku.&lt;br /&gt;Makram - ãßÑã - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Makhzumi - ãÎÒæãí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Makhluf - ãÎáæÝ - Yang diberi gantian. - &lt;br /&gt;Mamduh - ããÏæÍ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Manaf - ãäÇÝ - Ketinggianku - kenaikan.&lt;br /&gt;Mannan - ãäÇä - Pemurah. - &lt;br /&gt;Mandub - ãäÏæÈ - Wakil. - &lt;br /&gt;Mansur - ãäÕæÑ - Yang menang - yang mendapat pertolongan.&lt;br /&gt;Marami - ãÑÇãí - Cita-citaku - keinginanku&lt;br /&gt;Masrur - ãÓÑæÑ - Yang gembira - &lt;br /&gt;Mifdhal - ãÝÖÇá - Yang amat mulia. - &lt;br /&gt;Mar'ie - ãÑÚí - Yang terpelihara - yang terkawal.&lt;br /&gt;Maududi - ãæÏæÏí - Yang dikasihi - &lt;br /&gt;Mawardi - ãÇæÑÏí - Air mawarku - &lt;br /&gt;Masyhur - ãÔåæÑ - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Munajat - ãäÇÌÇÊ - Bisikan doa - &lt;br /&gt;Munaji - ãäÇÌí - Yang berdoa - &lt;br /&gt;Munawwar - ãäæÑ - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Munib - ãäíÈ - Yang bertaubat - &lt;br /&gt;Misbah Munir - ãÕÈÇÍ ÇáãäíÑ - Pelita yang menyinari. - &lt;br /&gt;Munir - ãäíÑ - Yang menerangi - &lt;br /&gt;Munjid - ãäÌÏ - Yang memberi pertolongan - penyahut seruan&lt;br /&gt;Mit'aa' - ãÚØÇÁ - Dermawan. - &lt;br /&gt;Miqdam - ãÞÏÇã - Yang berani. - &lt;br /&gt;Muntakhab - ãäÊÎÈ - Yang dipilih - yang dilantik&lt;br /&gt;Munzir - ãäÐÑ - Yang memberi ingatan - amaran&lt;br /&gt;Mu'ammar - ãÚãÑ - Yang panjang umur - &lt;br /&gt;Murad - ãÑÇÏ - Yang diingini - yang dikehendaki&lt;br /&gt;Murtadha - ãÑÊÖì - Yang redha - &lt;br /&gt;Mu'az - ãÚÇÐ - Yang dilindungi - nama sahabat.&lt;br /&gt;Musa - ãæÓì - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Mubarak - ãÈÇÑß - Yang diberkati. - &lt;br /&gt;Musaiyar - ãÓíÑ - Yang dikendalikan oleh Allah - &lt;br /&gt;Muslih - ãÕáÍ - Yang memulihkan - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Mubin - ãÈíä - Yang nyata - yang terang.&lt;br /&gt;Muslihin - ãÕáÍíä - Yang memulihkan - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Muslihuddin - ãÕáÍ ÇáÏíä - Pemulih agama - &lt;br /&gt;Mudrikah - ãÏÑßÉ - Yang kuat kefahamannya. - &lt;br /&gt;Muslim - ãÓáã - Yang menyerah diri kepada Allah - &lt;br /&gt;Mustafa - ãÕØÝì - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Mustanir - ãÓÊäíÑ - Yang bersinar - &lt;br /&gt;Mustaqim - ãÓÊÞíã - Yang lurus - &lt;br /&gt;Mutammim - ãÊãã - Yang menyempurnakan - &lt;br /&gt;Mutie' - ãØíÚí - Yang taat - &lt;br /&gt;Muhaimin - ãåíãä - Yang berkuasa - yang memelihara dan mengawal.&lt;br /&gt;Mutawalli - ãÊæáí - Yang mengurus - yang mengendali&lt;br /&gt;Muhammad - ãÍãÏ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Muttalib - ãØáÈ - Yang menuntut dari masa kesemasa - &lt;br /&gt;Muzhaffar - ãÙÝÑ - Yang beroleh kemenangan - &lt;br /&gt;Muharram - ãÍÑã - Bulan Muharram. - &lt;br /&gt;Muhsan - ãÍÕä - Yang terpelihara kehormatannya. - &lt;br /&gt;Nasri - äÕÑí - Pertolonganku - &lt;br /&gt;Nasruddin - äÕÑ ÇáÏíä - Pertolongan Agama - &lt;br /&gt;Muhsin - ãÍÓä - Yang membuat kebaikan dan ihsan. - &lt;br /&gt;Nasrullah - äÕÑ Çááå - Pertolongan Allah - &lt;br /&gt;Nasrun - äÕÑæä - Pertolongan - &lt;br /&gt;Muhtaram - ãÍÊÑã - Yang dihormati. - &lt;br /&gt;Nasrulhaq - äÕÑ ÇáÍÞ - Pertolongan kebenaran - &lt;br /&gt;Nawawi - äææí - Nisbah - &lt;br /&gt;Nasyit - äÔíØ - Yang cergas - &lt;br /&gt;Muhajir - ãåÇÌÑ - Yang berhijrah. - &lt;br /&gt;Nawi - äÇæí - Ketua - &lt;br /&gt;Naufal - äæÝá - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Nasyat - äÔÇØ - Kecergasan - &lt;br /&gt;Nazih - äÒíå - Yang bersih - yang suci&lt;br /&gt;Nazim - äÇÙã - Penyajak - &lt;br /&gt;Nazmi - äÙãí - Keindahanku - bintangku&lt;br /&gt;Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama. - &lt;br /&gt;Nikmat - äÚãÉ - Nikmat - &lt;br /&gt;Nikmatullah - äÚãÉ Çááå - Nikmat Allah - &lt;br /&gt;Nizamuddin - äÙÇã ÇáÏíä - Peraturan agama - &lt;br /&gt;Nizar - äÒÇÑ - Yang memerintah - &lt;br /&gt;Nu'aim - äÚíã - nikmat - &lt;br /&gt;Nufail - äÝíá - Pemberian - hadiah&lt;br /&gt;Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang yang berhijra - &lt;br /&gt;Nujaid - äÌíÏ - Keberanian - &lt;br /&gt;Nu'man - äÚãÇä - Kebaikan - kenikmatan&lt;br /&gt;Nuri - äæÑí - Cahayaku - &lt;br /&gt;Nuruddin - äæÑ ÇáÏíä - Cahaya agama - &lt;br /&gt;Nurulhaq - äæÑÇáÍÞ - Cahaya kebenaran - &lt;br /&gt;Nurul Islam - äæÑ ÇáÇÓáÇã - Cahaya Islam - &lt;br /&gt;Nur Hidayat - äæÑ ÇáåÏÇíÉ - Cahaya petunjuk - &lt;br /&gt;Nabih - äÈíå - Yang cerdas - yang masyhur&lt;br /&gt;Nabil - äÈíá - Yang cerdik - yang mulia&lt;br /&gt;Nadawi - äÏæí - Nisbah] - &lt;br /&gt;Nadhir - äÖíÑ - Yang berseri-seri - &lt;br /&gt;Nadiy - äÏí - Pemurah - &lt;br /&gt;Nadzir - äÇÙÑ - Pegawai - pemeriksa&lt;br /&gt;Nafie' - äÇÝÚ - Yang bermanfaat - &lt;br /&gt;Nafis - äÝíÓ - Yang bernilai - &lt;br /&gt;Nuh - äæÍ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Nujaid - äÌíÏ - Keberanian - bantuan.&lt;br /&gt;Muhtaram - ãÍÊÑÇã - Yang dihormati - &lt;br /&gt;Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama - &lt;br /&gt;Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang berjihad kerana agama - &lt;br /&gt;Mujtaba - ãÌÊÈì - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Mujtahid - ãÌÊåÏ - Yang tekun dan rajin - &lt;br /&gt;Mujibuddin - ãÌíÈ ÇáÏíä - Penyahut seruan agama - &lt;br /&gt;Mujibur Rahman - ãÌíÈ ÇáÑÍãä - Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih - &lt;br /&gt;Mui'nuddin - ãÚíä ÇáÏíä - Pembela agama - &lt;br /&gt;Mui'zuddin - ãÚÒ ÇáÏíä - Yang memuliakan agama - &lt;br /&gt;Mukahhal - ãßÍá - Yang cantik - &lt;br /&gt;Mukhtar - ãÎÊÇÑ - Yang terpilih - yang memilih&lt;br /&gt;Omar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - yang mendiami&lt;br /&gt;Onn - Úæä - Pertolongan - bantuan&lt;br /&gt;Othman - ÚËãÇä - Yang tekun - nama Sahabat&lt;br /&gt;Rabbani - ÑÈÇäí - yang arif dan soleh - &lt;br /&gt;Radhi - ÑÇÖí - Yang rela - yang redha&lt;br /&gt;Ra'fat - ÑÇÁÝÊ - Belas kasihan - &lt;br /&gt;Rafi' - ÑÇÝÚ - Yang meninggikan - &lt;br /&gt;Rafid - ÑÇÝÏ - Pembantu - pemberi&lt;br /&gt;Rafie' - ÑÝíÚ - Yang tinggi - dan mulia&lt;br /&gt;Rafiq - ÑÝíÞ - Teman - &lt;br /&gt;Rafi'uddin - ÑÝíÚ ÇáÏíä - Penjulang agama - &lt;br /&gt;Rahimi - ÑÍíãí - Kesayanganku - &lt;br /&gt;Rahmat - ÑÍãÊ - Rahmat - belas kasihan&lt;br /&gt;Raid - ÑÇÆÏ - Ketua - pemandu&lt;br /&gt;Raimi - Ñíãí - Kelebihanku - &lt;br /&gt;Rais - ÑÆíÓ - Ketua - &lt;br /&gt;Raiyan - ÑíÇä - Yang puas - yang tidak dahaga&lt;br /&gt;Rajab - ÑÌÈ - Bulan Rejab - &lt;br /&gt;Rajaie - ÑÌÇÆí - Harapanku - &lt;br /&gt;Rajaa' - ÑÌÇÁ - Harapan - &lt;br /&gt;Raji - ÑÇÌí - Yang mengharap - &lt;br /&gt;Rakin - Ñßíä - yang bersopan dan berfikiran wajar - &lt;br /&gt;Ramadhan - ÑãÖÇä - Bulan Ramadhan - &lt;br /&gt;Ramli - Ñãáí - Penghalusanku - ketelitianku&lt;br /&gt;Ramzi - ÑãÒí - Lambangku - &lt;br /&gt;Rasin - ÑÕíä - Yang wajar - yang kukuh&lt;br /&gt;Rasmi - ÑÓãí - Lukisanku - yang rasmi&lt;br /&gt;Rasyad - ÑÔÇÏ - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Rasydan - ÑÔÏÇä - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Rasyid - ÑÔíÏ - Yang mendapat petunjuk dan yang lurus - &lt;br /&gt;Rawi - Ñæí - Yang sihat akal dan badan - &lt;br /&gt;Rawiyani - ÑæíÇäí - Keindahanku - &lt;br /&gt;Razi - ÑÇÒí - Nisbah - &lt;br /&gt;Razin - ÑÒíä - Yang tenang yang wajar - yang sopan&lt;br /&gt;Ridha - ÑÖÇ - Keredhaan - &lt;br /&gt;Ridhauddin - ÑÖÇÁ ÇáÏíä - Keredhaan agama - &lt;br /&gt;Ridhwan - ÑÖæÇä - Keredhaan - &lt;br /&gt;Rif'at - ÑÝÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat&lt;br /&gt;Rifa'at - ÑÝÇÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat&lt;br /&gt;Rifa'ie - ÑÝÇÚí - Yang tinggi darjah - yang mulia&lt;br /&gt;Rifaa' - ÑÝÇÁ - Persetujuan - &lt;br /&gt;Rifaie - ÑÝÇÆì - Persetujuanku - kesesuaianku&lt;br /&gt;Rifdi - ÑÝÏí - Pertolonganku - Pemberianku&lt;br /&gt;Riyadh - ÑíÇÖ - Taman - kebun&lt;br /&gt;Rukaini - Ñßíäí - Kekuatanku - ketahananku&lt;br /&gt;Ruknuddin - Ñßä ÇáÏíä - Tiang - ketahanan agama&lt;br /&gt;Ruslan - ÑÓáÇ - Utusan - &lt;br /&gt;Rusli - ÑÓáí - Utusanku - &lt;br /&gt;Rusydi - ÑÔÏí - Kecerdikanku - kelurusanku&lt;br /&gt;Rusyduddin - ÑÔÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama - petunjuk&lt;br /&gt;Ruzaini - ÑÒíäí - Tempat ketenteramanku - &lt;br /&gt;Saad - ÓÚÏ - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sa'di - ÓÚÏí - Kebahagiaanku - &lt;br /&gt;Sa'aduddin - ÓÚÏ ÇáÏíä - Kebahagiaan agama - &lt;br /&gt;Sa'dan - ÓÚÏÇä - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sa'dun - ÓÚÏæä - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sabar - ÕÈÑ - Kesabaran - &lt;br /&gt;Sabiq - ÓÇÈÞ - Yang terkemuka - yang mendahului&lt;br /&gt;Sabir - ÕÇÈÑ - Yang sabar] - &lt;br /&gt;Sabqi - ÓÈÞí - Pendahuluanku - keutamaanku&lt;br /&gt;Sabran - ÕÈÑÇä - Yang sabar - &lt;br /&gt;Sabur - ÕÈæÑ - Penyabar - &lt;br /&gt;Sadad - ÓÏÇÏ - Kelurusan - ketetapan&lt;br /&gt;Sadari - ÕÏÇÑí - Kepimpinanku - kemajuanku&lt;br /&gt;Sadat - ÓÇÏÇÊ - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sadid - ÓÏíÏ - Yang lurus - yang tepat&lt;br /&gt;Sadiduddin - ÓÏíÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama - &lt;br /&gt;Sadiq - ÕÇÏÞ - Yang berkata benar - &lt;br /&gt;Sadiy - ÓÏí - Yang baik hati - yang berbudi&lt;br /&gt;Sadruddin - ÕÏÑ ÇáÏíä - Pemimpin agama - &lt;br /&gt;Safiy - ÕÝí - Sahabat yang ikhlas - &lt;br /&gt;Safiuddin - ÕÝí ÇáÏíä - Kesucian agama - &lt;br /&gt;Safwan - ÕÝæÇä - Yang bersih yang ikhlas - &lt;br /&gt;Safwat - ÕÝæÉ - Kebersihan - keikhlasan&lt;br /&gt;Sahal - Óåá - Yang mudah - yang senang&lt;br /&gt;Sahlan - ÓåáÇä - Yang mudah - yang senang&lt;br /&gt;Sahli - Óåáí - Kemudahanku - &lt;br /&gt;Saib - ÕÇÆÈ - Yang betul - &lt;br /&gt;Sa'id - ÓÚíÏ - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Sayyid - ÓíÏ - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sayyidi - ÓíÏí - Ketuaku - &lt;br /&gt;Sa'idun - ÓÚíÏæä - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Saifuddin - ÓíÝ ÇáÏíä - Pedang agama - &lt;br /&gt;saiful Islam - ÓíÝ ÇáÇÓáÇã - Pedang Islam - &lt;br /&gt;Saifullah - ÓíÝ Çááå - Pedang Allah - &lt;br /&gt;Sakan - Óßä - Keberkatan - rahmat&lt;br /&gt;Sakani - Óßäí - Keberkatanku - rahmatku&lt;br /&gt;Sakhawi - ÓÎÇæí - Kemurahan hati - nisbah&lt;br /&gt;Salahuddin - ÕáÇÍ ÇáÏíä - Kebaikan agama - &lt;br /&gt;Salam - ÓáÇã - kesejahteraan - &lt;br /&gt;Salamat - ÓáÇãÉ - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;Sali - ÓÇáí - Penghibur - &lt;br /&gt;Salih - ðÇáÍ - Yang baik - &lt;br /&gt;Salihin - ÕÇáÍíä - Yang baik - &lt;br /&gt;Salim - ÓÇáã - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salman - ÓáãÇä - Yang sejahtera - yang selamat&lt;br /&gt;Samahat - ÓãÇÍÉ - Kemaafan - kebaikan hati&lt;br /&gt;Sam'aan - ÓãÚÇä - Pendengtaran - &lt;br /&gt;Sami - ÓÇãí - Yang Tinggi - yang mulia&lt;br /&gt;Samih - ÓãíÍ - Pemaaf - yang baik hati&lt;br /&gt;Samir - ÓãíÑ - Rakan mesra - &lt;br /&gt;Sam'oun - ÓãÚæä - Pendengaran - &lt;br /&gt;Sanad - ÓäÏ - Sandaran - tempat bergantung&lt;br /&gt;Sanhaji - ÕäåÇÌí - nisbah - &lt;br /&gt;Sanim - Óäíã - Yang tinggi darjat - &lt;br /&gt;Saniy - Óäí - Yang tinggi kedudukannya - &lt;br /&gt;Sanusi - ÓäæÓí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sarkhawi - ÓÑÎÓí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sariy - ÓÑí - Yang pemurah lagi mulia - &lt;br /&gt;Sariyan - ÓÑíÇä - Yang pemurah lagi mulia - &lt;br /&gt;Sa'atari - ÓÚÊÑí - Yang mulia - yang berani&lt;br /&gt;Sa'ud - ÓÚæÏ - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Sayuti - ÓíæØí - Nisbah - &lt;br /&gt;Siddiq - ÕÏíÞ - Yang membenarkan - &lt;br /&gt;Sidqi - ÕÏÞí - Kebenaranku - &lt;br /&gt;Silmi - Óáãí - Kedamaiaanku - &lt;br /&gt;Sima - ÓíãÇ - Tanda - gaya&lt;br /&gt;Simia - ÓíãíÇÁ - Tanda - keindahan&lt;br /&gt;Sinwan - ÕäæÇä - Kembar - &lt;br /&gt;Siraj - ÓÑÇÌ - Pelita - &lt;br /&gt;Sirajuddin - ÓÑÇÌ ÇáÏíä - Pelita agama - &lt;br /&gt;Sirhan - ÓÑÍÇä - Berani - &lt;br /&gt;Sirin - ÓíÑíä - Nama seorang Tabi'e - &lt;br /&gt;Su'aidi - ÓÚíÏí - Kebahagiaanku - &lt;br /&gt;Subaih - ÕÈíÍ - Subuh - &lt;br /&gt;Subhi - ÕÈÍí - Subuhku - &lt;br /&gt;Subuki - ÓÈßí - Nisbah] - &lt;br /&gt;Sufi - ÕæÝí - Ahli Tasawwuf - &lt;br /&gt;Sufyan - ÓÝíÇä - Nama sahabat - debu tanah&lt;br /&gt;Suhaib - ÕåíÈ - Putih kemerahan - nama sahabat&lt;br /&gt;Suhail - Óåíá - Senang - mudah&lt;br /&gt;Suhaili - Óåíáí - Kemudahanku - &lt;br /&gt;Suhair - ÓåíÑ - Yang berjaga - &lt;br /&gt;Suhaimi - ÓÍíãí - Nisbah - kehitaman&lt;br /&gt;Sulaim - Óáíã - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Sulaiman - ÓáíãÇä - Nama Nabi - yang sejahtera&lt;br /&gt;Sulaimi - Óáíãí - Kesejahteraanku - &lt;br /&gt;Sulhi - ÕáÍí - Kedamaianku - &lt;br /&gt;Sumsuman - ÓãÓãÇä - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Sulwan - ÓáæÇä - Ketenteraman - kelegaan&lt;br /&gt;Sururi - ÓÑæÑí - kegembiraanku - &lt;br /&gt;Suwadi - ÓæÇÏí - Rahsiaku - &lt;br /&gt;Sya'rani - ÔÚÑÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sya'ban - ÔÚÈÇä - Bulan Sya'ban - &lt;br /&gt;Syabil - ÔÇÈá - Yang besar dalam kesenangan - &lt;br /&gt;Syadad - ÔÏÇÏ - Yang perkasa - &lt;br /&gt;Syafa'at - ÔÝÇÚÉ - Pembelaan - pertolongan&lt;br /&gt;Syafi'ie - ÔÇÝÚí - Pembelaku - nisbah&lt;br /&gt;Syafiq - ÔÝíÞ - Penyayang - &lt;br /&gt;Syahamah - ÔåÇãå - Kemuliaan - kebijaksanaan&lt;br /&gt;Syahmi - Ôåãí - Yang mulia - yang bijak&lt;br /&gt;Syahir - ÔåíÑ - Yang masyhur - &lt;br /&gt;Syahiran - ÔåíÑÇä - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Syahin - ÔÇåíä - Tiang neraca - &lt;br /&gt;Syahrastani - ÔåÑÓÊÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syakir - ÔÇßÑ - Pengenang budi - yang bersyukur&lt;br /&gt;Syamim - Ôãíã - Keharuman - &lt;br /&gt;Syamsuddin - ÔãÓ ÇáÏíä - Matahari agama - &lt;br /&gt;Syamsuzzaman - ÔãÓ ÇáÒãÇä - Matahari masa - &lt;br /&gt;Syamsi - ÔãÓí - Matahariku - &lt;br /&gt;Syaraf - ÔÑÝ - Kemuliaan - &lt;br /&gt;Syarafuddin - ÔÑÝ ÇáÏíä - Kemuliaan agama - &lt;br /&gt;syarbini - ÔÑÈíäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syarif - ÔÑíÝ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Syarifuddin - ÔÑÈÝ ÇáÏíä - Yang mulia agama - &lt;br /&gt;Sya'rawi - ÔÚÑÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syarqawi - ÔÑÞÇæí - Nisbah kepada Timur - &lt;br /&gt;Syatbi - ÔØÈí - Yang tinggi - yang cantik&lt;br /&gt;Syatibi - ÔÇØÈí - Nisbah yang cantik - &lt;br /&gt;Syukani - ÔæßÇäí - Nisbah kekuatan - &lt;br /&gt;Syaukat - ÔæßÊ - Kekuatan - &lt;br /&gt;Syawal - ÔæÇá - Bulan syawal - &lt;br /&gt;Syazali - ÔÇÐÇáí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syazani - ÔÒäí - Kecergasanku - &lt;br /&gt;Syazwan - ÔÐæä - Harum kasturi - &lt;br /&gt;Syazwi - ÔÐæí - keharumanku - &lt;br /&gt;Syimir - ÔãÑ - Yang bertekad - &lt;br /&gt;Syirazi - ÔíÑÇÒ - Nisbah kepada Syiraz - &lt;br /&gt;Syibli - ÔÈáí - Nisbah anak singa - &lt;br /&gt;Syihabuddin - ÔåÇÈ ÇáÏíä - Bintang agama - &lt;br /&gt;Syinnawi - ÔäÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syu'aib - ÔÚíÈ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Syu'bah - ÔÚÈå - Nama sahabat - cabang&lt;br /&gt;Syubrawi - ÔÈÑÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syukur - ÔßæÑ - Kesyukuran - &lt;br /&gt;Syuraih - ÔÑíÍ - Kelegaan - kelapangan&lt;br /&gt;Syukri - ÔßÑí - Kesyukuranku - &lt;br /&gt;Syuhrabil - ÔÑÍÈíá - Nama Sahabat - &lt;br /&gt;Syuwari - ÔæÇÑí - Kecantikanku - perhiasanku&lt;br /&gt;Tabani - ÊÈäí - Kebijaksanaanku - &lt;br /&gt;Tabarani - ØÈÑÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tabari - ØÈÑí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tabin - ÊÈä - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Taha - Øå - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Tahawi - ØÍÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tahir - ØÇåÑ - Yang bersih - &lt;br /&gt;Taib - ØíÈ - Yang baik - &lt;br /&gt;Taimiyah - Êíãíå - Nisbah - &lt;br /&gt;Tajuddin - ÊÇÌ ÇáÏíä - Mahkota agama - &lt;br /&gt;Tajuzzaman - ÊÇÌ ÇáÒãÇä - Mahkota masa - &lt;br /&gt;Tal'at - ØáÚÊ - Ketinggian - pucuk&lt;br /&gt;Talal - ØáÇá - Keindahan - kegembiraan&lt;br /&gt;Talhah - ØáÍÉ - Nama sahabat - anak pokok&lt;br /&gt;Talib - ØÇáÈ - Penuntut - &lt;br /&gt;Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Tamim - Êãíã - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Tamimi - Êãíãí - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Tamamulqamar - ÊãÇã ÇáÞãÑ - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Tamrin - ÊãÑíä - Latihan - &lt;br /&gt;Taqiuddin - ÊÞí ÇáÏíä - Yang bertaqwa - &lt;br /&gt;Tariq - ØÇÑÞ - Bintang subuh - yang mengetuk&lt;br /&gt;Tasnim - ÊÓäíã - air diSyurga yang mengalir dari atas - &lt;br /&gt;Taufiq - ÊæÝíÞ - Pertolongan - &lt;br /&gt;Tawadhu' - ÊæÇÖÚ - Perendahan diri - &lt;br /&gt;Tirmuzi - ÊÑãÐí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tiftazani - ÊÝÊÇÒÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tihami - ÊåÇãí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tibyan - ÊÈíÇä - Penerangan - &lt;br /&gt;Tilimsani - ÊáãÓÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tiryaq - ÊÑíÇÞ - Penawar bagi racun - geliga&lt;br /&gt;Thabat - ËÈáÊ - Ketabahan - &lt;br /&gt;Thabati - ËÈÇÊí - Ketabahanku - &lt;br /&gt;Thabit - ËÇÈÊ - Yang tabah - &lt;br /&gt;Thariy - ËÑí - Yang kaya - &lt;br /&gt;Tharwan - ËÑæÇä - Yang kaya - &lt;br /&gt;Tharwat - ËÑæÇÊ - Kekayaan - &lt;br /&gt;Thaqib - ËÇÞÈ - Yang bijak - yang masyhur&lt;br /&gt;Thaqif - ËÞíÝ - Yang bijak dan cepat faham - &lt;br /&gt;Thubat - ËÈáÊ - Pahlawan yang berani - &lt;br /&gt;Ubaid - ÚÈíÏ - Hamba - nama sahabat&lt;br /&gt;'Ubadah - ÚÈÇÏå - Ibadah - nama sahabat&lt;br /&gt;'Ukasyah - ÚßÇÔå - Labah-labah - nama sahabat&lt;br /&gt;'Ubaidullah - ÚÈíÏ Çááå - Hamba Allah - &lt;br /&gt;'Umar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - nama sahabat&lt;br /&gt;'Umaiyah - ÇãíÉ - Nama sahabat - &lt;br /&gt;'Urabi - ÚÑÇÈí - Kearaban - beresemagat arab&lt;br /&gt;'Urwah - ÚÑæÉ - Tangkai - pegangan&lt;br /&gt;Usaid - ÇÓíÏ - Yang berani - &lt;br /&gt;Usamah - ÇÓÇãå - Yang berani - &lt;br /&gt;Uthman - ÚËãÇä - Yang rajin - dan gigih&lt;br /&gt;Utaibah - ÚÊíÈå - Persimpangan - teguran sahabat&lt;br /&gt;Waki - æßíÚ - Yang kuat - &lt;br /&gt;Wajdi - æÌÏí - Kesayanganku - &lt;br /&gt;Wajih - æÌíå - Yang terkemuka - &lt;br /&gt;Wajihuddin - æÌíå ÇáÏíä - Yang terkemuka pada agama - &lt;br /&gt;Walid - æáíÏ - Kelahiran - yang dilahirkan&lt;br /&gt;Waliuddin - æáí ÇáÏíä - Pembela agama - &lt;br /&gt;Waqar - æÞÇÑ - Kketenangan dan sopan santun - &lt;br /&gt;Waqiuddin - æÞí ÇáÏíä - Pemelihara agama - &lt;br /&gt;Waqur - æÞæÑ - Yang tenang - &lt;br /&gt;Wardi - æÑÏí - Bunga mawarku - &lt;br /&gt;Warid - æÇÑÏ - Yang berani - &lt;br /&gt;Wasim - æÓíã - Yang kacak - cantik&lt;br /&gt;Wasil - æÇÕá - Penyambung - penghubung&lt;br /&gt;Zabad - ÒÈÇÏ - Keharuman kasturi - &lt;br /&gt;Zabadi - ÒÈÇÏí - Keharumanku - &lt;br /&gt;Zabidi - ÒÈíÏí - Yang memberi - yang membuat mentega&lt;br /&gt;Zahab - ÐåÈ - Emas - &lt;br /&gt;Zabir - ÒÈíÑ - Yang pintar - yang kuat&lt;br /&gt;Zahabi - ÐåÈí - Emasku - &lt;br /&gt;Zahi - ÒÇåÑ - Yang gilang gemilang - &lt;br /&gt;Zahid - ÒÇåÏ - Yang berzuhud - &lt;br /&gt;Zahir - ÒÇåÑ - Yang cantik berseri - &lt;br /&gt;Zahier - ÙåíÑ - penolong - pembela&lt;br /&gt;Zahiruddin - ÙåíÑ ÇáÏíä - Penolong - pembela agama&lt;br /&gt;Zahhar - ÒåÇÑ - Yang sangat bergemerlapan - &lt;br /&gt;Zahil - ÒÇåá - Yang tenang hati - &lt;br /&gt;Zahran - ÒåÑÇä - Yang cantik dan berseri - &lt;br /&gt;Zaid - ÒíÏ - Pertambahan - kelebihan&lt;br /&gt;Zaidan - ÒíÏÇä - Yang bertambah - yang berlebihan&lt;br /&gt;Zaidani - ÒíÏÇäí - Yang bertambah - &lt;br /&gt;Zaini - Òíäí - Perhiasanku - &lt;br /&gt;Zakaria - ÒßÑíÇ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Zaki - Ðßí - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zaki - Òßí - Yang baik - yang suci.&lt;br /&gt;Zakir - ÐÇßÑ - Yang berzikir - yang mengenang.&lt;br /&gt;Zakur - ÐßæÒ - Yang banyak berzikir - yang kuat ingatan.&lt;br /&gt;Zakwan - ÐßæÇä - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zainuddin - Òíä ÇáÏíä - Perhiasan agama. - &lt;br /&gt;Zainulabidin - Òíä ÇáÚÇÈÏíä - Perhiasan orang yang beribadat. - &lt;br /&gt;Zainulariffin - Òíä ÇáÚÇÑÝíä - Perhiasan orang yang arif. - &lt;br /&gt;Zainun - Òíäæä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zami' - ÒãíÚ - Yang berani dan gigih. - &lt;br /&gt;Zamir - ÒãíÑ - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zamzam - ÒãÒã - Air Zamzam - &lt;br /&gt;Zayan - Ðåä - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zayani - ÒíÇäí - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zarkasyi - ÒÑßÔí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Zawawi - ÒÇææí - Nisbah - sudut.&lt;br /&gt;Zawir - ÒæíÑ - Ketua - pemimpin.&lt;br /&gt;Zahin - - Yang cerdik. - &lt;br /&gt;Zihni - Ðåäí - Kefahamanku - kekuatan akalku.&lt;br /&gt;Zikri - ÐßÑí - Ingatanku - kenanganku.&lt;br /&gt;Zimam - ÒãÇã - Pemimpin - teraju.&lt;br /&gt;Ziyad - ÒíÇÏ - Pertambahan - kelebihan.&lt;br /&gt;Ziyan - ÒíÇä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zubaidi - ÒÈíÏí - Pemberianku - pilihanku yang terbaik.&lt;br /&gt;Zubair - ÒÈíÑ - Yang gagah perkasa - yang pintar.&lt;br /&gt;Zufar - ÒÝÑ - Ketua - yang berani&lt;br /&gt;Zuhaili - Òåíáí - Yang tenang hati. - &lt;br /&gt;Zuhair - ÒåíÑ - Yang berseri - bunga.&lt;br /&gt;Zuhairi - ÒåíÑí - Yang berseri - bungaku.&lt;br /&gt;Zuhdi - ÒåÏí - Zuhudku - kebencianku kepada dunia .&lt;br /&gt;Zuhrah - ÒåÑÉ - Kecantikan yang menarik - keputihan yang cantik.&lt;br /&gt;Zuhri - ÒåÑí - Kecantikanku. - &lt;br /&gt;Zuhnun - Ðåäæä - Yang cerdik. - &lt;br /&gt;Zulfadhli - ÐæÇáÝÖáí - Yang mempunyai kelebihan. - &lt;br /&gt;Zulfaqar - ÐæÇáÝÞÇÑ - Nama pedang Nabi Muhammad. - &lt;br /&gt;Zulhilmi - ÐæÇáÍáã - Yang mempunyai kesabaran dan kesopanan. - &lt;br /&gt;Zulhusni - ÐæÇáÍÓä - Yang mempunyai kebaikan dan kecantikan - &lt;br /&gt;Zuljamaj - ÐæÇáÌãÇá - Yang mempunyai kecantikan. - &lt;br /&gt;zulkamal - ÐæÇáßãÇá - Yang mempunyai kesempurnaan. - &lt;br /&gt;Zulkaram - ÐæÇáßÑã - Yang mempunyai kemuliaan' - &lt;br /&gt;Zulqarnain - ÐæÇáÞÑäíä - Nama seorang raja. - &lt;br /&gt;Zulkifli - ÐæÇáßÝá - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Zulmajdi - ÐæÇáãÌÏ - Yang mempunyai kemuliaan. - &lt;br /&gt;Zunnun - ÐæÇáäæä - Gelaran Nabi Yunus. - &lt;br /&gt;Zunnur - ÐæÇáäæÑ - Yang bercahaya. - &lt;br /&gt;Zunnurain - ÐæÇáäæÑíä - Yang mepunyai dua cahaya - &lt;br /&gt;Zulwaqar. - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan - kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2338611821413542349?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2338611821413542349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2338611821413542349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2338611821413542349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2338611821413542349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/kumpulan-nama-nama-indah-islam-untuk.html' title='Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Lelaki (Ikhwan)'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-697753706634296525</id><published>2007-12-17T22:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T23:12:04.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Fosil Kerangka Manusia Raksasa di Saudi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s1600-h/Aad4_sm.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144971925698180626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s320/Aad4_sm.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kerangka ini di temukan diwilayah gurun pasir yang di sebut juga sebagai wilayah kosong dengan istilah arabnya di sebut &lt;em&gt;â'oRab-Ul-Khaleeâ'&lt;/em&gt;. Penemuan ini ditemukan oleh tim ekspolari ARAMCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah (SWT) pernah menciptakan manusia dengn ukuran yang luar biasa. Mereka adalah kaum Aad dimana Nabi Hud (AS) diutus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat tinggi, besar dan kuat sebagaimana mereka mampu menumbangkan batang pohon hanya dengan menngunakan tangan. Bandingin aja sendiri gambarnya. Disampingnya ada berdiri dua orang manusia jaman sekarang. Kecil banget ya. &lt;div class="fullpost"&gt;Kaum Aad adalah kaumnya Nabi Hud As, Pada saat Nabi Hud menyerukan seruan Allah kepada mereka, mereka malah membangkang dengan terus melecehkan Nabi-Nya dan terus melakukan dosa. Mereka kemudian dimusnahkan. Orang-orang Saudia Arabia percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari kaum Aad. Pihak kemiliteran Saudi Arabia menutup seluruh wilayah tsb dan tidak mengizinkan seorangpun memasukinya kecuali pihak ARAMCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini disimpan secara rahasia tetapi sebuah helicopter militer mengambil&lt;br /&gt;beberapa gambar dari udara dan kemudian salah satu gambar tsb bocor keinternet di Saudi Arabia. Perhatikan gambar tsb dan bandingkan ukuran dua lelaki yang sedang berdiri dengan ukuran tengkorak tsb. Dengan ditemukannya Tengkorak ini maka makin tertamparlah teori evolusi darwin. Darwin luput menyuil keberadaan manusia yang bertubuh sangat besar ini. Padahal manusia berukuran besar ini pernah exist di muka bumi. Bahkan teori ini tidak bisa untuk menjelaskan apapun tentang adanya manusia raksasa, betapa lemahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Al-Qur'an yang justru semakin terbuktilah kebenarannya.&lt;a href="http://www.graphics.cornell.edu/outreach/mastodon/skeleton-overhead-pos03.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 262px; CURSOR: hand" height="212" alt="" src="http://www.graphics.cornell.edu/outreach/mastodon/skeleton-overhead-pos03.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Arkeolog percaya, bahwa tulang kerangka manusia raksasa ini termasuk golongan bangsa At yang dalam kitab suci Alqur’an disebut sebagai bangsa yang dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak militer Saudi Arabia telah mengambil alih kawasan itu. Kecuali tim eksplorasi ARAMCO, orang lain siapapun dilarang masuk ke dalam. Pemerintah Arab Saudi terus menyimpan rahasia temuan tersebut, namun, sejumlah helicopter pihak militer telah mengambil foto tersebut dari atas angkasa, hingga akhirnya alhamdulillah foto hasil jepretannya bisa kita lihat sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-697753706634296525?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/697753706634296525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=697753706634296525&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/697753706634296525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/697753706634296525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/fosil-kerangka-manusia-raksasa-di-saudi.html' title='Fosil Kerangka Manusia Raksasa di Saudi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s72-c/Aad4_sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4026338091635347509</id><published>2007-12-17T22:06:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T22:22:17.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Banget'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Di Temukan Teks Asli Lagu Indonesia Raya</title><content type='html'>Ternyata, sudah lebih dari setengah abad kemerdekaan Indonesia, barulah di temukan teks asli dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kita selama ini hanya menyanyikan atau bahkan hanya mengenal Lagu Indonesia Raya terdiri dari satu stanza saja. Padahal tidaklah demikian, Wr. Supratman menciptakan lagunya berisikan 3 stanza. Setelah di dengarkan rekamannya, terlihat sekali perbedaannya dengan Lagu Indonesia Raya sekarang. Temponya jauh lebih cepat. &lt;div class="fullpost"&gt;Adalah pakar telematika Roy Suryo yang berhasil menemukan seluloid rekaman asli Indonesia Raya di Perpustakaan Leiden, Belanda. Lirik lagu dan gambaran suasana Indonesia zaman itu terekam dalam film seluloid asli yang dibuat pada bulan September 1944 (tahun Jepang 2604).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul kecurigaan, apakah perpustakaan Leiden di Belanda sengaja menyembunyikan fakta dan dokumen sejarah Indonesia itu? Sama sekali tidak, menurut Roy, pihak Netherland bukanlah bermaksud menyembunyikannya, melainkan merawatnya dengan baik hingga awet sampai sekarang. Barangkali kalau disimpan di Arsip nasional kita, bisa-bisa terbengkalai dan tidak terawat dengan baik. Begitu kata Roy. Ya barangkali saja Netherland menganggap Lagu Indonesia Raya termasuk kedalam dokumen sejarahnya, karena Indonesia merupakan bagian masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah Teks asli dari Lagu Indonesia Raya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri ’Djadi Pandoe Iboekoe&lt;br /&gt;Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe&lt;br /&gt;Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali, red&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanza 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja&lt;br /&gt;Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja&lt;br /&gt;Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali, red&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanza 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri ’Njaga Iboe Sedjati&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;br /&gt;Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja&lt;br /&gt;Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja&lt;br /&gt;Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-4026338091635347509?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4026338091635347509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4026338091635347509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4026338091635347509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4026338091635347509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/di-temukan-naskah-asli-indonesia-raya.html' title='Di Temukan Teks Asli Lagu Indonesia Raya'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2420532499064969790</id><published>2007-12-17T20:40:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T20:47:07.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Banget'/><title type='text'>Bahasa Indonesia Keren Loh</title><content type='html'>Ternyata pengaruh bahasa Inggris nggak hanya di kota loh, tetapi juga di desa-desa. Dalam pergaulan sehari-hari di kota kecil pun terasa sekali. Suatu cerita di daerah pulau bintang seorang nenek ngomong ama cucunya . “&lt;em&gt;Minta lemonade&lt;/em&gt;,” katanya. Untung ada kakek tetangga yang mengerti. “&lt;em&gt;Nenek ingin limun&lt;/em&gt;” kata sang kakek geli. Di kota kecil bernama Tanjung Pinang itu sangat lumrah menyebut lemonade untuk menyebutkan jenis minuman sirup dalam botol. Penduduk di pulau kecil yang berseberangan dengan Singapura ini memang sangat terpengaruh oleh bahasa Inggris yang dibawa oleh orang-orang Singapura yang tengah melancong ke Tanjung Pinang. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Situasi Singapura yang memiliki banyak bahasa memang sangat berbeda dengan Indonesia. “Mereka memang memiliki banyak bahasa yaitu Cina, Melayu, dan Inggris. Bukan melarang gaya bahasa yang sudah telanjur enak dipakai. Namun Bahasa Indonesia adalah bahasa berkosa kata banyak dan indah. Berikut tips yang mungkin bisa membangkitkan rasa nasionalis kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Jangan minder menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga keren. Perhatikan puisi-puisi yang ditulis para sastrawan ternama, indah dan dalam maknanya kayak khairil anwar, ws rendra, dll;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Intelektualitas seseorang juga bukan dilihat dari gaya bahasa asingnya loh !, Liat aja di Jepang, banyak Profesor-profesornya yang nggak bisa berbahasa Inggris. Karena bahasa nggak mempengaruhi intelektual. Melainkan dari potensi dirinya sendiri. Tunjukkan potensi diri kita, orang akan menghargainya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menguasai bahasa asing tentu saja perlu, namun gunakan pada tempatnya, jangan terus-terusan pake bahasa Inggris.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Mempraktikkan bahasa asing sebaiknya jangan di sembarang tempat, lakukan dalam komunitas tertentu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Jika sudah telanjur akrab dengan bahasa campur-campur, minimalkan dengan melakukannya hanya pada teman-teman dekat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Jika belum mendapatkan padanan kata dalam bahasa Indonesia, sah-sah saja menyelipkan dulu istilah tersebut. Namun, jika sudah ada padanannya, mengapa tidak pilih bahasa sendiri? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2420532499064969790?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2420532499064969790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2420532499064969790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2420532499064969790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2420532499064969790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/bahasa-indonesia-keren-loh.html' title='Bahasa Indonesia Keren Loh'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4846309179763263798</id><published>2007-12-17T12:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T13:04:42.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu Arab'/><title type='text'>Elissa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Bain El Ain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya habeebi enta wayn&lt;br /&gt;Tawal hal layl&lt;br /&gt;Alby dab w damaa el ain&lt;br /&gt;Sehran el lail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ely ely ya zaman lawayn berooh&lt;br /&gt;keef betensa yali kan albi magrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laily aam beytool&lt;br /&gt;wel fakir mashqool ala tool&lt;br /&gt;alby dayeb wenta ghayeb&lt;br /&gt;dawabt elrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayn el ain w remsh el ain&lt;br /&gt;saken ya noor el ainain&lt;br /&gt;dawabetny hal layali ely enta dayea wain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yama yama boadak tal&lt;br /&gt;wel shoa gonoon&lt;br /&gt;enta ra7 tebaa bel bal&lt;br /&gt;wain ma betkoon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ely ely ya zaman lawayn berooh&lt;br /&gt;keef betensa yali kan albi magrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laily am beytool&lt;br /&gt;wel fakir mashqool ala tool&lt;br /&gt;alby dayeb wenta ghayeb&lt;br /&gt;dawabt elrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayn el ain w remsh el ain&lt;br /&gt;saken ya noor el ainain&lt;br /&gt;dawabetny hal layali ely enta dayea wain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-4846309179763263798?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4846309179763263798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4846309179763263798&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4846309179763263798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4846309179763263798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/elissa.html' title='Elissa'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5779052663183379100</id><published>2007-12-16T17:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T18:27:15.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang Akidah'/><title type='text'>Mengapa Al Qur'an Berbahasa Arab?</title><content type='html'>Mengapa Al-Quran diturunkan kepada seorang Nabi yang &lt;em&gt;Ummiy&lt;/em&gt;? Mengapa tidak diberikan kepada pembesar Mekkah maupun &lt;em&gt;Tha’if&lt;/em&gt; saja?” Pertanyaan seperti ini sering terjadi. Sama hal nya dengan pernyataan, “Mengapa Al-Qur’an berbahasa Arab?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dalil yang mengungkap hal ini. Diantaranya; QS. 12: 2, 14: 4, 13: 37, 16: 103, 19: 97, 20: 113, 26: 193-195, 26: 198-199, 39: 28, 41: 3, 41: 44, 43: 3, 44: 58, dan 46 : 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikata, hampir semua ayat tersebut menyatakan, bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dalam “bahasa Arab”. Adalah keliru jika karena Allah menurunkan Al-Quran ke dalam bahasa Arab kemudian dikatakan “tidak universal”.&lt;br /&gt;Kenapa Allah memilih bahasa Arab? Bukan bahasa lain? Barangkali itu adalah hak Allah. Meski demikian, pilihan Allah mengapa Al-Quran itu dalam bahasa Arab bisa dijelaskan secara ilmiah. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, sampai hari ini, bahasa yang berasal dari rumpun Semit yang masih bertahan sempurna adalah bahasa Arab. Bahkan Bible (&lt;em&gt;Old Testament&lt;/em&gt;) yang diklaim bahasa aslinya bahasa Ibrani (&lt;em&gt;Hebrew&lt;/em&gt;) telah musnah, sehingga tidak ada naskah asli dari Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, menurut Isrâ’il Wilfinson, dalam bukunya &lt;em&gt;Târîk al-Lughât al-Sâmiyyah&lt;/em&gt; (History of Semitic Language), seperti yang dikutip Prof. Al-A‘zamî, ternyata bahasa asli PL itu tidak disebut Ibrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pra-pengasingan (pre-exilic language) yang digunakan oleh Yahudi adalah dialek Kanaan dan tidak dikenal sebagai Ibrani. Orang-orang Funisia (atau lebih tepatnya, orang-orang Kanaan) menemukan alfabet yang benar pertama kali ± 1500 S.M, berdasarkan huruf-huruf ketimbang gambar-gambar deskriptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua alfabet yang berturut-turut seterusnya adalah utang budi pada, dan berasal dari, pencapaian Kanaan ini. (Prof. Dr. M.M. Al-A‘zamî, &lt;em&gt;The History of The Qur’ânic Text from Revelation to Compilation&lt;/em&gt; (edisi Indonesia), terjemah: Sohirin Solihin, dkk., GIP, 2005, hlm. 259).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Testament (Gospel, Injil) yang diklaim bahasa aslinya adalah bahasa “Yunani” juga sudah hilang, sehingga tidak ada naskah asli dari Injil. Bahkan, ini bertentangan dengan bahasa Yesus, yang sama sekali tidak paham bahasa Yunani. Bukankah ini ‘mencederai’ saktralitas Injil yang diklaim sebagai ‘firman Tuhan’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, bahasa Arab dikenal memiliki banyak kelebihan: (1) Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup, (2) Bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan, (3) Bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjungsi), yang amat luas hingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian itu tak terdapat dalam bahasa lain. (Lihat, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Depag, edisi revisi, Juli 1989, hlm. 375 (foot-note).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW. dalam bahasa Arab yang nyata (&lt;em&gt;bilisanin ‘Arabiyyin mubinin&lt;/em&gt;), agar menjadi: mukjizat yang kekal dan menjadi hidayah (sumber petunjuk) bagi seluruh manusia di setiap waktu (zaman) dan tempat (makan); untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya: dari kegelapan “syirik” kepada cahaya “tauhid”, dari kegelapan “kebodohan” kepada cahaya “pengetahuan”, dan dari kegelapan “kesesatan” kepada cahaya “hidayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga poin itu berjalan terus atas izin Allah sampai dunia ini hancur, yakni Risalah (Islam), Rasul (Muhammad SAW) dan Kitab (Al-Qur’an)). (Lihat, Prof. Dr. Thaha Musthafa Abu Karisyah, &lt;em&gt;Dawr al-Azhar wa Jami‘atihi fi Khidmat al-Lughah al-‘Arabiyyah wa al-Turats al-Islamiy&lt;/em&gt;, dalam buku &lt;em&gt;Nadwat al-Lughah al-‘Arabiyyah, bayna al-Waqi‘ wa al-Ma’mul&lt;/em&gt;, 2001, hlm. 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Islam itu satu risalah (misi) yang “universal” dan “kekal”, maka mukjizatnya harus retoris (bayaniyyah), linguistik (lisaniyyah) yang kekal. Dan Allah telah berjanji untuk memelihara Al-Qur’an, seperti yang Ia jelaskan, “&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Dzikra (Al-Qur’an) dan Kami pula yang memeliharanya&lt;/em&gt;.” (Qs. 15: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, menurut Syeikhu’l-Islam, Ibnu Taimiyah, “Taurat diturunkan dalam bahasa Ibrani saja. Dan Musa ‘alayhissalam tidak berbicara kecuali dengan bahasa itu. Begitu juga halnya dengan al-Masih: tidak berbicara tentang Taurat dan Injil serta perkara lain kecuali dengan bahasa Ibrani. Begitu juga dengan seluruh kitab. Ia tidak diturunkan kecuali dengan “satu bahasa” (bilisanin wahidin): dengan bahasa yang dengannya diturunkan kitab-kitab tersebut dan bahasa kaumnya yang diseru oleh para rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh para Nabi, menyeru manusia lewat bahasa kaumnya yang mereka ketahui. Setelah itu, kitab-kitab dan perkataan para Nabi itu disampaikan: apakah diterjemahkan untuk mereka yang tidak tahu bahasa kitab tersebut, atau orang-orang belajar bahasa kitab tersebut sehingga mereka mengerti makna-maknanya. Atau, seorang utusan menjelaskan makna-makna apa yang dengannya ia diutus oleh Rasul dengan bahasanya...” (Lihat, Ibnu Taimiyah,&lt;em&gt; al-Jawb al-Shahih liman Baddala Dina’l-Masih&lt;/em&gt; (Jawaban Yang Benar, Bagi Perubah Agama Kristus), (Cairo: Dar Ibnu al-Haytsam, 2003, jilid 1 (2 jilid), hlm. 188-189).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Taurat dan Injil, Al-Quran diturunkan dalam satu bahasa, bahasa kaumnya. Bedanya, kenabian yang ada sebelum Islam, hanya diperuntukkan pada kaum tertentu atau zaman tertentu (lokalitas) saja. Nuh misalnya, hanya diutus kepada kaumnya (QS. 7: 59); Hud kepada kaumnya (QS. 7: 65); Shaleh kepada kaumnya (QS. 7: 73); Luth kepada kaumnya (QS. 7: 80); Syu‘aib kepada kaumnya (QS. 7: 85); dan Musa kepada Fir‘aun dan para punggawanya (QS. 7: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Nabi SAW di “&lt;em&gt;Ummu’l-Qura&lt;/em&gt;”, sebagaimana arti yang sudah dijelaskan panjang lebar, bukan hanya dalam pengertian Mekkah semata. Juga bukan hanya untuk orang Quraisy, tidak pula untuk Jazirah Arabia saja, tapi untuk seluruh alam. (Baca QS. 25: 1, 34: 28, 7: 158, dan 9: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalangan Nasrani menganggap Al-Quran tidak universal, maka, seharusnya yang lebih tidak universal justru Bible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bahasa Arab adalah bahasa yang rumit, namun bukanlah hal susah bagi umat Islam menghapalkannya. Ini berbeda dengan kitab suci lain, sebagaimana Bible misalnya. Keuniversalan Al-Quran lainnya, dibuktikan dengan bagaimana Allah menjaganya melalui orang-orang alim dan yang memiliki kelebihan dalam menghapalkannya (tahfiz). Meski terdiri dari ribuan ayat, dalam sejarah, selalu saja banyak orang mampu menghapalkannya secara cermat dan tepat. Hatta, ia orang buta atau anak kecil sekalipun. Al-Quran, mudah dihapal atau dilantunkan dengan gaya apapun. Diakui atau tidak, ini berbeda dengan Bible atau Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, setiap usaha apapun untuk menambah atau mengurangi Al-Quran baik yang dilakukan kalangan orientalis atau orang kafir dalam sepanjang sejarah selalu saja ketahuan. Jangan heran bila banyak umat Islam tiba-tiba ribut gara-gara ada Al-Quran palsu atau sengaja dipalsukan sebagaimana terjadi dalam kasus “The True Furqon.” Barangkali itulah cara Allah menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hebatnya, para penghapal Al-Quran, setiap saat selalu saja lahir dan bisa ditemukan di seluruh dunia. Untuk yang seperti ini, di Indonesia, bahkan sudah mulai banyak dijadikan sebagai pesantren-pesantran formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi kita, belum pernah terdengar ada orang Kristen atau Yahudi yang hapal keseluruhan kitab suci mereka. Bahkan termasuk pendeta atau pastur sekalipun. Mengapa bisa demikian? Saya kira Anda lebih tahu jawabannya. Wallahu a‘lamu bi al-shawab. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-5779052663183379100?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5779052663183379100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5779052663183379100&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5779052663183379100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5779052663183379100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/mengapa-al-quran-berbahasa-arab.html' title='Mengapa Al Qur&apos;an Berbahasa Arab?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5091735490739183093</id><published>2007-12-16T17:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T18:34:10.573+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='F O K U S'/><title type='text'>Benarkah Terjadi Perkosaan Massal, Mei 1998 ?</title><content type='html'>Judul diatas sengaja saya pilih untuk menjawab fitnah keji yang dilontarkan oleh – maaf – netters non muslim. Tujuannya sangat jelas yaitu untuk memojokkan umat muslim dan menstigmatisasi umat muslim, khususnya umat muslim Indonesia, sehingga terbentuklah opini dunia internasional bahwa Indonesia adalah Negara barbar yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah dengan terbentuknya opini tersebut maka terbukalah kesempatan untuk semakin memojokkan dan memarjinalkan peran umat Muslim dalam mengelola Republik tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cuplikan berita yang saya ambil dari kantor berita Antara Jakarta, 2 Agustus 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan media massa nasional dan internasional mengenai perkosaan massal telah menyulut sejumlah aksi demonstrasi di Jakarta, Singapura dan Hongkong, namun belakangan ini ada dugaan bahwa informasi itu merupakan propaganda politik untuk menjatuhkan nama Indonesia. Selain curiga atas adanya ketidakbenaran informasi yang dilansir media massa, beberapa pihak menduga informasi itu bohong dan sengaja disebarkan untuk menjatuhkan dan menjelekkan pemerintah dan masyarakat Indonesia di mata dunia. &lt;strong&gt;Bahkan menurut beberapa kalangan, informasi tersebut merupakan bagian dari ''upaya sistematis'' untuk menambah buruk citra Indonesia di luar negeri&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Perkosaan massal -- seperti dilaporkan Tim Relawan -- terjadi saat kerusuhan 13-15 Mei lalu. Tim itu menampung pengaduan, lalu melaporkannya ke Komnas HAM. Namun tim itu tidak pernah melaporkan kasus-kasusnya kepada polisi untuk pengusutan lebih lanjut. Tim Relawan mempublikasikan korban perkosaan dan pelecehan seksual yang melapor hingga 3 Juli 1998 sebanyak 168 orang -- 152 di Jakarta dan sekitarnya dan 16 di di Solo, Medan, Palembang, dan Surabaya. Umumnya, mereka yang melapor adalah wanita keturunan Cina. Menurut juru bicara Tim Relawan, Ita Fatia Nadia, modus operandi perkosaan merupakan peristiwa yang tak bisa dipisahkan dari kerusuhan Mei itu. Tanpa melakukan cek dan recek apalagi penelitian, pers menulis berita itu. Akibat laporan yang dimuat di berbagai media cetak dan elektronik nasional dan internasional, citra bangsa Indonesia yang tengah terpuruk akibat resesi ekonomi, semakin buruk. Apa pun alasannya, informasi kasus perkosaaan mendesak untuk dituntaskan. Pemerintah telah mengutuk terjadinya kerusuhan. Dan sesuai dengan tuntutan masyarakat, telah pula dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diketuai Wakil Ketua Komnas HAM, Marzuki Darusman. Selain itu, pemerintah juga membentuk komite khusus bagi perlindungan wanita dari segala tindak kekerasan. Komite ini independen dan setingkat dengan Komnas HAM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah tuntutan untuk membentuk tim khusus diwujudkan pemerintah, isu perkosaan massal di masyarakat relatif menurun. Pemberitaan di media massa cetak dan elektronik juga cenderung reda. &lt;strong&gt;Sebelumnya, pers tampak bersemangat mengulas masalah itu. Setelah lewat media cetak, penyebaran isu tersebut dilakukan secara terbuka disertai penghujatan kepada Islam melalui internet. Tak heran jika Komite Indonesia untuk Solidaritas Islam (KISDI) Jumat (31/7) mengadukan majalah Jakarta-Jakarta kepada Menpen, karena di Rubrik Metro-Sex edisi 609 Juli 1998, ada tulisan berjudul &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Vivian yang secara lugas menuduh umat Islam sebagai dalang perkosaaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengamat sosial, Eddy Noor, berpendapat laporan telah terjadi&lt;strong&gt; perkosaan massal sulit dipercaya serta tidak logis&lt;/strong&gt;. Laporan itu, menurut dia, diungkapkan secara sepihak oleh aktivis-aktivis LSM tanpa disertai keberanian untuk menunjukkan korban dan mengadukannya kepada polisi. &lt;strong&gt;Ia menambahkan laporan itu merupakan ''upaya sistematis'' untuk menjelekkan pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagai tindakan balas dendam atas kerugian akibat kerusuhan Mei lalu&lt;/strong&gt;. ''Buktinya laporan itu sebatas laporan dengan mengandalkan pers agar tersebar sehingga citra pemerintah dan bangsa ini menjadi buruk,'' katanya. Mungkin saja ada satu atau dua kasus perkosaan, lalu masalah itu dibesar-besarkan oleh para aktivis LSM, karena memang kesempatan itu terbuka, sebab perkosaan sulit dibuktikan. &lt;strong&gt;Pemerintah, kata Eddy Noor, diharapkan tidak terjebak dengan propaganda itu dan pers tak begitu saja terseret informasi tanpa bukti&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pers telah terlibat jauh karena mereka menulis apa saja yang dikatakan para aktivis LSM tentang perkosaan. Ia mendesak pemerintah meminta bukti kepada LSM dan Tim Relawan dari laporan-laporan orang yang mengaku menjadi korban perkosaan, agar kasusnya bisa ditangani. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ketidaklogisan dari laporan itu, menurut dia, terletak pada informasi bahwa perkosaan terjadi di jalanan, di kendaraan, di taksi, atau di ruko. Padahal saat terjadi kerusuhan, suasana panik manusia berhamburan sehingga sulit bagi orang untuk melakukan perzinahan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Secara psikologis, katanya, suasana saat itu kurang mendukung untuk terjadinya pemerkosaan. Eddy menilai upaya sistematis untuk memburukkan citra Indonesia itu tak ubahnya dengan fitnah dan kejahatan kepada negara. Pemerintah harus menuntut bukti dan bila bukti itu tak ada, maka si penyebar isu harus dipidana&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Anggota Komisi II DPR Lukman Harun juga mendesak pemerintah meminta bukti dari pihak yang telah mempublikasikan isu perkosaan massal. ''Selama ini yang ada hanya desakan agar pemerintah menyelesaikan kasus itu, &lt;strong&gt;sedangkan buktinya mana?.&lt;/strong&gt; Tampaknya kasus itu hanya dipolitisir oleh pihak tertentu agar Indonesia sebagai bangsa barbar,'' katanya. Lukman mendesak pemerintah agar tidak begitu saja menerima laporan tertulis tentang kasus itu, karena ada kemungkinan hal tersebut hanya untuk menjebak dan mempermalukan pemerintah. Sampai awal Agustus ini, belum ada laporan kasus perkosaan kepada polisi, sehingga penyelesaiannya secara hukum terhambat. ''Ini jelas propaganda politik untuk menjatuhkan pemerintah dan masyarakat,'' kata Lukman Harun. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri juga meragukan data itu. Tim Relawan menurutnya memang terus bekerja, tetapi korbannya tidak dilaporkan kepada polisi. Dalam pandangan Megawati, kepolisian mendapatkan informasi melalui pihak kedua, Tim Relawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;''Teman saya seorang polisi telah mengecek ke alamat korban dan menemukan orang yang dilaporkan telah diperkosa, ternyata tenang-tenang saja.'' Kenyataan itu menurut Megawati menimbulkan keraguan. ''Ah, masa iya telah diperkosa. Kok dia tenang-tenang saja,'' kata Mega pada dialog nasional ''Hati Nurani Korban Perkosaan'' beberapa hari lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada kesulitan dalam mengusut kasus perkosaan, apalagi yang sifatnya massal, karena budaya masyarakat yang belum terbuka dan jaminan kepastian hukum terhadap korban perkosaan. Semua pihak sedang menanti kejelasan mengenai isu perkosaan massal itu. Jika kasus itu benar terjadi, semua pihak menuntut agar hal tersebut ditangani secara hukum. Tetapi jika isu itu tak terbukti, para oknum yang telah bertindak buruk kepada bangsa dan negaralah yang harus ditindak tegas.&lt;br /&gt;Jaksa Agung Andi Muhammad Galib dalam kunjungannya ke Surabaya Jumat (7 Agt 1998) menyatakan, perkosaan massal yang terjadi 13-14 Mei lalu, terlalu dibesar-besarkan oleh LSM, karena bukti-buktinya sampai sekarang tidak ada. Seluruh rakyat Indonesia pun tahu, siapa pimpinan relawan (LSM) yang berusaha untuk memojokkan umat muslim Indonesia dalam kerusuhan Mei 1998. Tentu Allah Subhana Wa Ta'ala mengetahuinya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-5091735490739183093?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5091735490739183093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5091735490739183093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5091735490739183093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5091735490739183093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/benarkah-terjadi-perkosaan-massal-mei.html' title='Benarkah Terjadi Perkosaan Massal, Mei 1998 ?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5904827295435467354</id><published>2007-12-16T08:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T08:44:43.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='F O K U S'/><title type='text'>Membentuk Masyarakat Qurani</title><content type='html'>Tidak sedikit tokoh Islam yang berbicara tentang cita-cita Islam, tetapi sering terbawa oleh situasi masanya. Padahal, harus dibedakan antara doktrin Islam dan konsepsi manusia. Pertama, doktrin Islam bersifat sakral dan pasti kebenarannya, karena datang dari Sang Maha Kuasa, sedangkan konsep manusia tidak bersifat mutlak, tetapi bersifat nisbi. Kedua, antara konsep Islam ideal dan realitas kehidupan manusia harus diupayakan sedemikian rupa untuk dapat diaplikasikan secara indah dan manusiawi demi mencapai keadilan dan kesejahteraan. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan teori politik al-Farabi dalam Negara Utamanya yang cenderung terlalu idealis dan utopis sehingga konsepnya hanya cocok bagi masyarakat malaikat. Kita melihat para tokoh politik Islam seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, al-Mawardi, al-Ghazali, dan Ibnu Khaldun lebih realistis ketika mereka meninjau politik Islam dari perspektif sosiologis yang bermuara kepada ajaran Islam. Hanya saja, pada masa modern ini konsepsi politik Islam itu perlu dikemas lebih canggih dan menarik, tetapi tidak berkacamata dan mengadopsi pemikiran politik Barat yang pada umumnya para pemikir politik Islam kontemporer terlalu inferiority complex. Sehingga muncullah istilah-istilah seperti "demokrasi" dan konsep "civil society", kemudian dilegitimasi dengan dasar-dasar Islam. Ini bukan suatu kemajuan, tetapi suatu kemunduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alquran dan Masyarakat Islam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang dikatakan oleh Imam Malik bahwa umat Islam dewasa ini tidak akan berjaya manakala tidak mengikuti jejak para pendahulu mereka. Sebagaimana Alquran menegaskan, "&lt;em&gt;Dan berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah (Alquran) dan jangan tercerai-berai..&lt;/em&gt;.." (Ali Imran: 103). Demikian juga Rasulullah saw memperingatkan umatnya, "&lt;em&gt;Kutinggalkan untuk kalian dua pegangan, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya: Alquran dan sunnahku&lt;/em&gt;." (HR Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, umat banyak yang tidak lagi berpegang kepada sumber itu, kecuali hanya slogan. Padahal, di dalam Alquran terdapat petunjuk-petunjuk bagaimana terbentuknya suatu masyarakat ideal dan praktik Nabi Muhammad saw dengan masyarakat Qurani itu nyata sebagai realitas sosial dan berkelanjutan pada masa-masa berikutnya. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh &lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; bahwa Allah memberikan petunjuk bagi tercapainya masyarakat Qurani dengan turunnya surat An-Nur ayat 55 yang artinya, "&lt;em&gt;Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dari kalian dan beramal saleh, bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaiman dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan aku, dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; mengomentari ayat di atas bahwa itu janji Allah kepada Rasulullah saw yang akan menjadikan umatnya sebagai penguasa-penguasa di muka bumi. Sehingga, negara-negara menjadi makmur dan rakyat menjadi patuh... dan janji itu terjelma sebelum Nabi Muhammad saw wafat, yaitu bermula dari penaklukan Mekah, Bahrain, dan seluruh Jazirah Arab dan Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; berkomentar atas ayat itu bahwa kebaikan penguasa bergantung kepada kesungguhannya mengikuti Alquran dan sunnah Rasul-Nya serta mengajak rakayatnya untuk mengikutinya. Dan, Allah menjadikan kebaikan penguasa itu pada empat hal:&lt;br /&gt;(1) mendirikan salat;&lt;br /&gt;(2) menunaikan zakat;&lt;br /&gt;(3) amar ma'ruf;&lt;br /&gt;(4) nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pengusa mengajak mendirikan salat berjamaah bersama para pembantunya dan menyuruh rakyatnya mendirikan salat serta menghukum mereka yang teledor melaksanakannya sesuai dengan hukum Allah. Dengan tegaknya ketentuan Alquran itu akan dicapai masyarakat Qurani yang dapat menegakkan habluminallah (hubungan vertikal) dan hablunminanas (hubungan horizontal) yang berarti memadukan dua kemaslahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Qurani itu akan tampak pada ketertundukan mereka terhadap supremasi hukum Alquran. Dan, Alquran meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam mengatur dan mengendaikan masyarakat muslim. Prinsip-prinsip tersebut adalah &lt;em&gt;justice&lt;/em&gt; (keadilan), &lt;em&gt;deliberation&lt;/em&gt; (syura), &lt;em&gt;equality&lt;/em&gt; (persamaan), dan &lt;em&gt;freedom&lt;/em&gt; (kebebasan). Orientasi politik Islam menurut Alquran menekankan pada tauhid, syariah, dan program ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad dan Masyarakat Qurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak hanya menurunkan ajaran dan doktrin bagi umat manusia, tetapi juga menurunkan nabi-Nya untuk memberi contoh dan memimbing umat manusia menuju kepada keadilan Islam dunia. Kalau kita perhatikan, proses yang dilakukan Nabi dalam membentuk masyarakat Qurani, yang sebelumnya terkenal dengan masyarakat jahili, ada lima jalan yang ditempuhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, nabi membangun aqidah umat selama berada di Mekah untuk mempersiapkan diri menerima tanggung jawab mengemban tugas risalah dan khalifah. Proses ini dilakukan paling lama sekitar 13 tahun. Setelah matang, Nabi mengutus mereka untuk menyebarkan misi dakwah, seperti Mush'ab bin Umair dikirim ke Madinah dan sebagian dikirim ke ethiopia. Ketika dakwah sudah menampakkan hasilnya dan tidak ada satu rumah pun di Madinah melainkan sudah ada orang yang masuk Islam, maka keadan ini sangat tepat bagi umat Islam di Mekah (yang selalu ditindas kaum jahiliyah) untuk berhijrah meninggalkan tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Nabi memerintahkan kepada seluruh sahabat agar berhijrah ke Madinah. Dan yang menarik adalah bahwa sesampai di Madinah, pertama yang dilakukan Nabi untuk pembinaan umat adalah membangun masjid Nabawi sebagai sentral kegiatan dan aktifitas umat Islam. Penempaan kaderisasi terus berlanjut di masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, Nabi mempersaudarakan antarumat Islam. Mereka yang berasal dari Mekah disebut Muhajirin, sementara yang berasal dari Madinah disebut Anshor. Hal itu dilakukan untuk merekatkan umat Islam sehinga tidak mudah diadu domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; Nabi membuat "&lt;em&gt;Piagam Madinah&lt;/em&gt;" untuk mengatur hubungan dengan masyarakat Etnis lain, yaitu ahlul kitab dari bangsa Yahudi, sekaligus upaya pembentengan bagi masyarakat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, Nabi melakukan ekspedisi perang bagi siapa saja yang ingin memaksakan kehendaknya untuk merusak tatanan masyarakat muslim. Maka, beliau tampil sebagai penglioma perang. Dengan demikian, terbentuklah masyarkat muslim Madinah yang mengejawantahkan Allah pada ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-Ciri Masyarakat Qurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Alquran selalu berpijak kepada umat manusia, artinya bahwa Alquran selalu memperhatikan maslahat dan kepentingan umat manusia, karenanya para ulama sepakat bahwa apabila konsep Alquran ditetapkan dalam suatu masyarakat tertentu akan mendapatkan palig tidak lima hal pokok:&lt;br /&gt;1. terjaga agamanaya;&lt;br /&gt;2. terjaga jiwanya;&lt;br /&gt;3. terjaga hartanya;&lt;br /&gt;4. terjaga akalnya; dan&lt;br /&gt;5. terjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian singkat tentang cita-cita Islam dalam membentuk masyarakat Qurani dan kita tidak perlu terlibat analisa dikotomis ala Barat yang menempatkan umat Islam pada kondisi pemahaman yang formalistik, substanstivistik, dan fundamentalis. Wallahualam Bishshawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Referensi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: 1. Alquran dan terjemahannya - 2. Ikhtisar M. Ali Shabani, Ibnu Katsir 3. Majmu Fatawa, Ibnu taimiyah - 4. Pedoman Beragama, Yususf al-Qardhawy - 5. Islam dan Politik, M. Din Syamsudin&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-5904827295435467354?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5904827295435467354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5904827295435467354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5904827295435467354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5904827295435467354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/membentuk-masyarakat-qurani.html' title='Membentuk Masyarakat Qurani'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-6147574887235947084</id><published>2007-12-16T07:38:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T08:56:21.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='F O K U S'/><title type='text'>Meluruskan Kembali Makna JIHAD</title><content type='html'>Dewasa ini, istilah Jihad telah dianggap sebagai sesuatu yang penuh kekerasan dan kebrutalan. Yang tragis pernyataan-pernyataan tidak benar itu justru tidak sedikit memakan korban dari pihak muslim sendiri. Hingga mereka menganggap Jihad itu adalah perbuatan kekerasan, kebrutalan, pengrusakkan. Muslim yang imannya kontemporer begitu mudah terbuai dengan hasutan seperti itu. Tapi benarkan Jihad itu seperti itu? Sebenarnya sangat mudah sekali kita menilai sesuatu jikalau kita mengenal Rasulullah. Jikalau ada perkara-perkara yang di lakukan umat islam sekarang apakah melenceng atau tidak jadikan saja Rasulullah sebagai patokannya. Begitu juga dengan jihad. Bagaimana cara Rasulullah menunaikan jihadnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang keras, tetapi bukan kekerasan. Pihak-pihak yang berseberangan dengan Islam terus menerus menyerang titik-titik ajaran Islam yang agak krusial seperti Jihad, Poligami, Pemukulan Istri, dsb. &lt;div class="fullpost"&gt;Kemudian memplencengkan dan menganggap ajaran itu adalah kekerasan. Hingga timbullah Istilah yang sangat berlebihan dan sangat jauh dari Konsep Al-Qur'an seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena, dengan alasan non-muslim halal darahnya, lantas orang Islam akan menembakkan senjata pemusnah massal ke arah mereka.&lt;em&gt;...&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jihad yang dilakukan dinasti-dinasti Islam masa lalu adalah bentuk penyalahartian jihad, sekadar untuk tujuan-tujuan politis, seperti perluasan wilayah. Pandangan tersebut tampaknya dipengaruhi antara lain oleh interpretasi dia bahwa jihad kalau terpaksa dilakukan, harus bersifat defensif, tidak boleh ofensif. Menurutnya, jihad dalam arti sempit dan ofensif akan menjadikan dunia kiamat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi istilah-istilah ngaco yang beredar sekarang diseluruh penjuru dunia ini. Padahal istilah-istilah itu sangat jauh dari ajaran Islam Yang Haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, human error memang bisa terjadi. Namun, menyebut ekspansi dinasti-dinasti Islam masa lalu sebagai bukan jihad jelas sebuah generalisasi yang sembrono. Apalagi, diiringi tuduhan sebagai bentuk penerapan jihad yang salah, jelas sebuah kesimpulan yang tak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan hal itu, saya akan mencoba sedikit menelusuri kronologi perintah jihad dalam Alquran, diiringi dengan komparasi terhadap fakta-fakta empirik yang tercatat dalam sejarah Islam. Dengan begitu, akan tampak gamblang bahwa, jihad dalam perjalanan sejarah tidak bisa disederhanakan sebagai aktivitas yang banyak ditunggangi oleh vested interest manusia, apalagi sebagai bentuk kesalahan penerapan jihad. Justru, apa yang mereka lakukan adalah artikulasi sebuah ideologi yang berlandaskan hukum syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur'an ada 4 (empat) fase yang bisa kita pisahkan tentang fungsi dan sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Pertama =&gt; Larangan Berperang &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Allah melarang umat Islam berperang melawan kafir Quraisy. Bahkan, Allah menganjurkan kepada umat Islam untuk bersabar menghadapi tindak represif Quraisy masa itu. Larangan tersebut lantaran kondisi muslim lemah dan tidak memiliki kekuatan. Sejarah membuktikan bahkan Nabi saw. hanya memberikan dukungan berupa doa kepada beberapa sabatnya yang disiksa Quraisy, seperti kisah keluarga Yasir. Larangan berperang tersebut seperti diisyaratkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: 'Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat'&lt;/em&gt;!" (An-Nisa': 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari takutnya. Keberadaan fase ini seperti ditegaskan para ulama, antara lain Ibnu Qoyyim (Zaadul Ma'ad III/157) dan Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS Al-Jatsiyah: 4. Ibnu Katsir bahkan menyandarkan pendapatnya kepada para mufassir ternama seperti Ibnu Abbas dan Qatadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Kedua =&gt; Adanya Izin Berperang, tetapi Tidak Wajib &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ini seperti ditegaskan dalam firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu&lt;/em&gt;." (Al-Hajj: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari ayat di atas, Ibnu Katsir menyatakan bahwa banyak ulama salaf yang menyebutkan ayat di atas sebagai ayat pertama perintah jihad. Sebagian mereka berargumen bahwa ayat di atas adalah madaniyah. Mereka antara lain: &lt;em&gt;Mujahid, Dhahhak, Qatadah&lt;/em&gt; dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase ini menurut Ibnul Araby, dan juga ahli tarikh terkemuka, Ibnu Hisyam, dimulai sejak &lt;em&gt;Bai'atul Aqabah&lt;/em&gt; kedua, saat kafir Quraisy berada di puncak kesombongannya menekan komunitas muslim. Hal ini dikuatkan adanya "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;klausul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" jihad pada isi &lt;em&gt;bai'ah aqabah&lt;/em&gt; tersebut. Meski ada izin untuk berperang, Allah belum memerintahkannya. Hal ini tercermin dalam dialog Rasulullah saw. dengan Abbas bin Ubadah saat&lt;em&gt; bai'ah aqabah&lt;/em&gt; kedua berlangsung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau suka, kami siap menyerang penduduk Mina dengan pedang-pedang kami esok hari." Rasulullah menjawab, "Kita belum diperintah untuk itu." (Lihat Tafsir Al-Qurthubi, XII/69 &amp;amp; Al-Buthy. Sirah Nabawiyah, h. 142--143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Ketiga =&gt; Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini terdapat perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas&lt;/em&gt;." (Al-Baqarah: 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"... Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan (membunuh) mereka."&lt;/em&gt; (An-Nisa': 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian menamakan periode ini sebagai jihad &lt;em&gt;difa'y&lt;/em&gt; (defensif). &lt;strong&gt;Al-Buthy&lt;/strong&gt; berpendapat bahwa periode ini dimulai setelah hijrah, karena menurutnya, hadis dan riwayat yang kuat menunjukkan hal itu, bahwa permulaan disyariatkannya peperangan adalah sesudah hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Keempat =&gt; Perintah Memerangi Seluruh Orang kafir secara Mutlak, Sampai Mereka Masuk Islam atau Membayar Jizyah dalam Kehinaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari &lt;em&gt;Perang Tabuk&lt;/em&gt; tahun 9 Hijriah, Rasulullah ingin melakukan ibadah haji, tetapi orang-orang musyrik masih melakukan &lt;em&gt;thawaf&lt;/em&gt; dengan telanjang. Karenanya, Rasulullah tidak mau menjalankan haji, sampai tradisi orang musyrik itu dihapuskan. Untuk itu, beliau mengutus Sayyidina Abu Bakar r.a. memimpin haji dan menyampaikan maklumat terhadap orang musyrik agar tidak melakukan haji setelah tahun itu dan memberi tempo selama 4 bulan agar masuk Islam, setelah itu tidak ada pilihan, kecuali perang, seperti yang tertera dalam QS At-Taubah, di antaranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;." (At-Taubah: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini, maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-kitab (Alquran) kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk&lt;/em&gt;." (At-Taubah: 28-29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Qoyyim&lt;/strong&gt; berkata, "&lt;em&gt;Ketika diturunkan surah Bara'ah (At-Taubah), Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk memerangi musuh-Nya dari ahli kitab sampai mereka membayar jizyah atau masuk Islam&lt;/em&gt;". Kronologi di atas disebutkan oleh ulama-ulama seluruh mazhab dalam kitab-kitabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jihad, Defensif atau Ofensif?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Periode keempat sekaligus sebagai tahapan akhir syariat jihad dalam Alquran. Substansi dari syariat tersebut adalah memerangi orang musyrik termasuk ahlul kitab sampai mereka menerima Islam atau membayar jizyah. Sebagian penulis menyebut periode ini sebagai jihad thalaby (ofensif). Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi tidak ada Ilah kecuali hanya Allah, dan Aku utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat. Jika mereka melakukannya maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali dengan hak Islam, sedang hisabnya terserah Allah Ta'ala&lt;/em&gt;." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkannya jihad &lt;em&gt;thalaby&lt;/em&gt; (ofensif) sebagai hukum &lt;em&gt;niha'i &lt;/em&gt;(final) dalam jihad tidak diperselisihkan oleh para ulama. Perbedaan hanya terjadi pada apakah ayat terakhir menghapus (naskh) ayat-ayat sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaian besar ulama salaf menyatakan bahwa dengan diturunkannya QS At-Taubah, berarti menghapus syariat jihad pada ayat-ayat sebelumnya, seperti perkataan Ibnul Araby, "Firman Allah, 'Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu?' (At-Taubah: 5)sebagai penghapus 114 ayat sebelumnya." (&lt;em&gt;Ahkamul Quran&lt;/em&gt;). Perkataan serupa juga diriwayatkan dari Dhahhak, Rubai' bin Anas, Mujahid, Abul Aliyah, Husain bin Fadhl, Ibnu Zaid, Musa bin Uqbah, Ibnu Abbas, Hasan, Ikrimah, Qatadah, Ibnul Jauzi, Atha', Ibnu Taimiyah, Qurtuby, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam Zarkasyi&lt;/strong&gt; tidak setuju dengan istilah ayat-ayat jihad sebelum QS At-Taubah dihapuskan. Menurutnya, nilai dari ayat-ayat sebelumnya tetap relevan untuk diterapkan dalam konteks yang serupa dengan kondisi Rasululllah saat menerima wahyu tersebut. (Lihat Az-Zarkasyi, &lt;em&gt;Al-Burhan fie Ulumil Qur'an&lt;/em&gt;, h. 845--894).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan di atas bukan perbedaan substansial, melainkan perbedaan istilah. Dalam hal ini, istilah naskh (hapus) berkonotasi kuat menghapuskan ayat-ayat sebelumnya. Padahal, baik yang setuju dengan istilah naskh dalam ayat tersebut maupun yang tidak setuju sama-sama memahami bahwa ayat-ayat jihad sebelumnya tetap berlaku pada konteks (illah) yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar &lt;strong&gt;Sayyid Qutb&lt;/strong&gt; cukup menarik sebagai tarjih atas polemik yang ada, "Setelah turunnya surah At-Taubah, hukum-hukum dalam fase-fase sebelumnya tidak mansukh (terhapus) dalam pengertian tidak boleh diamalkan dalam kondisi apa pun pada setiap realitas umat. Gerakan dan realita yang dihadapinya dalam beragamnya situasi, waktu, dan tempatlah yang menentukan--untuk sebuah ijtihad mutlak. Artinya, hukum-hukum itu lebih pas diambil (dengan mempertimbangkan) sebuah kondisi, masa, dan tempat tertentu, dengan tetap melihat hukum akhir yang wajib ditunaikan...."(&lt;em&gt;Fie Dhilalil Qur'an&lt;/em&gt;, h. 1580).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ekspansi Dinasti Islam, karena Jihad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar syariat jihad di atas, dinasti-dinasti Islam masa lalu melakukan ekspansi perluasan wilayah. Tujuannya, agar kalimat Allah tegak di muka bumi, dengan membebaskan manusia dari menghamba terhadap sesama, menjadi hanya menghamba kepada Allah semata. Sehingga, terciptalah keadilan sesungguhnya untuk manusia sebagai perwujudan dari rahmatan lil 'alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat betapa keadilan Islam dapat dirasakan oleh musuhnya hingga berujung pada simpati dan minat sebagian mereka untuk memeluk Islam secara sukarela. Ini semua tak lepas dari komitmen muslim dalam memegangi etika perang yang diajarkan Islam. Karenanya, tidak perlu khawatir, bahwa doktrin jihad semacam ini akan menjadikan dunia "kiamat". Di dalam jihad terdapat etika-etika yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuka Romawi ketika menyaksikan pasukan Islam menilai, "Mereka menjadi pasukan berkuda pada siang hari, pendeta pada malam hari, mereka memakan sesuatu yang dibayar dan tidak berhutang, ketika masuk majlis mengucapkan salam, dan mereka memberi tahu kepada orang-orang yang diperanginya baru mereka berperang." Berkata yang lainnya, "Mereka menegakkan salat pada malam hari, berpuasa pada siang hari, menyempurnakan janji, menyuruh berbuat baik, dan melarang dari segala yang mungkar, dan berlaku adil sesamanya." (Ibnu Katsir seperti dinukil oleh Abul Hasan an-Nadawi dalam &lt;em&gt;Apa Derita Dunia Bila Islam Mundur&lt;/em&gt;, h. 144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak Mampu, Bukan Menghapus Syariat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meski hukum final jihad dalam Alquran adalah ofensif, namun implementasinya harus tetap mengukur kemampuan, seperti kaidah umum taklif (perintah/larangan) dalam Islam, bahwa at-takliifu manuthun bil-qudrah, taklif bergantung pada kemampuan. Ketidakmampuan mengamalkan dalam kekiniannya tidak berarti dengan menghapuskan hukum final tersebut, karena pembuat hukum tersebut adalah Allah Ta'ala, bukan hak manusia untuk menghapuskannya. Perkataan &lt;strong&gt;Sayyid Qutb&lt;/strong&gt; dalam &lt;em&gt;Fie Dzilalil Qur'an&lt;/em&gt; berikut perlu direnungkan, :&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Jika kaum muslimin hari ini sesuai dengan realitas mereka, tidak sanggup mewujudkan hukum-hukum ini, maka mereka, untuk sementara waktu, tidaklah dibebani mewujudkan hukum-hukum final tersebut, karena Allah tidak membenai seseorang di luar batas kesanggupannya. Dalam hukum-hukum marhaliyah (tahapan) (baca: 4 fase di atas), mereka mempunyai keleluasaan dalam hal melaksanakan tahapan-tahapan hukum hingga pelaksanaan hukum-hukum final ini, manakala mereka berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melaksanakannya. Namun, mereka tidak boleh menyeret secara paksa nas-nas yang final ini untuk disesuaikan dengan hukum-hukum marhaliyah. Mereka tidak boleh menyandarkan kelemahan sekarang ini kepada agama Allah yang kuat dan kokoh. Merekalah yang harus takut kepada Allah dalam menghapuskan agama ini dan menuduhnya sebagai permainan. Berdalih bahwa agama ini adalah agama perdamaian dan keselamatan. Mestinya, asar penyelamatan seluruh manusia adalah selamat dari penghambaan kepada selain llah, dan memasukkan manusia seluruhnya kepada perdamaian total. Agama Islam adalah manhaj Allah, dan padanya diharapkan agar manusia meningkat dan merasakan hikmat kebaikannya. Islam bukan manhaj seorang pakar, sehingga para penyerunya malu menyatakan bahwa tujuan mereka yang final ialah menghancurkan segala kekuatan yang menghalangi jalan dalam memberikan kebebasan kepada manusia secara pribadi untuk memilihnya&lt;/em&gt;." &lt;/p&gt;Oleh karena itu, dalam literatur fikih selalu kita temukan bahwa ketika jihad belum bisa ditunaikan, maka kewajiban muslim adalah i'dad (menyiapkan jihad) sebatas kemampuan. Ini menunjukkan bahwa setiap muslim tetap memanggul kewajiban jihad tersebut. Bahwa secara empiris jihad tidak eksis dan sulit diwujudkan itu soal lain. Namun demikian, sebagai "reduksi" atas kewajiban tersebut, setiap mukallaf tetap diperintahkan i'dad, bukan dengan menghapuskan jihad itu sendiri, karena yang demikian itu bukan wewenang manusia, melainkan Allah Ta'ala. Itulah makna jihad yang sesungguhnya yang diajarkan dalam Islam. Semoga kita tidak menjadi terkecoh dengan fitnah-fitnah oknum yang memusuhi Akidah Islam kita. Amin. Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Tafsir Al-Qur'an al-Adhim, Ibnu Katsir&lt;br /&gt;2. Fathul Qadir, Imam Syaukani&lt;br /&gt;3. Al-Ihtijaj bil-Qard, Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;4. Al-Jami' lie Ahkamil Qur'an, Al-Qurthuby&lt;br /&gt;5. Ahkamul Qur'an, Ibnul Araby&lt;br /&gt;6. Zaadul Maad, Ibnu Qayyim&lt;br /&gt;7. Al-Burhan fie Ulumil Qur'an, Az-Zarkasyi&lt;br /&gt;8. Ahammiyatul Jihad, Nafi' al-Ilyani&lt;br /&gt;9. Fie Dhilalil Qur'an (Tafsir QS surah At-Taubah), Sayyid Qutb&lt;br /&gt;10. Fiqhus Sirah, Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthy&lt;br /&gt;11. Apa Derita Dunia bila Islam Mundur, Abul-Hasan an-Nadawi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-6147574887235947084?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/6147574887235947084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=6147574887235947084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6147574887235947084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6147574887235947084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/meluruskan-kembali-makna-jihad.html' title='Meluruskan Kembali Makna JIHAD'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3208539699086775005</id><published>2007-12-16T07:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T07:34:03.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Pencuri Bertakwa</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syekh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syekh menasihati dia dan teman-temannya: "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang yang alim yang menadahkan tangannya kepada orang lain atau orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut." &lt;div class="fullpost"&gt;Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya: "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab, "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun, akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel si ibu berkata, "Ayahmu dulu seorang pencuri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, "Guruku memerintahkan kami--murid-muridnya--untuk bekerja seperti pekerjaan ayah kami masing-masing dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menyela, "Hai! apakah dalam pekerjaan mencuri ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab dengan tenang, "Ya, begitu kata guruku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pergi bertanya pada orang-orang dan belajar bagaimana seorang pencuri melakukan aksinya. Sekarang ia telah mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian salat Isya' dan menunggu sampai orang-orang tidur. Kemudian dia mulai keluar rumah untuk menjalankan provesi ayahnya dengan penuh ketakwaan, seperti perintah gurunya. Dia mulai dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah itu dia ingat pesan gurunya agar selalu bertakwa. Akhirnya rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya, "Ini rumah anak yatim, dan Allah melarang kita makan harta anak yatim." Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Haa, di sini," gumamnya. Pemuda itu segera memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang telah dipersiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak, dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata, "Eh, jangan! Guruku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengambil buku-buk catatan yang ada di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan punya pengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, ternyata fajar telah menyingsing. Dia bicara sendiri, "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus salat subuh dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah, lalu berwudu di bak air untuk selanjutnya melaksanakan salat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat juga kotak hartanya dalam keadaan terbuka serta ada orang yang sedang melakukan salat. Istrinya bertanya, "Apa ini?" Dijawab oleh suaminya, "Demi Allah, aku juga tidak tahu." Lalu dia menghampiri si pencuri itu, "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata, "Salat dulu baru bicara. Ayo pergilah wuduk lalu salat berjamaah. Tuan rumahlah yang berhak menjadi imam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena khawatir pencuri itu membawa senjata, si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi--wallahu a'lam-- bagaimana dia bisa salat dengan khusyu'. Selesai salat dia bertanya, "Sekarang coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab, "Saya ini pencuri." "Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?" tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab, "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak." Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu ia berkata, "Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini sudah gila?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal sampai akhir. Setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, serta mengerti akan manfaat dan kewajiban zakat, dia pergi menemui istrinya. Mereka berdua mempunyai seorang anak gadis. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, lalu berkata, "Bagaimana sekiranya kalau kau kunikahkan dengan putriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini." Ia menjawab, "Aku setuju." Di pagi harinya tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah putrinya dengan si pemuda itu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-3208539699086775005?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3208539699086775005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3208539699086775005&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3208539699086775005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3208539699086775005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/pencuri-bertakwa.html' title='Pencuri Bertakwa'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-1621079206577053825</id><published>2007-12-16T07:31:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T07:33:01.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Satu Dirham Membuahkan Seratus Dua Puluh Ribu Dirham</title><content type='html'>Al-Fudhail bin 'Iyadh berkata, "Seorang laki-laki bercerita kepadaku: 'Ada seorang laki-laki yang keluar rumah membawa benang tenun, lalu ia menjualnya seharga satu dirham yang rencananya untuk membeli tepung. Ketika pulang ia melewati dua orang lelaki yang saling menjambak rambut dan kepala kawannya. Ia lalu bertanya, 'Ada apa?' Orang-orang pun memberi tahunya bahwa keduanya bertengkar karena memperebutkan uang satu dirham. Maka ia berikan uang satu dirhamnya kepada mereka, dan ia pun tak memiliki uang lagi. &lt;div class="fullpost"&gt;Ia lalu pulang dan menceritakan kejadian itu pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri lalu mengumpulkan beberapa barang rumah tangga yang sekiranya bisa dijual atau digadaikan. Laki-laki itu pun pergi untuk menjual atau menggadaikannya. Tetapi, barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang membawa ikan yang agak menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, "Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah engkau mau menukarnya dengan barang daganganku ini?" Ia pun mengiyakan. Ikan itu pun dibawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istriku, segeralah urus ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar," katanya pada istrinya. Maka sang istri segera mengurus ikan tersebut. Ketika ia membelah perut ikan itu, tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.&lt;br /&gt;Wanita itu berkata gembira, "Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil dari telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya berkata, "Perlihatkanlah padaku!" Ternyata ia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata pada istrinya, "Saya kira ini adalah mutiara."&lt;br /&gt;Sang istri menyahut, "Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, tetapi aku tahu siapa yang pintar dalah hal ini", jawab suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu dan segera pergi ke tempat para penjual mutiara. Ia lalu menghampiri temannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan mutiara itu. "Tahukah anda berapa nilai benda ini?" ia bertanya. Kawannya memperhatikan mutiara itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, "Aku menghargainya 40 ribu dirham. Jika anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga. Tetapi jika anda ingin harga yang lebih tinggi, pergilah kepada si Fulan, dia akan memberimu harga yang lebih tinggi dariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia pergi kepada orang itu. Orang itu memperhatikan mutiara tersebut dan mengakui keindahannya. Ia kemudian berkata, "Aku menghargai barang ini 80 ribu dirham. Jika anda menginginkan harga yang lebih tinggi, pergilah kepada si Fulan, saya kira ia akan memberi harga yang lebih tinggi dariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergegas ia pergi pada orang yang dimaksud. Orang itu berkata, "Aku hargai barang ini 120 ribu dirham. Dan saya kita tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu." "Ya", ia pun setuju. Lalu mutiara itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, lelaki itu pulang dengan membawa dua belas kantong uang dirham. Pada masing-masing kantong terdapat sepuluh ribu dirham. Uang ia bawa pulang dan akan disimpan di rumahnya. Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, "Saya punya kisah, karena itu masuklah." Orang itu pun masuk. Lalu laki-laki itu berkata, "Ambillah separuh dari hartaku ini." Orang fakir itu lalu mengambil enam kantong uang dan dibawannya pergi. Setelah agak jauh, ia kembali lagi seraya berkata, "Sebenarnya aku bukanlah orang fakir atau miskin, tetapi Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah mengutusku kepadamu untuk mengujimu. Dialah yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikan-Nya kepadamu baru satu qirath dari semuanya. Dan Dia menyimpan sembilan belas qirath lagi untukmu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-1621079206577053825?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/1621079206577053825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=1621079206577053825&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1621079206577053825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1621079206577053825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/satu-dirham-membuahkan-seratus-dua.html' title='Satu Dirham Membuahkan Seratus Dua Puluh Ribu Dirham'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2105319512497126593</id><published>2007-12-16T07:28:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T17:19:41.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Shalat Mencegah Keji Dan Mungkar</title><content type='html'>Ada seorang laki-laki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, laki-laki itu ganteng sekali. Tambah lagi, ia sangat kaya di kampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati kepadanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayu-rayunya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah orang yang taat pula. Perihal rayuan laki-laki itu, ia adukan kepada suaminya. &lt;div class="fullpost"&gt;"Mas, laki-laki kaya yang tinggal di sebelah sana itu sering kali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti ia merayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-terusan melakukan itu kepadaku. Apa yang harus aku perbuat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami menaggapi istrinya dengan tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakan kepada laki-laki itu bahwa kamu akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Hanya saja, ia harus memenuhi satu syarat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan patuh istrinya mendengarkan terus apa yang dikatakan suaminya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mengetahui si wanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembiranya si laki-laki yang biasa menggoda itu. Akhirnya kesampaian juga apa yang selama ini menjadi keinginanku kepada wanita yang cantik ini. Dengan tidak sabar, ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan mau berbuat zina denganmu, sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kesediaan wanita itu, si laki-laki langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apa pun yang dikehendaki wanita ini akan kupenuhi, asalkan ia mau berhubungan seks denganku. Sungguh aku tak tahan melihat kecantikan dan keelokan tubuhnya yang aduhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa pun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau mempunyai permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang, atau apa saja. Pendeknya, aku akan penuhi apa saja yang kamu inginkan dariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, aku tidak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki itu terus mendesak si wanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo, katakan saja apa itu. Aku pasti akan memenuhinya untukmu, sayangku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan salat berjamaah dengan suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus-menerus, tidak boleh putus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hanya itu permintaan si wanita, maka dengan bersemangat si laki-laki menyatakan kesanggupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sejak ia berjanji, salat subuhlah ia bersama suami wanita itu. Ia melakukannya dengan tekun, hari demi hari, hingga akhirnya ia berhasil tidak putus satu hari pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah si wanita itu menemui si laki-laki tersebut. Setelah bertemu, si wanita itu merayu kepada si laki-laki yang telah selesai salat berjamaah salat subuh empat puluh kali. Wanita itu memenuhi janjinya karena si laki-laki itu berhasil melaksanakan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si laki-laki itu menjawab, "Aku kini sudah bertobat kepada Allah, wahai perempuan! Aku tidak mau melakukan perbuatan terkutuk seperti itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita sang istri mengenai jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita memanjatkan pujian kepada Allah SWT, "Maha benar Allah! Firman-Nya adalh benar, bahwa salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2105319512497126593?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2105319512497126593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2105319512497126593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2105319512497126593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2105319512497126593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/shalat-mencegah-keji-dan-mungkar.html' title='Shalat Mencegah Keji Dan Mungkar'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7686145674890056132</id><published>2007-12-15T09:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T09:19:48.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Nabi Adam As</title><content type='html'>Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya. . &lt;div class="fullpost"&gt;Kekhawatiran Para Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:&lt;br /&gt;"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."&lt;br /&gt;Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Membangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"&lt;br /&gt;Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."&lt;br /&gt;Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."&lt;br /&gt;Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Menghuni Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Mulai Beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."&lt;br /&gt;Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Adam dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.&lt;br /&gt;Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7686145674890056132?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7686145674890056132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7686145674890056132&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7686145674890056132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7686145674890056132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/nabi-adam-as.html' title='Nabi Adam As'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4197122366093374079</id><published>2007-12-15T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T09:01:33.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Delapan Dirham</title><content type='html'>Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. &lt;div class="fullpost"&gt;Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..? Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah,...hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,...baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas. Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang. Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasulullah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum warahmatullah", sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu'alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, " Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak". Rasulullah melanjutkan, "Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya". Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, "Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata". Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, "Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak". Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-4197122366093374079?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4197122366093374079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4197122366093374079&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4197122366093374079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4197122366093374079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/delapan-dirham.html' title='Delapan Dirham'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7475071532803894234</id><published>2007-12-15T08:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T08:59:08.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Aku Ingin Berjuang</title><content type='html'>Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah. &lt;div class="fullpost"&gt;Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. "Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik", kata hati pemuda itu. Yah,.....sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut, adalah sesuatu yang tak dapat dihindari manusia. Dia pasti datang menjemput manusia. Entah disaat manusia sedang duduk, diam di rumah, atau mungkin berada dalam perlindungan benteng yang kokoh, mungkin pula sedang bersembunyi ditempat persembunyiannya, di gua yang gelap, di jalan raya yang ramai, ataukah di medan peperangan. Bahkan bukan mustahil maut akan menjemput kala manusia sedang tidur, di atas temapt tidurnya. Semua itu hanya Allah lah yang berkuasa, dan berkehendak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu kedatangan maut memang masa-masa yang paling mendebarkan jiwa. Betapa tidak? Hanya sendirilah yang dapat dibawa menghadap penguasa yang Esa kelak. Medan juang fisabillah tersedia bagi mereka yang kuat. Penuh keberanian dan keikhlasan mencari ridho Allah semata. Mereka yang berjiwa suci ditengah-tengah tubuh yang perkasa. Angan-angan ikhlas yang disertai hati yang bersih. Memang, saat itu keberanian telah menjiwai setiap kalbu kaum muslimin. Panggilan dan dengungan untuk jihad fisabilillah merupakan angan-angan dan tujuan harapan mereka. Mereka yakin, dibalik hiruk-pikuknya peperangan Allah telah menjanjikan imbalan yang setimpal baginya. Selain dengan itu dia dapat membersihkan jiwanya dari berbagi noda. Baik itu berupa noda-noda aqidah, niat-niat jahat, berbagi dosa perbuatan ataupun kekotoran muamalah yang lain. Pengorbanan mereka yang mulia itu menunjukan kepribadian yang baik dan luhur. Semua sesuai dengan ajaran agama yang murni. Pantas menjadi contoh dan teladan, bahkan sebagai mercu suar yang menerangi dunia dan isi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah renungan hati pemuda Aslam yang gagah itu. Sepenuh hati dia berkata seolah kepada diri sendiri. "Harus ! harus dan mesti aku berbut sesuatu. Jangan kemiskinan dan kefakiran ini menjadi hamabtan dan penghalang mencapai tujuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap, penuh keyakinan dan semangat yang tinggi pemuda tersebut ini menggabungkan diri dengan pasukan kaum muslimin. Usia pemuda itu memang masih belia, namun cara berfikir dan jiwanya cukup matang, kemauanya keras, ketangksan dan kelincahan menjadi jaminan kegesitanya di medan juang. Namun mengapa pemuda yang begitu bersemangat itu tak dapat ikut serta dalam barisan pejuan? Seababnya hanya satu. Dia tidak mempunyai bekal dan senjata apa-apa yang dapat dipakainya untuk berperang karena kemiskinan dan kefakiranya. Sebab pikirnya, tidak mungkin untuk terjuan ke medan perjuangan tanpa senjata apapun. Tanpa senjata dia tidak mampu melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan berfungsi apa-apa. Mungkin untuk menyelamatkan diri saja, dia tidak mampu. Inilah yang menjadikan pemuda itu berfikir panjang lebar. Otaknya bekerja keras agar hasratnya yang besar berjuang dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak juga dicapainya pemecahan, dia pergi menghadap Rasulullah SAW. Diceritakan semua keadaan dan penderitaan serta keinginannya yang besar. Dia memang miskin, fakir dan menderita, namun dia tidk mengharapkan apa-apa dari keikutsertaanya berjaung. Dikatakanya kepada Rasulullah SAW, bahwa dia tidak meminta berbagai pendekatan duniawi kepada Rasulullah; Dia hanya menginginkan bagaimana caranya agar dia dapat masuk barisan pejuang fisabilillah. Mendengar hal demikian, Rasulullah bertanya, setelah dengan cermat meneliti dan memandang pemuda tersebut: "Hai pemuda, sebenarnya apa yang engkau katakan itu dan apa pula yang engkau harapkan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin berjuang, ya Rasulullah!" jawab pemuda itu. "Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukan itu", tanya Rasulullah SAW kemudian. "Saya tidk mempunyai perbekalan apa-apa untuk persiapan perjaungan itu ya Rasulullah", jawab pemuda tersebut terus terang. Alangkah tercengangnya Rasulullah mendengar jawaban itu. Cermat diawasinya wajah pemuda tersebut. Wajah yang berseri-seri, tanpa ragu dan penuh keberanian menghadap maut, sementara disana banyak kaum munafikin yang hatinya takut dan gentar apabila terdengar panggilan seruan untuk berjaung jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah! jauh benar perbedaan pemuda itu dengan para munafiqin di sana. Kaum munafiqin yang dihinggapi rasa rendah diri, selalu mementingkan diri-sendiri. Mereka tidak suka dan tidak mau memikul beban dan tanggung jawab demi kebenaran yang hakiki. Kaum yang tidak senang hidup dalam alam kedamaian dan ketentraman dlam ajaran agama yang benar. Mereka lebih suka berada dalam hidup dan suasana kegelapan dan kekalutan. Ibarat kuman-kuman kotor, yang hidupnya hanya untuk mengacau dan menghancurkan apa saja. Celakalah mereka yang besar dan tegap badan serta tubuhnya namun licik dan kerdil pikiran serta hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaanlah bagimu yang tepat hai pemuda! semogalah Allah banyak menciptakan manusia-manusia sepertimu. Yang dapat menjadi generasi penerusmu. Yang akan menjunjung tinggi kemulyaan Islam, budi pekerti yang mulia menuju alam yang bahagia sejahtera lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kaum muslimin sangat memrlukan jiwa yang demikian. Jiwa yang besar penuh keyakinan, dan juga keberanian yang mantap. Sepantasnya pemuda seperti dari kabilah Aslam itu mendapat segala keperluan serta keinginanya untuk melaksanakan hasrat cita-cita keinginan itu. Rasulullah SAW akhirnya berkata kepada pemuda Aslam tersebut: "Pergilah engkau kepada si Fulan! Dia yang sebenarnya sudah siap lengkap dengan perlatan berperang tapi tidak jadi berangkat karena sakit. Nah pergilah kepadanya dan mintalah perlengkapan yang ada padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bergegas menemui orang yang ditunjukan Rasulullah SAW tadi. Katanya kepada si Fulan: "Rasulullah SAW menyampaikan salam padamu juga pesan. Beliau berpesan agar perlengkapan perang yang engkau miliki yang tidak jadi engkau pakai pergi berperang agar diserahkan kepadaku." Orang yang tidak jadi berperang itu penuh hormat menjalankan perintah Rasulullah SAW sambil mengucapkan: "Selamat datang wahai utusan Rasulullah! Saya hormati dan taati segala perintah Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia menyuruh istrinya untuk mengambil pakaian dan peralatan perang yang tidak jadi dipakainya. Diserahkan semua itu pada pemuda kabilah Aslam. Sambil mengucapkan terima kasih pemuda tersebut menerima perlengkapan itu. Sebelum dia berangkat dan meninggalkan rumah itu, pemuda tersebut sempat berucap: "Terima kasih sebesar-besarnya. Anda telah menghilangkan seluruh duka dan keputusasaanku. Bagimu pahala Allah yang besar tiada taranya. Terima kasih.........Terima kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda suku Aslam itu kemudian keluar dengan riang. Wajahnya bersinar gembira. Dengan berlari-lari dia meningalkan rumah orang yang tidak jadi berperang itu. Di tengah jalan pemuda tersebut bertemu dengan salah satu temanya yang keheranan dan bengong. Tanyanya: "Hai, hendak kemana engkau?", "Aku akan menuju janntul firdaus yang selebar langit dan bumi", jawab pemuda itu dengan singkat dan tepat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7475071532803894234?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7475071532803894234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7475071532803894234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7475071532803894234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7475071532803894234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/aku-ingin-berjuang.html' title='Aku Ingin Berjuang'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2497775775520802411</id><published>2007-12-15T08:44:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T08:48:59.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><title type='text'>Hukum Majalah Porno dan Bahayanya</title><content type='html'>Kaum muslimin dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar. Musibah-musibah telah mengepung mereka dari segala penjuru. Kebanyakan kaum muslimin pun telah terjerumus di dalammya. Kemungkaran di mana-mana dan manusia pun telah terang-terangan berbuat maksiat tanpa ada rasa takut dan malu. Sebabnya adalah: sikap meremehkan terhadap agama Allah dan tidak adanya pengagungan terhadap hukum dan ajaran-Nya serta lalainya kebanyakan dari orang-orang yang sholeh untuk menegakkan syari`at Allah dan amar makruf dan nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tiada solusi bagi kaum muslimin dari bencana dan musibah ini kecuali dengan taubat yang benar kepada Allah Ta`ala dan mengagungi segala perintah dan larangannya. Mencegah tangan-tangan yang jahil dan memberikan sanksi kepada mereka. &lt;div class="fullpost"&gt;Sesungguhnya musibah yang terbesar yang tampak pada dewasa ini adalah apa yang dilakukan oleh para pedagang kerusakan dan agen-agen kekejian serta penyebar kemungkaran di kalangan kaum mukminin: dengan menerbitkan majalah-majalah keji yang menentang Allah dan Rasul-Nya pada perintah dan larangan-Nya. Majalah-majalah ini mencantumkan di selang halaman-halamannya gambar-gambar telajang dan wajah-wajah yang menggoda yang membangkitkan nafsu syahwat, dan mengajak kepada kerusakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dibuktikan dengan penelitian yang dalam bahwa majalah-majalah ini mencakup metode-metode yang banyak dalam mengiklankan kejahatan dan maksiat serta membangkitkan nafsu syhwat dan pelampiasannya pada apa-apa yang yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Seperti yang tercantum dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gambar-gambar seksi di cover majalah dan di dalamnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita-wanita dengan seluruh perhiasaannya yang mengoda dan menggairahkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ucapan-ucapan yang kotor, untaian puisi dan kalimat yang jauh dari etika malu dan kemuliaan yang menghancurkan akhlak dan merusak umat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cerita-cerita roman yang keji, dan berita-berita artis dan aktor, penari laki-laki dan wanita dari kalangan orang-orang yang suka berbuat maksiat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam majalah-majalah ini terdapat seruan yang terang-terangan untuk mempertontonkan kecantikan kepada orang lain, bersolek dan bercampurbaurnya antara laki-laki dan wanita serta pengoyakkan hijab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pameran busana-busana seksi yang menutup tapi hakikatnya telanjang kepada kaum wanita mukminin untuk mengajak mereka kepada telanjang dan buka-bukaan serta menyerupai para pelacur dan pelaku maksiat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam majalah ini terdapat rangkulan, pelukan dan ciuman antara laki-laki dan wanita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dalam majalah-majalah ini terdapat perkataan-perkataan yang bergejolak yang membangkitkan nafsu seksual yang mati pada jiwa para pemuda dan pemudi, sehingga mendorong mereka dengan segala kekuatan untuk menempuh jalan kesesatan, melenceng dan jatuh di dalam perzinahan, perbuatan dosa, pacaran dan cinta yang menggebu-gebu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Entah berapa majalah-majalah yang beracun ini disenangi oleh para pemuda dan pemudi, sehingga mereka binasa karenanya dan keluar dari batas-batas kefitrahan dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh majalah ini telah merubah hukum-hukum agama dan dasar-dasar kefitrahan yang lurus pada pemikiran kebanyakan manusia disebabkan oleh tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran yang disebarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia telah berani melakukan maksiat, dosa-dosa besar (zina), dan melampaui hukum-hukum Allah disebabkan oleh kecenderungan kepada majalah-majalah ini dan penguasaannya terhadap akal dan pemikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya &lt;/strong&gt;: Majalah-majalah ini pokok dasarnya adalah perdagangan terhadap tubuh wanita yang dibantu oleh syeitan dengan segala faktor yang memikat dan segala sarana yang menggoda dengan tujuan menyebarkan ajaran ibahiyah (menghalalkan seluruh yang haram), merobek-robek kehormatan, dan merusak para wanita kaum mukminin, dan merubah masyarakat islami menjadi perkumpulan binatang (kumpul kebo) yang tidak mengenal ma`ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, dan tidak menegakkan syari`at Allah yang suci sedikitpun, bahkan kepala pun tidak diangkat terhadap ajaran ini. Seperti kondisi kebanyakan masyarakat, bahkan perkaranya sampai kepada bersenang-senang dua jenis insan (laki-laki dan wanita) dengan cara telanjang bulat, yang mereka namakan kota telanjang, semoga Allah melindungi kita dari fitrah yang terbalik dan keterjerumusan di dalam apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah … dan berdasarkan kepada yang telah disebutkan di atas, tentang realita majalah-majalah ini dan dampak-dampaknya serta tujuannya yang keji dan karena banyaknya berita yang datang ke meja Lembaga ini dari kalangan orang-orang yang mempunyai ghairah (kecemburuan) terhadap agama dari kalangan ulama dan penuntut ilmu serta seluruh kaum muslimin tentang bersebarnya penayangan majalah-majalah ini di toko-toko buku dan supermarkat serta tempat-tempat perdagangan, maka sesungguhnya Lembaga Tetap Kajian Ilmiyah dan Fatwa melihat sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt; : Diharamkan menerbitkan majalah-majalah hina seperti ini baik majalah-majalah umum atau khusus dengan pakaian-pakaian wanita. Barang siapa yang melakukan itu, maka dia mendapatkan bagian dari perkataan Allah Ta`ala.: Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. (surat An Nur : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt; : Diharamkan untuk bekerja di instansi majalah-majalah ini dari segi manapun, baik tugasnya di administrasi atau redaksi atau percetakkan atau distributor. Karena perbuatan itu termasuk ke dalam menolong dalam perbuatan dosa dan kebatilan serta kerusakan. Allah Ta`ala berfirman : Artinya : Dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(Al Maidah : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt; : Diharamkan mengiklankan majalah-majalah ini dan memasarkannya dengan sarana apapun, karena hal itu merupakan indikasi-indikasi terhadap kejahatan dan dakwah kepadanya. Sungguh telah tetap dari Rasulullah r bahwa beliau bersabda : Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dasonya dari dosa-dosa orang yang mengikutinya itu sedikitpun ( H.R. Muslim di kitabnya Shohih Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt; : Diharamkan menjual majalah-majalah ini dan penghasilan yang didapatkan dari majalah ini adalah penghasilan yang haram. Barang siapa yang pernah melakukan hal ini maka haruslah dia bertaubat kepada Allah Ta`ala dan keluar dari penghasilan yang keji ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt; : Diharamkan kepada kaum muslimin untuk membeli majalah-majalah ini dan menyimpannya disebabkan karena di dalamnya terdapat dosa dan kemungkaran. Sebagaimana membeli majalah itu adalah memperkuat pelarisan majalah-majalah ini dan mengangkat inkam mereka dan mensuport mereka untuk memproduksi dan memasarkannya. Seorang muslim wajib waspada terhadap keluarganya baik laki-laki atau wanita untuk mendapatkan majalah-majalah ini demi menjaga mereka dari bencana ini dan terpengaruh dengannya. Seorang muslim harus mengetahui sesungguhnya dia adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt; : Seorang muslim wajib memejamkan matanya dari melihat majalah-majalah yang merusak itu demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw dan demi menjauhi bencana dan tempat-tempatnya. Kepada seseorang janganlah mendakwakan terhadap dirinya terjaga dari dosa sungguh Rasulullah memberitahukan bahwa Sesungguhnya syeitan itu mengalir di tubuh anak adam seperti mengalirnya darah. Imam Ahmad -rahimahullah- berkata : Entah berapakah suatu pandangan yang menimbulkan bencana di hati orang yang melihat itu. Maka barang siapa yang tergantung dengan apa yang terdapat di dalam majalah-majalah itu dari gambar-gambar dan yang lainnya telah merusak hatinya dan kehidupannya serta memalingkannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Karena, baiknya hati dan kehidupannya hanya disebabkan oleh ketergantungan dengan Allah dan mengibadatinya, lezatnya bermunajah kepadanya dan ikhlas serta penuhnya kecintaannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh&lt;/strong&gt; : Barang siapa yang dipilih Allah menjadi pemimpin di negeri Islam manapun wajib memberikan nasehat kepada kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari kerusakan dan pelakunya dan menjauhkan mereka dari segala yang membahayakan mereka di dalam agama dan dunia mereka. Di antaranya melarang majalah-majalah yang merusak ini untuk disebar dan jual-belikan. Dan menahan kerusakannya deri mereka .tindakan ini merupakan menolong Allah dan agama-Nya. Dan merupakan sebab kemenangan dan keberhasilan dan menguasai bumi sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Seusngguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (Al Hajj : 40-41).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu Alam&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-2497775775520802411?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2497775775520802411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2497775775520802411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2497775775520802411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2497775775520802411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/hukum-majalah-porno-dan-bahayanya.html' title='Hukum Majalah Porno dan Bahayanya'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-245033277889793927</id><published>2007-12-15T08:32:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T08:43:56.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tanda-tanda Ahlul Bid`ah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ahlul bid'ah&lt;/strong&gt; memiliki tanda-tanda yang lengkap dan nampak sehingga mereka mudah dikenal. Dalam al-Quran dan haditsnya Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan tentang sebagian tanda-tanda mereka untuk dijadikan peringatan bagi umat dari bahaya mereka dan larangan mengambil jalan hidup mereka. Para Salaf pun telah menerangkan masalah ini. &lt;div class="fullpost"&gt;Saya akan menyampaikan sebagian dari tanda itu yang dengan tanda itu mereka membedakan diri. Sebagai jembatan penolong supaya mengerti tentang mereka Insaya Allah. Termasuk tanda-tanda mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. BERPECAH-BELAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah taala telah mengabarkan tentang mereka dalam al-Quran. Ia berkata ,Janganlah kalian menjadi orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan. Dan mereka mendapatkan adzab yang besar. Ia berfirman,Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka (terpecah-belah menjadi beberapa golongan) tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini,Ayat ini secara umum menerangkan orang yang memecah-belah agama Allah dan mereka berselisih. Sesungguhnya Allah mengutus nabi-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar memenangkannya atas semua agama. Syariatnya adalah satu yang tidak ada perselisihan dan perpecahan padanya. Barang siapa yang berselish padanya maka merekalah golongan yang memecah belah agama seperti halnya pengikut hawa nafsu dan orang-orang sesat. Sesungguhnya Allah taala berlepas diri dari apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; menegaskan bahwa syiar ahli bidah adalah perpecahan, Oleh karena itu al-Firqatun Najiah disfati dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dan mereka adalah jumhur dan kelompok terbesar umat ini. Adapun kelompok lainnya maka mereka adalah orang-orang yang nyleneh, berpecah belah, bidah dan pengikut hawa nafsu. Bahkan terkadang di antara firqah-firqah itu amat sedikit dan syiar firqah-firqah ini ialah menyelisihi al-Quan, as-Sunnah serta ijma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. MENGIKUTI HAWA NAFSU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dialah sifat mereka yang paling kentara. Allah taala berkata mensifati mereka, Maka kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; berkata, Yakni ia berjalan dengan hawa nafsunya. Apa yang dilihat baik oleh hawa nafsunya maka ia lakukan dan apa yang dilihatnya jelek maka ia tinggalkan. Inilah manhaj Mutazilah dalam menganggap baik dan jelak denga logika mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi telah mengabarkan bahwa hawa nafsu tidak akan terlepas dari ahli bidah dalam hadits perpecahan di mana beliau mengatakan,Sesungguhnya ahli kitab terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh dua puluh millah dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menadi tujuh puluh tiga millah -yakni hawa nafsu- semuanya di neraka kecuali satu millah yaitu al-Jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesunguhnya akan muncul pada umatku beberapa kaum hawa nafsu mengalir pada mereka sabaimana mengalirnya penyakit anjing dalam tubuh mangsanya. Tidak tersiksa darinya satu urat dan persendian pun kecuali diamasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. MENGIKUTI AYAT-AYAT YANG SAMAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sifat mereka ini telah Allah kabarkan dalam firman-Nya,…Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang samar untuk menimbukan fitanh dan untuk mencari-cari takwilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukhari&lt;/strong&gt; meriwayatkan hadits dari &lt;strong&gt;Aisyah&lt;/strong&gt; katanya, Rasulullah membaca ayat ini, Dialah yang menurunkan al-Quran kepada kamu di antara isinya ada aya-ayat yang muhkamat. Itulah pokok-pkok isi ajaran al-Quran dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya ...sampai ayat ... orang-orang yang berakal. Ia berkata, Rasulullah, berkata, Bila engkau melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutashyabihat maka merekalah yang Allah namakan sebagai orang-orang yang harus dijauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Amiril Mukminin Umar bin Al-Khathab&lt;/strong&gt; katanya,Akan datang manusia mendebat kalian dengan ayat-ayat mutaysabihat maka balaslah mereka dengan sunah-sunnah karena Ahlus Sunnah lebih mengetahui akan kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. MEMPERTENTANGKAN SUNNAH DENGAN AL-QURAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tanda ahli bidah adalah mempertentangkan al-Quran dengan sunnah dan merasa cukup mengambil al-quran dalam pelaksanaan hukum-hukum syara sebagaimana yang diberitakan Nabi: Seorang laki-laki hampir bersandar di atas ranjangnya dibacakan haditsku lalu mengatakan,Antara kami dan kalian adalah kitabullah. Perkara halal yang kita temukan padanya maka kita halalkan dan perkara haram yang kita temukan padanya maka kita haramkan. Ketahuilah apa-apa yang Rasulullah haramkam adalah sama dengan apa yang Allah haramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Imam Al-Barbahari&lt;/strong&gt; mengatakan :Bila kamu melihat seorang mencela hadits atau menolak atsar /hadits atau menginginkan selain hadits, maka curigailah keislamnnya dan jangan ragu-ragu bahwa dia adalah ahli bidah(pengikut hawa nafsu) Beliau berkata:Bila kamu mendengar seorang dibacakan hadits di hadapannya tetapi ia tidak menginginkannya dan ia hanya mengingnkan al-Quran maka janganlah kamu ragu bahwa dia seorang yang telah dikuasai oleh kezindikan. Berdirilah dari sisinya dan tinggalkanlah ia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertentangkan sunnah dengan al-Quran dan menolaknya bila belum ditemukan pada al-Quran apa-apa yang menguatkan sunnah, termasuk tanda ahli bidah yang paling kentara. Nabi telah mengabarkannya sebelum terjadi dan benarlah beliau. Sekarang apa yang beliau kabarkan telah terjadi. Sungguh kita mendengar dan membaca peristiwa semisal itu dari sebagian ahli bidah pada jaman dulu. Hingga kita melihat salah satu dari ahli bidah dan orang sesat jaman sekarang menghujat kitab shahih Bukhari yang telah disepakati oleh umat ini keshahihannya.Ia yakin bahwa padanya terdapat seratus dua puluh hadits yang tidak shahih yang ia sebut sebagai hadits Israiliat. Ia menghilangkannya dan mempertentangkannya dengan al-Quran kemudian ia bantah dan ingkari. Tampillah seorang tokoh ulama sekarang menentang, meruntuhkan sybuhatnya (kerancuannya), menolak kebatilannya, menampakkan penyimpangan dan kepalsuannya dengan karyanya untuk membantahnya dan orang yang menempuh jalanya, ahli bidah. Semoga Allah membalas amalnya dengan sebaik-baik pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. MEMBENCI AHLI HADITS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Termasuk tanda ahli bidah adalah membenci dan mencela ahli hadits dan atsar. Dari Ahamad bin Sinan al-Qaththan katanya: Dan tidaklah ada di dunia ini seorang mubtadi pun kecuali membenci ahli hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abu Hatim ar-Razi&lt;/strong&gt; berkata,Tanda ahli bidah adalah mencela ahli hadits dan tanda orang zindik adalah menamakan Ahlus Sunnah bengis. Dengan sebutan itu mereka menghendaki hilangnya hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. MENGGELARI AHLUS SUNNAH DENGAN TUJUAN MERENDAHKAN MEREKA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Termasuk tanda mereka adalah menggelari Ahlus Sunnah(yang bertolak belakang dengan sifat mereka) dengan tujuan merendahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abu Hatim ar-Razi&lt;/strong&gt; berkata:Tanda Jahmiah adalah menamakan Ahlus Sunnah musyabbahah(menyerupakan Allah dengan mahluk). Ciri-ciri Qadariah adalah menamakan Ahlus Sunnah mujabbirah(mahluk tidak mempunyai kehendak.) Ciri-ciri Murjiaah adalah menamakan Ahlus Sunnah menyimpang dan mengurangi.Ciri-ciri Rafidhah adalah menamakan Ahlus Sunnah nashibah(mencela Ali). Ahlus Sunnah tidak digabungkan kecuali kepada satu nama dan mustahil nama-nama ini mengumpulkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Barbahari&lt;/strong&gt; berkata,Dan orang yang tertutup(kejelekannya) adalah yang jelas ia tertutup(kejelekannya) dan orang yang terbuka kejelekannya adalah orang yang jelas aibnya. Bila kamu mendengar seorang mengatakan fulan Nashibi, ketahuilah bahwa ia adalah Rafidly. Bila kamu mendengar seorang mengatakan fulan musyabbihah atau fulan menyerupakan Allah dengan makhluk, ketahuilah bahwa ia adalah Jahmy. Bila kamu mendengar seorang berkata tentang tauhid dan mengatakan,Terangkan padaku tauhid!, ketahuilah bahwa ia adalah Kharijy dan Mutazily. Atau mengatakan, fulan Mujabbirah atau mengatakan, dengan ijbar atau berkata dengan adilm ketahuilah bahwa ia adalah Qadari karena nam-nama ini bidah yang dibuat-buat oleh ahli bidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Ismail as-Shabuni&lt;/strong&gt; mengatakan,Ciri-ciri ahli bidah amat jelas dan terang Sedang tanda-tanda mereka yang paling jelas adalah sangat keras memusuhi para pemilkul hadits, dan menghinakan mereka dan mengelari mereka kaku,bodoh,dhahiri,(tekstual) musyabbihah(golongan yang menyerupakan Allah dengan mahluk). Semua itu didasari keyakinan mereka bahwa hadits-hadts itu masih berupa benda mentah (bukan ilmu). Dan yang dinamakna ilmu adalah ilham yang dijejalkan setan kepada mereka, hasil dari olah akal mereka yang rusak, intuisi hati nurani mereka yang gelap….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. TIDAK BERPEGANG DENGAN MADZHAB SALAF&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syaikhul Islam berkata,Kelompok-kelompok bidah yang terkenal di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah yang tidak menganut madzhab salaf antara lain kelompok: Rafidhah, sampai orang awam tidak mengetahui syiar-syiar bidah kecuali rafdl(menolak kepemimpinan khulafaur rasyidin selain Ali). Dan sunni menurut istilah orang awam adalah orang yang bukan rafidhi ….Sehinga diketahui syiar ahli bidah menolak madzhab Salaf. Oleh karena itu dalam risalah yang ditujukan kepada Abdus bin Malik Imam Ahamad berkata,Asas sunnah menurut kami adalah berpegang dengan apa yang dijalani sahabat Muhammad….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. MEMVONIS KAFIR ORANG YANG MENYELISIHI MEREKA TANPA DALIL&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam banyak tempat Syaikhul Islam menyebutkan tentang bantahan terhadap orang yang menvonis orang yang masih belum jelas kekafirannya,Pendapat ini tidak diketahui dari seorang sahabat, tabiin, yang mengikuti mereka dengan baik dan tidak pula dari salah satu imam tetapi ini termasuk salah satu pokok dari pokok-pokok ahli bidah yang membuat bidah dan menvonis kafir orang yang menyelisihi mereka semisal Khawarij, Mutazilah dan Jahmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata,Khawarij,Mutazilah, dan Rafidhah, menvonis kafir Ahlus Sunnah wal Jamaah. Golongan yang belum mereka vonis kafir maka mereka vonis fasik. Demikian juga mayoritas ahlul ahwa menvonis bidah dan kafir golongan yang menyelisihi mereka berdasarkan logika semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Ahlus Sunnah adalah golongan yang mengikuti kebenaran dari rab mereka yang dibawa oleh rasul-Nya,tidak menvonis kafir golongan yang menyelisihi mereka. Mereka golongan yang paling tahu tentang kebenaran dan kondisi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Lathif bin Abdur Rahman Alu Syaikh&lt;/strong&gt; ditanya tentang orang yang menvonis kafir sebagian golongan yang menyelisihinya. Beliau menjawab,Jawabannya, Saya tidak mengetahui sandaran ucapan itu. Berani menvonis kafir golongan lain yang menampakkan keislaman tanpa dasar syari dan keterangan yang akurat menyeilisihi manhaj para pakar ilmu agama dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Jalan ini adalah jalannya ahlul bidah dan orang-orang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari Mauqif Ahlus Sunnah wal Jama'ah min Ahlil Ahwa wal Bid'ah karya Dr. Ibrahim Ruhaily&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-245033277889793927?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/245033277889793927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=245033277889793927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/245033277889793927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/245033277889793927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/tanda-tanda-ahlul-bidah.html' title='Tanda-tanda Ahlul Bid`ah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7675918737706589371</id><published>2007-12-15T08:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T08:29:52.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang Akidah'/><title type='text'>Kedudukan Akal Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Dari Ali bin Abi Thalib r.a&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata agama itu cukup dengan ra’yu (akal), maka bagian bawah khuf (alas kaki) lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Aku benar-benar melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap bagian atas khuf-nya.”&lt;br /&gt;(HR. Abu Daud dengan sanad yang baik. Dalam Al-Talkhishul Habir, 1/160 Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Atsqalani berkata hadits ini shahih, dan juga telah disepakati Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di dalam Shahihul Abu Daud, 1/33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Dari Umar bi Al-Khaththab r.a&lt;/strong&gt;., dia berkata tatkala mencium Hajar Aswad:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya aku tahu engkau hanya sekedar batu yang tidak bisa memberi madharat dan manfaat. Kalau tidak karena kulihat Rasulullah menciummu, tentu aku tidak akan menciummu.”(HR. Bukhari dan Muslim) &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Dari Ibnu Umar r.a&lt;/strong&gt;., dia berkata :&lt;br /&gt;“Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian mencegah istri-istrimu (untuk mendatangi) masjid-masjid jika mereka meminta izin kepada kalian.”&lt;br /&gt;Salim bin Abdullah berkata, “Lalu Bilal bin Abdullah berkata, ‘Demi Allah, kami akan mencegah mereka’.”&lt;br /&gt;Salim berkata, “Lalu Ibnu Umar menghampiri Abdullah dan mengolok-oloknya dengan olok-olokan yang amat buruk, yang tidak pernah kudengar sebelumnya seperti itu. Dia berkata, “Aku mengabarkan kepadamu dari Rasulullah, lalu engkau berkata,’Demi Allah, aku benar-benar akan mencegahnya ?’.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Dari Imran bin Hushain r.a&lt;/strong&gt;., dia berkata :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Malu itu adalah kebaikan seluruhnya.”&lt;br /&gt;Lalu Busyair bin Ka’ab berkata, “Sesungguhnya di dalam sabda beliau ini terdapat kelemahan.”&lt;br /&gt;Lalu Imran berkata, “Aku memberitahukan dari Rasulullah, lalu engkau datang untuk menentang ? Aku tidak akan memberitahukan satu hadits pun yang kuketahui.”(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Dari Urwah bin Az-Zubair&lt;/strong&gt;, bahwa dia berkata kepada Ibnu Abbas r.a.:&lt;br /&gt;“Engkau telah menyesatkan manusia.”“Apa itu wahai Urayyah ?”, tanya Ibnu Abbas.Urwah menjawab, “Engkau memerintahkan umrah pada sepuluh hari itu, padahal hari-hari itu tidak ada umrah.”Ibnu Abbas bertanya, “Apakah engkau tidak bertanya mengenai masalah ini kepada ibumu ?”Urwah menjawab, “Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar tidak pernah melakukan hal itu.”Ibnu Abbas berkata, “Inilah yang membuat kalian rusak. Demi Allah, aku tidak melihat melainkan hal ini akan membuat kalian tersiksa. Sesungguhnya aku beritahukan kepada kalian dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, namun kalian menjawab dengan diri Abu Bakar dan Umar.”(HR Imam Ahmad dan Al-Khathib serta lainnya dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnul Qayyim&lt;/strong&gt; berkata, “Semoga Allah merahmati Ibnu Abbas. Bagaimana andaikata dia tahu sekian banyak orang yang menentang firman Allah dan sabda Rasul-Nya dengan menggunakan perkataan Aristoteles, Plato, Ibnu Sina, Al-Faraby, Jahm bin Shafwan, Bisyr Al-Maraisy, Abul Huzail Al-Allaf, dan orang-orang yang sealiran dengan mereka ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kami katakan (Syaikh Ali Hasan), “Semoga Allah merahmati Ibnul Qayyim. Bagaimana jika dia tahu ada orang-orang rasionalis abad ke dua puluh, yang menentang Sunnah hanya dengan menggunakan rasionya yang serba terbatas, dengan gambaran-gambaran yang rusak dan dengan pendapat yang hina ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Golongan Rasionalis Masa Kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salah seorang diantara mereka berkata, “Para pemeluk Islam telah sepakat --kecuali sebagian kecil di antara mereka yang tidak perlu digubris—bahwa jika aqly dan naqly saling bertentangan, maka apa yang ditunjukkan oleh aqly harus diambil.”&lt;br /&gt;(Yang dimaksudkan adalah Muhammad Abduh dalam tulisannya, Al-Islam Wan-Nashraniyyah, hal. 59. Padahal dalam buku Risalatut-Tauhid dia berkata bahwa rasio saja tidak bisa sampai kepada kebahagiaan ummat, jika tidak disertai petunjuk ilahi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seorang jurnalis yang juga menganggap dirinya sebagai pemikir ulung yang bernama Fahmy Huwaidy berkata di dalam sebuah artikelnya yang berjudul Watsaniyyun Hum Abadatun-Nushush, “Orang-orang paganis adalah para penyembah nash, menguraikan upaya peniadaan rasio di hadapan nash, bahwa hal ini merupakan gambaran paganisme modern. Sebab yang disebut paganis itu tidak hanya orang-orang yang menyembah berhala. Tetapi paganisme pada zaman sekarang berubah menjadi penyembah terhadap simbol-simbol yang tertuang dalam tulisan dan upacara keagamaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seorang tokoh sekolah Al-Azhar Mesir,&lt;strong&gt; Muhammad Al-Ghazaly&lt;/strong&gt; berkata di dalam bukunya yang sangat zhalim terhadap ilmu dan ilmuwan, As-Sunnah baina Fiqhi wa Ahlil-Hadits, “Kita harus tahu bahwa kebatilan yang ditetapkan rasio mustahil merupakan agama. Agama yang benar adalah yang berunsur kemanusiaan yang benar. Unsur kemanusiaan yang benar adalah rasio yang bisa menetapkan hakikat, yang bisa jelas karena ilmu, yang memburukkan khurafat dan yang dijauhkan dari dugaan. Kami senantiasa menegaskan bahwa setiap hukum yang ditentang rasio, setiap jalan yang tidak dikehendaki kemanusiaan yang benar dan sejalan dengan fitrah yang lurus, mustahil merupakan agama.”&lt;br /&gt;Maka dari itu kita melihat Muhammad Al-Ghazali secara berani menolak sekian banyak hadits Nabawi yang shahih dan kuat, hanya karena hadits-hadits tersebut dianggap menunggangi rasionya.&lt;br /&gt;(Silahkan baca kitab Kasyfu Mauqifi Al-Ghazaly Minas-Sunnah wa Ahliha wa naqdu Ba’dhi Ara’ihi, karya DR. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly yang sudah diterjemahkan dengan judul Membela Sunnah Nabawy, jawaban terhadap buku Studi Kritis atas Hadits Nabi, karya Muhammad Al-Ghazaly, anda akan mendapatkan di dalamnya bagaimana ia menolak hadits-hadits shahih yang tidak dapat diterima oleh akalnya walau tercantum dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Serta setiap syubuhat yang dilontarkannya di jawab secara ilmiyah oleh Syaikh DR. Rabi bin Hadi Al-Madkhaly –hafidhahullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Muhammad Ahmad Khalafullah&lt;/strong&gt; berkata di dalam bukunya, Ghazwun Minad-Dakhil, hal. 51, “Islam telah membebaskan rasio manusia untuk menguasai nubuwah, dengan mengumumkan penghabisan masa nubuwah secara total dan sekaligus kebebasan manusia dari nubuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Husain Ahmad Amin&lt;/strong&gt; yang merupakan penerus langkah bapaknya, berkata, “Menyerap ruh Islam, dan bukan komitmen terhadap hukum-hukum tertentu, cukup dijadikan tameng yang bisa membawa kita ke jalan yang lurus. Masyarakat yang ada sekarang mendapatkan hukuman pidana pencurian tidak seperti hukuman di masyarakat badui. Begitu pula masalah hijab yang pernah di wajibkan di Madinah. Hukuman potong tangan yang ditetapkan Al-Qur’an sebagai hukuman bagi pencuri adalah syariat masyarakat badui. Hijab lebih tepat untuk masyarakat Madinah Al-Munawwarah, dan tidak tepat untuk masyarakat Cairo pada abad ke dua puluh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diantara pendukung paham rasionalis ini adalah seorang Doktor dalam bidang Hukum, &lt;strong&gt;Hasan At-Turaby&lt;/strong&gt;, yang saat ini namanya cukup berkibar karena hubungan dekatnya dengan pemerintah Sudan. Dia berkata dalam bukunya &lt;em&gt;Tajdidul-Fikri-Islamy&lt;/em&gt;, hal. 26, “Sumber yang perlu kami tegaskan sekali lagi sebagai dasar adalah rasio.”&lt;br /&gt;Perhatikan pula masalah besar yang dimuntahkan At-Turaby, dalam suatu ceramah yang disampaikannya dengan judul &lt;em&gt;Tahkimusy-Syari’ah&lt;/em&gt;, yang secara lancang dia membolehkan kemurtadan dari Islam, “Saya ingin mengatakan, bahwa dalam suatu pemerintahan dan pada satu zaman, orang Muslim boleh mengganti agamanya, sebagaimana yang dilakukan orang Nashrani.”&lt;br /&gt;Yang menguatkan kedok dirinya dan menambah kejelasan jati dirinya ini adalah penjelasan Muhammad Surur Zainul Arifin, dalam bukunya, &lt;em&gt;Dirasat Fis-Sirah An-Nabawiyah&lt;/em&gt;, hal. 308, mengisahkan pengalaman pribadi yang dialaminya bersama &lt;em&gt;At-Turaby&lt;/em&gt;. Dia berkata, “Dosen dalam bidang hukum di Universitas Sudan, DR. Hasan Abdullah At-Turaby ini mengingkari turunnya Isa Al-Masih pada akhir zaman. Dalam suatu pertemuan pada sebelas tahun yang lalu, saya bertanya kepadanya, “Mengapa engkau mengingkari hadits yang mutawatir ?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Saya tidak mengingkari hadits dari segi sanadnya. Tetapi saya melihat hadits tersebut bertentangan dengan rasio. Padahal rasio harus didahulukan daripada nash jika terjadi pertentangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Beliau berbeda dengan Muhammad Al-Ghazaly yang frontal (beliau menolak hadits dengan susunan bahasa yang lebih halus dan tidak keras), sekalipun hadits-hadits yang dibicarakan Al-Qardhawy adalah hadits yang sama dengan yang ditolak Muhammad Al-Ghazaly berdasarkan rasionya yang sempit. Hadits yang secara terang-terangan ditolak Muhammad Al-Ghazaly, biasanya Al-Qardhawy cukup berkata, “Saya masih bimbang tentang hadits yang dimaksud.” Baru kemudian ia menyebutkannya.&lt;br /&gt;Paham rasionalisme ini tampak dalam buku karangannya yang terakhir, &lt;em&gt;Kaifa Nata’amalu Ma’as Sunnah An-Nabawiyyah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Diantaranya adalah kebimbangannya tentang keabsahan hadits yang diriwayatkan di dalam shahih Muslim, dari Anas, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada seorang laki-laki, “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di dalam neraka.”&lt;br /&gt;Kadang-kadang Al-Qardhawy beralih kepada takwil yang bertentangan dengan zahir nash, seperti sikapnya dalam menghadapi hadits, “Kematian di datangkan dalam bentuk domba berwarna hitam bercampur putih.”(Muttafaq Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak heran jika engkau melihat kebebasan pemikiran mereka, yang menganggap Islam itu bukan satu-satunya agama Allah. Berarti mencari agama selain Islam bukan merupakan kesesatan dan kekufuran. Bahkan mencari agama Nashrani dan Yahudi bisa membawa pelakunya ke surga dan bahkan bisa ke Firdaus, surga yang paling tinggi, seperti pendapat Muhammad Ammarah, Fahmy Huwaidy, Abdul Aziz Kamil, Sa’id Al-Asymawy, Mahmud Abu Rayyah dan lain-lainnya. ( Al-Aqlaniyyah, Hidayah Am Ghiwayah, hal. 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a’lam bishshawab. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7675918737706589371?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7675918737706589371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7675918737706589371&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7675918737706589371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7675918737706589371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/kedudukan-akal-dalam-islam.html' title='Kedudukan Akal Dalam Islam'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3054948380058059052</id><published>2007-12-15T04:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T05:57:13.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keseharianku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya-Tanya'/><title type='text'>Pacaran Dalam Islam</title><content type='html'>Kemaren ada temen yang nanyain ke gw. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" /&gt;Pertanyaannya kayak gini&lt;br /&gt;"Bro.. gimana sih pacaran itu dalam pandangan Islam? Boleh apa nggak sih?"&lt;br /&gt;Trus kemaren-kemaren juga ada banyak yang nanya ama gw di YM. Pertanyaan-pertanyaanya kurang lebih sama,&lt;br /&gt;"Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ?" (siska)&lt;br /&gt;"Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? "&lt;br /&gt;"Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?"&lt;br /&gt;dan banyak lagi deh yang nanya-nanya kek gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, gw coba ngulas dikit nih.&lt;br /&gt;Pertama yang harus diketahui, bahwa pacaran dengan cinta itu tidak sama. Didalam Islam cinta itu fitrah dan suci. Cinta itu normal dan manusiawi. Cinta itu adalah anugerah terindah dari ALLAH kepada Manusia (Jadi inget lagunya Sheila On 7 anugerah terindah). &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al Quran ALLAH menerangkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik&lt;/em&gt;." ( Al-Imron:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak selamanya cinta itu bakal menjadi anugerah. Bisa menjadi bencana kalo kita menyikapinya dengan cara yang salah. Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Kalau kita tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli"&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita 'terjun' kedunia cinta, kita harus terlebih dahulu mengetahui &lt;strong&gt;hakekat dari cinta &lt;/strong&gt;itu. Agar kita tidak tersesat dan salah arah dalam menjalani cinta. Hakekat cinta itu adalah &lt;strong&gt;siapa-siapa yang harus kita utamakan untuk di cintai&lt;/strong&gt;. Dalam pandangan gw, cinta itu terbagi kepada dua macam. Tidak boleh ada satu cintapun yang keluar dari 2 macam ini. Yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta kepada ALLAH&lt;br /&gt;2. Cinta karena ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada ALLAH itu adalah cinta yang paling tinggi diatas semua cinta kita kepada yang lainnya. Kita tidak boleh meninggikan cinta kepada sesuatu melebihi cinta kita kepada ALLAH.&lt;br /&gt;Nah, sesudah itu baru deh Cinta Karena ALLAH. Kita harus menanamkan didalam dada kita, bahwa cinta kita kepada sesuatu apapun hanya semata-mata karena ALLAH (Lillahita'ala). Cinta karena ALLAH ini ada banyak sekali. Diantaranya cinta kepada Kedua orang tua, kepada Rasulullah, kepada saudara, kepada sanak famili, kepada Agama Islam, Kepada Tanah Air, kepada Lingkungan, kepada Alam, kepada Ilmu, kepada sahabat, kepada Manusia, kepada harta, kepada pekerjaan. banyak lagi deh .. dan satunya ya itu, Cinta kepada lawan jenis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Umat Islam, 2 point diatas itulah yang wajib kita jalankan. Kita harus menyadari cinta kepada ALLAH lah yang utama. Selanjutnya semua cinta kita kepada sesuatu harus kita akui adalah cinta karena ALLAH. Aku menyintai pekerjaanku karena ALLAH, Aku menyintai hartaku karena ALLAH, aku menyintai Tanah Airku karena ALLAH, aku menyintai anakku karena ALLAH, aku menyintai Ilmu karena ALLAH, aku menyintai Islam karena ALLAH...semua cinta hanya Karena ALLAH Ta'ala. !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kepada cinta lawan jenis kita. Indah sekali bila kata-kata kayak gini di ucapin:&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ana uhibbuka fillah ya Habibi&lt;/em&gt;" (aku menyintaimu karena ALLAH wahai kekasih)&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/9.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu Insya ALLAH, cinta kita akan terhindar dari godaan setan yang menjerumuskan kita kejurang setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diajarkan Islam. Islam mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta itu tidak selamanya menjadi anugerah. Kalau tidak hati-hati malah bisa menjadi perangkap setan. Cinta itu adalah titik krusial, Bisa menjalankan dengan baik, derajat akan naik, tetapi jikalau tidak bisa, kita tersungkur, yang lebih cenderung mengarah kepada perbuatan maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat man...... yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, makan tak enak tidur tak lena, setiap waktu pikiran dan hati selalu menuju padanya, waktu tidur selalu mimpiin dia. Pengennya HP selalu ada pulsanya dan miscall dia terus-terusan. (ciee.. yang udah pengalaman) enggak kok, cuma tau dari orang-orang doang.&lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/3.gif" /&gt; Bahkan orang yang lagi &lt;em&gt;fall in love&lt;/em&gt; itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe' akhirnya....... "pacaran yuk". Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil) / swt . Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak. Musyrik deh. Gawat ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini bro en sis, Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga' terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (&lt;em&gt;haajatul 'udwiyah&lt;/em&gt;), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo' kagak terpenuhi manusia ngga' bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga' tenang) sampe' terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (&lt;em&gt;gharizah&lt;/em&gt;). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gharizatul baqa'&lt;/strong&gt; (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gharizatut tadayyun&lt;/strong&gt; (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gharizatun nau'&lt;/strong&gt; (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kan?? Yuk lanjut ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pacaran dalam perspektif islam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: "&lt;em&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk&lt;/em&gt;." (Q. S. Al Isra' : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. Jadi kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud: "&lt;em&gt;Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu&lt;/em&gt;."(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: "&lt;em&gt;Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya&lt;/em&gt;." (HR. Imam Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "&lt;em&gt;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya&lt;/em&gt;." (Q. S. An Nuur : 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sabda Nabi: "&lt;em&gt;Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu&lt;/em&gt;."(HR. Thabrany).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga' punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "&lt;em&gt;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, kayaknya sampai situ aja dulu tentang CINTA ini. Kapan-kapan Insya ALLAH  gwe akan jabarin lagi tentang ini. Moga aja bisa menjadi sedikit pencerahan untuk kita semua yang kira-kira akan terjun ke Dunia Cinta ini atau dengan kata lain mencari calon pasangan hidup. Semoga kita semua di anugerahkan suami atau istri yang shalehah yang mampu menuntun dan mengiringi kita hidup secara indah di dunia dan di akhirat Terlebih . Amin.&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-3054948380058059052?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3054948380058059052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3054948380058059052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3054948380058059052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3054948380058059052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/pacaran-dalam-islam.html' title='Pacaran Dalam Islam'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3070453571823394241</id><published>2007-12-15T04:31:00.001+07:00</published><updated>2007-12-15T08:22:57.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='F O K U S'/><title type='text'>Melacak Tatanegara Islam</title><content type='html'>Negara di dunia terdiri dari mantan negeri penjajah (kolonial) dan bekas negeri terjajah (jajahan). Tatanegara bekas negeri jajahan mengacu pada Tatanegara bekas negeri penjajah yang semuanya menganut paham jahiliyah materialisme, yang bertumpu pada paham sekularisme, nasionalisme, demokrasi yang semuanya juga berseberangan dengan Islam.&lt;br /&gt;(Abul A'la Maududi : Kemerosotan Umat Islam dan Upaya Pembangkitannya", 1984:37-39). &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk negara kesatuan, negara serikat (federal), serikat negara-negara (konfederasional), uni (union) tak dikenal dalam Islam. Bentuk pemerintahan monrchi, diktator tak dikenal dalam Islam. Sifat pemerintahan otokrasi, oligarsi, demokrasi tak dikenal dalam Islam. Kedaulatan Tuhan (theokrasi), kedaulatan negara, kedaulatan rakyat (demokrasi), kedaulatan hukum tak dikenal dalam Islam .&lt;br /&gt;(Sayid Quthub : "Petunjuk Jalan", hal 110-111, SABILI, No.2, Th.VIII, 12 Juli 2000, hal 8-9, Komentar : Republika dan Khilafah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanegara Islam tegak pada landasan "La ilaha'ilallah". Allah itu Maha Mutlak. Yang Mutlak hanya dapat diimani, tak dapat dipahami, abstrak pada akal. "Fikirkanlah tentang makhluk Allah, dan jangan sekali-kali memikirkan zat Allah". Yang abstrak pada akal, untuk dapat dipahami haruslah lebih dahulu diproyeksikan, dibumikan dalam wujud, bentuk yang konkrit pada akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadap wajah Allah (QS 2:115) adalah ungkapan yang abstrak pada akal. Menghadap Ka'batullah (QS 2:149-150) adalah ungkapan yang konkrit pada akal, merupakan proyeksi dari menghadap Allah. Tapi Ka'batullah bukanlah Allah. Mencintai Allah dan Rasul-Nya (QS 3:31) adalah ungkapan yang abstrak pada akal. Mencintai, menyantuni, memperhatikan publik (orang banyak, orang melarat, orang terlantar) (QS 107:1-3, 9:60, 2:177, 3:92, 8:41) adalah ungkapan yang konkrit pada akal, merupakan proyeksi dari mencintai Allah. Tapi publik (orang banyak), bukanlah Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di hari Kiamat nanti, Allah berfirman : "Wahai anak Adam. Aku minta makan kepdamu, tetapi engkau tidak mau memberiKu makan. Tahukah engkau, wahai anak Adam, sesungguhnya hambaKu si Fulan itu meminta makan kepadamu, tetapi engkau tiada memberinya makan. Ketahuilah, bila engkau memberinya makan, maka engkau mendapatkan rakhmat di sisiKu" Sabilillah, proyeksinya, refleksinya adalah kepentingan publik.&lt;br /&gt;(Abu A'la Maududi : "Dasar-Dasar Islam", 1984:190-191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran ilahiyah (QS 2:147) adalah ungkapan yang abstrak pada akal. Opini publik, pendapat umum (orang banyak dari kalangan orang mukmin) adalah ungkapan yang konkrit pada akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Hati-hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena orang mukmin itu melihat dengan nur Allah&lt;/i&gt;" (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedaualatan Ilahiyah, kedaulatan hukum Iilahiyah (theokrasi) adalah ungkapan yang abstrak pada akal. Kedaulatan publik, kedaulatan rakyat (demokrasi) adalah ungkapan yang konkrit pada akal. Tapi publik bukanlah Ilahiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vox populi vox Dei. Abu A'la Maududi kesulitan menemukan terminologi kedaulatan yang sesuai dengan Islam. Akhirnya ia menciptakan istilah "&lt;em&gt;theo-democracy&lt;/em&gt;" untuk menyimpulkan konsep politik dan pemerintahan Islam .&lt;br /&gt;(M Amaien Rais, Kata Pengantar : "Khilafah dan Kerajaan", 1984:24).&lt;br /&gt;Bentuknya berupa perwakilan manusia di bawah kedaulatan Tuhan.&lt;br /&gt;(Abu A'la Maududi : "Pokok-Pokok Pandangan Hidup Muslim", 1983:53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidaklah meninggalkan warisan politik yang terperinci tentang bagaimana menyusun Syura. Maka terserahlah bagaimana hendaknya teknik melancarkan syura itu menurut keadaan tempat dan keadaan zaman. Apakah akan mengadakan Pemilu, MPR, DPR, DPA, Dewan Senat, Dewan Menteri (Kabinet Presidentil atau Parlementer), bukanlah menjadi soal. Yang penting adalah bahwa dalam masyarakat mestilah ada syura, musyawarah di antara mereka. (Prof.Dr.Hamka : "Tafsir Al-Azhar", juzuk IV, 1983:152).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tatanegara Islam itu tegak pada landasan "la ilaaha illallah", maka pertama-tama perhatian haruslah ditujukan ke arah membersihkan hati nurani para anggotanya dari penghambaan diri kepada yang lain dari Allah (membenarkan tauhid), dalam bentuk mana pun juga. Lalu kemudian berkumpul dalam suatu jama'ah Muslim. Mereka inilah yang pantas mendirikan masyarakat Islam. Dalam masyarakat itu terlambang syahadat "la ilaaha illallah, Muhammadur Rasulullah." (Sayid Qutub : "Petunjuk Jalan", hal 101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepetak kecil wilayah yang masyarakatnya ditata dengan aturan Allah lebih baik dari sehamparan luas wilayah yang masyarakatnya ditata dengan aturan thagut, jahiliyah, sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ;'Petunjuk Jalan" (Ma'alim fith Thariq) ada pula "petunjuk Jalan" ("Metode Revolusi Islam" dan "Upaya Pembangkitan Ummat Islam") Abu A'la Maududi, yang juga menunjukkan jalan metode revolusi Islami, dimulaiu dengan membersihkan, meluruskan aqidah tauhid dan mendidik akhlak karimah paripurna, serta menyiapkan kader-kader pejabat pemerintah (sipil dan militer), memasyarakatkan ajaran Islam (IPOLEKSOSBUDHAMKAMTIB), memberlakukan hukum-hukum Islam (Hudud Pidana dan Perdata) sebagai hukum positif. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-3070453571823394241?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3070453571823394241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3070453571823394241&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3070453571823394241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3070453571823394241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/melacak-tatanegara-islam.html' title='Melacak Tatanegara Islam'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-6829531012768507725</id><published>2007-12-15T03:43:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T04:29:48.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Islam'/><title type='text'>Hizbut Tahrir</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.sfgate.com/blogs/images/sfgate/worldviews/2006/09/10/HTlogo_main.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 171px; CURSOR: hand; HEIGHT: 161px" height="235" alt="" src="http://www.sfgate.com/blogs/images/sfgate/worldviews/2006/09/10/HTlogo_main.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Hizbut Tahrir&lt;/strong&gt; adalah sebuah partai politik yang berideologi Islam. Politik merupakan kegiatannya, dan Islam adalah ideologinya. Hizbut Tahrir bergerak di tengah-tengah umat, dan bersama-sama mereka berjuang untuk menjadikan Islam sebagai permasalahan utamanya, serta membimbing mereka untuk mendirikan kembali sistem Khilafah dan menegakkan hukum yang diturunkan Allah dalam realitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir merupakan organisasi politik, bukan organisasi kerohanian (seperti tarekat), bukan lembaga ilmiah (seperti lembaga studi agama atau badan penelitian), bukan lembaga pendidikan (akademis), dan bukan pula lembaga sosial (yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan). Ide-ide Islam menjadi jiwa, inti, dan sekaligus rahasia kelangsungan kelompoknya. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LATAR BELAKANG BERDIRINYA HIZBUT TAHRIR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir didirikan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"(Dan) hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah) yang menyeru kepada kebaikan (mengajak memilih kebaikan, yaitu memeluk Islam), memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;/em&gt; (Q. S. Ali Imran: 104)&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir bermaksud membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah SWT dapat diberlakukan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Partai ini didirikan Oleh &lt;strong&gt;Syaikh Taqiyuddin Nabhani&lt;/strong&gt; (1909 - 1979 M), kelahiran Ijzim, kampung di daerah Haifa Palestina. Setelah pendidikan di kampungnya, kemudian melanjutkan ke Al-Azhar dan Dar al-Ulum, Kairo. Pernah menjadi dosen dan hakim di beberapa kota di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa 1948, ia bersama keluarganya meninggalkan kampung halamannya menuju ke Beirut. Kemudian ia diangkat menjadi anggota di Mahkamah Banding Bait al-Maqdis (Yerusalem). Ia juga pernah menjadi dosen pada Islamic College di Amman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tahun 1952, ia mendirikan partainya. Dengan konsentrasi penuh ia memimpin partai, menerbitkan buku dan brosur-brosur yang secara keseluruhan merupakan sumber pengetahuan pokok partai. Dia hidup berpindah-pindah antara Yordania, Suriah dan libanon. Ia kemudian wafat dan dimakamkan di Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat sulit mengenal tokoh-tokoh partai yang terkemuka, dikarenakan aktifitasnya yang sangat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Nabhani, Hizib dipimpin oleh &lt;strong&gt;Abdul Qadim Zallum&lt;/strong&gt;, kelahiran kota Khalil, Palestina. Ia penulis buku Hakadza Hudimat al-Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19/10/1378 H, didirikan cabang Hizib al-Tahrir diLubnan (Lebanon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 1984, 32 orang aktifis Hizib al-Tahrir di Mesir diajukan ke meja hijau dengan tuduhan merencanakan kudeta. Disebutkan orang-orang yang dituduh sebagai pemimpin kudeta ialah Ir. Abdulghani Jabir Sulaiman, Dr. Shalahuddin Muhammad Hasan (keduanya tinggal di Austria), seorang doktor elektro keturunan Palestina yang dijuluki Abu Lihyah dan 'Alauddi Abdulwahhab Hajjaj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Hizib al-Tahrir lainnya ialah &lt;strong&gt;Abdurrahman Maliki&lt;/strong&gt; dari Suriah, salah seorang tokoh dewan pimpinan partai dan penulis buku &lt;strong&gt;al-'Uqubat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN HIZBUT TAHRIR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir bertujuan melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Tujuan ini berarti mengajak kaum muslimin kembali hidup secara Islami dalam Darul Islam dan masyarakat Islam. Di mana seluruh kegiatan kehidupannya diatur sesuai dengan hukum-hukum syara'. Pandangan hidup yang akan menjadi pedoman adalah halal dan haram, di bawah naungan Daulah Islam, yaitu Daulah Khilafah, yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang diangkat dan dibai'at oleh kaum muslimin untuk didengar dan ditaati agar menjalankan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu Hizbut Tahrir bertujuan membangkitkan kembali umat Islam dengan kebangkitan yang benar, melalui pola pikir yang cemerlang. Hizbut Tahrir berusaha untuk mengembalikan posisi umat ke masa kejayaan dan keemasannya seperti dulu, di mana umat akan mengambil alih kendali negara-negara dan bangsa-bangsa di dunia ini, dan negara Khilafah akan kembali menjadi negara nomor satu di dunia --sebagaimana yang terjadi pada masa silam-- serta memimpin dunia sesuai dengan hukum-hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir juga bertujuan untuk menyampaikan hidayah (petunjuk syari'at) bagi umat manusia, memimpin umat Islam untuk menentang kekufuran beserta segala ide dan peraturan kufur, sehingga Islam dapat menyelimuti bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LANDASAN PEMIKIRAN HIZBUT TAHRIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hizbut Tahrir melakukan kajian, penelitian dan studi terhadap keadaan ummat serta sejauh mana kemerosotan yang dideritanya. Lalu dibandingkan dengan situasi di masa Rasulullah saw, masa Khulafaur Rasyidin dan masa Tabi'in sesudahnya; lalu dengan merujuk kembali Sirah Rasulullah saw dan tata cara mengemban da'wah beliau sejak permulaan da'wah sampai (berhasilnya) mendirikan suatu Daulah Islam di kota Madinah; kemudian dengan mempelajari bagaimana perjalanan hidup beliau di Madinah; dan setelah merujuk kembali kepada Kitabullah, Sunah Rasul-Nya serta apa yang ditunjukkan oleh dua sumber ini, yakni Ijma Sahabat dan Qiyas; selain berpedoman pada ungkapan-ungkapan/pendapat para Sahabat, Tabi'in, Imam-imam dari kalangan mujtahidin, Setelah melakukan itu semua, Hizb lalu memilih dan menetapkan ide-ide, pendapat-pendapat dan hukum-hukum yang berkaitan dengan fikrah dan thariqah. Semuanya itu berupa ide-ide, pendapat-pendapat dan hukum-hukum Islam semata, Tidak ada satupun yang bukan dari Islam. Tidak dapat pula dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak bersumber dari Islam. Sumbernya secara utuh dan murni diambil dari Islam, dan tidak disandarkan pada sesuatu selain dari ushul Islam yang terkenal (baik ushuluddin maupun ushul fiqh) dan nash-nash syari'atnya. Juga Hizbut Tahrir bersandarkan pada pemikiran (akal sehat) dalam penetapannya.&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir telah memilih dan menetapkan ide-ide, pendapat-pendapat, dan hukum-hukum tersebut sesuai dengan ketentuan yang diperlukan dalam perjuangannya untuk melangsungkan kehidupan Islam serta mengemban da'wah Islam ke seluruh penjuru dunia, dengan mendirikan Daulah Khilafah dan mengangkat seorang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide, pendapat-pendapat, dan hukum-hukum yang telah dipilih dan ditetapkannya telah dihimpun dalam buku-buku (baik yang dijadikan sebagai materi pembinaan ataupun sebagai materi pelengkap) dan selebaran-selebaran. Semuanya itu telah diterbitkan dan disebarkan kepada umat. Berikut ini dicantumkan nama-nama buku yang telah diterbitkan oleh Hizb, yaitu: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kitab Nizhamul Islam (Peraturan Hidup di Dalam Islam), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Nizhamul Hukm Fil Islam (Sistem Pemerintahan di Dalam Islam), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab An-Nizhamul Iqtishaadi Fil Islam (Sistem Ekonomi di Dalam Islam),&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab An-Nizhamul Ijtimaa'i Fil Islam (Sistem Pergaulan antara Pria dan Wanita di dalam Islam),&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab At-Takattul al Hizbiy (Proses Pembentukan Partai Politik),&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Mafahiimu Hizbut Tahrir (Pokok-pokok Pikiran Hizbut Tahrir), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Ad Daulatul Islamiyah (Pemerintahan Islam), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah (Membentuk Kepribadian Islam; tiga jilid), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Mafahiim Siyasiyah Li Hizbut Tahrir (Pokok-pokok Pikiran Politik Hizbut Tahrir),&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Nadlaraat Siyasiyah Li Hizbut Tahrir (Beberapa Pandangan Politik menurut Hizbut Tahrir), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Muqaddimatud Dustuur (Pengantar Undang-undang Dasar Negara Islam), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Al-Khilafah (Beberapa Hukum mengenai AlKhilafah), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Kaifa Hudimat Al-Khilafah (Usaha-usaha Meruntuhkan Pemerintah Khilafah), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Nizhamul 'Uquubaat (Hukum pidana, Sanksi, Ta'zir dan Melanggar Peraturan Negara), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Ahkaamul Bayyinaat (Hukum-hukum Pembuktian dalam pengadilan), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Naqdlul Isytiraakiyatul Marksiyah (Kritikan terhadap Sosialis Marxis), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab At-Tafkiir (Membangun Daya Berfikir), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Sur'atul Badiihah (Kecepatan Berfikir), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Al-Fikrul Islamiy (Pemikiran Islam),&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Naqdlu Nadlariyatul Iltizaami Fil Qawaniinil Gharbiiyah (Kritikan terhadap Teori Stipulasi didalam Undang-undang Barat), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Nida' Haar (Panggilan Hangat dari Hizbut Tahrir untuk Ummat Islam), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab As-Siyaasatul Iqtishadiyatul Muthsla (Politik Ekonomi yang Agung), &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kitab Al-Amwaalu Fii Daulatil Khilafah (Sistem Keuangan di dalam Negara Khilafah).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Disamping itu terdapat ribuan lagi selebaran-selebaran, buklet-buklet dan diktat-diktat Hizb (surat-surat terbuka kepada para penguasa dan pemimpin gerakan politik) yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir sejak berdirinya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEGIATAN HIZBUT TAHRIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Hizbut Tahrir adalah mengemban dakwah Islam untuk mengubah situasi masyarakat yang rusak menjadi masyarakat Islam. Hal ini dilakukan dengan mengubah ide-ide rusak yang ada menjadi ide-ide Islam, sehingga ide-ide ini menjadi opini umum di tengah masyarakat serta menjadi persepsi bagi mereka. Selanjutnya persepsi ini akan mendorong mereka untuk merealisasikan dan menerapkannya sesuai dengan tuntutan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dengan mengubah perasaan yang dimiliki anggota masyarakat menjadi perasaan Islam --yakni ridla terhadap apa yang diridlai Allah, marah dan benci terhadap apa yang dimurkai dan dibenci oleh Allah-- serta mengubah hubungan/ interaksi yang ada dalam masyarakat menjadi hubungan/ interaksi yang Islami, yang berjalan sesuai dengan hukum-hukum Islam dan pemecahan-pemecahannya.&lt;br /&gt;Seluruh kegiatan yang dilakukan Hizbut Tahrir adalah kegiatan yang bersifat politik, di mana Hizbut Tahrir memperhatikan urusan masyarakat sesuai dengan hukum-hukum serta pemecahannya secara syar'i, karena politik adalah mengurus dan memelihara urusan masyarakat sesuai dengan hukum-hukum Islam dan pemecahan-pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan yang bersifat politik ini tampak jelas dalam kegiatannya mendidik dan membina umat dengan tsaqafah (kebudayaan) Islam, meleburnya dengan Islam, membebaskannya dari aqidah-aqidah yang rusak, pemikiran-pemikiran yang salah, serta persepsi-persepsi yang keliru, sekaligus membebaskannya dari pengaruh ide-ide dan pandangan-pandangan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan politik ini tampak juga dalam aspek pergolakan pemikiran (ash shiro'ul fikri) dan dalam perjuangan politiknya (al kifahus siyasi). Pergolakan pemikiran tersebut terlihat dalam penentangannya terhadap ide-ide dan aturan-aturan kufur. Kegiatan ini nampak pula dalam penentangannya terhadap ide-ide yang salah, aqidah-aqidah yang rusak, atau persepsi-persepsi yang keliru, dengan cara menjelaskan kerusakannya, menampakkan kekeliruannya, dan menjelaskan ketentuan hukum Islam dalam masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perjuangan politiknya, terlihat dari penentang-annya terhadap kaum kafir imperialis untuk memerdekakan umat dari belenggu dominasinya, membebaskan umat dari cengkeraman pengaruhnya, serta mencerabut akar-akarnya yang berupa pemikiran, kebudayaan, politik, ekonomi, maupun militer dari seluruh negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan politik ini juga tampak jelas dalam kegiatannya menentang para penguasa, mengungkapkan pengkhianatan dan persekongkolan mereka terhadap umat, melancarkan kritik, kontrol, dan koreksi terhadap mereka serta berusaha menggantinya tatkala mereka mengabaikan hak-hak umat, tidak menjalankan kewajibannya terhadap umat, melalaikan salah satu urusan umat, atau menyalahi hukum-hukum Islam.&lt;br /&gt;Seluruh kegiatan politik tersebut dilakukan tanpa menggunakan caca-cara kekerasan (fisik/senjata). Akan tetapi sebatas aktivitas menyampaikan ide-ide (konsep-konsep) dengan lisan atau tulisan, sesuai jejak dakwah yang dicontohkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Jadi kegiatan Hizbut Tahrir secara keseluruhan adalah kegiatan yang bersifat politik, baik sebelum maupun sesudah mengambilalih pemerintahan (melalui umat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Hizbut Tahrir bukan di bidang pendidikan, karena ia bukanlah madrasah (sekolah). Begitu pula seruannya tidak hanya bersifat nasehat-nasehat dan petunjuk-petunjuk. Akan tetapi kegiatannya bersifat politik, dengan cara mengemukakan ide-ide (konsep-konsep) Islam beserta hukum-hukumnya untuk dilaksanakan, diemban, dan diwujudkan dalam kenyataan hidup dan pemerintahan.&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir mengemban dakwah Islam agar Islam dapat diterapkan dalam kehidupan dan agar Aqidah Islamiyah dapat menjadi dasar negara dan dasar konstitusi serta undang-undang. Karena Aqidah Islamiyah adalah aqidah aqliyah (aqidah yang menjadi dasar pemikiran) dan aqidah siyasiyah (aqidah yang menjadi dasar politik) yang melahirkan aturan untuk memecahkan problem manusia secara keseluruhan, baik di bidang politik, ekonomi, budaya, sosial, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;METODE DAKWAH HIZBUT TAHRIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang ditempuh dalam mengemban dakwah adalah hukum-hukum syara', yang diambil dari thariqah perjalanan dakwah Rasulullah saw, sebab thariqah itu adalah wajib diikuti. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat, dan dia banyak menyebut Allah (dengan membaca dzikir dan mengingat Allah)."&lt;br /&gt;(Q. S. Al Ahzab: 21)&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'."&lt;br /&gt;(Q. S. Ali Imran: 31)&lt;br /&gt;"Apa saja yang dibawa Rasul untuk kalian, maka ambilah. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah."&lt;br /&gt;(Q. S. Al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;Masih banyak lagi ayat lain yang menunjukkan wajibnya mengikuti perjalanan Rasul, menerima tasyri' dan menjadikan beliau suri tauladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1). Berhubung dengan keadaan kaum muslimin saat ini, yang hidup di "Darul Kufur", dan diterapkan atas mereka hukum-hukum selain dari apa yang diturunkan Allah SWT, maka keadaan negeri mereka serupa dengan negeri Makkah ketika Rasulullah saw diutus (menyampaikan Risalah Islam). Untuk itu wajib dijadikan fase Makkah sebagai tempat berpijak dan mengembangkan dakwah.&lt;br /&gt;(2). Setelah kita mendalami perjalanan dakwah Rasulullah saw. di Makkah hingga beliau berhasil mendirikan suatu negara (Islam) di Madinah, akan tampak jelas beliau menjalani dakwahnya dengan beberapa tahapan yang jelas ciri-cirinya. Beliau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu yang tampak dengan jelas tujuannya. Dalam hal ini Hizbut Tahrir mengambil metode dakwah Rasulullah saw dari segi operasionalnya dan tahapan-tahapannya. Begitu pula dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukannya pada seluruh tahapan ini, yakni dengan menjadikan kegiatan-kegiatan Rasululah saw. sebagai teladan pada seluruh tahapan perjalanan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Hizb lalu menggariskan thariqah langkah operasionalnya sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tahap-Tahap Operasional Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tahap Tatsqif (pembinaan dan pengkaderan) untuk melahirkan orang-orang yang meyakini fikrah (konsep) Hizbut Tahrir dan metode Hizbut Tahrir dalam Pembentukan kerangka gerakan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahap Tafa'ul (berinteraksi) dengan umat agar ia mampu untuk memikul dakwah sehingga ummat akan menjadikannya sebagai masalah utama (vital) dalam kehidupannya, serta berusaha menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahap pengambil-alihan kekuasaan, yang selanjutnya menerapkan Islam secara utuh dan menyeluruh, serta menyampaikan dan mengemban Risalah Islam ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.1. Tahap Pertama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tahap pertama, telah dirintis oleh Hizbut Tahrir di Quds/Jerusalem pada tahun 1372 Hijriyah (1953 Masehi), dibawah seorang pendiri yang 'alim dan terhor mat, seorang pemikir besar dan politikus yang ulung, juga seorang Qadli pada Mahkamah Isti'naf (Mahkamah Agung) di Jerusalem, yaitu Al-Ustadz Taqiyuddin An-Nabhani, Rahimahullah.&lt;br /&gt;Pada saat itu Hizbut Tahrir telah melakukan kontak (langsung) dengan anggota masyarakat, menyampaikan konsep dan metode dakwahnya (thariqah) lewat perorangan. Bagi orang yang menerima fikrah dan thariqah Hizb, pembinaannya diatur secara intensif dalam halaqoh-halaqoh Hizb hingga menyatu dengan ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah dijadikan sebagai pedoman dan kemudian menjadikannya seorang muslim yang mempunyai kepribadian Islam, berinteraksi dengan Islam dan menghayatinya serta memiliki aqliyah dan nafsiyah Islamiyah (pola pikir dan pola jiwa yang Islami); yang untuk selanjutnya bergerak mengemban dakwah kepada umat. Apabila seseorang telah sampai pada tingkatan ini, maka secara sukarela ia akan mengharuskan dirinya bergabung dengan Hizbut Tahrir yang selanjutnya dijadikan sebagai anggota. Keadaan ini serupa dengan apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. pada tahap awal dakwah-beliau yang berlangsung selama tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berdakwah melalui individu dan menyampaikan kepada orang-orang (yang ada di Makkah dan sekitarnya) apa yang telah disampaikan Allah kepadanya. Bagi orang yang sudah mengimaninya, maka diikatnya dengan kelompok (pengikut Rasul) atas dasar Islam secara sembunyi-sembunyi. Rasulullah saw berusaha mengajarkan Islam kepada setiap orang baru dan membacakan kepadanya apa-apa yang telah diturunkan Allah dan ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga mereka berpola hidup secara Islam. Beliau bertemu dengan mereka secara rahasia, dan membina/mendidik (mereka) secara rahasia pula di tempat-tempat yang tersembunyi. Selain itu juga, mereka melaksanakan ibadah secara sembunyi-sembunyi. Sesudah itu, penyebaran Islam makin meluas dan menjadi buah bibir masyarakat (Makkah), dan akhirnya secara berangsur-angsur mereka masuk ke dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini (tahap awal dakwah) perhatian Hizb dipusatkan kepada pembinaan kerangka gerakan, memperbanyak pendukung dan pengikut, serta mengkader para pengikutnyanya dalam halaqah-halaqah dengan tsaqafah (materi pembinaan) Hizb yang terarah dan intensif, sehingga pada akhirnya telah berhasil membentuk kelompok partai bersama-sama para pemuda yang telah menyatu dengan Islam yang menerima pemikiran-pemikiran Hizb, kemudian berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran tersebut serta mengajak orang lain menuju pemikiran-pemikiran Hizb. Setelah Hizb berhasil membentuk suatu kelompok partai, dan masyarakat mulai merasakannya serta mengenal Hizb beserta ide-ide dan apa yang ia anjurkan kepada masyarakat, maka sampailah Hizb pada tahap yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.2. Tahap Kedua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap yang kedua adalah Marhalatut-Tafa'ul yaitu berinteraksi dengan masyarakat untuk menyampaikan Islam kepada umat dan mendorongnya untuk memikul Islam, membentuk kesadaran dan opini masyarakat atas dasar ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Hizb, hingga dijadikannya sebagai pemikiran ummat yang akan mendorongnya untuk berusaha mewujudkannya dalam kehidupan. Kemudian umat berjuang bersama-sama Hizb berusaha mendirikan Daulah Khilafah serta mengangkat seorang Khalifah untuk melangsungkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan ini Hizb mulai beralih menyampaikan dakwah kepada masyarakat banyak dengan cara penyampaian yang bersifat kolektif (umum). Pada saat itu Hizb melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini: &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tsaqafah murakkazah (pembinaan yang intensif) melalui halaqoh-halaqoh yang diadakan secara untuk individu (pengikut Hizb) dalam rangka untuk mengembangkan kerangka Hizb, memperbanyak pendukung, serta melahirkan kepribadian Islam di kalangan para pengikut dan anggota Hizb hingga mereka mampu mengemban dakwah Islam, mengarungi medan kehidupan dengan pergolakan pemikiran dan perjuangan politik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tsaqafah jama'iyah (pembinaan kollektif/ umum) yang disampaikan kepada umat Islam secara umum, berlandaskan ide-ide dan hukum-hukum Islam yang telah dijadikan landasan Hizb sebagai materi pembinaan untuk umat. Ini dilakukan melalui pengajian-pengajian umum atau ceramah-ceramah di Masjid-masjid, atau di balai-balai pertemuan, gedung-gedung dan tempat-tempat umum, juga melalui media massa, buku-buku dan selebaran-selebaran untuk melahirkan kesadaran umat secara umum sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asy-Syira'ul fikri (pergolakan pemikiran) dalam rangka menentang kepercayaan/ideologi, aturan dan pemikiran-pemikiran kufur. Menentang segala bentuk aqidah yang rusak, pemikiran yang keliru, persepsi yang salah dan tersesat dengan cara mengungkapkan kepalsuannya serta kekeliruannya dan pertentangannya dengan Islam. Sekaligus membersihkan umat dari segala bentuk pengaruh dan bekas-bekasnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Al-Kifahus siyasi (perjuangan politik), berbentuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Berjuang menghadapi negara-negara kafir Imperialis yang menguasai negeri-negeri Islam. Menghadapi segala bentuk penjajahan, baik itu yang berupa pemikiran, politik, ekonomi, maupun militer dan mengungkapkan taktik dan strategi serta membongkar persekongkolan negara-negara kafir untuk membebaskan umat dari kekuatannya, serta melepaskan umat dari segala bentuk pengaruh kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Menentang para penguasa di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri Islam lainnya (yang menjadi tempat kegiatan Hizb), dan mengungkapkan kejahatan mereka serta mengadakan nasehat dan kritik. Sekaligus mencoba mengubah tingkah lakunya setiap kali mereka melahap hak-hak umat, atau pada saat mereka tidak melaksanakan kewajibannya terhadap umat, atau pada saat melalaikan salah satu urusan umat, atau setiap kali mereka menyalahi hukum-hukum Islam. Dan berusaha untuk menghapuskan kekuasaannya, kemudian menggantikannya dengan kekuasaan yang berlandaskan pada hukum-hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengutamakan/memilih kemaslahatan umat dan melayani seluruh urusannya sesuai dengan hukum-hukum syara'.&lt;br /&gt;Hizb telah melaksanakan semua kegitan-kegiatan itu dengan mengikuti jejak Rasulullah saw, setelah turunnya firman Allah:&lt;br /&gt;"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu), dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."&lt;br /&gt;(Q. S. Al Hijr: 94) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Rasulullah saw diperintahkan menyampaikan Risalahnya secara terang-terangan. Menyeru orang-orang Quraisy di bukit Shafa dan menyampaikan bahwa sesungguhnya beliau adalah seorang Nabi yang diutus. Beliau meminta agar mereka beriman kepadanya. Beliau memulai menyampaikan dakwahnya kepada kelompok-kelompok dan kepada individu-individu. Beliau menentang orang-orang Quraisy melawan tuhan-tuhan mereka, aqidah dan pemikiran mereka, mengungkapkan kepalsuan, kerusakan dan kesalahannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beliau menyerang dan mencela setiap aqidah dan pemikiran kufur yang ada pada saat itu, sedangkan ayat AlQur'an masih turun secara berangsur-angsur. Ayat AlQur'an tersebut turun dan menyerang apa yang dilakukan orang-orang Quraisy, seperti perbuatan-perbuatan memakan riba, membunuh anak-anak wanita, mengurangi timbangan, dan melakukan perzinahan. Seiring dengan itu pula ayat Al-Qur'an turun mengecam para pemimpin dan tokoh-tokoh Quraisy, mencapnya sebagai orang yang bodoh, termasuk nenek moyang mereka, dan mengungkapkan persekongkolan yang mereka rencanakan untuk menentang Rasul, dan sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Sikap dan Cara Hizb Dalam Perjuangan Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyampaikan ide-idenya dan menghadapi ide-ide yang salah atau yang menyeleweng dari Islam, menentang kelompok-kelompok politik lain (yang tidak berlandaskan Islam), atau dalam menghadapi negara-negara kafir Imperialis, serta menentang para penguasa, sikap Hizb di sini tidak lain adalah menyampaikan pendapatnya secara terbuka (terang-terangan), menyerang dan menantang. Tidak dengan cara nifaq (berpura-pura), menjilat, bermanis muka dengan mereka, simpang siur ataupun berbelok-belok, dan tidak pula dengan cara mengutamakan jalan yang lebih selamat. Hizb juga berjuang secara politik tanpa melihat lagi hasil apakah maju atau mundur dan tidak memperhatikan keadaan apakah itu membahayakan atau menyelamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Hizb dalam menentang setiap orang yang menyeleweng dari Islam dan hukum-hukumnya, telah membawa bahaya sehingga para anggotanya menghadapi berbagai gangguan dan menerima siksaan yang pedih dari para penguasa; berupa penjara, kesengsaraan, pengusiran, pengejaran, dimata-matai, diputuskan mata pencahariannya dan diboikot kepentingannya, serta dilarang bepergian anggota-anggotanya ke luar negeri (dicekal), bahkan diantara mereka ada yang dibunuh. Banyak anggota-anggota Hizb yang telah dibunuh oleh para penguasa dzalim di negeri-negeri Iraq, Syria dan Libia, bahkan lebih daripada itu. Banyak juga yang dipenjarakan di negeri-negeri Yordania, Syiria, Iraq, Mesir, Libia dan Tunisia. Penjara-penjara di negeri-negeri tersebut penuh dengan anggota-anggota Hizb. Apa yang dilakukan oleh Hizb dan penderitaan yang ditanggung anggota-anggota Hizb disebabkan hanya karena mereka mengikuti jejak langkah Rasulullah saw. Rasulullah telah datang dengan membawa Risalah Islam ke seluruh dunia secara terang-terangan dan menantang; Beliau beriman dengan kebenaran dakwah yang diembannya kepada masyarakat. Menantang dunia secara keseluruhan dan mengumumkan perang atas seluruh manusia baik yang berkulit merah maupun hitam, tanpa memperhitungkan sedikitpun adat istiadat, tradisi, kebiasaan-kebiasaan, agama-agama, aqidah-aqidah, para penguasa, maupun orang-orang awam (rakyat kebanyakan). Tak sedikitpun beliau menoleh kepada sesuatu selain Risalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah memulai dakwahnya terhadap orang-orang Quraisy dengan mencela dan memaki seluruh tuhan-tuhan mereka, menentang seluruh aqidah mereka, menganggap remeh dan tidak peduli terhadap mereka. Sedangkan saat itu beliau berdakwah sendirian, tanpa persiapan apa-apa dan tanpa pendukung. Tidak memiliki senjata selain imannya yang dalam terhadap Islam yang telah diwahyukan kepadanya. Di dalam menempuh perjalanannya, Hizb bersikap tegas dan tetap menyampaikan dakwah secara terang-terangan, menentang sesuatu yang bertentangan dengan Islam, akan tetapi Hizb telah membatasi kegiatannya hanya bersifat politik tanpa menempuh cara-cara kekerasan (fisik/senjata) dalam menentang para penguasa maupun dalam menentang orang-orang yang menghalangi dakwahnya, demi untuk mengikuti langkah-langkah Dakwah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Makkah kegiatan Rasulullah saw terbatas hanya pada dakwah secara lisan dan tidak melakukan kegiatan apapun yang bersifat fisik, sampai beliau Hijrah ke Madinah. Bahkan ketika Pemimpin Madinah menawarkan kepada beliau pada Bai'atul Aqabah II agar mereka diizinkan memerangi penduduk Mina (Jama'ah Hajji dari seluruh Qabilah) dengan pedang, Rasulullah saw menjawab:&lt;br /&gt;"Kami belum diperintahkan (untuk melakukan yang) demikian". (Sirah Ibnu Hisyam, jilid I, hal. 144)&lt;br /&gt;menerima penganiayaan/siksaan sebagaimana yang telah dialami oleh Rasul-Rasul sebelumnya. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;"(Dan) sesungguhnya telah didustakan (pula) Rasul-Rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka tetap sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datangnya pertolongan Kami kepada mereka."&lt;br /&gt;(Q. S. Al An'am: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Sikap Hizb Terhadap Penggunaan Kekuatan Fisik&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hizb tidak menggunakan kekuatan fisik untuk membela diri atau menentang para penguasa. Kekuatan fisik tidak dapat disamakan dengan Jihad, baik Jihad untuk mempertahankan daerah Islam maupun menyebarkan Islam. Jihad tetap berlangsung terus hingga hari Kiamat. Apabila musuh-musuh Kafir menyerang salah satu Negeri Islam, maka wajib atas kaum muslimin yang menjadi penduduknya untuk menghadapinya. Begitu pula anggota-anggota Hizbut Tahrir di daerah itu --yang juga merupakan bagian dari kaum muslimin-- maka diwajibkan atas mereka sebagaimana yang diwajibkan terhadap kaum muslimin yang lainnya, yaitu memerangi dan menghadapi musuh, karena predikatnya sebagai muslim. Apabila terdapat seorang "Amir" (Pemimpin Muslim) yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah dan dia mengajak orang-orang lain, maka anggota-anggota Hizb menyambutnya (walau Penguasa tersebut tidak menerapkan Hukum-hukum Islam), karena mereka adalah kaum muslimin di suatau tempat yang telah diperintahkan kepadanya untuk menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Thalabun Nushrah (Mencari Perlindungan)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tatkala masyarakat (terutama di daerah-daerah pergerakan) telah apatis terhadap Hizb, akibat hilangnya kepercayaan umat terhadap pemimpin-pemimpinnya dan tokoh-tokoh masyarakat yang pernah menjadi tumpuan harapan, dan juga akibat keadaan yang teramat sulit yang sengaja dibuat oleh kaum Imperalis di Daerah Timur Tengah agar taktik Imperialisme mereka tetap berlangsung. Juga akibat dominasi kekuasaan dan sikap keras/kejam yang dilakukan oleh para penguasa untuk menindas rakyatnya, penganiayaan yang teramat keras yang dilakukan oleh para penguasa terhadap Hizb, anggota serta pengikutnya. Pada saat masyarakat menjadi apatis akibat semua keadaan ini, maka Hizb mulai melakukan 'thalabun-nushrah' (permintaan perlindungan) dari orang-orang yang mampu (memiliki kekuasaan), untuk dua tujuan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tujuan Himayah (membela Hizb bersama anggota-anggotanya), hingga mampu berjalan mengemban dakwah dalam keadaan yang aman.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mencari jalan untuk sampai pada tingkat pemerintahan (yaitu sampai ke tahap diserahkannya kekuasaan kepada Hizb) untuk mendirikan Khilafah Islamiyah dan menerapkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pada saat Hizb melakukan kegiatan 'thalabun-nushrah', seluruh kegiatan lainnya tetap dijalankan, seperti pembinaan intensif dalam halaqoh-halaqoh, pembinaan kolektif untuk seluruh umat; mengkonsentrasikan kegiatan hanya pada umat untuk ikut bertanggungjawab dalam memikul beban Islam; serta mewujudkan opini umum di kalangan umat. Begitu pula kegiatan lain seperti menentang negara-negara kafir Imperialis dan mengungkapkan taktik mereka, serta membongkar persekongkolannya; juga menentang para penguasa, mengutamakan kepentingan umat dan memelihara urusannya. Kesemuanya ini terus dilakukan oleh Hizb dengan terus berharap kepada Allah, semoga Hizb dan umat Islam mendapatkan keberhasilan dan kemenangan serta pertolongan Allah. Pada saat itulah orang-orang mukmin bergembira dengan datangnya nashrullah/pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEANGGOTAAN HIZBUT TAHRIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir menerima keanggotaan setiap orang Islam, baik laki-laki maupun wanita, tanpa memperhatikan lagi apakah mereka keturunan Arab atau bukan, berkulit putih ataupun hitam. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai untuk seluruh kaum muslimin dan menyeru mereka untuk mengemban dakwah Islam serta mengambil dan menetapkan seluruh aturan-aturan Islam, tanpa memandang lagi kebangsaan, warna kulit, maupun madzhab mereka. Hizbut Tahrir melihat semuanya dari pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengikat individu-individu ke dalam Hizbut Tahrir adalah dengan memeluk Aqidah Islamiyah, matang dalam Tsaqafah Hizbut Tahrir, serta mengambil dan menetapkan ide-ide dan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir. Dia sendirilah yang mengharuskan dirinya menjadi anggota Hizbut Tahrir, setelah sebelumnya ia melibatkan dirinya dengan Hizbut Tahrir; ketika dakwah telah berinteraksi dengannya dan ketika dia telah mengambil dan menetapkan ide-ide serta persepsi-persepsi Hizbut Tahrir. Jadi ikatan yang dapat mengikat anggota Hizbut Tahrir adalah Aqidah Islamiyah dan Tsaqafah Hizbut Tahrir yang terlahir dari aqidah ini. Halaqah-halaqah (pembinaan) wanita dalam Hizbut Tahrir terpisah dengan halaqah laki-laki. Yang memimpin halaqah-halaqah wanita adalah para suami, mahramnya, atau para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dakwah mereka tergolong salah satu dari Jama'ah Islamiyah yang membawa pemikiran Ahlussunnah Wal Jama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan gerakan ini terfokus kepada penerapan kehidupan Islami dengan jalan terlebih dahulu menegakkan negara Islam di negara-negara Arab, kemudian di negara-negara Islam lainnya. Baru setelah itu tugas dakwah dilancarkan ke negara-negara bukan Islam malalui umat Islam yang sudah terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri utama&lt;/strong&gt; Hizib al-Tahrir ialah &lt;strong&gt;konsentrasinya yang sangat besar kepada aspek tsaqafah (keilmuan)&lt;/strong&gt; dan menjadikannya sebagai landasan pembentukan pribadi Muslim dan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Hizib al-Tahrir juga berupaya keras mengembalikan kepercayaan terhadap Islam melalui aktifitas keilmuan di satu sisi dan melalui jalur politik di sisi lain. Hal itu terumuskan seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melalui aktifitas tsaqafah dengan cara mendidik berjuta-juta manusia secara masal dengan tsaqafah dan ilmu-ilmu Islam. (Lihat, Mafahim al-Asasiyyah, hal. 87).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui aktifitas politik mereka rumuskan dengan cara merekam dan menginventarisasi segala kejadian dan peristiwa. Kemudian dijadikannya pembicaraan yang mengacu kepada kebenaran pemikiran dan hukum-hukum Islam dalam rangka meraih keparcayaan massa. (Lihat Nida'al-Harr, Hal.96). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Dalam mencapai tujuannya Hizib al-Tahrir berfilsafat, "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat tertentu, pada hakikatnya berada di antara dua buah tembok yang kokoh; tembok aqidah dan pemikiran, dan tembok sistem yang mengatur hubungan serta cara hidup manusia. Jika ingin melakukan perubahan total terhadap anggota masyarakat, maka serangan harus dilancarkan kepada tembok luar (menyerang pola pikirnya). Tindakan ini akan menimbulkan konflik pemikiran yang akan melahirkan perubahan pemikiran secara mendasar. Kemudian disusul perubahan politik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;p&gt;Dalam melakukan perubahan, Hizib al-Tahrir membagi langkahnaya menjadi tiga tahap, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tahap konflik (pertarungan) pemikiran, dengan cara melakukan lontaran-lontaran tsaqafah dan Hizb. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tahap revolusi berfikir. Ini berlangsung dengan adanya interksi masyarakat melalui aktifitas tsaqafi siyasi. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tahap mengambil alih kekuasan melalui gerakkan massa.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Hizib al-Tahrir berpendapat, gerakannya dalam tahap ketiga harus meminta bantuan kepala negara, panglima militer, pimpinan satu jama'ah, ketua suku, duta besar atau semacamnaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizib al-Tahrir kurang menitik beratkan aspek ruhani. Hizib al-Tahrir berpendapat, "Di dalam diri manusia tidak ada gejolak ruhani dan kecenderungan jasadi. Di dalam diri manusia hanya ada kebutuhan dan instink yang harus dipenuhi. Apabila kebutuhan fisik dan instink ini terpenuhi oleh sistem dari Allah SWT, ia akan otomatis berjalan dengan ruh. Apabila kebutuhan tersebut dipenuhi dengan sistem yang bukan dari Allah SWT, berarti pemenuhannya bersifat materialistik. Ini jelas akan membawa penderitaan kepada manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menegakkan Islam, Syaikh Taqiyuddin Nabhani berpendapat, "Sekurang-kurangnya ada delapan 8 penghambat tegaknya Islam di negara-negara Islam, yaitu : &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya pemikiran-pemikiran yang tidak Islami yang menyerbu dunia Islam.&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;Berkembangnya program pendidikan yang berpola kolonial.&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;Berlanjutnya penerapan sistem pendidikan kolonialis.&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;Adanya sikap mendewakan sebagian ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan menganggapnya sebagai ilmu universal.&lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li&gt;Berkembangnya kehidupan masyarakat yang tidak Islami di dunia Islam.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adanya kontradiksi antara kenyataan kehidupan umat Islam dengan hukum Islam, terutama dalam masalah politik pemerintahan dan ekonomi. Kontradiksi tersebut sangat berpengaruh sehingga menimbuilkan kelemahan pandangan kaum Muslimin terhadap kehidupan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adanya pemerintahan di negara-negara Islam yang menerapkan sistem demokrasi dan kapitalis secara utuh di tengah-tengah masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Berkembangnya pendapat umum tentang kebangsaan, nasionalisme dan sosialisme. &lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Dustur Hizib al-Tahrir terdiri atas 187 pasal yang dipersiapkan untuk sebuah negara Islam yang diperjuangkannya. UUD tersebut telah ditafsirkan secara rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemauan dan keinginan yang besar untuk mendirikan negara Islam. Hal ini terlihat ketika ia menerbitkan sebuah buku berjudul Risalah Arab pada tahun 1950. Dalam buku ini dinyatakan keharusan adanya sekala prioritas menegakkan Daulah Islamiyah di negara-negara Arab terlebih dahulu dan kemudian di negara-negara Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyuddin Nabhani pernah bersentuhan dengan Ikhwanul Muslimin Yordania. Di dalam pertemuan-pertemuan ia sering memberikan ceramah dan memuji-muji Ikhwan serta pendirinya, Imam Hasan Al-Banna. Tetapi tidak berapa lama ia mendirikan Hizib al-Tahrir dan dinyatakannya sebagai partai independen, baik dalam pendirian atau dalam pandangan-pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang moderat banyak yang mendukung dakwah Hizib ini, antara lain Sayyid Quthb ketika berkunjung ke Quds pada tahun 1953. Dalam kunjungan tersebut dilakukan berbagai dialog dan ajakan menyatukan perjuangan. Tetapi Nabhani tetap pada sikapnya. Akhirnya Sayyid Quthb mengatakan, "Biarkan mereka. Mereka akan berhenti pada apa yang pernah dirintis Ikhwan." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Awal aktifitasnya terpusat di Yordania, Suriah dan Libanon. Kemudian berkembang ke berbagai negara Islam. Bahkan kini telah mencpai Eropa, terutama Austria dan Jerman Barat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Hadharah adalah berita pekanan yang menyuarakan Hizib. &lt;p&gt;Kekiatan Hizib di tingkat regional disebut Wilayah. Setiap wilayah organisasi dimpin Oleh lajnah khusus yang disebut Lajnah Wilayah. Anggotanya terdiri dari tiga sampai sepuluh orang. Lajnah Wilayah ini tunduk kepada Dewan Pimpinan Rahasia. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-6829531012768507725?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/6829531012768507725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=6829531012768507725&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6829531012768507725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6829531012768507725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/hizbut-tahrir.html' title='Hizbut Tahrir'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7002546066452307478</id><published>2007-12-15T03:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T03:43:37.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Islam'/><title type='text'>Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.persadaku.org/muhammadiyahlogo.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand" height="211" alt="" src="http://www.persadaku.org/muhammadiyahlogo.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Muhammadiyah merupakan salah satu orgnisasi Islam pembaharu di Indonesia. Gerakan Muhammadiyah yang dibangun oleh K.H. Ahmad Dahlan sesungguhnya merupakan salah satu mata rantai yang panjang dari gerakan pembaharuan Islam yang dimulai sejak tokoh pertamanya, yaitu Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Muhammad bin Abdul Wahab, Sayyid Jamaludin al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dan sebagainya. Pengaruh gerakan pembaharuan tersebut terutama berasal dari Muhammad Abduh melalui tafsirnya, al-Manar, suntingan dari Rasyid Ridha serta majalah al-Urwatul Wustqa.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Pendirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Muhammadiyah adalah K.H. Ahmad Dahlan. Ia lahir di Kampung Kauman, Yogyakarta, tahun 1868 M dengan nama Muhammad Darwis. Ayahnya adalah K.H. Abubakar, seorang Khotib masjid Besar Kesultanan Yogyakarta, yang apabila dilacak silsilahnya sampai kepada Maulana Malik Ibrahim. Ibunya bernama Siti Aminah, putri K.H. Ibrahim, Penghulu kesultanan Yogyakarta. Jadi, kedua orang tua K.H. Ahmad Dahlan juga merupakan keturunan ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Muhammad Darwis berasal dari kalangan keluarga yang cukup terkemuka, tetapi ia tidak sekolah di Gubernemen (waktu itu), melainkan diasuh dan dididik mengaji Alquran dan dasar-dasar ilmu agama Islam oleh ayahnya sendiri di rumah. Hal itu karena pada waktu itu ada suatu pendapat umum bahwa barangsiapa memasuki sekolah Gubernemen, maka dianggap kafir atau Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia delapan tahun ia telah lancar membaca Alquran hingga khatam. Kemudian ia belajar fikih kepada K.H. Muhammad Shaleh, dan nahwu kepada K.H. Muhsin. Keduanya adalah kakak ipar Muhammad Darwis sendiri. Ia juga berguru kepada K.H. Muhammad Nur dan K.H. Abdul Hamid dalam berbagai ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1889 M ia dinikahkan dengan saudara sepupunya, Siti Walidah, putri K.H. Muhammad Fadil, Kepala Penghulu Kesultanan Yogyakarta. Beberapa bulan setelah pernikahannya, atas anjuran ayah bundanya, Muhammad Darwis menunaikan ibadah haji. Ia tiba di Mekah pada bulan Rajab 1308 H (1890 M). Setelah menunaikan umrah, Ia bersilaturahmi dengan para ulama, baik dari Indonesia maupun Arab. Di antaranya, ia mendatangi ulama mazhab Syafi'i Bakri Syata' dan mendapat ijazah nama Haji Ahmad Dahlan. Ia telah berganti nama, dan juga bertamabah ilmunya. Sepulang dari ibadahnya itu, ia membantu ayahnya mengajar santri-santri remaja. Sehingga, ia mendapat sebutan K.H. Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1896 M ia diangkat menjadi khotib di masjid Besar oleh kesultanan Yogyakarta dengan gelar "khotib amin". Ia juga berdagang batik ke kota-kota di Jawa. Ia pernah diberi modal oleh orang tuanya sebanyak F. 500,- pada tahun 1892, tetapi sebagian besar digunakan untuk membeli kitab-kitab Islam. Dalam perjalanan dagang itu, ia selalu bersilaturahmi kepada para ulama setempat dan membicarakan perihal agama Islam dan masyarakatnya. Perjalanan demikian bertujuan untuk mempelajari sebab-sebab kemunduran kaum muslimin dan mencari jalan keluar untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1909 K.H. Ahmad Dahlan bertemu dengan Dr. Wahidin Sudirohusodo di Ketandan, Yogyakarta. Ia menanyakan berbagai hal tentang perkumpulan Budi Utomo dan tujuannya. Setelah mendengarkan penjelasan darinya, ia ingin bergabung dengan organisasi tersebut. Ia mulai belajar berorganisasi. Pada tahun 1910, ia pun menjadi anggota ke-770 perkumpulan Jami'at Khair Jakarta. Ia tertarik kepada organisasi ini karena organisasi ini telah lebih awal membangun sekolah-sekolah agama dan bahasa Arab, disamping bergerak dalam bidang sosial dan giat membina hubungan dengan pemimpin-pemimpin di negara-negara Islam yang telah maju. Dari pengalamannnya yang ia dapatkan, ia menyadari bahwa usaha perbaikan masyarakat itu tidak mudah jika dilaksanakan sendirian, melainkan dengan berorganisasi bekerja sama dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketia Ia menyampaikan usaha pendidikan setalah selesai menyampaikan santapan rohani pada rapat pengurus Budi Utomo cabang Yogyakarta. Ia menyampaikan keinginan mengajarkan agama Islam kepada para siswa Kweekschool Gubernamen Jetis yang dikepalai oleh R. Boedihardjo, yang juga pengurus Budi Utomo. Usul itu disetujui, dengan syarat di luar pelajaran resmi. Lama-lama peminatnya banyak, hingga kemudian mendirikan sekolah sendiri. Di antara para siswa Kweekschool Jetis ada yang memperhatikan susunan bangku, meja, dan papan tulis. Lalu, mereka menanyakan untuk apa, dijawab untuk sekolah anak-anak Kauman dengan pelajaran agama Islam dan pengetahuan sekolah biasa. Mereka tertarik sekali, dan akhirnya menyarankan agar penyelelenggaraan ditangani oleh suatu organisasi agar berkelanjutan sepeninggal K.H. Ahmad Dahlan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, mengenai pendirian sekolah itu telah dibicarakan dan dibantu oleh pengurus Budi Utomo. Setelah pelaksanaan penyelenggaraan sekolah itu sudah mulai teratur, kemudian dipikirkan tentang organisasi pendukung terselenggaranya kegiatan sekolah itu. Dipilihlah nama "Muhammadiyah" sebagai nama organisasi itu dengan harapan agar para anggotanya dapat hidup beragama dan bermasyarakat sesuai dengan pribadi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Penyusunan anggaran dasar Muhamadiyah banyak mendapat bantuan dari R. Sosrosugondo, guru bahasa Melayu Kweekschool Jetis. Rumusannya dibuat dalam bahasa melayu dan Belanda. Kesepakatan bulat pendirian Muhamadiyah terjadi pada tanggal 18 November 1912 M atau 8 Dzulhijjah 1330 H. Tgl 20 Desember 1912 diajukanlah surat permohonan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, agar perserikatan ini diberi izin resmi dan diakui sebagai suatu badan hukum. Setelah memakan waktu sekitar 20 bulan, akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengakui Muhammadiyah sebagai badan hukum, tertung dalam Gouvernement Besluit tanggal 22 Agustus 1914, No. 81, beserta alamporan statuennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Bahasa (Etimologis)&lt;br /&gt;Muhamadiyah berasal dari kata bahasa Arab "Muhamadiyah", yaitu nama nabi dan rasul Allah yang terkhir. Kemudian mendapatkan "ya" nisbiyah, yang artinya menjeniskan. Jadi, Muhamadiyah berarti "umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam" atau "pengikut Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam", yaitu semua orang Islam yang mengakui dan meyakini bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan pesuruh Allah yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Istilah (Terminologi)&lt;br /&gt;Secara istilah, Muhamadiyah merupakan gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar, berakidah Islam dan bersumber pada Alquran dan as-Sunnah, didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H, bertepatan 18 November 1912 Miladiyah di kota Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan ini diberi nama Muhammadiyah oleh pendirinya dengan maksud untuk berpengharapan baik, dapat mencontoh dan meneladani jejak perjuangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, semata-mata demi terwujudnya 'Izzul Islam wal Muslimin, kejayaan Islam sebagai realita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dan Tujuan Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah sejak berdiri hingga sekarang ini telah mengalami beberapa kali perubahan redaksional, perubahan susunan bahasa dan istilah. Tetapi, dari segi isi, maksud dan tujuan Muhammadiyah tidak berubah dari semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu pertama berdirinya Muhamadiyah memiliki maksud dan tujuan sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada penduduk bumi-putra, di dalam residensi Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memajukan hal agama Islam kepada anggota-anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tahun 2000, terjadi tujuh kali perubahan redaksional maksud dan tujuan Muhamadiyah. Dalam muktamarnya yang ke-44 yang diselenggarakan di Jakarta bulan Juli 2000 telah ditetapkan maksud dan tujuan Muhamadiyah, yaitu Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal Usaha Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang pertama melalui pendidikan, yaitu dengan mendirikan sekolah Muhammadiyah. Selain itu juga menekankan pentingnya pemurnian tauhid dan ibadah, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniadakan kebiasaan menujuhbulani (Jawa: tingkeban), yaitu selamatan bagi orang yang hamil pertama kali memasuki bulan ke tujuh. Kebiasaan ini merupakan peninggalan dari adat-istiadat Jawa kuno, biasanya diadakan dengan membuat rujak dari kelapa muda yang belum berdaging yang dikenal dengan nama cengkir dicampur dengan berbagai bahan lain, seperti buah delima, buah jeruk, dan lain-lain. Masing-masing daerah berbeda-beda cara dan macam upacara tujuh bulanan ini, tetapi pada dasarnya berjiwa sama, yaitu dengan maksud mendoakan bagi keselamatan calon bayi yang masih berada dalam kandungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan tradisi keagamaan yang tumbuh dari kepercayaan Islam sendiri, seperti selamatan untuk menghormati Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Saman, dll yang dikenal dengan manakiban. Selain itu, terdapat pula kebiasaan membaca barzanji, yaitu suatu karya puisi serta syair-syair yang mengandung banyak pujaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yang disalahartikan. Dalam acara-acara semacam ini, Muhammadiyah menilai, ada kecenderungan yang kuat untuk mengultusindividukan seornag wali atau nabi, sehingga hal itu dikhawatirkan dapat merusak kemurnian tauhid. Selain itu, ada juga acara yang disebut "khaul", atau yang lebih populer disebut khal, yaitu memperingati hari dan tanggal kematian seseorang setiap tahun sekali, dengan melakukan ziarah dan penghormatan secara besar-besaran terhadap arwah orang-orang alim dengan upacara yang berlebih-lebihan. Acara seperti ini oleh Muhammadiyah juga dipandang dapat mengeruhkan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan surat Yasin dan bermacam-macam zikir yang hanya khusus dibaca pada malam Jumat dan hari-hari tertentu adalah suatu bid'ah. Begia ziarah hanya pada waktu-waktu tertentu dan pada kuburan tertentu, ibadah yang tidak ada dasarnya dalam agama, juga harus ditinggalkan. Yang boleh adalah ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat adanya kematian pada setiap makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendoakan kepada orang yang masih hidup atau yang sudah mati dalam Islam sangat dianjurkan. demikian juga berzikir dan membaca Alquran juga sangat dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, jika di dalam berzikir dan membaca Alquran itu diniatkan untuk mengirim pahala kepada orang yang sudah mati, hal itu tidak berdasa pada ajaran agama, oleh karena itu harus ditinggalkan. Demikian juga tahlilan dan selawatan pada hari kematian ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, dan ke-1000 hari, hal itu merupakan bid'ah yang mesti ditinggalkan dari perbuatan Islam. Selain itu, masih banyak lagi hal-hal yang ingin diusahakan oleh Muhammadiyah dalam memurnikan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkembanngan secara Vertikal&lt;br /&gt;Dari segi perkembangan secara vertikal, Muhammadiyah telah berkembang ke seluruh penjuru tanah air. Akan tetapi, dibandingkan dengan perkembangan organisasi NU, Muhammadiyah sedikit ketinggalan. Hal ini terlihat bahwa jamaah NU lebih banyak dengan jamaah Muhammadiyah. Faktor utama dapat dilihat dari segi usaha Muhammadiyah dalam mengikis adat-istiadat yang mendarah daging di kalangan masyarakat, sehingga banyak menemui tantangan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkembangan secara Horizontal&lt;br /&gt;Dari segi perkembangan secara Horizontal, amal usaha Muhamadiyah telah banyak berkembang, yang meliputi berbagai bidang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Muhamadiyah dalam bidang keagamaan terlihat dalam upaya-upayanya, seperti terbentukanya Majlis Tarjih (1927), yaitu lembaga yang menghimpun ulama-ulama dalam Muhammadiyah yang secara tetap mengadakan permusyawaratan dan memberi fatwa-fatwa dalam bidang keagamaan, serta memberi tuntunan mengenai hukum. Majlis ini banyak telah bayak memberi manfaat bagi jamaah dengan usaha-usahanya yang telah dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi tuntunan dan pedoman dalam bidang ubudiyah sesuai dengan contoh yang telah diberikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi pedoman dalam penentuan ibadah puasa dan hari raya dengan jalan perhitungan "hisab" atau "astronomi" sesuai dengan jalan perkembangan ilmu pengetahuan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan mushalla khusus wanita, dan juga meluruskan arah kiblat yang ada pada amasjid-masjid dan mushalla-mushalla sesuai dengan arah yang benar menurut perhitungan garis lintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan dan menyeponsori pengeluaran zakat pertanian, perikanan, peternakan, dan hasil perkebunan, serta amengatur pengumpulan dan pembagian zakat fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi fatwa dan tuntunan dalam bidang keluarga sejahtera dan keluarga berencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Departemen Agama Republik Indonesia juga termasuk peran dari kepeloporan pemimpin Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersusunnya rumusan "Matan Keyakinan dan Cita-Cita hidup Muhammadiyah", yaitu suatu rumusan pokok-pokok agama Islam secara sederhana, tetapi menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang pendidikan, usaha yang ditempuh Muhammadiyah meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendirikan sekolah-sekolah umum dengan memasukkan ke dalamnya ilmu-ilmu keagamaan, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendirikan madrasah-madrasah yang juga diberi pendidikan pengajaran ilmu-ilmu pengetahuan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan usaha perpaduan tersebut, tidak ada lagi pembedaan mana ilmu agama dan ilmu umum. Semuanya adalah perintah dan dalam naungan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang kemasyarakatan, usaha-usaha yang telah dilakukan Muhammadiyah meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan rumah-rumah sakit modern, lengkap dengan segala peralatan, membangun balai-balai pengobatan, rumah bersalin, apotek, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan panti-panti asuhan anak yatim, baik putra maupun putri untuk menyantuni mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan perusahaan percetakan, penerbitan, dan toko buku yang banyak memublikasikan majalah-majalah, brosur dan buku-buku yang sangat membantu penyebarluasan paham-paham keagamaan, ilmu, dan kebudayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusahaan dana bantuan hari tua, yaitu dana yang diberikan pada saat seseorang tidak lagi bisa abekerja karena usia telah tua atau cacat jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan bimbingan dan penyuluhan keluarga mengenai hidup sepanjang tuntunan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang politik, usaha-usaha Muhammadiyah meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentang pemerintah Hindia Belanda yang mewajibkan pajak atas ibadah kurban. Hal ini berhasil dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan agama di zaman kolonial berada dalam kekuasaan penjajah yang tentu saja beragama Kristen. Agar urusan agama di Indonesia, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, juga dipegang oleh orang Islam, Muhammadiyah berjuang ke arah cita-cita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut memelopori berdirinya Partai Islam Indonesia. Pada tahun 1945 termasuk menjadi pendukung utama berdirinya partai Islam Masyumi dengan gedung Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta sebagai tempat kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia di kalangan umat Islam Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam tabligh-tablighnya, dalam khotbah ataupun tulisan-tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Jepang berkuasa di Indonesia, pernah seluruh bangsa Indonesia diperintahkan untuk menyembah dewa matahari, tuhan bangsa Jepang. Muhammadiyah pun diperintah untuk melakukan Sei-kerei, membungkuk sebagai tanda hormat kepada Tenno Heika, tiap-tiap pagi sesaat matahari sedang terbit. Muhammadiyah menolak perintah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut aktif dalam keanggotaan MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia) dan menyokong sepenuhnya tuntutan Gabungan Politik Indonesia (GAPI) agar Indonesia mempunyai parlemen di zaman penjajahan. Begitu juga pada kegiatan-kegiatan Islam Internasional, seperti Konferensi Islam Asia Afrika, Muktamar Masjid se-Dunia, dan sebagainya, Muhammadiyah ikut aktif di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat partai politik yang bisa amenyalurkan cita-cita perjuangan Muhammadiyah tidak ada, Muhammadiyah tampil sebagai gerakan dakwah Islam yang sekaligus mempunyai fungsi politik riil. Pada saat itu, tahun 1966/1967, Muhammadiyah dikenal sebagai ormaspol, yaitu organisasi kemasyarakatan yang juga berfungsi sebagai partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin luasnya usaha-usaha yang dilakukan oleh Muhammadiyah, dibentuklah kesatuan-kesatuan kerja yang berkedudukan sebagai badan pembantu pemimpin persyarikatan. Kesatuan-kesatuan kerja tersebut berupa majelis-majelis dan badan-badan. Selain majelis dan lembaga, terdapat organisasi otonom, yaitu organisasi yang bernaung di bawah organisasi induk, dengan amasih tetap memiliki kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Dalam persyarikatan Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom) ini ada beberapa buah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aisyiyah&lt;br /&gt;Nasyiatul 'Aisyiyah&lt;br /&gt;Pemuda Muhammadiyah&lt;br /&gt;Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM)&lt;br /&gt;Ikatan Mahasiswa Muhamadiyyah (IMM)&lt;br /&gt;Tapak Suci Putra Muhamadiyah&lt;br /&gt;Gerakan Kepanduan Hizbul-Wathan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi-organisasi otonom tersebut termasuk kelompok Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Keenam organisasi otonom ini berkewajiban mengemban fungsi sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode Kepemimpinan Muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H. Ahmad Dahlan (1912 -- 1923)&lt;br /&gt;K.H. Ibrahim (1923 -- 1932)&lt;br /&gt;K.H. Hisyam (1932 -- 1936)&lt;br /&gt;K.H. Mas Mansur (1936 -- 1942)&lt;br /&gt;Ki Bagus Hadikusumo (1942 -- 1953)&lt;br /&gt;A.R. Sutan Mansyur (1952 -- 1959)&lt;br /&gt;H.M. Yunus Anis (1959 -- 1968)&lt;br /&gt;K.H. Ahmad Badawi (1962 -- 1968)&lt;br /&gt;K.H. Fakih Usman/H.A.R. Fakhrudin (1968 -- 1971)&lt;br /&gt;K.H. Abdur Razak Fakhruddin (1971 -- 1990)&lt;br /&gt;K.H. A. Azhar Basyir, M.A. (1990 -- 1995)&lt;br /&gt;Prof. Dr. H.M. Amien Rais/Prof. Dr. H.A. Syafi'i Maarif (1995 -- 2000)&lt;br /&gt;Prof. Dr. H.A. Syafi'i Maarif (2000 -- 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah&lt;br /&gt;(Keputusan Tanwir tahun 1969 di Ponorogo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah adalah gerakan berasas Islam, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil, duniawi dan ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran: kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah Rasul: penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Alquran yang diberikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah bekerja untuk teraksananya ajaran-ajaran Islam yang meliuti bidang-bidang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muamalah Duniawiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya akidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah, dan khurafat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Alquran dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya muamalat duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berfilsafat Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil, makmur dan diridhai Allah SWT.&lt;br /&gt;Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catatan: Rumusan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh PP Muhammadiyah atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam Perspektif Historis dan Idiologis, Drs. H. Musthafa Kamal Pasha, B.Ed dan Drs. H. Ahmad Adaby Darban, S.U. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6957084715262646408-7002546066452307478?l=kloped.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7002546066452307478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7002546066452307478&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7002546066452307478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7002546066452307478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/muhammadiyah.html' title='Muhammadiyah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-1348071539276089558</id><published>2007-12-15T03:30:00.002+07:00</published><updated>2007-12-15T03:39:26.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Islam'/><title type='text'>Nahdlatul Ulama</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.arrahmah.com/images/stories/Nadhatul.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 176px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" height="100" alt="" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/Nadhatul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi sosial keagamaan (jam'iyah diniyah islamiah) yang berhaluan Ahli Sunnah wal-Jamaah (Aswaja). Organisasi ini didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 (16 Rajab 1334 H) oleh K.H. Hasyim Asy'ari beserta para tokoh ulama tradisional dan usahawan di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal K.H. Hasyim Asy'ari duduk sebagai pimpinan dan tokoh agama terkemuka di dalam NU. Tetapi, tidak diragukan bahwa penggerak di balik berdirinya organisasi NU adalah Kiai Wahab Chasbullah, putra Kiai Chasbullah dari Tambakberas, Jombang. Pada tahun 1924 Kiai Wahab Chasbullah mendesak gurunya, K.H. Hasyim Asy'ari, agar mendirikan sebuah organisasi yang mewakili kepentingan-kepentingan dunia pesantren. Namun, ketika itu pendiri pondok pesantren Tebu Ireng ini, K.H. Hasyim Asy'ari, tidak menyetujuinya. Beliau menilai bahwa untuk mendirikan organisasi semacam itu belum diperlukan. Baru setelah adanya peristiwa penyerbuan Ibn Sa'ud atas Mekah, beliau berubah pikiran dan menyetujui perlunya dibentuk sebuah organisasi baru. Semangat untuk merdeka dari penjajahan Belanda pada waktu itu, dan sebagai reaksi defensif maraknya gerakan kaum modernis (Muhammadiyah, dan kelompok modernis moderat yang aktif dalam kegiatan politik, Sarekat Islam) di kalangan umat Islam yang mengancam kelangsungan tradisi ritual keagamaan khas umat islam tradisional adalah yang melatarbelakangi berdirinya NU. Rapat pembentukan NU diadakan di kediaman Kiai Wahab dan dipimpin oleh Kiai Hasyim. September 1926 diadakanlah muktamar NU yang untuk pertama kalinya yang diikuti oleh beberapa tokoh. Muktamar kedua 1927 dihadiri oleh 36 cabang. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslim reformis dan modernis berlawanan dengan praktik keagamaan kaum tradisional yang kental dengan budaya lokal. Kaum puritan yang lebih ketat di antara mereka mengerahkan segala daya dan upaya untuk memberantas praktik ibadah yang dicampur dengan kebudayaan lokal, atau yang lebih dikenal dengan praktik ibadah yang bid'ah. Kaum reformis mempertanyakan relevansinya bertaklid kepada kitab-kitab fiqh klasik salah satu mazhab. Kaum reformis menolak taklid dan menganjurkan kembali kepada sumber yang aslinya, yaitu Alquran dan hadis, yaitu dengan ijtihad para ulama yang memenuhi syarat, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kaum reformis juga menolak konsep-konsep akidah dan tasawuf tradisional, yang dalam formatnya dipengaruhi oleh filsafat Yunani, pemikiran agama, dan kepercayaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak kalangan ulama tradisional, kritikan dan serangan dari kaum reformis itu tampaknya dipandang sebagai serangan terhadap inti ajaran Islam. Pembelaan kalangan ulama tradisional terhadap tradisi-tradisi menjadi semakin ketat sebagai sebuah ciri kepribadian. Mazhab Imam Syafii merupakan inti dari tradisionalisme ini (meskipun mereka tetap mengakui mazhab yang lainnya). Ulama tradisional memilih salah satu mazhab dan mewajibkan kepada pengikutnya, karena (dinilainya) di zaman sekarang ini tidak ada orang yang mampu menerjemahkan dan menafsirkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Alquran dan sunah secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, berdirinya NU dapat dikatakan sebagai ujung perjalanan dari perkembangan gagasan-gagasan yang muncul di kalangan ulama di perempat abad ke-20. Berdirinya NU diawali dengan lahirnya Nahdlatul Tujjar (1918) yang muncul sebagai lambing gerakan ekonomi pedesaan, disusul dengan munculnya Taswirul Afkar (1922) sebagai gerakan keilmuan dan kebudayaan, dan Nahdlatul Wathon (1924) sebagai gerakan politik dalam bentuk pendidikan. Dengan demikian, bangunan NU didukung oleh tiga pilar utama yang bertumpu pada kesadaran keagamaan. Tiga pilar pilar tersebut adalah (a) wawasan ekonomi kerakyatan; (b) wawasan keilmuan dan sosial budaya; dan (c) wawasan kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NU menarik massa dengan sangat cepat bertambah banyak. Kedekatan antara kiai panutan umat dengan masyarakatnya dan tetap memelihara tradisi di dalam masyarakat inilah yang membuat organisasi ini berkembang sangat cepat, lebih cepat daripada organisasi-organisasi keagamaan yang ada di Indonesia. Setiap kiai membawa pengikutnya masing-masing, yang terdiri dari keluarga-keluarga para santrinya dan penduduk desa yang biasa didatangi untuk berbagai kegiatan keagamaan. Dan, para santri yang telah kembali pulang ke desanya, setelah belajar agama di pondok pesantren, juga memiliki andil besar dalam perkembangan organisasi ini, atau paling tidak memiliki andil di dalam penyebaran dakwah Islam dengan pemahaman khas NU. Pada tahun 1938 organisasi ini sudah mencapai 99 cabang di berbagai daerah. Pada tahun 1930-an anggota Nu sudah mencapai ke wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Selatan. Kini organisasi NU menjadi organisasi terbesar di Indonesia, yang tersebar di seluruh Provinsi, bahkan sekarang telah berdiri cabang-cabang NU di negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan kaum pembaru yang sangat tegang pada tahun-tahun awal berdirinya NU secara bertahap diperbaiki. Sekitar tahun 1930-an berkali-kali terlihat tanda-tanda kemauan baik dari kedua belah pihak. Pada muktamar ke-11 (1936) di Banjarmasin Kiai Hasyim Asy'ari mengajak umat Islam Indonesia agar menahan diri dari saling melontarkan kritik sektarian, dan mengingatkan bahwa satu-satunya perbedaan yang sebenarnya hanyalah antara mereka yang beriman dan yang kafir. Apa yang dikatakan oleh Kiai Hasyim Asy'ari adalah tepat, dan hal itu setidaknya dapat menumbuhkan rasa persatuan di kalangan umat Islam. Karena, perbedaan di antara umat Islam itu sudah pasti terjadi. Yang penting perbedaan itu tidaklah menyangkut hal-hal yang mendasar (ushul). Meskipun ajakan ini ditujukan bagi kalangan sendiri, tetapi mendapat respon yang positif dari kalangan pembaru. Sehingga, hubungan antara kedua belah pihak semakin lama semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam beberapa kasus tetap saja terjadi, bahkan hingga era reformasi sekarang ini. Ketegangan yang cukup besar terlihat menjelang jatuhnya pemerintahan Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) tahun 2001. Warga NU yang mendukung Gus Dur bersitegang dengan warga Muhammadiyah yang mendukung Amin Rais. Kejadian ini sempat membuat beberapa masjid Muhammadiyah diserang oleh pendukung fanatik Gus Dur di kantong-kantong NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih unik lagi adalah bahwa perbedaan yang selama ini terjadi telah mengakibatkan tempat ibadah keduanya tidak bisa bersatu. Kristalisasi nilai-nilai ini menjadikan masjid NU berbeda dengan masjid Muhammadiyah. Perbedaan yang dimaksud dalam arti bahwa masjid NU tidak ditempati atau digunakan oleh warga Muhammadiyah dan sebaliknya. Jika di suatu masjid terlihat tidak ada zikiran yang panjang dan seru serta tidak ada kunut, orang NU akan mengatakan bahwa itu masjid Muhammadiyah. Nampaknya kelompok reformis itu terwakili oleh organisasi Muhammadiyah. Padahal, kelompok pembaru sesungguhnya tidak hanya dari kalangan Muhammadiyah, masih banyak dari organisasi lain, seperti Persatuan Islam (persis), Al-Irsyad, dan lain-lain sejenisnya, mereka termasuk dalam kelompok pembaru. Namun, warga NU pada umumnya lebih mengenal Muhammadiyah. Karena, organisasi tersebut memang yang lebih besar, dan terbesar kedua setelah NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, NU pernah melibatkan diri dalam politik praktis, yaitu menjadi partai politik (parpol) sejak tahun 1954 (Orde Lama). Ini sebuah kesalahan besar bagi NU. Keberadaanya di kancah perpolitikan tidak membuatnya semakin maju, justru menjadi semacam komoditas politik murahan bagi kalangan politikus. Dengan pengalamannya yang pahit ini, di masa Orde Baru NU memutuskan kembali menjadi organisasi sosial keagamaan, dengan semangat kembali ke "Khittah 26". Sejak kembalinya orientasi NU kepada Khittah NU pada muktamar ke-27 di Situbondo Jawa Timur tahun 1984, NU berhasil melaksanakan mabadi khaira ummah (prinsip dasar sebaik-baik umat) melalui pendekatan sosial budaya, bukan pendekatan kekuasaan-politik, dengan diperhatikannya NU sebagai jam'iyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan mempertahankan NU sebagai jam'iyyah telah memberi andil besar kepapa perkembangan pluralisme politik di kalangan NU khususnya dan di masyarakat Indonesia pada umumnya, yang berarti telah menyumbang kepada praktik dasar-dasar kehidupan demokratis. Keberhasilan ini telah membangun citra NU sebagai organisasi yang cukup independent dalam menghadapi gempuran-gempuran politik dari penguasa, sebagai perekat bangsa dan pengayom kelompok minoritas. Di masa reformasi, ketika kran kebebasan mendirikan organisasi politik terbuka, muncul desakan dari warga NU sendiri untuk kembali menjadi parpol. Tetapi, belajar dari pengalaman masa lalu, NU berketetapan untuk mempertahankan diri sebagai organisasi sosial keagamaan, konsisten dengan Khittah 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Pendukung NU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pendukung NU sangat beragam. Di satu pihak ada kelompok ulama, intelektual, birokrasi, politisi, professional, seniman, dan budayawan. Tokoh-tokoh elite merupakan tokoh-tokoh masyarakat yang sering menjadi panutan bagi masyarakat, baik di desa maupun di perkotaan. Nasihat-nasihat dan saran-saran biasanya didengarkan oleh masyarakat secara umum. Kelompok inilah yang banyak memegang tampuk kepemimpinan NU di berbagai tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, yang termasuk pendukung NU, bahkan pendukung terbesar adalah petani, buruh, nelayan, pengusaha kecil, yang biasanya digolongkan sebagai kelompok masyarakat akar rumput (rakyat jelata) yang sebagian besar di daerah pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Khas NU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas NU, yang membuatnya berbeda dengan organisasi sejenis lainnya adalah ajaran keagamaan NU tidak membunuh tradisi masyarakat, bahkan tetap memeliharanya, yang dalam bentuknya yang sekarang merupakan asimilasi antara ajaran Islam dan budaya setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas yang satu ini juga lebih unik, bagi warga nahdliyyin, ulama merupakan maqam tertinggi karena diyakini sebagai waratsatul anbiya'. Ulama tidak saja sebagai panutan bagi masyarakat dalam hal kehidupan keagamaan, tetapi juga diikuti tindak tanduk keduniannya. Untuk sampai ke tingkat itu, selain menguasai kitab-kitab salaf, Alquran dan hadis, harus ada pengakuan dari masyarakat secara luas. Ulama dengan kedudukan seperti itu (waratsatul anbiya') dipandang bisa mendatangkan barakah. Kedudukan yang demikian tingginya ditandai dengan kepatuhan dan penghormatan anggota masyarakat kepada para kiai NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan (ukhuwah) di kalangan nahdliyyin sangat menonjol. Catatan sejarah menunjukkan bahwa dengan nilai persaudaraan itu, NU ikut secara aktif dalam membangun visi kebangsaan Indonesia yang berkarakter keindonesiaan. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan NU bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah bentuk final dari perjuangan kebangsaan masyarakat Indonesia. Komitmen yang selalu dikembangkan adalah komitmen kebangsaan yang religius dan berbasis Islam yang inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri menonjol lainnya adalah bahwa komunikasi di dalam NU lebih bersifat personal dan tentu sangat informal. Implikasi yang sudah berjalan lama menunjukkan bahwa performance fisik terlihat santai dan komunikasi organisasional kurang efektif. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan organisasi seringkali sulit mengikat kepada jamaah. Jamaah seringkali lebih taat kepada kiai panutannya daripada taat kepada organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui lebih detail tentang organisasi keagamaan ini, lebih baiknya dilihat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU. (Anggaran Dasar yang tertulis berikut ini berdasarkan Surat Keputusan Muktamar XXX NU Nomor: 003/MNU-30/11/1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam di mana ajarannya mendorong kegiatan para pemeluknya untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa para ulama Ahli Sunnah wal-Jamaah Indonesia terpanggil untuk melanjutkan dakwah islamiah dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar dengan mengorganisasikan kegiatan-kegiatannya dalam satu wadah yang bernama Nahdlatul Ulama, yang bertujuan untuk mengamalkan ajaran Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kemaslahatan dan kesejahteraan warga Nahdlatul Ulama menuju khaira ummah adalah bagian mutlak dari kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Maka, dengan rahmat Allah Subhanahu wa Taala, dalam perjuangan mencapai masyarakat adil dan makmur yang menjadi cita-cita seluruh masyarakat Indonesia, jam'iyah Nahdlatul Ulama berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa bagi umat Islam merupakan keparcayaan terhadap Allah Subhanahu wa Taala, sebagai inti akidah Islam, yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa cita-cita bangsa Indonesia hanya dapat diwujudkan secara utuh apabila seluruh potensi nasional difungsikan secara baik, dan Nahdlatul Ulama berkeyakinan bahwa keterlibatannya secara penuh dalam proses perjuangan dan pembangunan nasional merupakan suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa untuk mewujudkan hubungan antarbangsa yang adil, damai, dan menusiawi menuntut saling pengertian dan saling membutuhkan, mak Nahdlatul Ulama bertekad untuk mengembangkan ukhuwah islamiah yang mengemban kepentingan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal-hal tersebut, maka disusunlah Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama sebagai berikut.&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam'iyah ini bernama Nahdlatul Ulama disingkat NU. Didirikan di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 M, untuk waktu yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Jam'iyah Nahdlatul Ulama berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;AQIDAH/ASAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahdlatul Ulama sebagai Jam'iyah Diniyah islamiah beraqidah/berasas Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah dan menganut salah satu dari empat mashab empat: Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan berdab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;LAMBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambing Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa, yang tersebar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah khatulistiwa, dengan tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri; semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;TUJUAN DAN USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Nahdlatul Ulama adalah berlakunya ajaran Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah dan menganut salah satu dari mazhab empat, di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negar Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana Pasal 5 di atas, maka Nahdlatul Ulama melaksanakan usaha-usaha sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang agama, mengusahakan terlaksananya ajaran Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah dalam masyarakat dengan melaksanakan dakwah islamiah dan amar makruf nahi mungkar serta meningkatkan ukhuwah islamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, mengusahakan terwujudnya penyelengaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam, untuk membina manusia muslim yang takwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas, dan terampil, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang sosial, mengusahakan terwujudnya kesejahteraan rakyat dan bantuan terhadap anak yatim, fakir-miskin, serta anggota masyarakat yang menderita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, mengusahakan terwujudnya pembangunan ekonomi dengan mengupayakan pemerataan kesempatan untuk berusaha dan menikmati hasil-hasil pembangunan, dengan mengutamakan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan usaha-usaha lain yang beranfaat bagi masyarakat banyak (maslahat al-amanah), guna terwujudnya khaira ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan Nahdlatul Ulama terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan sudah aqil baligh yang menyatakan keinginannya dan sanggup menaati Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama dapat diterima menjadi anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan menjadi anggota dan pemberhentian keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Nahdlatul Ulama berkewajiban mendukung usaha-usaha yang dijalankan Nahdlatul Ulama, dan berhak untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan mengenai kewajiban dan hak anggota serta lain-lainnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;STRUKTUR DAN PERANGKAT ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur organisasi Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan tujuan dan usaha-usaha sebagaimana dimaksud pasal 5 dan 6, Nahdlatul Ulama membentuk perangkat organisasi yang meliputi: Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom yang merupakan bagian dari kesatuan organisatoris jam'iyah Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan pembentukan Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;KEPENGURUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan Nahdlatul Ulama terdiri atas Mustasar, Syuriyah, dan Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar adalah penasihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuriyah adalah pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanfidziyah adalah pelaksana harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas, wewenang, kewajiban, dan hak Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan pengurus tersebut dalam pasal 9 adalah 5 (lima) tahun di semua tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan pengurus Lembaga dan Lajnah disesuaikan dengan masa jabatan pengurus Nahdlatul Ulama di tingkat masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan pengurus Badan-Badan Otonom ditentukan dalam peraturan dasar Badan Otonom yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Harian Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Lengkap Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Harian Tandfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Lengkap Tandfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Pleno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Harian Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Lengkap Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Harian Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Lengkap Tanfidziyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Pleno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Cabang Harian Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Harian Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Lengkap Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Harian Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Lengkap Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Pleno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Majelis Wakil Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang Harian Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang harian Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang Pleno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Syuriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Pleno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan mengenai susunan dan komposisi pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan dipilih dan ditetapkan dalam permusyawaratan sesui tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan pemilihan dan penetapan pengurus Nahdlatul Ulama diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi lowongan jabatan antarwaktu dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama, maka ketentuan pengisiannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERMUSYAWARATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan di lingkungan Nahdlatul Ulama meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permusyawaratan tingkat nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permusyawaratan tingkat daerah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permusyawaratan bagi tingkat organisasi Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan tingkat nasional di lingkungan Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Alim-Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan permusyawaratan nasional sebagaimana disebut dalam huruf a, b, c, dan d diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan untuk kepengurusan tingkat daerah meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Kerja Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Kerja Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Majelis Wakil Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan tingkat daerah, sebagaimana disebut dalam ayat 1 di atas diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan untuk lingkungan Lembaga dan Badan Otonom diatur dalam ketentuan intern Lembaga dan Badan Otonom yang bersangkutan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan tertinggi Badan Otonom diselenggarakan segera sesudah muktamar Nahdlatul Ulama berlangsung dan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah muktamar berakhir;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusyawaratan tertinggi Badan Otonom merujuk kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan program-program Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hasil permusyawaratan dan kebijakan Lembaga Lajnah, dan atau Badan Otonom dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku jika bertentangan dengan keputusan muktamar, musyawarah nasional alim-ulama dan konferensi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;KEUANGAN DAN KEKAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuangan Nahdlatul Ulama digali dari sumber-sumber dana di lingkungan Nahdlatul Ulama, umat Islam, maupun sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dana di lingkungan Nahdlatul Ulama diperoleh dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang pangkal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang i'anah syahriyah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang i'anah sanawiyah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumbangan dari warga dan simpatisan Nahdlatul Ulama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usaha-usaha lain yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan uang pangkal, i'anah syahriyah dan i'anah sanawiyah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Nahdlatul Ulama dan perangkatnya berupa dana inventaris kantor, gedung, tanah, dan lain-lain, benda bergerak maupun tidak, harus dicatatkan sebagai kekayaan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais aam dan ketua umum pengurus besar Nahdlatul Ulama mewakili Nahdlatul Ulama di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian, baik mengenai kepengurusan maupun tindakan kepemilikan, dengan tidak mengurangi pembatasan yang diputuskan muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus besar Nahdlatul Ulama dapat melimpahkan pemilikan atau penguasaan dan atau pengurusan kekayaannya kepada pengurus tingkat di bawahnya yang ketentuannya diatur di dalam peraturan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;PERUBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah oleh keputusan muktamar yang sah yang dihadiri sedikitnya dua pertiga dari jumlah wilayah dan cabang yang sah dan sedikitnya disetujui oleh dua pertiga dari jumlah suara yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal muktamar yang dimaksud ayat 1 (satu) ini tidak dapat diadakan karena tidak tercapai kuorum, maka ditunda selambat-lambatnya satu bulan dan selanjutnya dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang sama muktamar dapat dimulai dan dapat mengambil keputusan yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PEMBUBARAN ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Nahdlatul Ulama dibubarkan maka segala kekayaannya diserahkan kepada organisasi atau badan amal yang sepaham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan-ketentuan ayat 1 di atas berlaku pula untuk pembubaran Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muqaddimah Qanum Asasy oleh Rais Akbar Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy'ari dan naskah Khittah Nahdlatul Ulama merupakan bagian tak terpisahkan dari Anggaran Dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak saat disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di: Kediri&lt;br /&gt;Tanggal: 18 Sya'ban 1420/16 November 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUKTAMAR XXX NAHDLATUL ULAMA&lt;br /&gt;PIMPINAN SIDANG PLENO XI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd.---------------------------------------------ttd.---------------------ttd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Sayyid Aqiel al-Munawar --- H.M. Rozi Munir, S.E., M.Sc. --- H. Ahmad Bagja&lt;br /&gt;Katib------------------------------- Ketua-------------------------Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAHDLATUL ULAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KEANGGOTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan Nahdlatul Ulama terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota biasa, selanjutnya disebut anggota, ialah setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam, menganut salah satu mazhab empat, sudah aqil baligh, menyetujui akidah, asas, tujuan, usaha-usaha serta sanggup melaksanakan semua keputusan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota luar biasa, ialah setiap orang yang beragama isla, sudah aqil baligh, menyetujui akidah, asas, tujuan, dan usaha-usaha Nahdlatul Ulama, namun yang bersangkutan berdomisili secara tetap di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota kehormatan, ialah setiap orang yang bukan anggot biasa atau anggota luar biasa yang dianggap telah berjasa kepada Nahdlatul Ulama, dan ditetapkan dalam keputusan pengurus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TATA CARA PENERIMAAN DAN PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota biasa pada dasarnya diterima melalui ranting di tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan khusus pengelolaan administrasi anggota yang diterima tidak melalui pengurus ranting diserahkan kepada pengurus ranting di tempat tinggalnya atau ranting terdekat jika di tempat tinggalnya belum ada pengurus ranting Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota luar biasa diterima melalui pengurus cbang dengan persetujuan pengurus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan anggota biasa maupun anggota luar biasa menganut cara aktif dan diatur dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajukan permintaan menjadi anggota disertai pernyataan setuju pada akidah, asas, tujuan, dan usaha-usaha Nahdlatul Ulama secara tertulis atau lisan, dan membayar uang pangkal Rp500,00 (lima ratus rupiah);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika permintaan itu diluluskan, maka yang bersangkutan menjadi calon anggota selama 6 (enam) bulan, dengan hak menghadiri kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan secara terbuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila selama menjadi calon anggota yang bersangkutan menunjukkan hal-hal yang positif maka ia diterima menjadi anggota penuh dan kepadanya diberikan kartu tanda anggota (Kartanu);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan menjadi anggota dapat ditolak apabila terdapat alas an yang kuat, baik syar'i maupun organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota keluarga dari anggota biasa Nahdlatul Ulama diakui sebagai anggota keluarga besar jam'iyah Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota kehormatan dapat diusulkan oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah dengan mempertimbangkan kesedian yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh persetujuan pengurus besar Nahdlatul Ulama, kepadanya diberikan surat pengesahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dinyatakan berhenti dari keanggotaan Nahdlatul Ulama karena permintaan sendiri, dipecat, atau tidak lagi memenuhi syarat keanggotaan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang berhenti dari keanggotaan Nahdlatul Ulama karena permintaan sendiri yang diajukan kepada pengurus ranting secara tertulis, atau jika dinyatakan secara lisan perlu disksikan oleh 2 (dua) orang anggota pengurus ranting;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dipecat dari keanggotaan Nahdlatul Ulama, karena dengan sengaja tidak memenuhi kewajibannya sebagai anggota atau melakukan perbuatan yang mencemarkan dan menodai nama Nahdlatul Ulama, baik ditinjau dari segi syar'i, kemaslahatan umu, maupun organisasi, dengan prosedur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pemecatn dilakukan berdasarkan keputusan rapat pengurus cbang pleno setelah menerima usul dari pengurus ranting berdasarkan rapat pengurus ranting pleno;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dipecat anggota yang bersangkutan diberi peringatan oleh pengurus ranting;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setelah 15 (lima belas) hari peringatan itu tidak diperhatikan, maka pengurus cabang dapat memberhentikan sementara 3 (tiga) bulan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota yang diberhentikan sementara atau dipecat dapat membela diri dalam suatu konferensi cabang atau naik banding ke pengurus wilayah. Pengurus wilayah dapat mengambil keputusan atas permintaan itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat pemberhentian atau pemecatan sebagai anggota dikeluarkan oleh pengurus cabang bersangkutan atas keputusan rapat pengurus cabang pleno. Surat keputusan kemudian diserahkan kepada anggota yang dipecat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama pemberhentian sementara yang bersangkutan tidak ruju' ilal-haq, maka keanggotaannya gugur dengan sendirinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus besar mempunyai wewenang memecat seorng anggota secara langsung. Surat keputusan pemecatan ini dikirimkan kepada cabang dan anggota yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemecatan kepada seorang anggota yang dilakukan langsung oleh pengurus besar merupakan hasil rapat pengurus besar pleno;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota yang dipecat langsung oleh pengurus besar dapat membela diri dalam konferensi besar atau muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan dan tata cara tersebut pada ayat (3) juga berlaku terhadap anggota luar biasa dan anggota kehormatan, dengan sebutan pencabutan keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Nahdlatul Ulama berkewajiban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setia, dtunduk, dan taat kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguh mendukung dan membantu segala langkah Nahdlatul Ulama, serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar i'anah syahriyah (iuran bulanan) atau i'anah tsanawiyah (iuran tahunan) yang jumlahnya ditetapkan oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memupuk dan memelihara ukhuwah islamiah serta perstuan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota biasa berhak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri rapat anggota ranting, mengemukakan pendapat dan memberikan suara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih dan dipilih menjadi pengurus atau jabatan lain yang ditetapkan baginya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri ceramah, kursus, latihan, pengajian, dan lain-lain majelis yang diadakan oleh Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan peringatan dan koreksi kepada pengurus dengan cara dan tujuan yang baik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan pembelaan dan pelayanan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pembelaan atas keputusan Nahdlatul Ulama terhadap dirinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan manfaat dari kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota luar biasa berhak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadiri ceramah, kursus, latihan, pengajian, dan lain-lain majelis yang diadkan oleh Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan peringatan dan koreksi kepada pengurus dengan cara dan tujuan yang baik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan pelayanan informasi tentang program dan kegiatan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pembelaan atas keputusan Nahdlatul Ulama terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota kehormatan berhak menghadiri kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama atas undangan pengurus dan dapat memberikan saran-saran/pendaatnya, namun tak memiliki hak suara maupun hak memilih dan dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota biasa da luar biasa Nahdlatul Ulama tidak diperkenankan merangkap menjadi anggota organisasi sosial kemasyarakatan lain yang mempunyai akidah, asas, dan jutuan yang berbeda atau merugikan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;TINGKAT KEPENGURUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kepengurusan dalam organisasi Nahdlatul Ulama terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar (PB) untuk tingkat pusat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah (PW) untuk tingkat provinsi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang (PC) untuk tingkat kabupaten/kotamadya/kota administratif; dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di luar negeri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) untuk tingkat kecamatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting (PR) untuk tingkat desa/kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar adalah kepengurusan organisasi di tingkat pusat dan berkedudukan di ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar sebagai tingkat kepengurusan tertinggi dalam Nahdlatul Ulama merupakan penanggung jawab kebijaksanaan dalam pengendalian organisasi dan pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah adalah tingkat kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama di provinsi (daerah tingkat I) atau daerah yang disamakan dengan itu. Pengurus Wilayah berkedudukan ibu kota provinsi (daerah tingkat satu) atau yang disamakan dengan itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah dapat dibentuk jika terdapat sekurang-kurangnya 5 (lima) cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan untuk membentuk Pengurus Wilayah disampaikan kepada Pengurus Besar dengan disertai keterangan tentang daerah yang bersangkutan dan jumlah cabang yang ada di daerah itu dengan melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan. Ketentuan mengenai keterangan/data wilayah tersebut ditetapkan oleh Pengurus Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah berfungsi sebagai koordinator cabang-cabang di daerahnya dan sebagai peaksana Pengurus Besar untuk daerah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang adalah tingkat kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama di kabupaten/kotamadya/kota administratif dan berkedudukan di ibu kota kabupaten/kotamadya/kota administratif; dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di luar negeri ditentukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal-hal yang menyimpang dari ketentuan ayat 1 di atas disebabkan oleh besarnya penduduk luasnya daerah atau sulitnya komunikasi dan atau faktor kesejarahan pembentukan cabang diatur oeh kebijaksanaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang dapat dibentuk jika terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Majelis Wakil Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan utk membentuk Pengurus Cabang dismpaikan kepada Pengurus Besar dalam bentuk suatu permohonan yang dikuatkan oleh Pengurus Wilayah yg bersangkutan, kecuali Pengurus Cabang Istimewa (PCI) dengan masa percobaan selama 3 (tiga) bulan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang memimpin dan mengoodinir Majelis Wakil Cabang dan Ranting di daerah kewenangannya, melaksanakan kebijaksanaan Pengurus Wilayah dan Pengurus Besar untuk daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang adalah tingkat kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama di kecamatan atau daerah yang disamakan dengan itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang dapat dibentuk jika terdapat sekurang-kurangnya 4 (empat) ranting di kecamatan atau yang disamakan dengan itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan untuk membentuk Majelis Wakil Cabang disampaikan kepada Pengurus Wilayah dengan diajukan rekomendasi Pengurus Cabang, dan dapat disahkan oleh Pengurus Wilayah setelah memulai masa percobaan selama 3 (tiga) bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting adalah tingkat kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama di desa/kelurahan atau yang disamakan dengan itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting dapat dibentuk jika di suatu desa/kelurahan, atau daerah yang disamakan dengan itu terdapat sekurang-kurangnya 15 (lima belas) orang anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu desa/keluarhan atau daerah yang disamakan dengan itu dapat dibentuk lebih dari 1 (satu) ranting jika keadaan daerah dan penduduknya memerlukan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan pembentukan Ranting disampaikan kepada Pengurus Cabang dengan diajukan dan direkomendasi oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang dan dapat disahkan oleh Pengurus Cabang setelah melalui masa percobaan selama 3 (tiga) bulan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk efektivitas organisasi dan pembangunan anggot, jika dianggap perlu dapat dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR). Setiap KAR sedikitnya terdiri dari 10 orang anggota, dipimpin oleh seorang ketua KAR. Dalam KAR tidak terdapat struktur kepengurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PERANGKAT ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat organisasi Nahdlatul Ulama terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaga;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga adalah perangkat departementasi organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama, khususnya yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga yang ada di tingkat Pengurus Besar pada saat Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama disingkat LDNU, bertugas melaksanakan kebijakan nahdlatul Ulama di bibang penyiaran agama Islam Ahli Sunnah wal-jamaah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama disingkat LP Maarif NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan dan pengajaran, baik formal maupun nonformal, selain pondok pesantren;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Sosial Mabarrot Nahdlatul Ulama disingkat LS Mabarrot NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang sosial dan kesehatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama disingkat LP NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama disingkat LP-2 NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pertanian dalam arti luas, termasuk eksplorasi kelautan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah disingkat RMI, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama disingkat LKK NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang kemaslahatan keluarga, kependudukan, dan lingkungan hidup;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haiah Ta'miril Masajid Indonesia disingkat HTMI, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemakmuran masjid;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia disingkat Lakpesdam, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengkajian dan pengembangan sumber daya manusia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Seni-Budaya Nahdlatul Ulama disingkat LSB NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan seni dan budaya termsuk seni hadrah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja disingkat LPTK NU, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan ketenagakerjaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum disingkat LPBH NU, bertugas melaksanakan penyuluhan dan memberikan bantuan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pencak Silat disingkat LPS Pagar Nusa, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan seni bela diri pencak silat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamiyyatul Qurra wal Hufadz, bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan tilawah, metode pengajaran, dan hafalan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan dan penghapusan Lembaga ditetapkan oleh permusyawaratan tertinggi pada masing-masing tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Lembaga di tingkat wilayah, cabang, majelis wakil cabang dan ranting disesuaikan dengan kebutuhan penanganan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama untuk melaksanakan program Nahdlatul Ulama yang memerlukan penanganan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah yang ada di tingkat Pengurus Besar pada saat Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Falakiyah, bertugas mengurus masalah hisab dan ru'yah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Ta'lif wan Nasyr, bertugas di bidang penerjemahan, penyusunan, dan penyebaran kitab-kitab menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Auqof Nahdlatul Ulama, bertugas menghimpun, mengurus, dan mengelola tanah serta bangunan yang diwakafkan kepada Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Zakat, Infaq, dan Shadaqah, bertugas menghimpun, mengelola, dan menasharufkan zakat, infaq, dan shadaqah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Bahtsul Masail Diniyah, bertugas menghimpun, membahas, dan memecahkan masalah-masalah yang maudlu'iyyah dan waqi'iyyahah yang harus segera mendapatkan kepastian hokum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan dan penghapusan Lajnah ditetapkan oleh permusyawaratan tertinggi pada masing-masing tingkat kepengurusan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Lajnah Wilayah dan Cabang dan MWC dilakukan sesuai dengan kebutuhan penanganan program khusus dan tenaga yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Otonom adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama, khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu yang beranggotakan perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan Badan Otonom diatur menurut Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan kongres atau konferensi badan otonom dilaporkan kepada pengurus Nahdlatul Ulama menurut tingkatannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Nahdlatul Ulama berhak mengadakan perubahan jika ada hal-hal yang bertentangan dengan garis kebijaksanaan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Otonom yang ada pada saat Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam'iyyah Ahli Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah, adalah badan otonom yang menghimpun pengikut aliran tarekat yang mu'tabar dilingkungan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimat Nahdlatul Ulama, disingkat Muslimat NU, adalah badan otonom yang menghimpun anggota perempuan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatayat Nahdlatul Ulama, disingkat Fatayat NU, adalah badan otonom yang menghimpun anggota perempuan muda Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pemuda Ansor, disingkat GP Ansor, adalah badan otonom yang menghimpun anggota pemuda Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Putra Nahdlatul Ulama, disingkat IPNU, adalah badan otonom yang menghimpun pelajar laki-laki, santri laki-laki, dan mahasiswa laki-laki;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Putra-Putri Nahdlatul Ulama, disingkat IPPNU, adalah badan otonom yang menghimpun pelajar perempuan, santri perempuan, dan mahasiswa perempuan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, disingkat ISNU, adalah badan otonom yang menghimpun para sarjana dan kaum intelektual di kalangan Nahdlatul Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Nahdlatul Ulama berkewajiban membina dan mengayomi seluruh lembaga lajnah dan badan otonom pada tingkatannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS BESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Besar terdiri atas sebanyak-banyaknya 9 (sembilan) orang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Harian Syuriyah terdiri atas Rais 'Aam, Wakil Rais 'Aam, beberapa Rais, Katib 'Aam, dan beberapa Wakil Katib;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Rais dan Wakil Katib disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan tenaga yang tersedia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Lengkap Syuriyah terdiri atas Pengurus Besar Harian Syuriyah dan beberapa A'wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Harian Tanfidziyah terdiri atas Ketua Umum, beberapa Ketua, Sekretaris Jenderal, beberapa Wakil Sekretaris Jenderal, Bendahara dan beberapa Wakil Bendahara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Ketua, Wakil Sekretaris Jenderal, dan Wakil Bendahara disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan tenaga yang tersedia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Lengkap Tanfidziyah terdiri atas Pengurus Besar Harian Tanfidziyah ditambah dengan ketua-ketua lembaga dan ketua-ketua lajnah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Pleno terdiri atas Mustasyar, Pengurus Besar Lengkap Syuriyah, Pengurus Besar Lengkap Tanfidziyah ditambah ketua-ketua umum badan otonom tingkat pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS WILAYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Wilayah terdiri atas sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Harian Syuriyah terdiri atas Rais, beberapa Wakil Rais, Katib, dan beberapa Wakil Katib;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Lengkap Syuriyah terdiri atas pengurus wilayah harian syuriyah ditambah beberapa a'wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Harian Tanfidziyah terdiri atas ketua, beberapa wakil ketua, sekretaris, beberapa wakil sekretaris, bendahara, dan wakil bendahara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Lengkap Tanfidziyah terdiri atas pengurus wilayah harian tanfidziyah ditambah ketua-ketua lembaga dan ketua-ketua lajnah dingkat wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah Pleno terdiri atas Mustasyar Wilayah, Pengurus Wilayah Lengkap Syuriyah, Pengurus Wilayah Lengkap Tanfidziyah, dan ketua-ketua badan otonom tingkat wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS CABANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASAL 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Pengurus Cabang terdiri atas sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Harian Syuriyah terdiri atas rais, beberapa wakil rais, katib, dan beberapa wakil katib;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Lengkap Syuriyah terdiri atas pengurus cabang harian syuriyah ditambah dengan beberapa a'wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus cabang tanfidziyah terdiri dari ketua, beberapa wakil ketua, sekretaris, beberapa wakil sekretaris, bendahara, dan wakil bendahara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus cabang lengkap tanfidziyah terdiri atas pengurus cbang harian ditambah ketua-ketua lembaga dan ketua-ketua lajnah tingkat cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang Pleno terdiri atas Mustasyar Cabang, Pengurus Cabang Lengkap Syuriyah, Pengurus Cabang Lengkap Tanfidziyah, dan ketua-ketua badan otonom tingkat cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS MAJELIS WAKIL CABANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar Majelis Wakil Cabang terdiri sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Harian Syuriyah terdiri atas rais, beberapa wakil rais, katib, dan beberapa wakil katib;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Lengkap Syuriyah terdiri atas Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) harian syuriyah ditambah beberapa a'wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) harian tanfidziyah terdiri atas ketua, beberapa wakil ketua, sekretaris, beberapa wakil sekretaris, bendahara, dan wakil bendahara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) lengkap tanfidziyah terdiri atas Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) harian tanfidziyah serta ketua-ketua lembaga dan lajnah di tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Pleno terdiri atas mustasyar, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Lengkap Syuriyah, Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Lengkap Tanfidziyah serta ketua-ketua badan otonom dan lembaga di tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS RANTING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Harian Syuriyah terdiri atas rais, beberapa wakil rais, katib, dan wakil katib;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Lengkap Syuriyah terdiri atas Pengurus Ranting Harian Syuriyah dan a'wan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Harian Tanfidziyah terdiri atas ketua, beberapa wakil ketua, sekretaris, dan bendahara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Lengkap Tanfidziyah terdiri atas Pengurus Ranting Harian Tanfidziyah ditambah beberapa pembantu dan ketua-ketua lembaga di tingkatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Ranting Pleno terdiri atas pengurus ranting lengkap syuriyah, Pengurus Ranting Lengkap dan ketua-ketua lembaga dan ketua-ketua badan otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;SYARAT MENGJADI PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pengurus ranting atau majelis wakil cabang, seorang calon harus sudah aktif menjadi anggota Nahdlatul Ulama atau badan otonomnya sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pengurus cabang, seorang caloin sudah harus aktif menjadi anggota Nahdlatul Ulama atau badan otonomnya sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pengurus wilayah, seorang calon sudah harus aktif menjadi anggota Nahdlatul Ulama atau badan otonomnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pengurus besar, seorang calon sudah harus aktif menjadi anggota Nahdlatul Ulama atau badan otonomnya sekurang-kurangnya selama 4 (empat) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan yang dimaksud dalam pasal ini adalah yang dimaksud oleh bab V pasal 8 Anggaran Dasar dan bab I pasal 1 Anggaran Rumah Tangga;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota kehormatan tidak diperkenankan menjadi pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;PEMILIHAN DAN PENETAPAN PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan dan penetapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais Aam, Wakil Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar dipilih oleh Muktamar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais Aam dan Wakil Rais Aam dipilih secara langsung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum dipilih secara langsung dengan terlebih dahulu calon yang diajukan untuk menjadi Ketua Umum mendapat persetujuan dari Rais Aam dan Wakil Rais Aam terpilih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais Aam, Wakil Rais Aam, dan Ketua Umum terpilih bertugas melengkapi susunan Pengurus Besar, Mustasyar, Harian Syuriyah, dan Harian Tanfidziyah, dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta muktamar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian jabatan-jabatan lain untuk melengkapi susunan Pengurus Besar Lengkap ditetapkan oleh Pengurus Besar Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais Aam dan Ketua dipilih oleh Konferensi Wilayah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dipilih secara langsung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dipilih secara langsung, dengan terlebih dahulu calon yang akan diajukan untuk menjadi ketua mendapat persetujuan dari Rais Aam terpilih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan Ketua terpilih bertugas melangkapi susunan pengurus wilayah dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta konferensi wilayah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian jabatan-jabatan lain untuk melengkapi susunan pengurus wilayah syuriyah dan tanfidziyah ditetapkan oleh pengurus wilayah harian syuriyah dan tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan Ketua dipilih oleh Konferensi Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dipilih secara langsung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dipilih secara langsung, dengan terlebih dahulu calon yang akn diajukan untuk menjadi ketua mendapat persetujuan dari rais terpilih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan ketua terpilih bertugas melengkapi susunan pengurus cabang dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta konferensi cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian jabatan-jabatan lain untuk melengkapi susunan pengurus cabang syuriyah dan tanfidziyah ditetapkan oleh pengurus cabang harian syuriyah dan tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan Ketua dipilih oleh Konferensi Majelis Wakil Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dipilih secara langsung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dipilih secara langsung, dengan terlebih dahulu calon yang akan diajukan untuk menjadi ketua mendapat persetujuan dari rais terpilih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan ketua terpilih bertugas melengkapi susunan pengurus majelis wakil cabang dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta konferensi wakil cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian jabatan-jabatan lain untuk melengkapi susunan pengurus wakil cabang syuriyah dan tanfidziyah ditetapkan oleh pengurus wakil cabang harian syuriyah dan tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan Ketua dipilih oleh Rapat Anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dipilih secara langsung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua dipilih secara langsung, dengan terlebih dahulu calon yang akan diajukan untuk menjadi ketua mendapat persetujuan dari rais terpilih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rais dan ketua terpilih bertugas melengkapi susunan pengurus ranting dengan dibantu oleh beberapa anggota mede formatur yang dipilih dari dan oleh peserta rapat anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian jabatan-jabatan lain untuk melengkapi susunan pengurus ranting syuriyah dan tanfidziyah ditetapkan oleh pengurus ranting harian syuriyah dan tanfidziyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;PENGISIAN JABATAN ANTARWAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi lowongan jabatan Rais Aam, maka Wakil Rais Aam menjadi Rais aam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi lowongan jabatan Wakil Rais aam, maka jabatan Wakil Rais aam diisi oleh salah seorang rais yang ditetapkan dalam rapat pleno PBNU sebagai pejabat Wakil Rais Aam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi lowongan jabatan Ketua Umum, maka jabatan Ketua umum diisi oleh salah seorang ketua yang ditetapkan dalam rapat pleno PBNU sebagai Pejabat Ketua Umum;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi lowongan jabatan antarwaktu selain ayat (1), (2), dan (3), maka lowongan jabatan tersebut diisi langsung oleh pejabat di bawahnya yang ditetapkan dalam rapat pleno PBNU;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pengurus yang berada di bawah urutan langsung tidak ada, maka lowongan jabatan tersebut diisi oleh pejabat sementara yang ditetapkan dalam rapat pleno PBNU sampai dengan terselenggaranya muktamar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengisian lowongan antarwaktu Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang dan Ranting menyesuaikan dengan ketentuan ayat (1) s.d. (5) di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;MASA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama mengikuti ketentuan Pasal 12 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama dan dapat dipilih kembali;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan Badan Otonom sesuai dengan ketentuan Badan otonom yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XV&lt;br /&gt;PERANGKAPAN JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Pengurus Harian Nahdlatul Ulama, Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom tidak dapat dirangkap dengan jabatan pada tingkat kepengurusan yang lain, baik dalam jam'iyah Nahdlatul Ulama maupun dalam Badan Otonom;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Pengurus Harian Nahdlatul Ulama, Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom pada semua tingkat kepengurusan tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus harian organisasi sosial politik dan organisasi yang berafiliasi kepadanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rincian aturan pelarangan rangkap jabatan tersebut ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh Pengurus Besar, dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas serta tenaga yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVI&lt;br /&gt;PENGESAHAN DAN PEMBEKUAN PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dan personalia Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang memerlukan pengesahan Pengurus besar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengesahan susunan dan personalia Pengurus Cabang, kecuali Pengurus Cabang Istimewa (PCI), diperlukan rekomendasi Pengurus Wilayah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dan personalia Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) memerlukan pengesahan Pengurus Wilayah dengan rekomendasi Pengurus Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dan personalia Pengurus Ranting memerlukan pengesahan Pengurus Cabang dengan rekomendasi Pengurus Majelis Wakil Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dan personalia pimpinan Lembaga dan Lajnah tingkat pusat disahkan oleh Pengurus Besar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dan personalia pimpinan Lembaga dan Lajnah dibentuk dan disahkan oleh pengurus Nahdlatul Ulama pada tingkatnya masing-masing dan dilaporkan kepada pimpinan pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar dapat membekukan pengurus tingkat di bawahnya melalui keputusan yang ditetpkan sekurang-kurangnya oleh rapat Pengurus Besar Pleno;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pembekuan harus kuat, baik dilihat secara syar'i maupun secara organisatoris;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pembekuan dilakukan, terlebih dahulu diberi peringatan untuk memperbaiki pelanggarannya sekurang-kurangnya 15 (lima belas) hari;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan yang dibekukan dipegang oleh pengurus yang setingkat lebih tinggi, dengan tugas mempersiapkan penyelenggaraan permusyawaratan yang akan memilih pengurus baru;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah pembekuan harus sudah terselenggara permusyawaratan untuk memilih pengurus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVII&lt;br /&gt;TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustasyar bertugas menyelenggarakan pertemuan, setiap kali dianggap perlu, untuk secara kolektif memberikan nasihat kepada pengurus Nahdlatul Ulama menurut tingkatannya, dalam rangka menjaga kemurnian Khittah Nahdliyin dan ishlahu dzati bain (arbitrase).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Syuriyah selaku pimpinan tertinggi yang berfungsi sebagai Pembina, pengendali, pengawas, dan penentu kebijaksanaan Nahdlatul Ulama mempunyai tugas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan arah kebijakan Nahdlatul Ulama dalam melakukan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan petunjuk, bimbingan, dan pembinaan memahami, mengamalkan, dan mengembangkan ajaran Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah, baik di bidang akidah, syariah maupun akhlak/tasawuf;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan, mengawasi, dan memberikan koreksi terhadap semua perangkat Nahdlatul Ulama berjalan di atas ketentuan jam'iyah dan agama Islam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membimbing, mengawasi, dan mengawasi Badan otonom, lembaga, dan Lajnah yang langsung berada di bawah Syuriyah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keputusan suatu perangkat organisasi Nahdlatul Ulama dinilai bertentangan dengan ajaran Islam menurut paham Ahli Sunnah wal-Jamaah, maka pengurus syuriyah yang berdasarkan keputusan rapat dapat membatalkan keputusan atau langkah perangkat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Tanfidziyah sebagai pelaksana tugas sehari-hari mempunyai kewajiban memimpin jalannya organisasi sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh pengurus syuriyah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Tanfidziyah sebagai pelaksana harian mempunyai tugas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memimpin jalannya organisasi sehari-hari sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh Pengurus Syuriyah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan program jam'iyah Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina dan mengwasi kegiatan semua perangkat jam'iyah yang berada di bawahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyampaikan laporan secara periodic kepada Pengurus Syuriyah tentang pelaksanaan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menggerakkan dan mengelola program, Pengurus Besar Tanfidziyah berwenang membentuk tim kerja tetap atau sementara sesuai kebutuhan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Pengurus Besar, Ketua Pengurus Wilayah, Ketua Pengurus Cabang, Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ketua Pengurus Ranting karena jabatannya dapat menghadiri rapat-rapat Pengurus Syuriyah sesuai dengan tingkatannya masing-masing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian tugas di antara anggota Pengurus Tanfidziyah diatur dalam Peraturan Tata Tertib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XVIII&lt;br /&gt;KEWAJIBAN DAN HAK PENGURUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus berkewajiban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga dan menjalankan amanat organisasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mematuhi ketentuan-ketentuan organisasi dan tugas-tugas yang diamanatkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus berhak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kebijaksanaan, keputusan, dan peraturan organisasi sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, atau keputusan pengurus Nahdlatul Ulama yang lebih tinggi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan saran atau koreksi kepada pengurus setingkat lebih tinggi dengan cara dan tujuan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengembangan kelembagaan, kegiatan, dan sumber daya jam'iyah Nahdlatul Ulama, Pengurus Besar berhak melakukan pemeringkatan pengurus tingkat di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIX&lt;br /&gt;PERMUSYAWARATAN TINGKAT NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar adalah instansi permusyawaratan tertinggi di Nahdlatul Ulama, diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sekali dalam (lima) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar dipimpin oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar dihadiri oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Nahdlatul Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar adalah sah apabila dihadiri oleh dua pertiga jumlah wilayah dan cabang yang sah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelancaran penyelenggaraan muktamar, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dapat membentuk panitia penyelenggara yang bertanggung jawab kepoada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Besar Nahdlatul Ulama membuat rancangan peraturan tata tertib muktamar yang mencakup susunan dan tata cara pemilihan pengurus;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar Luar Biasa sebagaimana dimaksud dalam Anggaran Dasar Bab VII Pasal 17 huruf c, dapat diselenggarakan atas permintaan Pengurus Besar Syuriyah dengan ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselenggarakan untuk menyelesaikan masalah-masalh kepentingan umum secara nasional atau mengenai keberadaan jam'iyah Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian masalah-masalah dimaksud (huruf a) tak dapat diselesaikan dalam permusyawaratan lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan Pengurus Besar Syuriyah didasarkan pada keputusan rapat Pengurus Besar Lengkap atau rekomendasi Musyawarah Nasional Alim-Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional alim-ulama ialah musyawarah alim-ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Syuriyah, sekurangkurangnya satu kali dalam 1 (satu) periode kepengurusan untuk membicarakan masalah keagamaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah alim-ulama yang serupa dapat juga diselenggarakan oleh wilayah atau cbang, sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) periode;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah tersebut dapat mengundang tokoh-tokoh alim-ulama Ahli Sunnah wal-Jamaah dari dalam maupun dari luar kepengurusan Nahdlatul Ulama, terutama ulama pengasuh pondok pesantren, dan dapat pula mengundang tenaga ahli yang diperlukan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Alim-Ulama tidak dapat mengubah Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan muktamar dan tidak mengadakan pemilihan pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar merupakan instansi permusyawaratan tertinggi setelah muktamar dan diadakan oleh Pengurus Besar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar dihadiri oleh anggota Pengurus Besar Pleno dan utusan pengurus wilayah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar dapat juga diselenggarakan atas permintaan sekurang-kurangnya separoh dari jumlah wilayah yang sah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar, mengkaji perkembangan organisasi serta peranannya di tengah masyarakat, membahas masalah keagamaan dan kemasyarakatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar tidak dapat mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, keputusan muktamar dan tidak memilih pengurus baru;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari separoh jumlah peserta Konferensi Besar. Dalam pengambilan keputusan setiap peserta mempunyai hak 1 (satu) suara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Besar dipimpin oleh Pengurus Besar. Susunan acara dan peraturan tata tertib Konferensi Besar ditetapkan oleh Pengurus Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XX&lt;br /&gt;PERMUSYAWARATAN TINGKAT DAERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah adalah instansi permusyawaratan tertinggi untuk tingkat wilayah, dihadiri oleh pengurus wilayah dan utusan pengurus cabang yang ada di daerahnya, terdiri dari syuriyah dan tanfidziyah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah diselenggarakan sekali dalam 5 (lima) tahun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah diselenggarakan atas undangan pengurus wilayah atau atas permintaan sekurang-kurangnya separoh jumlah cabang yang ada di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Wilayah membicarakan pertanggungjawaban pengurus wilayah, menyusun rencana kerja 5 (lima) tahun, memilih pengurus wilayah yang baru dan membahas masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan pada umumnya, ter
